
"Nona aman, Tuan," jawab Clara yang kini berkelahi melawan Jhon.
Alek memberikan kode kepada Arnold untuk diam dan membiarkan Jhon berkelahi dengan Clara karena baru kali ini ada wanita yang melawan Tuannya. Biasa wanita akan menjajakan tubuhnya dengan suka rela begitu saja. Namun, kini Alek bisa melihat Tuannya begitu senang.
Clara menatap Jhon begitu sengit karena pria itu sedari tadi hanya menghindar tanpa melawannya. Saat melihat lawannya lengah, gadis itu langsung memutar tubuhnya seratus delapan puluh derajat dan tendangan itu tepat mengenai dada Jhon.
Pria berbadan tegap itu mundur dua langkah sambil mengusap dadanya, jujur ia tidak menyangka jika tendangan maut membuat dadanya sesak.
Jhon kembali tegak kembali, sedangkan Alek menatap cemas Tuannya itu karena sebelumnya pernah ada gangguan jantung karena luka tembak yang hampir membuat nyawanya melayang.
Saat Clara akan menyerang lagi dengan cepat Alek langsung mencegahnya, Hal itu membuat Jhon terkejut.
"Al!" seru Jhon.
"Maaf tuan saya tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi pada Anda," ucap Alek.
Jhon mengepalkan tangannya, pria itu kembali memegang dadanya karena terasa begitu sesak, itu membuat alat semakin cemas.
Tiba-tiba tubuh Jhon langsung terhuyung. Beruntung ada Alek yang menahannya.
“Tuan Arnold tolong kemudikan mobil bantu saya membawanya,” ucap Alek.
“Biar saya saja,” ucap Clara karena merasa bertanggung jawab.
Alek tidak punya waktu banyak lagi untuk berdebat dengan wanita di depannya kini.
Namun, saat Sampai mobil Alek meminta Clara untuk menemani Tuannya karena ia yang akan mengemudikan mobilnya.
Tanpa menunggu lama Alek mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, hal itu membuat Clara menggelengkan kepalanya.
Clara melihat Jhon memejamkan matanya, perlahan wanita itu mengusap keringat yang membasahi dahi Jhon.
Pria itu membuka matanya, Clara mengusap dada Jhon. Semua itu diperhatikan Alek dari kaca spion.
Alek merasakan jika Tuannya membiarkan gadis yang memakai masker itu menyentuh dadanya. Saat Jhon akan memejamkan matanya Clara langsung menggenggam tangan pria itu.
Senyum tipis mengembang dari bibirnya, setelah itu Kembali menutup mata.
Jhon baru kali ini mendapatkan perhatian dari wanita yang sama sekali tidak dikenalnya dan tiba-tiba menyerangnya itu.
__ADS_1
Pria itu yakin jika hati wanita di sampingnya ini begitu lembut dan ada rasa tulus dalam hatinya.
Mobil sampai depan UGD Alek langsung memanggil suster dan dua orang datang untuk membantu Jhon. Clara menarik napas dalam saat melihat tubuh pria itu begitu lemah masuk ke dalam ruangan.
Tidak lama Alek keluar dari ruangan dengan wajah yang begitu cemas karena saat ini Jhon masuk ruang ICU. Clara ,mendengar itu begitu terkejut.
Kini keduanya sudah berada di ruang ICU di mana Jhon ditangani oleh dokter ahli jantung langsung.
"Tuan apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Clara.
"Tuan Jhon tertembak hampir mengenai jantungnya karena menyelamatkan saya, Nona," ujar Alek.
Clara hanya diam, entah kenapa ia merasa begitu bersalah saat ini. Wanita itu beranjak dari duduknya dan kini menatap ruang ICU dari kaca.
Walaupun Jhon tidak terlihat, tapi ia bisa melihat dokter sedang bekerja keras untuk menyelamatkan pria yang ia tahu selalu kejam kepada musuhnya itu.
Setelah hampir satu jam Dokter keluar dan mengatakan jika sudah melewati masa kritisnya. Hal itu membuat Alek lega karena ia berharap Tuannya baik- baik saja.
Clara kini menatap tubuh Jhon yang masih terpasang alat di tubuh kekarnya. pria itu langsung dipindahkan ke tempat rawat karena kondisinya sebentar lagi akan sadar.
"Tuan, Nona usahakan pasien dadanya jangan sampai kebentur benda keras lagi," ujar perawat itu lagi.
"Tuan, biar hari ini saja yang menjaga sebagai permintaan maaf," ucap Clara.
Alek hanya mengangguk lalu duduk di sofa sambil menyandarkan kepalanya, sedangkan Clara perlahan membuka maskernya. Wanita itu mencuci wajahnya lalu duduk di samping brankar Jhon.
Ditatapnya pria yang hampir merenggut nyawa itu, ada rasa menyesal dan ia merasa harus bertanggung jawab nantinya sampai pria itu sembuh.
Malam kian larut Clara yang kurang istirahat kini membaringkan kepalanya di dekat brankar, sedangkan tangannya memegang tangan Jhon dengan tujuan jika pria sadar ia bisa merasakannya. Tidak butuh lama Ia langsung terlelap.
Tepat pukul tiga dini hari Jhon membuka matanya perlahan, pria itu yang akan mengerakkan tangannya merasakan ada yang menimpanya.
Jhon melihat ke arah tangannya kini digenggam wanita yang baru ia lihat, pria itu melihat sekelilingnya. Hanya terdengar ******* beratnya karena lagi-lagi ia berada di rumah sakit.
Jhon berusaha bangun, tapi tiba-tiba merasakan dadanya kembali lagi sesak. Pria itu perlahan membuka genggaman Clara.
Namun, sedetik kemudian Clara membuka matanya. Gadis itu terkejut karena tiba-tiba Jhon sedang menatapnya.
"Tolong panggil dokter dadaku sesak," pinta Jhon.
__ADS_1
Clara dengan panik langsung lari keluar dan kini ia bersama dokter dan perawat. Clara dimintanya untuk keluar dulu, tapi gadis itu menggelengkan kepalanya.
"Nona tolong keluar dulu," kata suster itu.
"Tidak saya harus dampingi suami saya," ucap Clara dingin menatap suster itu.
Jhon mendengar apa yang dikatakan Clara hanya menggelengkan kepalanya saja, setelah itu dokter sibuk memeriksa pasiennya, Sedangkan Clara pindah di sisi kanan Jhon.
Seorang suster menatap Clara sengit, entah keberanian dari mana Clara menggenggam tangan Jhon. Membuat pria itu hanya diam menatapnya.
Setelah Dokter selesai memeriksanya langsung menatap Clara."Bagaimana Dokter?"
"Suami Ibu sudah mulai stabil dan jangan banyak bergerak dulu," ujar dokter itu.
Clara hanya mengangguk karena sudah paham, tidak lama dokter dan suster keluar. Kini tinggal Alek yang masih tidur.
Jhon hanya diam, ditatapnya wanita yang kini sedang duduk sambil menatap langit-langit kamar.
"Aku haus," ucap Jhon.
Clara tidak menjawab, gadis itu langsung mengambil air dan membantu Jhon untuk minum.
"Pulanglah aku bisa sama Alek," usir Jhon.
Clara menggelengkan kepalanya menatap Jhon, hal itu membuat pria itu menaikkan kedua alisnya.
"Sebaiknya kamu pulang istirahat, Nona," kata Jhon lagi lebih tegas.
"Tuan pemaksa, saya sudah berjanji akan menjaga Anda," kata Clara tegas.
Jhon menarik napas dan menatap tajam ke arah Clara. Pria itu tidak ingin dikasihani akan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
Alek yang terusik tidurnya langsung duduk dan matanya membulat saat melihat Tuannya sudah sadar.
"Maaf saya ketiduran," kata Alek merasa bersalah.
Jhon hanya menatap Alek dingin, sedangkan Clara kini duduk di sofa dan membaringkan tubuhnya. Tidak lama terdengar dengkuran halus dari wanita itu.
"Dasar kebo langsung tidur," umpat Jhon membuat Alek tersenyum.
__ADS_1