Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 50


__ADS_3

"Ada yang menawar? Apa dia sudah bodoh? Bukankah itu hanya batu biasa..?"


"Benar benar bodoh! Buang - buang koin emas saja..!"


"..."


Banyak peserta lelang yang menggunjing orang yang berada di ruang vip nomor 2 yang menurutnya bodoh. Tapi Dirga tak memperdulikannya, Di hatinya saat ini tak sabar untuk menyerap batu ini.


Naila dan tetua Shane juga bingung kenapa pemuda ini mau menghabiskan koin emas belasan juta hanya untuk batu yang tidak diketahui fungsinya itu.


Karena penasaran, Tetua Shane mau tak mau bertanya juga. "Tuan muda, Kenapa tuan muda membeli batu tak berguna itu?" Begitu juga dengan Naila.


Dirga hanya tersenyum dan menjawab pelan. "Batu itu memang tak berguna dimata orang lain, Tapi dimataku itu sangatlah berguna"


Mereka berdua terdiam tidak tahu maksud ucapan Dirga. Tapi tidak mempermasalahkan, Karena menurutnya tindakan Dirga ini hanya menghamburkan koin emas saja.


Adapun tetua Shane. Dia sudah beberapa kali meneliti jenis batu itu, Tapi ia tidak mengetahui batu itu. Menghendikan bahunya, Ia tak berpikir lebih banyak.


Acara terus berlangsung selama beberapa menit. Selama itu, Tidak ada satupun barang yang menurut Dirga tidak menarik kecuali kedua batu tadi.


Saat ini, Fanni si pembawa acara lelang mengangkat nampan kayunya. Di atas nampan itu terdapat suatu tumbuhan berwarna hitam legam. Bentuk tumbuhan itu seperti rantai, Tetapi memiliki tiga cabang.


"Apa ini eliksir bunga rantai kematian yang sangat langka itu..?"


"Iya! Itu benar benar eliksir bunga kematian! Aku pernah mendengar jika eliksir itu bisa menyembuhkan segala jenis penyakit dan bisa membuat orang menerobos tiga tingkat sekaligus.."


"Wah! Bukankah eliksir ini sangat hebat? Sayang sekali kita tidak dapat memilikinya.."


"..."

__ADS_1


Mata semua peserta lelang berbinar ketika melihat eliksir itu dan manfaatnya. Fanni sang pembawa acara tersenyum dan berkata lantang. "Barang ini adalah barang terakhir kita!!...Karena eliksir bunga rantai kematian ini sangat langka, Kami berharap peserta yang menawar harus menawar dengan batu roh tingkat tinggi!"


Berhenti sejenak sambil melihat tatapan peserta yang menggebu gebu. Lantas melanjutkan. "Harga awal eliksir bunga rantai kematian adalah dua juta batu roh dan harus menawar lebih dua ratus batu roh!"


Seketika saja suasana menjadi hening.Satu batu roh tingkat rendah saja bisa di tukar dengan satu koin emas. Lalu bagaimana jika batu roh tingkat tinggi? Begitu memikirkannya membuat kepala menjadi pusing.


Saat ini. Ruang vip nomor 3 yang selama tadi hanya diam. Berteriak lantang. "Dua juta lima ratus batu roh!"


"Dua juta sembilan ratus batu roh!" Teriak lantang dari ruang vip nomor satu.


"Tiga juta batu roh!" Balasnya sekali lagi.


"..."


Dirga melihat orang yang di ruang vip nomor 3 adalah pria yang cukup tampan berusia 25 tahun an. Di sebelahnya ada seorang wanita cantik berusia 23 tahunan. Sepertinya itu suami istri pikirnya.


Dahi Dirga mengernyit. Ia melihat wanita itu memiliki banyak racun di tubuhnya. Tidak hanya itu saja, Ada sedikit energi korosif di bagian punggung wanitu itu.


[Bunga Rantai Kematian:Bisa menyembuhkan segala jenis penyakit,Racun,Cedera dalam dan bisa membersihkan darah maupun penyucian tulang. Tidak hanya itu, Bila di konsumsi seorang di bawah ranah immortal bisa meningkatkan tingkatan kultivasi sebanyak tiga tingkat. Jika dia atasnya hanya bisa naik satu tingkat dan tidak menghilangkan efeknya.]


Menautkan kedua alisnya. Jika wanita itu menggunakan eliksir bunga rantai kematian, Bisa membahayakan nyawanya. Karena tubuhnya masih memiliki luka korosif dan harus di hilangkan saat ingin menyerapnya.


Sudah pasti itu di karenakan serangan seorang iblis!


'Apa para iblis sudah menunjukkan batang hidungnya?' Pikirnya penasaran.


Dalam ingatan pemilik tubuh sebelumnya, Tidak ada satu pun iblis yang membuat kekacauan di daratan ini. Dirga menjadi penasaran dengan identitas sepasang suami istri itu.


Saat ini. Orang yang berada di vip nomor satu atau bisa di sebut tuan Agasta. Berteriak lagi. "Lima juta batu roh!"

__ADS_1


Pria yang di ruang vip nomor 3 membalasnya lagi. "Lima juta seratus batu roh!"


Agasta saat ini menggertakkan giginya kesal. "Chu Lung! Siapa orang yang berada di ruang vip itu? Apa dia tidak tahu jika aku ini tamu spesial?" Ujarnya dengan raut wajah merah padam.


Orang yang di panggil Chu Lung maju mendekati dan menjelaskan. "Tuan, Orang yang berada di ruang vip nomor 3 itu sepertinya sepasang suami istri! Saya tidak tahu siapa mereka berdua."


"Sepasang suami istri?" Ulang Agasta dengan gertakkan gigi. "Hanya suami istri belaka ingin menyaingiku?...Lung! Apa ranah kedua orang itu?"


Chu Lung menjawab dengan hormat. "Tuan! Pria itu berusia 25 tahun berada di ranah Raja Langit ketiga dan untuk wanita itu berusia 23 tahun berada di ranah Raja Langit tingkat satu!"


Agasta yang mendengar itu tersenyum lebar dan berkata lagi. "Hanya Raja Langit belaka! Lung! Apa kamu membawa batu roh? Aku hanya membawa Lima juta seratus saja! Aku tidak menyangka jika pembayarannya menggunakan batu roh!"


Melihat wajah garang tuannya yang sedang menatapnya, Chu Lung bertekuk lutut dan berkata dengan terbata bata. "T-tuan! Sa-saya tidak tahu jika pembayarannya menggunakan batu roh! Ku kira dengan koin emas!"


"Maksudmu? Apa kamu tidak menyelidikinya selama ini?" Ucap Agasta dengan dahi berkerut.


Chu Lung buru buru menjawab. "Saya menyelidikinya selama ini! Tapi aku tidak tahu jika pembayarannya diganti"


Agasta menghela napas berangnya dan berkata lagi. "Biar saja mereka mendaparkannya!"


Chu Lung bingung. Tapi ketika melihat seringai di wajah tuan Agasta ia akhirnya mengerti. Sudah jelas ingin merampoknya saat acara ini selesai. Mereka berdua tidak tahu jika percakapannya sedang di dengar oleh seseorang membuatnya tersenyum tipis.


Fanni yang melihat tidak ada yang menawar lagi. Ia berkata dengan penuh senyuman. "Akhir lelang ini telah di menangkan oleh orang ruang vip nomor 3. Selamat kepada tuan vip nomor tiga!"


"Sayang, Aku sudah mendapatkan eliksir ini! Tidak lama lagi penyakitmu akan sembuh!" Ucap seorang pria muda sambil memeluk wanita di sisinya.


"Arya! Uhuk - uhuk— Terimakasih telah memperjuangkanku selama ini" Balas wanita itu sambil terisak di dekapan pria yang bernama Arya.


Arya memeluk wanita dengan penuh kasih sayang dan berkata dengan lembut. "Retania! Kamu sudah terkena racun ini selama tiga tahun! Aku sebagai suamimu harus menyembuhkan lukamu apapun yang terjadi"

__ADS_1


Wanita yang di panggil Retania hanya mengangguk dan memeluk Arya dengan erat sambil menangis tersedu sedu. "Arya! Maafkan aku jika selama ini membebani dirimu!" Ucap Retania sambil membayangkan pria yang mendekapnya selama ini.


Arya mengelus rambut Retania dengan lembut dan berkata lagi. "Sudahlah! Jangan mikir seperti itu! Justru akulah yang beban karena tidak bisa menemuimu setiap hari! Tapi sekarang aku aku sudah keluar dari keluarga biadab itu!"


__ADS_2