PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
Bulan madu


__ADS_3

Arnold mengecup kening Cia dan berkata, "Saat hari itu tiba kamu harus bisa memilih aku atau Andreas karena sampai sekarang aku masih mencintaimu."


"Aku juga mencintaimu, Ar! 'kata Cia lirih.


Cia mendengar pintu terbuka, ia yakin itu Arnold yang keluar karena sebentar lagi ia akan dipindahkan ke ruang rawat. Wanita itu bertanya-tanya apa yang sudah di korbankan pria itu ke kakaknya.


Shinta dan perawat datang untuk menjemputnya, wanita itu terlihat begitu lamas. Saat sampai pintu Andreas menyambutnya dengan senyum tulusnya.


"Apa sudah ada hasilnya?" tanya Andreas.


"Belum jawab," Cia.


Sesampainya di ruang rawat Cia begitu terkejut melihat ada Jack dan istrinya, Senyum Jack mengembang dipeluknya adiknya dan begitu juga dengan Selly tersenyum menyambut Cia yang baru siap Kmo dan menjalani berbagai tes untuk memastikan jika sel kanker sudah tidak ada lagi dalam tubuhnya.


"Apa kabar?" tanya Selly begitu senang bertemu dengan Cia.


"Baik Kak," jawab Cia walau sekarang tubuhnya masih terasa begitu lemah saat ini.


Jack begitu senang saat istrinya sudah bisa menerima Cia dan tidak marah saat ia izin untuk bertemu adiknya. Namun, pria itu tidak ingin pergi sendiri. Walau Selly awalnya menolak diajak karena ia tidak suka di dalam pesawat terlalu lama.


"Cia, Kakak harap kamu segera sehat dan kembali ke tahan air. Apa kamu tidak kangen kota kelahiranmu?" tanya Jack.


Cia tersenyum, ia begitu merindukan kota kelahirannya itu. Rindu akan sahabatnya dan Clara asisten dinginnya. Wanita itu dari tadi sama sekali tidak melihat Arnold. 


"Ada apa?" tanya Andreas yang melihat gadis kecilnya itu terlihat gelisah.


Cia hanya tersenyum, kemudian ia berbaring. Semua itu tidak luput dari pandangan Jack, Pria itu yakin jika adiknya sedang memikirkan sesuatu. Namun, ia tidak ingin bertanya takut akan membuatnya lebih terbebani.


"Cia, istirahatlah!" perintah Jack.


"Iya Jack, apa kalian akan langsung ke hotel?" tanya Cia menatap Kakak angkatnya  itu.


"Kami langsung  ke hotel, kalau ada apa-apa  hubungi aku ya," kata Jack lirih karena pria itu merasa  jika adiknya  itu tidak nyaman bersama Andreas.


Cia hanya tersenyum, ia yakin jika Jack mengerti  akan apa yang sekarang ia rasakan. Namun, tidak mungkin kalau tiba-tiba  kakaknya mengusir Andreas.


Velicia  ingat ucapan  Arnold jika mantan suaminya  itu sudah  cukup berkorban demi Kakaknya,  itu berarti  untuk pria yang dulu dicintainya  itu yang tidak lain Andreas.


Cia begitu ingin tahu apa yang sudah  Arnold korbannya untuk Andreas. Ditatapnya  pria yang kini sedang  memainkan  ponselnya  itu.


"Kak," panggil Cia membuat Andreas  tersenyum  dan menyimpan  ponselnya.


"Ada apa?" tanya Andreas dengan senyum yang tidak  pernah berubah itu.


"Arnold  kemana?" tanya Cia.


Andreas terdiam  sejenak dan menjawab." Ke Paris."


Mendengar itu Cia rasanya tidak percaya karena ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada kakak beradik itu.

__ADS_1


"Apa dikerjakannya sudah selesai?" tanya Cia


Andreas menarik napas dalam, pria itu merasa tidak suka jika Cia menanyakan  adiknya.


"Cia, jika Arnold mengajak untuk rujuk apa kamu mau?" tanya Andreas.


Cia terdiam sejenak, wanita itu memejamkan  matanya. Entah kenapa yang ia rasakan hanya cinta buat mantan suaminya itu.


"Kenapa Kakak bertanya seperti itu?" tanya balik Cia.


Andreas beranjak  dari duduknya, kini hanya tinggal berdua  saja bersama Cia. Ini waktunya ia mengutarakan isi hatinya kepada gadis kecilnya.


"Cia, setelah  sembuh menikahlah denganku." Andreas menggenggam jemari lentik Cia.


Mendengar apa yang dikatakan  oleh pria yang sekarang  berada di depannya membuat Cia terkejut. Walaupun dulu ia mencintai  Andras. Namun, tidak untuk sekarang.


"Kak, aku hanya ingin menikmati hari-hariku sendirian saja," ujar Cia.


"Kamu tidak harus jawab  sekarang, karena aku akan menunggu," kata Andreas.


"Kak!" seru Cia.


"Kamu istirahat ya, aku akan  pulang sebentar," pamit Andreas.


Cia hanya mengangguk, wanita itu begitu kesal dengan Aura karena dari kemarin gadis itu tidak menampakkan  dirinya.


Saat pintu  tertutup, Cia memejamkan matanya  karena merasa begitu lelah.


"Ada apala-," ucapan Cia terhenti karena sekarang  yang berada di samping  pria yang begitu ia rindukan.


"Kenapa melihatku begitu, apa aku terlalu  tampan, Nona," goda Arnold menatap istri yang begitu disayanginya itu.


Wajah  Cia seketika  merona, wanita itu begitu malu karena Arnold begitu terlihat  tampan dan tidak henti- hentinya untuk menggodanya.


Arnold beranjak  dari duduknya, pria itu menutup  tirai dan mengunci pintu.


"Ayo kita istirahat," ajak Arnold.


Velicia  tercengang, apalagi sekarang  Arnold sudah  berada di sampingnya.


"Tidurlah," kata Arnold memberikan lengannya untuk bantal Cia.


Tanpa menunggu lama, keduanya sama-sama terbaring dan Cia bertanya."Ar, kenapa Andreas tahunya kamu berada di Paris?"


Arnold membuka mata yang sudah hampir terpejam tadi, pria itu kini menatap wajah cantik istrinya dan menjawab."Andreas tidak tahu kalau aku ada di sini."


"Kenapa di rahasiakan?" tanya Cia.


"Ada alasan lain," ujar Arnold.

__ADS_1


Cia yang mengerti jika pria di sampingnya itu tidak ingin menceritakan hanya mengangguk, Arnold kembali memejamkan matanya dengan tangan meningkat di perut istrinya.


Arnold yang merasakan jika istrinya itu gelisah bertanya."Ada apalagi?" 


"Ar, apa yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Cia.


"Tidak ada. Aku hanya ingin memeluk seperti ini," ujar Arnold.


Cia hanya tersenyum, rasa hangat yang diberikan mantan suaminya itu begitu membuatnya tenang. Namun, ia salah karena keduanya sudah bercerai.


"Ar, ini tidak seharusnya kita tidur bersama!" kata Cia mengingatkan Arnold.


"Ini tidak dosa percayalah," ucap Arnold membuat Cia memukul lengan mantan suaminya itu begitu geram.


Entah mengapa ada rasa bahagia dalam hatinya, sedari tadi begitu resah karena tidak melihat pria yang masih bertahta dalam hatinya. Cia menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Arnold hal itu membuat pria dingin dan sombong itu tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.


Cia yang baru saja akan terlelap mendengar ponsel Arnold berdering. Arnold bangun dan untuk melihat siapa yang menghubunginya.


"Halo," kata Arnold dingin.


"Tuan tolong Anda kasih tahu kepada Nona Viona untuk tidak membuat keributan di kantor," ujar Clara.


"Apa maksudmu, Clara?" tanya Arnold.


"Nona Viona datang setiap hari marah-marah karena kami bilang jika Anda sedang tidak ada di tempat," jelas Clara.


Arnold mengusap wajahnya dengan kasar, dan bertanya."Apa wanita itu masih di sana?"


"Masih Tuan," jawab Clara.


"Berikan ponselnya!"perintah Arnold.


Arnold berjalan mendekati Cia dan berbisik kalau Viona sedang ingin bertemu dengan dirinya, mendengar itu mata Cia melebar.


"Halo sayang," kata Viona begitu senang karena bisa menghubungi Arnold walau melalui wanita dingin.


"Kenapa mencariku?" tanya Arnold terdengar begitu dingin.


Cia mendengar itu hanya diam terpaku, apalagi mantan suaminya itu kini mengusap pipinya begitu lembut.


"Sayang kamu di mana?" tanya Viona dari seberang sana.


"Bulan madu," jawab Arnold Langsung mematikan ponselnya.


"Ar!" seru Cia karena pria itu langsung mengecup keningnya.


"Apa sayang," kata Arnold lembut.


Cia menatap kesal kepada pria yang sedang menatapnya itu dan bertanya."Kenapa kamu bilang kita Bulan madu?"

__ADS_1


bersambung ya...


__ADS_2