
Para gadis berspekulasi satu sama lain. Mereka tentu saja tidak mengerti mengapa ada dentingan logam yang terdengar terus menerus.
Saat ini, Ania dan Cintia berseru sambil menunjuk ke atas. "Waah..! Lihatlah..! Bukankah itu kakak? Indah sekali...!"
Laniya dan semuanya sontak mendongak mengikuti arahan jari telunjuk kedua gadis kecil itu. Namun, Apa yang mereka lihat membuatnya terkagum - kagum serta terkejut.
Pada saat ini, Tubuh Dirga melayang di atas langit sambil duduk bersila dengan tenang. Di sekelilingnya, Cahaya - cahaya perak berbentuk pedang berbagai ukuran mengelilingi tubuhnya.
Tidak hanya itu, Di belakangnya terdapat pedang peraj yang sangat besar sedang berputar lembut dengan posisi mengacung ke langit.
Tentu saja itu adalah Pedang Chaos nya!
Semuanya memandang ke atas dengan raut muka memukau. Tiba tiba saja, Suara lesatan lesatan terdengar di di berbagai sisi.
Swushh..!
Swushh..!
Swushh..!
"Pe-Pedangku? Apa yang terjadi...?"
"B-Bagaimana bisa pedangku tiba tiba keluar sendirinya..?"
"..."
Berbagai pedang yang di pakai maupun di simpan oleh mereka. Tiba tiba melaju dengan sendirinya ke atas langit.
__ADS_1
Pedang pedang itu membentuk barisan dengan condong ke arah Dirga layaknya sedang membungkukkan badannya.
Mata semuanya melebar dengan raut wajah terkejut, Tapi tidak ada yang berseru. Pedang pedang itu langsung di selimuti oleh cahaya pedang perak dan langsung bersinar terang menerangi Dunia Cermin. Membuat semuanya menutup mata karena terangnya sinar itu.
Pada saat ini, Dirga merasakan di sekelilingnya terdapat banyak energi pedang yang mengeluarkan aura yang luar biasa.
Swohss...!
Cahaya yang lebih terang dari sebelumnya langsung menyebar ke segala arah. Sesaat kemudian, Cahaya pedang itu perlahan meredup dan langsung memasuki tubuh Dirga, Bersamaan dengan Pedang Chaosnya yang perlahan mengecil dan masuk ketubuhnya.
Sleb!
Sleb!
Sleb!
"Waaah~ Kakak sangat hebat! Tadi kakak seperti Raja yang di kelilingi pedang pedang yang sangat luar biasa~!"
Seru Ania kagum sambil menatap Dirga di atas langit yang juga menatap bawah dengan senyum tipisnya.
Dirga menunjuk ke arah para gadis itu sambil bicara singkat. "Pergilah!"
Seketika, Pedang pedang yang menancap itu bergetar dan tercabut dengan sendirinya, Lalu melesat lembut ke arah para gadis gadis yang masih tercengang, Tidak terkecuali Laniya.
Laniya tidak mengerti dengan sosok Dirga ini. Selalu saja membuatnya terkejut. Menurut pandangannya, Dirga adalah sosok misterius yang seharusnya tidak bisa di ganggu oleh siapapun.
Dirga juga menangkap Laniya yang terus memandangnya dengan aneh. Namun, Ia tidak mengerti apa yang di pikirkan Laniya.
__ADS_1
Jadi, Ia menaikkan satu alisnya sambil berkata menyeringai. "Apa? Apa kamu menginkannya lagi?"
Laniya tak menjawab dan masih memandang ke atas. Meskipun tidak bersuara, Pipinya nampak merona malu karena Dirga menggodanya.
Mengalihkan pandangannya ke arah para gadis itu, Dirga berkata tenang. "Bagus..! Lanjutkan latihan kalian! Aku ingin kalian semua menjadi Pasukan Teratai dari Dewi Bunga Laniya! Dia sangat kuat dan kalian harus menuruti perintahnya..!"
Setelah berkata, Sosoknya tiba tiba menghilang di bawah tatapan tertegun semuanya.
"Hehe~ Kakak! Apa kami berdua boleh mengikutinya?" Suara Ania membuyarkan semuanya.
Laniya segera tersadar dan menatap kedua gadis kecil itu, lalu berkata. "Tidak boleh! Kalian bukannya berlatih malah mengacaukannya!"
Ania dan Cintia mendengus mendengar jawaban Laniya. Ketika ingin memohon lagi, Suara Dirga bergema di di benak mereka berdua.
"Kalian berdua kemarilah! Kakak memiliki hadiah untuk kalian!"
Keduanya saling memandang dengan wajah gembira. Menatap Laniya sejenak dan mengejeknya. "Aku akan mengadu kepada Kakak! Biar Kak Laniya di hukumnya!"
Lalu, Mereka berdua pun melesat pergi dengan sayap hijau kecilnya meninggalkan Laniya yang menggelengkan kepalanya.
'Dasar bocah kecil!' Batinnya mengutuk, namun sambil tersenyum.
Mengalihkan pandangannya ke arah para gadis yang sudah ia anggap saudarinya, Ia pun berkata tegas. "Kita lanjutkan latihannya! Kalian memiliki dendam kepada para bajingan itu! Kalian harus semangat dan kita harus menghancurkan keberadaannya..!"
"Baik!"
Para gadis tentu saja langsung semangat ketika membicarakan tentang para bajingan itu. Mereka pun segera mengikuti arahan Laniya dengan khidmat.
__ADS_1