PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
Arnold masak buat Velicia


__ADS_3

Velicia tidak menjawab apa yang ditanyakan Arnold, dia hanya diam hal itu membuat mantan suaminya itu menatapnya datar. Bagi Velicia ia tak perlu pacaran lagi karena umurnya juga sudah tidak lama. Wanita itu membalikan badannya. Arnold yang diabaikan oleh mantan istrinya merasa ada sesuatu yang sesak di dadanya.


Velicia bersikap dingin kepada Arnold, karena dia tidak ingin harga dirinya di sisa hidupnya di injak-injak oleh mantan suaminya itu. Kini dia tidak memikirkan cintanya lagi, semua hanya akan menyakiti hatinya saja.


Saat Velicia masuk mobil, saat ia akan menjalankan mobilnya untuk meninggalkan rumah besar Setyawan tiba-tiba dikejutkan dengan ulah mantan suaminya itu. Pria itu langsung melompat ke dalam mobilnya membuat wanita mengerem mendadak


"Apa kamu sudah gila, hal ini sungguh membahayakan sekali!" serunya menatap dingin ke arah pria yang kini duduk di sampingnya.


Arnold mendengar apa yang dikatakan oleh mantan istrinya itu tersenyum tipis, ia yakin kalau Velicia mencintainya. Saat wanita itu akan mengemudikan mobilnya Arnold minta berhenti, hal itu membuat Velicia merasa heran dengan apa yang terjadi kepada pria di yang kini berpindah di belakang kemudi setelah dirinya keluar dari mobil.


Arnold mengemudikan mobilnya ke arah  villa milik keluarga Setyawan, hal itu membuat Velicia heran dan bertanya, "Kenapa ke arah jalan ini, Arnold?"


Arnold tidak menjawab, pria itu masih fokus mengemudikan mobil hingga memasuki halaman villa Setyawan. Velicia menatap pria yang lebih dulu turun itu, seketika matanya melebar saat pintu dibukakan oleh Arnold untuknya. Membuat wanita itu mengingat saat mantan suaminya itu bersikap lembut dengan Viona.


"Ayo turun," kata Arnold sambil mengulurkan tangannya.


Velicia dengan ragu menerima uluran tangan itu, banyak pertanyaan yang dalam hatinya dengan semua perubahan pada mantan suaminya. Seandainya dulu sebelum bercerai Arnold bersikap seperti ini kepadanya pasti ia akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini.


Arnold yang melihat Velicia hanya diam saja, tanpa ragu menarik tangan lembut itu untuk masuk. Keduanya berjalan menuju Vila, Wanita itu duduk di ruang keluarga sedangkan pria itu berjalan menuju ke dapur.


Arnold datang membawa dua jus jeruk, tentu saja ini pertama kalinya Velicia dilayani oleh mantan suaminya itu. Keduanya duduk bersebelahan sambil menonton televisi, ini juga pertama kali keduanya lakukan.


"Ar, kenapa kamu membawaku kemari?" tanya Velicia.


Arnold menoleh menatap wajah cantik Valecia yang selalu memakai make up itu, bukannya menjawab pertanyaan dari mantan istrinya. Pria itu berjalan ke arah dapur, setelah mendapat apa yang dia cari di dalam kulkas senyum mengembang di pipinya.

__ADS_1


Velicia yang merasa pria itu tidak kembali akhirnya berjalan untuk menghampirinya sambil bertanya," Apa yang kamu lakukan?"


Arnold tersenyum, pria itu sedang melumuri ikan dengan garam dan merica bubuk sambil berkata," Aku masak Ikan kesukaanmu, karena itu yang selalu kamu masak saat aku pulang."


Deg, Velicia terkejut. Wanita itu ingat saat Viona mengatakan kalau makanan kesukaan Arnold adalah ikan. Kenapa sekarang pria itu menganggap kalau dia menyukai ikan juga. Dia merasa ada yang salah disini lalu bertanya, "Bukankah kamu juga suka ikan, Arnold?"


"Tidak terlalu, aku lebih suka olahan daging," jawab Arnold sambil melanjutkan masakannya.


Ini pertama kalinya keduanya berbicara layaknya manusia normal tanpa adanya kekerasan, kini Velicia sadar jika dia selama ini sudah di kerjain oleh Viona hal itu membuatnya tersenyum getir, bahkan selama tiga tahun dia membuatkan masakan berbagai olahan ikan untuk suaminya.


Hati Velicia begitu senang, saat Arnold memasak untuk dirinya saat ini. Pria itu menyuruhnya untuk menunggu di ruang keluarga saja, jika nanti sudah masak ia akan berjanji akan memanggilnya.


Sambil menunggu masakan Arnold selesai Velicia memainkan ponselnya, berbeda dengan Arnold yang kini sedang menyiapkan menu spesial buat mantan istrinya. Pria itu tersenyum saat masakannya rasanya sudah pas di lidahnya. Dia mulai menyusunnya di meja makan, ada berbagai masakan yang dia buat semau dari bahan ikan dan ada sop ikan juga.


Arnold selesai menyajikan masakan di meja makan, berjalan menuju ke ruang keluarga. Dilihatnya mantan istrinya itu sampai ketiduran karena terlalu lama menunggunya masak.


Velicia terkejut saat terbangun di sampingnya ada Arnold yang sedang menatapnya, hal itu membuat wanita itu merasa serba salah.


"Makanan sudah siap, aku mau bersihkan badan dulu," kata Arnold pamit menuju kamarnya di lantai dua.


Velicia diam, mematung, sejak kapan pria itu izin kepadanya hanya untuk mandi saja. Saat tubuh Arnold hilang dari pandangannya ia segera mengambil dua butir obat untuk menahan rasa sakitnya. 


Velicia tidak mau mantan suaminya mengetahui tentang penyakitnya sekarang, terdengar derap langkah kian mendekat, aroma dari tubuh pria itu tercium di indra penciumannya.


"Ayo," ajak Arnold.

__ADS_1


Velicia hanya mengangguk, keduanya berjalan menuju meja makan. Mata Wanita itu melebar melihat banyaknya menu yang dimasak oleh mantan suaminya itu.


"Ar, ini banyak sekali," kata Velicia sambil menatap menu di depannya.


Arnold tidak menjawab, tapi pria itu hanya tersenyum tipis saja sambil berkata," Makanlah selagi masih hangat."


Perlahan Velicia mulai mengambil nasi dan merasakan pria itu satu persatu, matanya terlihat berbinar kalau masakan Arnold begitu enak.


"Rasanya enak, terima kasih ya," kata Velicia tulus membuat pria itu hanya mengangguk saja.


Di sela-sela makannya keduanya hanya diam, tapi tiba-tiba Arnold menanyakan,"Cia, kenapa kamu ingin pacaran?"


Velicia tidak menjawabnya, dia masih asik menikmati makanannya. Melihat apa yang dilakukan mantan istrinya itu membuat Arnold menarik napas. Baru sekarang dilihatnya wanita itu makan begitu lahap seakan tidak lagi ada waktu buat esok hari.


Selesai makan Velicia membawa piring kotornya ke dapur, dilihatnya banyak perabotan yang kotor dan dapur yang mirip kapal karam. Wanita itu mulai membersihkannya, tak lama Arnold datang keduanya sama-sama membersihkan kekacauan yang dibuat chef dadakan tadi.


Setelah selesai kini keduanya duduk di ruang keluarga kembali, Velicia yang sudah merasa kenyang menatap Arnold yang sedang menonton berita yang terjadi di tahan air. Merasa sudah terlalu lama dirinya berada di Villa, wanita itu akan pamit.


"Ar, hari sudah sore aku pamit ya," kata Valecia.


Arnold menatap lekat mata mantan istrinya itu, seakan dirinya tidak mau kalau wanita itu akan pulang sekarang sambil bertanya, "Kenapa buru-buru?"


"Ini Sudah sore, Ar!" kata Velicia.


Arnold terdiam pria itu bingung bagaimana cara mencegah wanita itu untuk tidak pulang lebih dulu, entah kenapa dia sekarang merasa nyaman saat di samping Velicia.

__ADS_1


"Cia, kamu masih belum bilang padaku kenapa kamu ingin pacaran?" tanya Arnold.


__ADS_2