PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
VELICIA TERLUKA


__ADS_3

Viona melihat ada Velicia masuk ke bangsalnya begitu marah, "keluar kamu, Velicia!" teriak Viona histeris.


Viona takut kalau sampai ketahuan sama Arnold kalau dia sudah memfitnah Velicia, tapi saat melihat kekasihnya berteriak Arnold langsung memeluk tubuh wanitanya.


"Cia, pulanglah!" usir Arnold dengan nada dingin.


Velicia hanya tersenyum manis ke suaminya, hal itu membuat Viona geram. Dilihatnya ada atas nakas ada gelas berisi air panas. Tanpa menunggu lama ia menyiramkan air itu tempat ke wajah istri dari kekasihnya itu.


"Au, panas!" teriak Velicia saat air itu mengenai wajahnya, seketika make upnya luntur.


Arnold melihat itu juga terkejut, dalam hati dia tidak menyangka wanita yang dicintainya tega melakukan itu kepada sesamanya. Dilihatnya wajah Velicia terdapat luka bakar ringan, Viona begitu senang saat melihat wajah rivalnya memerah.


Arnold membawa Velicia keluar dari bangsal Viona, ia membantu mengobati Velicia dengan lembut, lagi-lagi wanita itu terkecoh dengan kehangatan dari pria sombong di depannya.


"Apa kamu yakin tidak ingin kesepakatan itu, hanya tiga bulan, Arnold!" kata Velicia.


Arnold tidak menjawab, tapi ia merasa ada sesuatu yang aneh kepada istrinya itu, keduanya duduk berhadapan di tepi brankar. Tatapan keduanya beradu, Arnold dapat melihat luka di mata wanita yang terlihat tegar di hadapannya itu. Namun, dengan segera ditepisnya.


Velicia meraba tulang alis Arnold yang indah, lalu bertanya padanya sekali lagi dengan rasa tak rela, “Kamu sungguh enggak mau?"


Arnold memicingkan matanya, hal itu membuat hati Velicia merasa senang saat pria itu seakan menyelidik dan mempertimbangkan mengenai kesepakatan kemarin. Suaminya itu membuang kapas yang digunakan tadi. Ditatapnya wajah Velicia yang masih memerah, tapi sayang istrinya beranggapan salah karena dia membantu mengobati lukanya.


“Aku bisa pacaran dengan siapapun, bahkan dengan orang idiot pun aku bisa, tapi aku tidak bisa berpacaran denganmu, berhenti berharap Velicia!” Suara Arnold bagaikan sebilah pisau tajam yang tepat mengenai hatinya.


"Kenapa kamu begitu kejam padaku, Arnold?" tanya Velicia.


Arnold terdiam, ia masih memandang istrinya yang tidak pernah menangis, merengek dan mengeluh dengan apa yang dia perbuat.

__ADS_1


Velicia gadis belia yang dinikahi Arnold  waktu masih berumur dua puluh tahun, memutuskan menikah muda supaya mendapatkan kasih sayang dari suaminya, tapi sayang itu hanya mimpi. 


Diusia itu Velicia sangat rentan dengan sikap dingin, rasa diabaikan, dan kebencian, terutama orang itu adalah pria yang sudah berubah status sebagai suaminya! sebenarnya Velicia tidak setegar yang Arnold pikirkan.


Velicia sebenarnya wanita yang rapuh saat ia memutuskan menikah dengan Arnold, karena sikap kasar dari suaminya membuatnya menjadi seorang perempuan yang tegar. Pantang bagi Velicia untuk menangis di depan Pria itu yang sudah menghancurkan mimpi-mimpinya.


"Kenapa kamu ingin pacaran, Velicia?" tanya Arnold


Velicia kembali tidak menjawab, wanita itu kembali mengungkit tentang perceraiannya membuat Arnold mengerutkan keningnya. Apa lagi saat istrinya mengatakan," Aku hanya minta uang sebelas miliar dan sisanya akan aku berikan kepadamu, Arnold."


Arnold tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Velicia, kini keduanya beranjak dari ranjang dan berjalan menuju ke bangsal Viona. Namun, hal mengejutkan terjadi saat keduanya sampai depan pintu bangsal mendengar suara ribut. Dimana Tuan Besar Setyawan sedang marah-marah dengan Viona.


"Kamu wanita licik, Viona!" kata Tuan besar.


"Maksud Anda apa, Tuan?" tanya Viona dengan gaya polos seakan dirinya korban.


"Cih, dasar wanita ular, kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu rencanakan!" bentak Tuan besar Setiawan.


"Buka matamu, Viona! lihat bukti transfer ini, hah. Ini bukti kalau kamu yang membayar pria-pria itu untuk menculik dirimu sendiri!" murka Tuan Besar Setyawan menatap tajam wanita di depannya kini.


Terbongkar sudah apa yang diperbuat oleh Viona, wanita itu sengaja menyewa orang untuk menculiknya setelah itu akan memfitnah kalau semua itu didalangi oleh Velicia.


Setelah mendengar apa yang dikatakan Tuan besar Setyawan. Velicia menatap Arnold, tidak ada sedikit pun yang berubah dengan ekspresi suaminya itu, Velicia baru mengerti kalau pria itu mengetahui semuanya, dia hanya tidak mau membongkar kecurangan dan kebohongan Viona, serta membiarkan wanita yang dicintainya berulah.


Rasa sakit pada tubuh dan hati Velicia kembali melanda, dia pergi dengan tergesa-gesa, baru saja ia berlari keluar tangga rumah sakit, wanita itu merasa hidungnya lembab, sekali disentuh, rupanya itu darah.


Tanpa sepengetahuan Velicia Arnold mengikutinya diam-diam, karena dia begitu penasaran  kenapa istrinya itu pergi buru-buru, sesampai di tangga ia melihat Velicia dari belakang. Keningnya berkerut banyak pertanyaan yang dalam hatinya.

__ADS_1


Arnold berjalan pelan-pelan, dia sembunyi di balik tiang agar tak terlihat oleh Velicia. Mata pria itu masih fokus memperhatikan wanita yang kini masih berdiri di tangga membelakanginya.


Velicia memejamkan matanya, ia mendongakkan kepalanya ke atas supaya mimisannya itu tidak keluar lagi, tapi sayang usahanya sia-sia.


Velicia teringat akan pertemuan pertamanya dengan Arnold, pria itu bertanya kepadanya, “Gadis kecil, sudah malam kok belum pulang?”


Senyuman Velicia sangat indah, dia bertanya, “Boleh memainkan 'Sleep in the Deep Sea' lagi tidak untukku?”


Arnold menatap dan berucap begitu sangat lembut, “Oke, besok saat jam pelajaran, aku akan memainkannya untukmu.”


Senyum manis Velicia mengambang di bibirnya saat pria itu mengatakan besok akan menyanyikan  lagu itu  untuknya.


Tiba-tiba pandangan Velicia mulai buram, tapi wanita itu berusaha menahan tubuh tegar tak terjatuh. Namun, karena kepalanya yang begitu berdenyut kakinya tidak sanggup untuk menahan tubuhnya.


Velicia terjatuh dari tangga, dia sepertinya masih punya sedikit kesadaran, seolah-olah melihat Arnold yang lembut itu sedang memohon padanya dengan pelan, “Asal kamu tidak apa-apa, aku akan pacaran denganmu, seumur hidup pun boleh.”


Rasanya Velicia tidak ingin dirinya sampai kehilangan kesadarannya, tapi sayang setelah itu dia pingsan. Mata Arnold membulat saat tubuh istrinya akan terjatuh, dengan langkah cepat Ia menyambut tubuh itu.


"Dasar ceroboh!" umpat Arnold dingin.


Tidak ada rasa khawatir dari raut wajahnya, dengan perlahan ia mengangkat tubuh wanita yang tidak dicintainya itu atau lebih jelasnya istri yang tak di cintai.


Arnold membawa Velicia ke UGD, untuk mendapatkan pertolongan, seorang perawat dan dokter langsung memberikan penanganan kepada wanita yang belum sadarkan diri. Sedangkan Arnold menunggu di ruang tunggu.


Tidak lupa pria itu memberikan kabar kepada Papanya, kalau Velicia pingsan, tentu saja hal itu mengejutkan bagi Tuan besar Setyawan.


Kini kedua pria beda usia itu menunggu Velicia di luar UGD, terlihat raut khawatir dari wajah Tuan Besar Setyawan. Namun, berbeda dengan Arnold yang terlihat biasa-biasa saja bahkan terlihat datar.

__ADS_1


Pintu UGD terbuka, Dokter  keluar menatap dua orang pria yang diyakini  keluarga  dari pasien.


Tuan Besar  Setyawan  melihat itu beranjak  dari duduknya dan bertanya." Bagaimana  keadaan menantu saya, Dok?"


__ADS_2