PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
Pengakuan Eric


__ADS_3

"Eric," kata Jhon.


"Benar, Tuan." Pelayan itu segera pergi.


Jhon menatap istrinya dan bertanya," Ada urusan apa?"


Clara menatap suaminya, wanita itu menarik napas panjang dan mengelengkan kepalanya. Ia berdiri dan menatap suaminya."Tuan tidak ingin menemani saya untuk menemuinya?"


Jhon begitu terkejut, hatinya merasa lega karena sang istri masih melibatkan dirinya saat ini.


Keduanya berjalan beriringan menuju ke ruang tamu, Eric yang mendengar derap langkah mendekatinya. Pria itu langsung menoleh ke arah suara.


Pria itu tersenyum saat melihat Clara mau menemuinya, tapi senyum pria itu langsung hilang saat melihat sosok yang baru  terlihat di belakang wanita yang dirindukannya itu.


"Ada perlu apa sampai ingin menemui istri saya?" Jhon langsung ke titik sasaran.


"Hanya ingin melihat keadaannya saja," jawab Eric menatap wajah cantik Clara.


Seorang pelayan datang membawakan minuman untuk tamu Tuan dan Nyonyanya itu. Setelah itu pelayan  berlalu begitu saja.


Erick menatap Jhon dan berkata.


," Tuan Jhon apa Anda tidak ada kerjaan menunggu di situ?"


Jhon mengepalkan kedua tangannya, pria menatap tajam ke arah Eric. Sedangkan Clara mengelengkan kepalanya. 


"Tuan Eric kalau tidak ada hal penting, silahkan keluar." Clara terpaksa mengusi pria yang baru sekali bertemu dengannya saat menyelamatkan Aura dari kejaran anak buah suaminya itu.


"Baiklah. Oh, iya Tuan, Jhon. 


 Apa  anda ingin tahu siapa yang menyelematkan Aura dan membakar markas Anda?" 


Clara menatap datar Eric, wanita itu sudah pasrah. Jika suaminya nanti murka.


"Itu bukan urusanku," jawab Jhon datar.


Eric mendengar itu menatap Jhon, pria itu bertempur tangan dan berkata," Anak buah Anda setengah lebih menjadi korban ledakan itu, Tuan. Namun, Anda kini menikahi siapa yang sudah meledakkannya."


Jhon menatap Clara, sedang Eric keluar begitu saja setelah mengatakan hal itu.


Clara memejamkan matanya, suami menatap dengan tatapan dingin. Setelah itu Jhon pergi begitu saja meninggalkan istrinya.


"Eric sialan," kata Clara lirih.


Clara segera naik ke lantai dua, tapi saat wanita itu baru sampai tengah tangga melihat suaminya sudah rapi.


Jhon tanpa melihat istrinya, pria itu melewatinya begitu saja. Hal itu membuat Clara merasa bersalah.


Clara menatap punggung suaminya, sampai pria itu tidak terlihat lagi. Ia menuju ke kamar, dari balkon kamar wanita itu bisa melihat mobil suaminya melaju dengan kecepatan tinggi.


Clara menarik napas panjang, wanita itu menghubungi Cia. Tidak lama wanita itu mengangkatnya.


"Halo, Clara ada apa?" tanya Cia.


"Apa Nona sedang sibuk?" tanya Clara.


"Tidak, kenapa?"


Clara lalu menceritakan kepada Cia apa yang sedang terjadi. 

__ADS_1


"Astaghfirullah, Eric apa tujuannya?" tanya Cia.


"Saya kurang tahu juga, Nona." 


Setelah mengatakan itu, sambungan terputus. Clara terlihat begitu gelisah. Suaminya belum juga pulang padahal  hari sudah menunjukkan pukul dua belas malam.


Clara tidak tenang, wanita itu membuka pintu balkon kamarnya. Angin berhembus menerpa kulit putih wanita yang kini sedang hamil dua bulan itu.


Clara baru kali ini merasakan risau. Diambilnya handphone di saku celananya. Wanita itu menghubungi Alek .


"Halo, Nona," jawab Alek.


"Al, apa Tuan Jhon ada bersamamu?" tanya Clara.


Suara bising terdengar memekakkan telinga. Tidak lama telepon terputus. Alek mengirimkan pesan jika sedang menemani Tuanya di club'.


Clara membaca pesan  itu, ia  menarik napas panjang. Wanita itu begitu benci jika ada pria yang sedang ada masalah melampiaskan ke minuman.


Dilihatnya nama Club' yang di datangi suaminya. Clara segera masuk kamar dan mengunci pintu balkon kamarnya.


Wanita itu mengganti pakaiannya, jaket hitam dan topi. Tidak lupa masker yang menutupi wajah cantiknya.


Clara segera turun, saat Samapi di ruang kerja  mertuanya. Clara melihat pria paruh baya itu memejamkan matanya.


Wanita itu segera pergi keluar, ia menuju ke garasi. Dilihatnya banyak koleksi suaminya, tapi wanita itu lebih tertarik dengan motor warna abu-abu. 


Clara melihat kunci motor masih terpasang. Hal itu membuatnya tersenyum.


Wanita itu membuka pintu garasi lebih lebar. Setelah itu mengendari motor milik suaminya. Saat di sampai di depan gerbang. Anak buah Alek menghentikannya.


"Anda mau ke mana?" tanya pengawal itu menatap Clara penuh selidik.


Clara membuka helmnya, hal membuat dua orang pengawal itu terkejut.


Clara melihat pintu sudah terbuka, wanita itu segera mengendarai motor sportnya.


Clara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Wanita itu setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, sudah Sampai di depan club'. Ia melihat mobil suaminya terparkir di tempat khusus VIP.


Wanita itu terun dari motor, ia mengirimkan pesan kepada Alek jika sudah berada di bawa.


Setelah sepuluh menit, Alek muncul."Nona apa yang Anda lakukan di sini?" 


"Aku ingin melihatnya," jawab Clara datar.


Mendengar itu Alek panik, pria itu bingung harus berkata apa. Rasa bersalah menatap Clara.


"Ayo, Tuan." Clara berjalan lebih dulu.


Namun, saat sampai di depan pintu Alek menatap Clara." Nona sebaiknya Anda pulang."


Clara menatap Alek, wanita itu menatap jengah pria di depannya itu.


"Aku yang membuat dia seperti ini, Tuan. Biarkan aku juga yang bertanggung jawab." 


Alek akhirnya membawa istri dari Tuannya itu. Kini keduanya berhenti di ruang VIP.


Clara yang melihat Alek ragu untuk membuka pintu berwarna hitam itu.


Wanita itu mengulurkan tangannya. Diputarnya handle itu, tidak lama pintu terbuka. Hanya dengan cahaya remang, wanita itu bisa melihat suaminya sedang dicumbu dua orang wanita.

__ADS_1


Clara berdiri terpaku, sedang Alek. Dibelakangnya berkata." Sebaiknya Anda pulang, Nona."


Clara bukan mendengar apa kata Alek. Wanita itu kini duduk di depan suaminya. 


Dua orang wanita bayaran yang disewa oleh Alek untuk menghibur Tuan itu melihat ke arah Clara.


Keduanya saling pandang, lalu menatap Alek.


Baik Alek dan Clara hanya diam. Hingga Jhon yang membuka matanya.


Pria itu menyipitkan matanya. 


"Kamu Clara, ah … tidak mungkin." Suara Jhon bergumam. 


Namun, melihat penampilan Seseorang yang duduk di depannya itu Jhon melambaikan tangannya supaya orang itu mendekat.


Clara menatap Alek, sedang dua wanita yang sudah polos itu menyingkir, tapi Clara menatap kedua bergantian.


"Tunggu saja di sana , aku tidak lama," kata Clara.


Clara beranjak dari duduknya, wanita itu tiba-tiba mual saat Jhon mendekatkan wajahnya.


"Nona Anda tidak apa-apa?" tanya Alek yang begitu khawatir.


Clara mengankat tangannga, tanda untuk Alek kalau dirinya baik-baik saja.


"Kamu tahu orang  yang kamu bunuh itu pengawal yang sudah berkerja lama denganku. Dalam hitungan detik, bom." Jhon menarik rahang Clara.


"Katakan apa yang harus aku perbuat, untuk membalas dendam kepadamu?" 


Clara hanya diam, wanita itu menatap netra suaminya yang kini sudah memerah.


"Aku ingin membunuhmu, Clara. Namun, aku juga mencintaimu. Aku berjanji saat memakamkan mereka, akan membalas apa yang sudah kamu lakukan, Clara. Namun, hatiku sakit saat akan melakukan itu."


Clara sosok yang dikenal dingin, wanita itu mengusap air matanya, hal itu membuat Alek terkejut.


"Katakan apa yang bisa aku lakukan, Tuan?" 


"Apa benar kamu mau melakukannya?" tanya Jhon dengan mengusap pipi Clara karena masker yang menutupi wajahnya sudah di buka oleh Jhon.


Clara mengangguk, pria itu tersenyum." Kamu harus lihat bagaimana dua ****** itu melayaniku sampai selesai. Setelah itu enyahlah."


"Tuan," kata Alek.


Jhon menatap Alek, pria itu mengusir orang kepercayaannya itu dengan mengibaskan tangannya.


"Nona jangan Anda ikuti apa yang diinginkannya, Tuan sedang mabuk," kata Alek.


"Orang mabuk itu jujur, Tuan." Clara duduk ditempat semula.


Jhon melambaikan tangan ke arah wanita yang sudah disewanya itu.


Clara memejamkan matanya, perlahan ia membuka matanya saat mendengar ******* itu. Wanita itu menatap kosong ke depan.


Bukan hanya hatinya yang hancur, tapi juga rasanya sudah mati saat melihat suaminya berhubungan badan di depannya.


Setelah Jhon puas, pria itu meminta dua wanita itu untuk keluar dari ruangan VIP yang biasa digunakannya.


Clara beranjak dari duduknya, wanita itu langsung membalikkan badan dan keluar begitu saja. Sedangkan Jhon yang sedang mabuk berat akhirnya memejamkan matanya.

__ADS_1


Alek bungung , tapi pria itu tadi sempat merekam apa yang dikatakan Tuannya." Anda akan menyesal setelah ini, Tuan. Namun, semua terlambat."


 


__ADS_2