Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 36


__ADS_3

Keesokan paginya, Laniya, Cindy beserta Tia yang berada di pelukannya keluar ruangan penginapan. Awalnya Cindy terkejut jika dirinya berada di dunia cermin. Meskipun ia tak percaya, Dirga telah membuktikannya membuatnya mau tak mau percaya dengan keheranan seribu pertanyaan.


Baru saja mereka membuka pintu, Naila sudah berada di depan pintu.


"Ada apa nona?" Tanya Dirga mengerutkan keningnya.


Naila tidak menjawab. Ia melihat wanita cantik yang nampak asing di sisi Dirga membuatnya terkejut. 'Bagaimana wanita ini bisa di kamar Dirga? Apa dia memiliki banyak wanita?' Batinnya dengan ekspresi rumit.


Laniya yang melihat Naila hanya diam membuatnya kesal. "Nona kecil! Apa kamu tidak mendengarnya?" Ucap Laniya dengan nada tinggi. Karena tinggi Naila hanya 168 cm jadinya tubuhnya paling pendek diantara ketiganya.


Naila marah begitu di sebut dengan panggilan nona kecil. Meskipun ia marah, Ia tetap mengendalikannya melihat dia tidak bisa mendeteksi kultivasi mereka bertiga kecuali Cindy yang berada di Alam Bumi pertama.


"Ah- maafkan aku, Aku hanya ingin mengatakan kepadanya jika dia sudah di tunggu ayah karena ingin berbicara dengannya." Jawab Naila sambil menunjuk Dirga yang sedang bermain dengan Tia di pelukannya.


Mereka bertiga bingung, Lalu Laniya berkata penasaran. "Apa yang mau di bicarakan olehnya?"


Naila mengangkat bahunya. "Aku tidak tahu, Aku hanya menyampaikan saja." Jawabnya.

__ADS_1


Dirga yang tak ingin diam saja ia berkata. "Baiklah, Antar aku ke ayahmu!"


Naila mengangguk dan berjalan mendahului memandu mereka. Karena kamar penginapan Dirga di tingkat kedua, Mereka turun menaiki tangga.


Ketika sampai di lantai bawah. Banyak pengunjung yang sudah nongkrong karena lantai bawah adalah restoran.


Mereka menjadi pusat perhatian pengunjung. Beberapa lelaki memandang Laniya dan Cindy dengan mata liarnya, Tapi tidak ada yang mengganggunya karena mereka melihat seorang gadis di depan Dirga.


Dirga yang melihat tatapan takut pengunjung tak peduli, Meskipun ia sedikit penasaran mengapa mereka takut dengan gadis kecil ini? Apa mungkin gadis ini sering membuat keributan?.


Tapi lupakan saja, Ia tidak terlalu peduli.


Di belakangnya ada dua pria kekar yang sedang berdiri dengan tatapan awas. Dirga tersenyum tipis melihat itu.


Naila maju selangkah dan berkata. "Ayah, Dia pemuda tadi malam yang sudah menyelamatkanku."


Ayah Naila membuka matanya melihat pemuda tampan berambut perak. Tapi alisnya sedikit terangkat karena tidak dapat mendeteksi tingkat kultivasinya sama sekali begitu juga dengan wanita di sebelahnya, Hanya Cindy yang ia bisa deteksi. 'Apa mereka berada di atasku?' Batinnya penasaran.

__ADS_1


Tuan kota berdiri dan menangkupkan kedua tangannya dan berkata sopan. "Tuan muda, Terima kasih telah menyelamatkan putriku! Perkenalkan namaku Garden Deska, Tuan kota Luyung ini!"


Dirga menganggukkan kepalanya dan menangkupkan kedua tangannya dengan susah payah karena Tia berada di pelukannya. "Tidak perlu terlalu sopan Tuan kota, Saya kemarin hanya kebetulan bertemu dengan nona Naila" Ucapnya ringan.


"Ah- tidak tidak! Bagaimanapun Tuan muda telah menyelamatkan putriku, Jadi aku harus menghormati tuan muda!" Kata Garden tidak enak.


"Baiklah! Apa sekarang aku boleh duduk?" Ucap Dirga mengeluh.


"Ah- ya ya, Tentu saja boleh! Silahkan Tuan muda dan nona muda duduk!" Jawab Garden mempersilahkan.


Dirga mengangguk dan duduk sambil di apit kedua wanita cantik di kedua sisi. Tuan kota penasaran dengan identitas mereka karena ia tidak pernah melihat wajah wajah ini.


Setelah mengobrol beberapa saat. Tuan kota Garden mau tak mau bertanya dengan penasaran. "Ehem, Maafkan aku jika pertanyaanku sedikit tidak enak." Berhenti sejenak sambil melirik wajah ketiganya yang juga menatapnya. Ia berkata ragu. "Aku penasaran dengan kalian, Apa kalian tidak berasal dari kota sini?"


Dirga dan Laniya saling berpandangan. Dirga menjawab enteng. "Ya, Kami berasal dari jauh dan tidak sengaja menemukan kota ini, Aku berpikir jika kota ini terlihat sangat nyaman." Sambil melirik wajah Tuan kota yang masih memperlihatkan senyumnya.


"Ehem, Maaf jika kota ini terlihat berantakan, Saya akan meningkatkan perlindungan!" Jawab Tuan kota Garden memahami lirikan Dirga.

__ADS_1


Dirga mengangguk ringan dan menjawab. "Aku harap begitu! Aku juga akan membantumu jika ada kesulitan."


"Hei....


__ADS_2