
Arnold hanya menatap datar, pria itu langsung pergi begitu saja. Kalau saja ia tidak ingat kerja sama dengan Jack sudah malas berurusan dengan pria itu.
Jack yang melihat Arnold pergi begitu saja tak acuh, ia kini menunggu berkas yang sedang Clara buat.
"Tuan, apa Anda yakin dengan menekankan keuntungan hanya 20 % ke pada grup Setyawan?"tanya Clara.
"Kalau mereka menolak akan rugi, dari pada proyek itu gagal nanti," jawab Jack sambil tersenyum sini.
Jack berjalan menuju ke ruangan Arnold, tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk membuat pria yang berada di dalam ruangan melebarkan matanya.
Jack langsung duduk di depan Arnold, pria itu tanpa basa-basi langsung memberikan berkas kepada Arnold tanpa berbicara.
Arnold melihat gaya Jack yang arrogant hanya menyipitkan matanya, pria itu mengambil berkas dan mulai membacanya. Beberapa kali raut wajahnya berubah-ubah. Kadang-kadang matanya yang menyipit dan keningnya berkerut.
"Apa maksud Anda yang hanya memberikan dua puluh persen bukankah seharusnya tiga puluh lima persen, Tuan Jack" tanya Arnold sambil meletakkan berkas itu di atas meja.
Jack hanya tersenyum tipis seakan mengejeknya.
"Keuntungan Setyawan mendapatkan tiga puluh lima persen itu perjanjian sebelum batal, sekarang kalau Anda mau silahkan ambil dua puluh persen. Jika tidak, ya no problem," ujar Jack sambil menaikan bahunya.
Arnold menatap Jack dengan tajam, ia tidak mengira kalau pria itu bersikap begitu lirik. Namun, jika ia tidak menerima akan menanggung kerugian yang tidak sedikit.
Arnold bisa pastikan jika nanti perusahaan grup Setyawan akan mengalami krisis ekonomi dan akibatnya akan gulung tikar jika tidak ada perusahaan yang mau menyuntikkan dana ke perusahaan keluarganya.
"Aku tunggu selama tiga hari,!"kata Jack langsung beranjak dari duduknya dan keluar ruangan Arnold.
Arnold menghempaskan semua berkas yang berada di atas kerjanya, pria itu begitu kesal kepada Jack. Di pijatnya keningnya, ia harus menghubungi Papanya karena ini bukan hal kecil membutuhkan pertimbangkan dari orang tuanya.
Arnold menghubungi Papanya, tetapi tidak diangkatnya. Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar. Banyak masalah yang dihadapi dari pekerjaan dan hilangnya Velicia yang sampai sekarang belum ia temukan.
****
Sementara Jack yang masih berada di kantor Grup Arista sedang mengerjakan laporan untuk dimana ia akan membuat anggaran untuk pengobatan Velicia dan memberikan kepada pengacara keluarga Arista.
__ADS_1
Saat sedang sibuk dengan benda pipinya pintu terbuka, tetapi Jack mengira itu hanya Clara karena hanya wanita itu yang bebas keluar masuk ruangan pribadi dari adiknya itu.
Jack mengangkat kepalanya, matanya membulat seakan tidak percaya dengan wanita yang berada di depannya, Ia berdiri dan menghampiri istrinya yang kini sedang melipatkan tangannya di dada.
"Sayang," kata Jack sambil memeluk wanita yang tak lain Selly istri kecilnya itu.
Selly sama sekali tidak bergeming saat suaminya memeluk dan memberikan kecupan kening dan pipinya.
"Sayang, aku bisa jelaskan." Jack tahu istrinya itu sedang kesal kepadanya.
Selly hanya diam, wanita itu kini duduk di sofa dengan tatapan tajam ke arah suaminya. Ia sudah menduga kalau Jack akan berada di kantor keluarga angkatnya itu sehingga tidak pulang.
"Mau berapa lama?" tanya Selly dingin.
"Yang aku akan jelaskan, aku harap kamu mau mengerti!" pinta Jack sambil mengusap bahu istrinya.
Jack menjelaskan apa yang terjadi kepada Velicia, ia juga mengatakan jika sekarang adiknya itu sedang berada di Jerman untuk melakukan pengobatan.
"Jadi kamu dari luar Negri dan tidak mengajariku selama dua minggu ini, sebenarnya kamu anggap aku ini apa, hah!" teriak Selly yang sudah begitu geram kepada suaminya karena lebih mementingkan adik angkatnya dari pada dirinya yang sebagai istri sahnya.
"Kak, aku tidak masalah kamu merawatnya dan melindunginya, tetapi tidak seperti ini caranya!" sentak Selly.
Air mata Selly sudah mengalir begitu saja, hatinya begitu sakit setelah mengetahui kalau suaminya diam-diam selalu datang ke kota dimana ia dirawat dulu oleh keluarga Velicia.
Jack melihat sang istri yang begitu dicintainya menangis hatinya begitu sakit, ia langsung memeluk tubuh ramping itu. Walaupun istrinya itu begitu cerewet dan posesif ia begitu mencintainya.
"Maaf," kata Jack membuat tangis Selly pecah langsung di saat menyadarkan kepalanya dada bidang suaminya itu.
"Kamu jahat, apa kamu sudah tidak menganggapku ada?" tanya Selly yang sudah begitu marah di buat kesal oleh suaminya itu.
"Jangan bicara seperti itu sayang, aku sangat mencintaimu," ucap Jack mengeratkan pelukannya.
"Cobalah untuk jujur, lebih baik aku tahu di awal kalau kamu mau ke jerman, bukan harus membohongi istrimu." Selly menatap suaminya dengan air mata berlinang.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku janji akan memberitahumu kemanapun aku pergi sayang," kata Jack merasa lega karena istri cerewetnya sudah tidak marah lagi.
Jack mengakui sudah salah besar selama ini, ia selalu berbohong kepada Selly setiap mau menemui adiknya.
"Apa kamu sudah makan, Sayang?" tanya Jack lembut.
"Belum," jawab Selly dengan manja membuat Jack gemes dan langsung menarik hidungnya.
Jack mengajaknya istrinya keluar ruangan milik adiknya, sampai di luar ia bertemu Clara yang sedang sibuk.
"Clara saya mau keluar," kata Jack.
"Iya silahkan Tuan," kata Clara langsung berdiri.
Selly menatap Clara dengan sinis, ia rasanya tidak terima jika suaminya berbicara lembut dengan wanita lain, walau ia tahu jack begitu mencintainya. Namun, ia takut suatu saat akan pergi meninggalkannya dan memilin wanita lain.
Jack yang tahu istrinya sudah memasang wajah waspada langsung mengajak masuk ke dalam ;lift. Ia tidak ingin Selly ribut dengan Clara karena tahu kalau adu mulut dengan Clara istrinya akan menang, tetapi jika aduk tenaga iya yakin istri kecilnya akan kalah karena Clara selain seorang asisten ia juga wanita yang dipilihnya untuk melindungi adiknya.
Saat sampai di lobby Jack melihat Arnold sedang berbicara dengan seseorang yang ia tahu itu adalah asisten Tuan Besar Setyawan. Arnold hanya diam saja menatapnya sedang pria satu lagi menunduk hormat yang hanya di anggukan kepala oleh Jack.
Selly berjalan dengan angkuh ia akan manja saat ada karyawan wanita yang menyapa suaminya. Jack hanya menarik napas dalam akan tingkah istrinya.
Jack menggunakan mobil Clara yang dipakainya untuk menjemputnya tadi, mobil melaju dengan kecepatan sedang, Selly begitu bahagia karena akhirnya sampai di kota milik adik angkat suaminya itu.
Jack tersenyum saat istrinya hanya senyum-senyum melihat sekelilingnya, dan berkata." Mau jalan kemana?"
"Kita keliling-keliling saja dulu, Kak." kaya Selly karena sedang begitu menikmati jalan-jalannya.
Ponsel Jack berdering, ia tau itu nomer Dokter James.
"Hala," kata Jack.
"Maaf Jack kalau bisa kamu datang ke Jerman," kata Dokter James.
__ADS_1
Jack terdiam, ia hanya menerka-nerka apa yang terjadi, pria itu menepikan mobilnya dan bertanya." Apa yang terjadi?
Bersambung ya….