PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
Pernikahan Jhon dan Clara


__ADS_3

Setelah selesai makan siang yang belum waktunya, Jhon benar-benar tidak ingin jauh dari kekasihnya.


Clara begitu muak melihat tingkah Jhon kepadanya, wanita itu tahu jika pria itu tidak sama sekali mencintainya. Ini semua dilakukan karena dendam.


Ini keduanya masuk ke dalam mobil Jhon, selama dalam perjalanan keduanya hanya diam dan saat melihat jalan yang dilalui gadis itu langsung menoleh ke arah pria di sampingnya.


“Mau kemana?” tanya Clara.


“Nanti kamu tahu juga,” jawab Jhon sambil tersenyum tipis.


Clara melihat itu menatap sinis  ke arah pria sebelahnya. Gadis itu kini ingat jika Aura waktu bertemu dengannya begitu dingin.


Seingatnya dulu gadis itu begitu ramah kepada siapa saja. Namun, saat pulang entah apa yang salah pada dirinya.


“Memikirkan apa?” tanya Jhon karena melihat Clara sedang berpikir berat.


Clara hanya menarik napas panjang, kemudian menatap pria yang akan menjadi suaminya itu.


“Apa yang Anda sembunyikan, Tuan?” tanya Clara.


Jhon menoleh sebentar, lalu pria itu tersenyum tipis. Mobil mulai memasuki Villa yang begitu besar, gadis itu perlahan keluar.


“Kenapa ke sini?” tanya Clara.


“Ikuti dua wanita itu,” ucap Jhon.


Clara menurut begitu saja, saat dua orang wanita satu masih muda dan yang satu lagi sudah berumur, tapi masih kelihatan begitu cantik.


Clara kini masuk salah satu ruang, di mana sudah ada tiga wanita yang kini tersenyum ke arahnya.


“Maaf, ini kenapa saya mau dirias?” Clara menatap dirinya yang kini sedang menghadap cermin.


“Nona adalah ratu hari ini,” jawab salah satu perias itu sambil tersenyum.


Clara masih bingung, tidak lama pintu terbuka Jhon tersenyum melihat calon istrinya yang sedang dirias.

__ADS_1


"Kamu ikuti aja apa kata mereka, aku keluar sebentar," ucap Jhon.


Clara menatap kesal dan kini gadis itu hanya diam, setelah satu jam perias sudah selesai dan kini Clara harus mengganti pakaiannya dengan baju kebaya yang terlihat begitu indah.


"Nona, Anda begitu cantik," kata wanita itu.


Clara yang sedari dari duduk membelakangi cermin kini menatap wajahnya takjub, tidak lama seseorang mengetuk pintu jika acara akan segera di mulai. Clara diapit dua wanita yang tadi meriasnya.


Gadis itu menghentikan langkahnya saat melihat Erik, Sam dan Leon yang juga sedang menatapnya. Clara segera menunduk, yang lebih mengejutkan lagi semua hadir terutama kedua orang tuanya.


Kini Clara disandingkan dengan Jhon dan depannya penghulu, Tuan Jimmy yang kini duduk di atas kursi saat mendengar anaknya mengucapkan janji suci itu meneteskan air matanya.


Seruan kata-kata sah menggema di Villa, Clara meneteskan air matanya, cukup ia sampai di sini mencintai Leon. Sebesar apa pun rasa cinta itu akan membuatnya tersisih karena pria itu sudah memilih wanita lain untuk mendampinginya.


Di deretan bukan hanya Erik yang hanya diam sambil mengepalkan kedua tangannya. Leon diam-diam memejamkan matanya saat kata-kata sah yang diucapkan para saksi menandakan jika Clara hanya akan menjadi cintanya dalam diam.


Semua tamu undangan mengucapkan selamat satu-persatu, Sedangkan Jhon mengikuti permintaan istrinya untuk pernikahan sederhana saja. Entah apa yang kini dipikirkan oleh mertuanya karena sedari tadi pria paruh baya itu menatapnya.


"Clara kamu diam-diam bisa juga jatuh cinta ya," kata Velicia langsung memeluk mantan asistennya itu karena Alek langsung memberikan surat pengunduran diri istri bosnya itu.


Velicia dapat melihat jika Clara hanya pura-pura bahagia saat ini, ia sudah lama mengenal asistennya itu.


"Kamu hutang penjelasan padaku!" bisik Cia kepada Clara.


Clara menatap Nonanya itu sambil menarik napas panjang, kini Leon dan Aura sudah berjalan ke arahnya. Namun, Loen langsung memotong karena dipanggil Arnold ada sesuatu yang terlihat penting. Aura berjalan dengan senyum manis kepada Jhon.


"Tuan, Selamat," kata Aura sambil tersenyum lebar.


"Terima kasih, ingat Anda harus bahagia karena akan sia-sia pengorbanan istriku untukmu!" Jhon mengatakan penuh dengan penekanan.


Aura menarik napas dalam, bukannya ia tidak tahu jika Clara mencintai suaminya dan demi kebahagiaan Leon gadis itu rela menikah dengan Jhon.


Aura bergegas turun  dan kini Erik tersenyum tipis saat mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Sam mengusap bahu rekannya itu untuk sabar dan ikhlas.


Jhon memicingkan matanya, jujur ia tahu jika dua orang itu yang sudah menghabisi adik angkatnya. Clara yang sadar akan perubahan suaminya itu langsung memeluk lengan suaminya dan berbisik, "Anda jelek kalau sedang marah."

__ADS_1


Jhon langsung menoleh ke arah istrinya, sedangkan Clara hanya mencibirnya. Jhon setelah acara ini akan benar-benar menghukumnya.


Tepat pukul tiga sore tamu undangan pulang, sedangkan Jhon langsung membawa istrinya terbang ke paris untuk bulan madu. Namun, Clara belum tahu jika sekarang bukan asistennya Valecia lagi.


Jhon sengaja tidak memberi tahu istrinya karena Clara merasa hutang budi kepada Velicia karena selama kuliah dibiayai oleh keluarga Arista.


Clara yang sedang bermain game di ponselnya lalu menatap suaminya yang baru masuk dan langsung duduk di samping istrinya.


"Kenapa?" tanya Jhon sambil membelai rambut panjang istrinya itu dengan lembut.


"Tuan, saya tadi cek ponsel dan sama sekali tidak ada email masuk dari kantor?" tanya Clara.


Jhon menarik napas dalam dan pria itu menarik tubuh istrinya dan kini Clara ia sandarkan ke dada bidangnya.


"Nona Velicia pasti tidak ingin bulan madu kita terganggu, Sayang," ucap Jhon membuat Clara salah tingkah jujur ini pertama kalinya ia seintim ini dengan lawan jenisnya.


Jhon mengulum senyum karena ia bisa merasakan debar jantung istrinya, Pria itu tidak ingin membuat istrinya malu.


"Mau makan," tawar Jhon.


"Saya belum lapar Tuan," ucap Clara.


"Jangan panggil saya, Tuan lagi!" kata Jhon tegas.


Clara hanya memutar bola matanya malas."Saya sudah nyaman dengan panggilan itu, Tuan."


"Terserah!" kata Jhon marah.


Clara tersenyum dan sekarang ia bisa melihat sisi lain dari pria kejam yang kini sudah menjadi suaminya itu, entah kenapa Clara sekarang ingat pesan Ibunya jika Ayahnya sedang marah akan membujuk sampai baikan lagi.


Lalu apa itu perlu ia lakukan sekarang, diliriknya Jhon yang memejamkan matanya di sampingnya.


Clara membaringkan tubuhnya dan tidak lupa ia menutup tubuhnya dan begitu juga menyelimuti suaminya. Gadis itu memberanikan diri memeluk Jhon dari belakang. Ia berharap sedang tidak membangunkan singa tidur saat ini.


Jhon tersenyum saat sang istri memeluknya, tidak lama terdengar dengkuran halus dari Clara.

__ADS_1


Pria itu membalikan tubuhnya, kini dipeluknya istrinya, tapi sebelumnya pria itu mengecup kening Clara dengan pelan jangan sampai terbangun. Jhon begitu terkejut saat wanita itu kini memeluknya seperti guling, padahal sedari tadi pria itu menahan hasratnya jangan sampai memakan istrinya di jet pribadinya.


__ADS_2