
Velicia mengenakan gaun panjang berwarna keemasan, ia keluar dari rumah keluarga Arista menuju ke mobilnya, sekarang dia akan mencari pria untuk menjadi kekasihnya di taman dengan imbalan uang sebelas miliar.
Sampai di taman Velicia mendatangi beberapa pria dan menawarkan," Hai, maukah menjadi pacarku selama tiga bulan?"
Pria itu hanya menggeleng, hal itu membuat Velicia frustasi, kenapa sebanyak pria di taman tidak ada yang ingin menjadi kekasihnya. wanita itu sudah seperti orang gila karena setiap lelaki yang ia jumpai akan ditanya dengan hal yang sama.
Sampai Valecia tidak sengaja berpapasan dengan Arnold dan adik perempuannya.
"Arnold," kata Valecia terkejut.
"Apa yang kamu lakukan di sini dengan gaun itu?" tanya Arnold.
"Aku mencari pria untuk menjadi kekasihku selama tiga bulan saja," jawab Velicia.
"Cih, apa kamu kekurangan pria?" tanya Arnold sambil mencibir.
Velicia hanya diam, ditatapnya mantan suaminya yang kini terlihat semakin tampan walaupun masih bersikap dingin dan sombong kepada dirinya.
"Kalian mau kemana?" tanya Velicia saat pria itu akan pergi.
"Kami mau nonton konser," jawab Adik Arnold.
"Pulanglah, jangan permalukan dirimu lagi!" kata Arnold bak pisau menusuk hatinya Velicia.
"Aku tidak membawa mobil, bisakah kau mengantarku!" pinta Velicia berbohong kepada Arnold supaya mau mengantarnya.
"Mobilku juga rusak, karena ke hujan," jawab Arnold datar.
"Kita naik bus saja," kata Adik Arnold.
__ADS_1
Arnold dan Velicia mengangguk, kini ketiganya naik bus, tempat duduk hanya tinggal satu itu sudah dipakai oleh adik Arnold. Keduanya berdiri, saat bus mengerem mendadak tubuh Velicia jatuh ke arah Arnold reflek tangan kekar memeluknya.
Velicia lagi-lagi terbuai akan kehangatan yang ia rasakan, reflek ia membalas pelukan mantan suaminya itu. Walaupun ia sudah bercerai, tetapi masih begitu mencintai Arnold.
Kedua matanya saling tatap, tapi ada yang berbeda dari tatapan Arnold. Tatapan yang baru kini Velicia lihat. Namun, dengan cepat ia memalingkan wajahnya yang terlihat merona. Tanpa Velicia sadari mantan suaminya itu tersenyum tipis melihat wajah mantan istrinya yang memerah seperti tomat.
"Hem, bagaimana hubunganmu dengan, Viona?" tanya Velicia sambil melepaskan pelukannya.
"Kami akan segera menikah," jawab Arnold.
Deg, terasa ada pisau yang menusuk hatinya, tapi tidak berdarah saat mendengar kalau keduanya akan segera menikah. Tidak ia pungkiri hal ini akan terjadi setelah keduanya bercerai.
"Kapan menikahinya?" tanya Velicia sambil tersenyum manis menatap wajah tampan di depannya.
Arnold menatap wajah Velicia yang terlihat tersenyum menatapnya sambil mengatakan, "Hari pernikahan sudah ditetapkan pada tanggal 2 Februari, karena aku ada hutang sebuah acara pernikahan pada Viona."
Velicia terdiam, ia menghitung sisa hidupnya, itu artinya dia sudah tidak ada di dunia ini lagi. Benar-benar miris hidupnya di saat dia tidak ada mantan suaminya menggelar acara pernikahan dengan kekasihnya.
Mendengar itu Arnold mengernyitkan dahinya, kenapa sekarang mantan istrinya itu mengucapkan selamat kepada dirinya, sedangkan pernikahannya masih lama.
Velicia hanya tersenyum saat melihat wajah kebingungan dari Arnold, karena sampai sekarang mantan suaminya itu tidak tahu kalau umurnya tinggal sebentar lagi. Selama ini dia hanya meminum obat anti nyeri saja, bukannya tidak mau berobat. Namun, saat dokter mengatakan kalau kankernya sudah menyebar ke seluruh tubuhnya ia hanya pasrah sampai hati itu tiba.
Velicia berharap saat dia tiada nanti, ada Arnold di sisinya, walaupun itu rasa tidak mungkin. Jangankan untuk berada di sampingnya pria yang kini berdiri di depannya itu tidak pernah memikirkannya, yang Arnold tahu dirinya mandiri dan kuat hingga tidak akan membutuhkan kehadirannya
Wajah Velicia terlihat sendu, saat dia ingin sekali merasakan pacaran yang sesungguhnya, tidak ada satu pria pun mau menerimanya. bahkan tak jarang ia dikatakan gila.
Saat ada bangku kosong Arnold langsung duduk membiarkan mantan istrinya untuk berdiri, begitu miris, kan. Itulah yang harus ia alami di sisa hidupnya, hingga seorang pria muda berdiri.
"Nona silahkan duduk di bangku itu," ucap pria itu.
__ADS_1
Velicia yang sudah merasakan kakinya pegal akhirnya berjalan ke arah bangku kosong, tapi langkahnya terhenti oleh cekalan tangan Arnold.
"Anda silahkan pindah kesana," kata Arnold kepada wanita muda di sebelahnya, wanita itu yang ditatap tajam oleh pria dewasa menjadi takut langsung beranjak dari duduknya dan mempersilahkan Velicia untuk duduk.
Hal itu membuat penumpang yang lain heran, kenapa tidak wanitanya dulu suruh duduk tadi. Namun, itu hanya mereka bisa katakan dalam hatinya saja.
Velicia heran dengan apa yang dilakukan Arnold, ia menatap tempat duduknya tadi yang kanan kirinya isinya pria semua sudah pasti kalau dia duduk disana akan dihimpit kedua pria itu.
Timbul pertanyaan di hati Velicia, apa Arnold cemburu, jika dia duduk dengan pria lain. Karena selama ini hanya suaminya saja yang dianggap dekat dalam tanda kutip tidak ada pria lain yang jalan dengannya.
Velicia baru menyadari selama dia menikah dengan Arnold benar-benar menjaga hatinya buat suaminya, tidak terpikirkan olehnya untuk jalan dengan pria lain. jangankan jalan makan di luar dengan rekan kerjanya saja jarang ia lakukan.
Kini Velicia baru sadar banyak yang tidak dia lakukan selama menjadi istri Arnold hanya kerja dan kerja saja yang dia lakukan sampai tidak menyadari kalau di dalam tubuhnya ada kanker yang bisa merenggut nyawanya kapan saja.
Arnold yang melihat mantan istrinya melamun, hanya meliriknya dari ekor matanya. Entah apa yang dipikirkan oleh Velicia. Dia sendiri bingung kenapa merasa tidak suka melihat pria lain memberi perhatian kepada wanita yang kini duduk di sampingnya.
Arnold menepis jika ia merasa ada perasaan kepada Velicia, itu hanya ia tidak ingin mantan istrinya duduk diantara dua pria yang sedari tadi memperhatikan tubuh Velicia.
Ingin rasanya Arnold memaki pria yang menatap lekat tubuh Velicia sedari tadi mata-mata itu seakan menelanjangi tubuh mantan istrinya. Gaun yang dipakai itu membuat pria berpikir seakan wanita ****** seperti yang lainya.
Arnold tau kalau hanya dia selama ini yang menyentuh mantan istrinya, karena tidak ada pria lain yang dekat dengan Velicia.
"Kenapa kamu pakai gaun itu?" tanya Arnold yang begitu tidak sabar menanyakan hal itu sedari tadi.
"Karena aku mau mencari pria yang mau dengan tulus untuk menjadi kekasihku selama tiga bulan," jawab Velicia sambil menoleh ke arah Arnold yang juga menatapnya.
Hati Arnold merasa ada batu yang menghantam dadanya begitu terasa sesak, saat terlontar kata-kata pria yang tulus mau menjadikan Velicia sebagai kekasihnya dan itu hanya tiga bulan saja.
Arnold memejamkan matanya, rasa sesak itu kian nyata dia rasakan saat ini, tidak ini tidak boleh terjadi karena hanya Viona wanita yang akan dicintainya.
__ADS_1
Arnold menatap Velicia lagi sambil mengatakan, "Kenapa kamu mencari pria ke sana kemari untuk dijadikan pacar?"