
Crash!
Tiba tiba saja bagian punggungnya terasa di seobek oleh benda tajam dan terlempar jauh sekali lagi.
Booms!
'Sial!' Umpatnya kesal.
Memasukkan pil pemulihan sekali lagi, Dirga berdiam diri dahulu untuk menemukan kelemahan monster itu. Sebelumnya ia sempat memukul tubuhnya secara tak sengaja membuat monster itu terlempar tapi tidak jauh.
Ketika debu debu berangsur menghilang, Dirga melihat monster harimau itu berdiam diri dengan membelakanginya.
Dirga juga mengetahui jika monster itu sedang mendeteksi keberadaannya dengan indra tajam yang dimiliki.
'Sial! Jika begini terus aku mungkin mati di sini.' Batinnya dengan wajah masam.
Melihat monsternya masih berdiri diam, Dirga mencoba menyerang dengan semua teknik yang ia miliki.
Segera ia merilis teknik jari dewanya. Tapi sebelum itu...
Crash!
Tubuhnya kembali di lempar ke ke-tinggian langit sore. Dirga yang berada di atas langit membuat serangan secara diam diam berharap tak di ketahui oleh monster itu.
"Gerakan pertama — Tusukan Pedang Langit"
Segera pedangnya memancarkan cahaya putih perak.
"Wushh!...Booms,Dhuarr!
Suara ledakan antara serangan pedangnya dengan tubuh monster itu terdengar. Tapi tetap saja Dirga terlempar kembali dengan jarak yang jauh.
Sebelumnya ketika Dirga berhasil melepaskan serangan pedangnya,Tiba tiba muncul monster itu yang sangat dekat dengannya sambil menjulurkan cakar tajamnya.Hingga menyebabkan serangan pedangnya mengenai tubuhnya.
Brukk!
Tubuh Dirga terjatuh menyentuh tanah yang di penuhi semak belukar,Bahkan ketika menyentuh tanah tubuhnya masih tergeser jauh,Hingga menimbulkan parit yang cukup panjang.
"Sial!!" Kutuknya marah karena tak bisa melarikan diri dari monster aneh ini.
Melihat tubuhnya yang di lilit oleh semak belukar serta akar yang kuat membuat dirinya sangat putus asa.Tubuhnya seperti sedang di remas oleh akar tersebut,seolah olah akar itu memiliki kesadaran sendiri.
"Ugh!"
__ADS_1
Dirga tak tau harus apa, Tangan dan kakinya sedang di lilit akar kuat ini. Ia memikirkan bagaimana caranya terlepas dari akar akar sialan ini.
Setelah berpikir keras ia tiba tiba teringat sesuatu. 'Api??' Pikirnya dengan mata berbinar.
Segera dari kepalan tangannya muncul api berwarna hitam yang langsung menyapu bersih akar akar yang melilit tubuhnya.
"Kruakkk!"
Tiba tiba saja dari belakangnya terdengar erangan yang sangat ia kenali membuat wajahnya kembali tegang.
'Bodoh! Bukankah ini menyebabkan monster itu kesini?'Batinnya seraya mengubah ekspresinya.
Tapi kemudian dahinya berkerut karena ia tak merasakan tubuhnya kembali terlempar. Dengan ekspresi tegangnya ia memberanikan memutar kepalanya untuk melihatnya.
Ketika berhasil menengok kebelakang, Alisnya berkerut ketika dirinya melihat monster itu masih di belakangnya.
Tapi yang membuat dahinya berkerut lebih dalam.Dirga melihat monster itu memundurkan ke empat kakinya secara perlahan seperti di slowmo sambil menatap kosong ke arahnya.
"Hm?...Apa yang sebenarnya terjadi?" Gumamnya lirih dengan ekspresi bingung.
Dirga segera menyadari ada yang aneh dengan perubahan monster mengerikan ini.
Ketika ia menengok kebelakang,hanya ada semak belukar yang sunyi.Menoleh ke kiri,Sama hanya semak belukar setinggi lutut.Menoleh ke kanan,Pun sama seperti sebelumnya.
'Apa apaan!' Pikirnya dengan ekspresi bodoh.
'Apa karena api ini dia takut menyerangku?' Pikirnya memastikan.
Untuk memastikan dugaannya,ia menjulurkan tangan kanannya ke depan untuk melihat reaksinya. Dan benar saja ia melihat monster itu merapatkan sayapnya dan terlihat kakinya juga bergetar.
Dirga yang melihat ini senyum seringai menghiasi mulutnya. "Hehehe, Ternyata kau takut dengan api ini." Kekehnya dengan ekspresi menyeringai.
Dirga membuat dua api di kedua kepalan tangannya dan langsung melepaskan serangan api hitamnya ke arah monster itu.
"Wush!...Booms!"
Suara ledakan serta bau daging gosong langsung menyebar ke arahnya. Dirga yang melihat monster itu ingin mengepakkan sayapnya. Dirinya langsung paham kalau monster itu bersiap melarikan diri.
Dirga langsung membuat api hitam sebesar bola basket tapi ia tidak melepaskan serangannya terlebih dahulu.
"Kau ingin melarikan diri setelah menyiksaku? Naif!" Ucapnya sambil berjalan ke monster itu.
Monster bersayap itu langsung berdiri diam sambil menoleh ke arahnya. Dirga tak langsung membunuhnya begitu saja,ia berniat menyiksanya untuk membalaskan dendamnya,ketika mengingat dirinya di lempar secara brutal kesegala arah.
__ADS_1
Dirga segera mendekatkan api hitamnya sambil mencengkram ekor monster itu yang tampak bergerak tak aturan mungkin takut.
"Ini pembalasanku karena melempar tubuhku begitu saja." Ucapnya dingin sambil mengontrol panas apinya,dan langsung membakar ekor harimau aneh itu.
Bagaimanapun elemen apinya sangat panas. Bahkan ketika berjarak satu meter dari monster itu,Sayap kirinya tiba tiba terbakar dan langsung menghilang entah kemana.
Csesh!
Suara renyah terbakar bersamaan dengan bau gosong menyengat di hidungnya.
Monster itu hanya diam dengan tubuhnya yang bergetar hebat. Dirga yang melihatnya masih menyunggingkan seringainya sambil terus membakar ekornya perlahan lahan.
Saat ini monster itu tidak memiliki ekor dengan sayapnya yang tersisa satu.Ketika ingin membakar bagian belakangnya tiba tiba terdengar dering notifikasi di benaknya.
"Tring! Tunggu tuan! Daging monster itu memiliki kandungan energi jiwa yang sangat tinggi. Jika tuan memakan daging itu, kemungkinan poin energi mental sejati tuan bertambah.Tulang serta cakar tajamnya bisa di buat senjata tingkat immortal kualitas tinggi."
"Tring! Sebaiknya tuan membunuhnya dengan wajar."
"Hm?" Dehemnya singkat begitu mendengar suara systemnya yang membuatnya kesal.Melirik monster itu yang sejak tadi hanya diam karena ia duduki.Dirga mendecakkan lidahnya kesal. "Ck! Baiklah"
Padahal ia ingin menyikasanya perlahan lahan karena kesal tubuhnya di lempar begitu saja.Dengan wajah kesal ia mengeluarkan Pedang Chaosnya.
"Kau selamat karena aku tidak jadi menyiksamu." Ucapnya dengan acuh.
Tusk!...Sleettt!
Tanpa ragu ragu,Dirga langsung menusukkan pedangnya ke arah perut dan langsung menyatnya menjadi panjang.
"Tring! Selamat Tuan telah berhasil membunuh monster harimau bersayap.Koin system bertambah..."
"Tring! Selamat Tuan anda telah berhasil selamat dari pertarungan hidup dan mati."
"System memberikan hadiah Sayap Dewa dan keterampilan teknik Alkemis Alam Tingkat Legendaris,Serta 45 Juta koin system."
Dirga terkejut ketika mendengar hadiah systemnya. Tiba tiba saja dari punggungnya mengeluarkan cahaya emas.Satu tarikan napas kemudian,Sebuah sayap indah berwarna emas memiliki panjang dua meter terbentang dari punggungnya.
Dirga merasakan tubuhnya menjadi ringan seringan kapas. Melayang dari tanah Dirga segera melesat ke atas untuk menguji coba kecepatan Sayap Dewanya.
"Wushh!"
Dirga sangat puas dengan pemberian systemnya ketika mencobanya.Karena di atas langit ada tekanan udara yang sangat kuat,Dirga kembali lagi ke monster menyebalkan tadi.
Melambaikan tangannya,Seketika tubuh momster itu menghilang dan berpindah ke ruang penyimpanan systemnya.
__ADS_1
Karena hari menjelang malam, Ia mengeluarkan Sayap Dewanya dan melesat untuk mencari goa untuk beristirahat.
Bersambung....