PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
Misi penyelamatan


__ADS_3

Aura masih berkeliling, tapi kini ia tidak melihat suaminya, entah kemana pria itu  sekarang. Namun, saat Aura sedang masuk salah satu lorong, wanita itu memekik karena tiba-tiba ia ditarik begitu saja.


"Jangan teriak," ucap Leon lembut.


"Kak, ada apa?" tanya Aura merasa aneh karena setelah itu ia melihat Sam dan Erik sedang menempelkan sesuatu.


"Semua siap, dalam waktu sepuluh menit kita harus keluar dari sini," ucap Sam.


Leon yang mengerti langsung memberikan kode kepada istrinya, Aura yang merasa bingung menatap pria itu.


"Untuk apa, aku hanya ingin keluargaku bebas dan tidak diancam oleh Jhon lagi," ujar Aura  menolak saat Leon mengajaknya.


"Cepat waktu kita tidak banyak!"seru Erik.


Leon yang tidak ingin membuang waktu langsung memukul tengkuk istrinya dan dalam hitungan detik pria itu mengangkat Aura bak karung beras. Sam melihat itu tersenyum.


Leon tidak habis pikir akan apa yang dilakukan istrinya. Ia datang untuk menyelamatkan wanita yang dicintainya.


Pria itu tidak akan menyia-nyiakan waktunya menyentuh bermain dengan aura, kini mereka sudah keluar dari mesin milik Jhon.


Erik sudah standby di mobilnya, sedangkan Sam melihat situasi. Semua amal barulah ia meminta kalian untuk segera masuk dalam mobil. 


Akan tetapi saat mobil akan keluar dari area mansion Jhon. Sam melihat rombongan mobil mewah memasuki gerbang.


“Waktu kita tidak banyak Alek sudah datang bersama bosnya,” kata Sam.


“ Kita terobos  saja,” kata Erik.


“Jangan kita lewat sana,” ucap Leon karena sebelumnya ia mencari cara untuk keluar dari sana.


Mobil dikemudikan oleh Erick langsung menuju ke belakang, benar Apa kata Leon, ada jalan keluar dari sana. Tanpa menunggu lama mungkin langsung keluar dari pagar, Namun , untuk melewati pagar satu lagi mau tidak mau Leon harus turun dari mobil untuk menyapa pengawal lainnya.


Setelah Leon mengobrol dengan penjaga tidak lama pria itu segera masuk mobil dan memerintahkan Erik untuk langsung keluar. 


Kini mobil melaju dengan begitu kencang, sekali Leon  melihat ke arah belakang. Entah kenapa ya begitu takut jika pengawal Alex mengikutinya.

__ADS_1


“Saya tidak bisa melewati jalan aspal terus,” ucap Erik.


Sam yang dari tadi hanya diam, ini memperhatikan sekelilingnya. 


“Kita lewat jalan hutan,” ucap Sam.


“Kamu yakin?” tanya Leon yang kini sedang membelai rambut Aura yang ia sandarkan di dadanya.


Sam melihat itu hanya mencibir, selama ini ia tahu jika kalian tidak mencintai Aura, pria itu menikahi Aura karena amanat dari almarhum Tuan Setiawan. 


Rasa balas budinya yang membuat ia menurut begitu saja. Sedangkan Sam tahu jika Clara wanita yang begitu dicintai oleh Leon. Namun, jodoh berkata lain. 


Pria itu merasa heran kenapa tidak mengutarakan isi hatinya kepada Clara, benar-benar tertarik kepada gadis itu.


Akan tetapi, ini semua sudah selesai. Kalian akan meninggalkan aura hanya demi Clara. Rasanya tidak adil untuk wanita yang kini sedang tidak sadarkan diri karena pula suaminya.


Mobil melaju begitu kencang, kini Erik membelokkan mempunyai gejala besar. Dalam telur begitu sepi hanya satu dan dua kendaraan saja yang lewat.


Leon minta air untuk menghentikan mobilnya, entah kenapa yang merasa tidak enak sekarang. Tidak lama mobil truk membawa barang seperti sayur dan lainnya lewat melintasinya.


Tidak ada percakapan sama sekali antara Erik dan Sam, keduanya seakan-akan bertanya kenapa Leon melakukan ini.


Erik melibatkan mata saat melihat jalan sudah diblokir oleh anak buah dar Alek, baik Sam dan Erik saling pandang.


Kini Sam dan Erik mengerti kenapa lagian mengambil langkah ini, ketua yang terlihat santai saat melewati para penjaga anak buah dari Alek. 


“Mereka begitu bodoh tidak mengeceknya,” kata Erik.


“Bukan bodoh tapi memang tidak sadar,” jawab Sam .


Kini keduanya tertawa melihat bagaimana anak buah Alek  bekerja. Sedang kalian dan Aura kini sudah sampai di apartemen milik Sam. Pria langsung membawa istri ke kamarnya.


Ditatapnya wajah cantik istrinya, entah kenapa tiba-tiba dadanya berdebar kencang. Leon  mengusap dadanya, jujur pria itu baru kali ini merasakan hal ini.


Apa sebaiknya Ia nanti akan periksa ke dokter minta antar Erik, di manapun juga ya selama ini rajin olahraga. Yang tidak mungkin ia mengidap penyakit jantung.

__ADS_1


Pria dingin itu kini keluar dari kamarnya, tidak lama yang mendapat laporan dari Erik jika bom yang mereka letakkan di pinggir tempat kamar Aura sudah nonaktif.


Itu artinya Alex dan anak buahnya sudah tahu, saya sekarang masuk kamar mandi bersihkan tubuhnya. Pria itu sengaja memakai kamar milik Erik supaya tidak mengganggu sang istri.


Tidak lama ia keluar dari kamar mandi, pria itu menatap sekeliling. Tidak ada perubahan dari apartemen tempat mereka dulu berkumpul. Namun, yang berbeda sekarang ia membawa wanita dalam apartemen ini.


Saat Leon akan masuk kamar, pria menghentikan gerakan tangannya untuk membuka pintu. Benar tebakannya pintu apartemen terbuka muncul sosok Erik dan Sam menatapnya dengan tajam.


Leon pengen hanya menatap keduanya dengan datar, seharusnya mereka tahu jalan yang dilintasinya itu tidak aman. Beruntung pria itu mendapat firasat jika tidak mungkin ia akan berkelahi dan anak buah Alex dalam kondisi Aura tidak sadarkan diri.


Erik mengajak semuanya untuk duduk di ruang kerjanya, pria itu yakin jika John tidak akan membiarkan Aura bebas begitu saja. 


“Lalu apa rencana selanjutnya?” tanya Leon.


Sam menatap Leon  dingin, rekan kerjanya itu merancang sedetail mungkin cara untuk melarikan diri dari kediaman John. 


“Sebaiknya sekarang bawa Aura pergi dari sini,” ucap Erik.


“Kemana?” tanya Leon.


“Ke Vila dan harus menggunakan kapal,” ucap Erik.


Sam menatap Erik itu datar, tahu Apa tujuan dari Sahabatnya itu. Dia segera beranjak  dari duduknya. Sedangkan Erik mengkode Leon untuk membawa Aura sekarang juga untuk  meninggalkan apartemennya. Pria itu yakin bentar lagi Alex akan datang mengobrak-abrik apartemennya.


Leon segera keluar dari apartemen Erik, berarti bisa melihat mobil yang biasa dipakai oleh Sam terparkir agak jauh dari apartemen.


“Kenapa jauh kali?” tanya Leon .


Sam hanya diam tidak menjawab apa keluhan dari rekannya itu, ini mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Karena Hasan melihat rombongan dari anak buah Alex sudah memasuki area apartemen.


Saat Sam sedang membelokkan mobilnya ke kiri, tiba-tiba ada  motor besar  menyalipnya langsung.


"****," ucap Sam.


Leon yang sedang membetulkan posisi istrinya tidak memperhatikan jalan, hingga ia tidak tahu apa yang membuat Sam mengumpat.

__ADS_1


__ADS_2