Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 98


__ADS_3

 Menjelang subuh


 Dirga membuka matanya perlahan. Melihat dua wanita cantik yang tidur pulas dia tidak berniat membangunkannya.


Mengubah posisinya menjadi duduk, Ia menyelimuti tubuh keduanya dengan energi mental sejati agar tidak mendeteksi aura mereka berdua.


 Lalu ia mendongak ke atas sambil tersenyum tipis dan bergumam lirih. "Bodoh" Kemudian tubuhnya menghilang dari kamar.


 Sedangkan di atas atap penginapan. Terlihat dua orang pria berpakaian serba hitam. Mereka berdua mengacak acak rambut kesal.


 "Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin kita tidak bisa menerobos masuk ke kamar orang ini?" Gumam salah satu nya kesal.


 Di sebelahnya menanggapi. "Sudahlah! Kita tidak berhasil menculiknya dari malam tadi, Lebih baik...Eh!?" Ucapannya terhenti diganti dengan kerutan di dahinya.


Menoleh ke temannya yang seperti nya ekspresi berubah. Pria di sebelahnya bertanya heran. "Ada apa? Apa ada yang salah?"


 Temannya menanggapi sambil melirik bawah kiri. "Apa kamu tidak merasa aneh? Aku tidak merasakan aura ketiga Tuan muda dari Keluarga Tenu dan Wadi itu!"


 Sebelum menanggapi. Tiba tiba terdengar suara dingin dari arah belakangnya. "Organisasi semut kalian tak pantas menguntit diriku dan kedua wanitaku!"


 Sontak, Keduanya berbalik dan melebarkan kedua matanya. "Bagaimana bisa?" Seru kedua nya serempak tak percaya.


 Apa yang mereka lihat adalah seorang pemuda berambut perak yang menatapnya dengan datar.


 "Tak ada yang tidak bisa bagiku!" Balas Dirga dingin.


 Kedua pria itu saling melirik dalam diam dan mengangguk seakan berbicara dalam kedua matanya. Dirga mengetahui apa maksud dua pria itu.


 "Mau lari? Jangan harap!" Ucapnya dingin dan tubuhnya menghilang dari pandangan keduanya.


 "Apa?" 2×


 Keduanya sontak terkejut melihat pemuda itu yang tiba tiba menghilang.


 Sebelum bereaksi, Leher keduanya di cengkram oleh sesuatu yang sangat kuat membuatnya tidak bisa bernapas.


 "Mati!!" Dirga mencengkram leher keduanya dengan kuat sampai wajahnya berubah menjadi biru keunguan.


Krak!


Krak!


 Suara patah tulang renyah terdengar. Kedua pria itu mati dengan kedua mata melebar.

__ADS_1


 Mereka tidak menyangka jika orang yang menjadi target mereka malah dirinya sendiri yang menjadi targetnya.


 Meletakkan tubuh keduanya yang sudah terbujur kaku, Dirga tidak membakarnya karena ia ingin memberi kejutan pada pihak lain.


Melirik ke arah tertentu dan bergumam dengan seringainya. "Hm?, Sepuluh Alam Bumi menengah? Cukup tinggi, Tapi itu tidak cukup untuk menghentikan ku!"


 Tubuhnya menghilang dari atap dan muncul di salah satu dahan pohon lebar.


 Menjentikkan jarinya dan seketika energi tak kasat mata melesat ke arah punggung orang itu dan meledakkan jantungnya tanpa membuatnya menjerit.


 Mengulanginya lagi dan lagi sampai kesepuluh itu tergeletak tak bernyawa di atas dahan pohon seperti orang tidur.


 Menyebarkan persepsinya sejenak dan tidak merasakan ada hal aneh. Ia mengeluarkan batu komunikasi dan mengirimkan pesan kepada Arya.


 Lalu tubuhnya menghilang dan muncul di tengah tengah dua wanita cantik lalu menutup kedua matanya.


*


 Di Istana Sekte


 Arya yang sedang menemani istrinya tidur di kejutkan dengan cincin penyimpannya nya yang tiba tiba bergetar dan memeriksanya.


 "Ada apa?" Tanya Retania melirik ekspresi suaminya yang mengernyitkan dahi.


 Retania yang mendengar perkataan suaminya menjadi khawatir. "T-Tapi, Lukamu...?"


 "Tidak apa apa! Aku ini laki laki kuat! Jangan meremehkan ku!" Ucap Arya dengan seringai menatap Retania.


 "Ya sudah jika itu maumu! Aku nanti akan menjaga Sekte dan melatih murid perempuan!" Desah Retania menanggapi.


 "Oh ya, Apa banyak perubahan yang terjadi di Sekte ini? Nanti aku akan memberikan informasi ke Tuan muda!" Kata Arya,Karena memang selama ini tidak fokus dengan latihan para murid Sekte.


 "Sangat memuaskan!" Ucap Retania dengan semburat senyumnya yang sumringah.


"Lima ratus laki laki sudah meningkat kultivasinya ke Ranah Alam Langit tingkat rendah maupun menengah...Dua ratus sisanya berada di Alam Bumi tingkat tinggi!" Tambahnya dengan gembira.


 Begitu juga dengan Arya. Berita ini mengejutkan dirinya. Karena waktu pertama kali melihatnya, Tidak ada satupun dari mereka yang berada di Ranah Alam Bumi.


 Tapi sekarang sudah meningkat pesat segini. Ini berita yang menggembirakan menurutnya.


"Yang wanita?" Tanya Arya karena penasaran seluk beluk murid Sekte.


Retania tersenyum dan menanggapi. "Dua ratus lima puluh berada di Alam Langit dan dua ratus lima puluh juga berada di Alam Bumi tingkat menengah. Bagaimana? Mengejutkan bukan?"

__ADS_1


"Luar biasa...Aku tak menyangka dalam waktu tidak lama mereka meningkat pesat seperti ini!...Tapi Tuan muda berkata jangan kultivasinya saja yang meningkat, Fisiknya juga harus di tingkatkan." Kata Arya sambil senyum.


Mendengar perkataan suaminya, Retania tersenyum tambah lebar membuat Arya memicingkan matanya.


"Apa kamu tahu mengapa mereka meningkat pesat seperti ini?" Ucap Retania dan di jawab gelengan kepala oleh Arya. "Mereka yang meningkatkan fisiknya di dalam Menara Tekanan, Tubuh mereka menjadi ringan dan saat itu dantian mereka bereaksi dan saat itulah mereka menerobos tingkat!" Imbuh Retania dengan senyum nya.


Arya sedikit terkejut mendengar nya. Tapi kemudian di gantikan dengan senyum lebar. Dia semakin kagum dengan buatan Tuan nya ini.


Mereka berdua pun ngobrol sampai pagi. Lalu mereka entah melakukan apa hingga sore hari. Saat itulah teringat dengan misi Tuan muda nya.


***


Di lain tempat


Kedua wanita yang sangat menikmati tidurnya mengerjapkan mata malas. Melihat tidak ada pemuda di sampingnya, Mereka berdua lantas duduk.


Menoleh ke segala ruangan, Mereka mendengarkan suara gemercik air dari dalam kamar mandi menandakan jika ada seseorang ada di dalamnya.


Tiba tiba keduanya saling tatap menatap dengan senyum nya. Tanpa aba aba, Mereka berdua mengangguk dan beranjak dari tidur.


Dirga yang berada di dalam tidak menyadari keanehan keduanya. Beberapa saat kemudian ia membuka pintunya dan matanya melebar.


"K-Kalian?!" Serunya kaget.


Apa yang di lihatnya adalah dua wanita cantik yang mengenakan pakaian terbuka hingga menampilkan lekuk tubuh nya yang menggoda.


Ketika ingin berkata, Tiba tiba mulutnya di sambar oleh bibir pihak lain membuatnya terkejut. Sedangkan di bawahnya merasakan kehangatan yang luar biasa ia rasakan.


Namun, Ia menghentikannya karena ia tidak filing melakukannya. Mendorong lembut keduanya ia berkata. "Aku sedang tidak menginginkannya, Lain waktu saja..Oke?!"


Kedua wanita cantik itu cemberut mendengar perkataan Dirga.


"Kenapa? Padahal aku sudah siap menyerahkannya kepadamu" Ucap Fanni dengan mata sayu nya.


Laniya di sebelahnya juga mengangguk. Tapi Dirga menggelengkan kepalanya.


"Tempat ini tidak nyaman. Sudah sore, Lebih baik kalian mandi dulu dan kita pergi untuk melihat pertunjukkan nanti!" Ucap nya lalu berlalu pergi meninggalkan keduanya yang kesal.


"Saudari, Bagaimana ini?" Ucap Fanni menatap Laniya.


Laniya juga menghela napas tak berdaya, Lalu menanggapi. "Tidak apa apa. Masih ada waktu untuk melakukannya bukan!?"


"Emm~ " Tanggap Fanni meskipun sedikit agak menyesal.

__ADS_1


Mereka berdua pun membersihkan diri. Sedangkan Dirga duduk bersila berkultivasi menyerap energi di sekitar nya.


__ADS_2