
Mendengar apa yang dikatakan wanita wajah jack seketika memerah, Viona tidak tahu siapa Jack dan ada hubungan apa dengan Velicia. Arnold hanya diam saja, tapi ia begitu penasaran apa yang terjadi terhadap mantan istrinya kini berada di pelukan pria yang ada di depannya itu.
Arnold ingin sekali bertanya, tapi ia urungkan karena ada Viona di sampingnya, dia tidak ingin kekasihnya murka kepada Velicia lagi.
"Jaga mulutmu, Nona. Dan Anda Tuan, tolong atur wanitamu!" tandas Jack sinis. lalu pergi meninggalkan sepasang kekasih itu
Setelah pertemuannya dengan Arnold dan wanitanya Jack begitu fokus dengan adiknya sekarang, sesampainya di vila pria itu begitu sabar merawat Velicia.
Jack merawat Velicia beberapa hari, pria itu begitu iba karena saat seperti ini. tidak ada orang yang terdekat, ia tahu betul kalau wanita itu tidak suka kalau di kasihani.
"Jack, sebaiknya kamu kembali, aku tidak ingin Kakak dan kakak ipar marah," kata Velicia.
Jack hanya tersenyum, keluarganya tidak suka kalau dirinya terlalu dekat dengan keluarga angkatnya. Pria itu mengerti apa yang ditakutkan oleh Velicia.
Velicia tahu kakak iparnya lebih muda darinya dan emosian, dia selalu mempersulit kakaknya. Walau ia jarang bertemu dengan keluarga dari Jack. Namun, Jack sangat mencintainya, pria itu berjanji akan pulang kalau Velicia mau menemaninya ke pesta malam ini, awalnya Velicia menolak dan akhirnya menyanggupi.
Velicia masuk ke dalam kamarnya untuk pesta malam nanti dia akan tampil sempurna untuk menemani jack, sekarang ia akan berendam dulu, setelah tiga puluh menit menyelesaikan ritualnya wanita itu kini keluar hanya memakai kimono ia menuju meja riasnya.
Velicia mulai mempoles wajahnya dengan make up agak berbeda malam ini, wanita itu ingin mengatakan kepada dunia kalau dirinya baik-baik saja. Setelah selesai ia mengambil gaun berwarna gold.
Velicia menatap penampilannya di cermin, ia begitu bangga dengan kecantikannya. Namun, seberapa cantik wajahnya tanpa orang tahu ada penyakit yang begitu di takut kaum hawa.
Velicia mengambil tas dan sepatu yang sesuai dengan gaunnya, ia keluar dia keluar dari kamar. Di ruang keluarga Jack sedang menunggunya dengan Jas abunya yang terlihat begitu gagah, pria itu tak berkedip melihat adiknya yang sedang menuruni tangga.
"Sayang, kamu cantik sekali," puji Jack.
"Kamu bisa saja Jack," kata Velicia hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Jack hanya tersenyum, ia begitu senang hari ini akan menghadiri pesta rekan bisnisnya di temani wanita yang begitu disegani di kota ini. Keduanya berjalan beriringan menggunakan mobil sport milik Velicia, entah kenapa wanita itu memilih menggunakan mobil itu.
Jack yang mengemudikan mobilnya, tersenyum saat melihat adiknya begitu agun malam ini. Pria itu berpesan, "Cia, jika nanti kamu merasa lelah cepat katakan padaku."
Velicia hanya tersenyum, ia tahu pria di sampingnya itu begitu khawatir dengannya. Bukannya dia tidak suka diperhatikan, tapi ia takut saat Jack pergi dia akan susah untuk mandiri lagi.
Mobil yang dikemudikan oleh Jack sampai di hotel, pria itu keluar lebih dulu dan membukakan pintu untuk Velicia. Keduanya berjalan beriringan dengan tangan adiknya memegang lengannya.
Velicia termasuk wanita cantik urutan atas di kota ini. Dia lebih cantik lagi jika berdandan, begitu memasuki ruangan pesta, semua orang yang ingin berhubungan baik dengan keluarga Arista segera datang memujinya.
Velicia selalu menjadi sorotan, wajahnya yang cantik dan senyum yang tidak pernah pudar dari bibirnya saat beberapa pengusaha menyapanya. Orang tidak akan menyangka kalau wanita itu masih berumur dua puluh tiga tahun.
Saat Velicia sedang menyapa rekan bisnisnya, tanpa sengaja matanya beradu dengan Arnold. Tatapan yang pria itu berlian tidak sedingin biasanya, ada arti berbeda dari biasanya. Wanita itu segera memalingkan wajahnya saat ada yang menyapanya.
Arnold berdiri di samping Viona, Velicia masih sakit hati, tapi tidak bisa menunjukkannya di depan umum. Saat dia mengabaikan mereka, Viona memanggilnya, "Velicia, tunggu sebentar.”
Jack yang melihat waktu yang cocok untuk memberi Viona pelajaran. Pria berjalan menghampiri gerombolan yang menatap Velicia dan Viona bergantian.
"Semua orang memanggilnya Nona atau Presdir Arista, dan Anda itu hanya si ****** yang merebut suami orang tidak berhak menyebut nama Velicia. Dia yakin Arnold juga tidak setulus itu padanya!" seru Jack.
Apa yang dikatakan oleh Pria tinggi dan tampan itu begitu mengejutkan tamu undangan yang lain, Karena seharusnya Tuan muda kedua dari keluarga Setyawan itu bersanding dengan Presdir Arista, bukannya dengan wanita yang kini sedang menundukan kepalanya itu.
Jack tersenyum sinis, karena banyak bisik-bisik dari para tamu undangan yang membicarakan Viona.
Viona memandang Arnold dengan ekspresi memelas. tidak disangka Arnold malah membenarkan ucapan Jack, hari ini dia tidak bisa membantunya dan menjadikan ini sebagai pelajaran untuk Viona.
"Harusnya kamu tahu posisimu, Viona!" seru Arnold berbisik di telinga wanita yang dicintainya itu.
__ADS_1
Viona menatap Jack dan Velicia, terlihat begitu jelas kalau pria itu begitu melindungi mantan istri dari kekasihnya itu.
Viona semakin iri kepada Velicia, tapi dia tidak bisa apa-apa. Karena dia hanya bermodalkan cinta saja untuk Arnold sedangkan wanita itu kaya dan cantik. Namun, tidak dicintai oleh suaminya.
Mata Jack masih menatap tajam ke arah Viona, seakan-akan mengatakan, siapapun akan mendapat ganjarannya jika berani melukai Velicia.
Keluarga Jack tidak akan putus hubungan bisnis dengan keluarga Arista dan keluarga Setyawan, hari ini dia hanya ingin memberi pelajaran pada Viona saja.
Viona hanya bisa menunduk, ingin rasanya dia pergi dan segera mungkin bersembunyi dari para pengusaha yang sudah habis membuatnya malu, rencana dia akan mempermalukan Velicia, tapi keberuntungan tidak berpihak kepadanya.
Arnold dari tadi masih berdiri di sampingnya, pria itu terlihat sibuk seperti Velicia saling sapa dengan rekan bisnisnya, apa lagi sekarang CEO Arista dipegang oleh Arnold.
Arnold pamit untuk ke toilet, tapi kenyataan pria itu menyewa seorang wartawan untuk memfoto dirinya dan Velicia dan untuk mengajukan pertanyaan yang sudah ia berikan.
"Nyonya Setyawan, boleh minta waktunya sebentar untuk foto bersama suami Anda!" pintanya.
Jack mantap tidak suka kepada wartawan itu, tapi ini di di tempat umum, Velicia menatap kakaknya untuk minta persetujuan, akhirnya pria itu mengangguk. Arnold tersenyum tipis nyaris tidak terlihat, entah mengapa dia begitu senang.
Velicia memberikan senyum terbaiknya, tubuh wanita itu langsung menegang saat tangan kekar mantan suaminya menyentuh pinggangnya, tapi sebelumnya pria itu mengusap punggung mantan istrinya yang terekspos begitu saja.
Velicia begitu merutuki dirinya, saat tubuhnya disentuh tidak menolak tangan Arnold untuk membelai punggungnya yang terbuka itu sambil berbisik," Aku tidak rela banyak pria melihat ini dengan polos!"
Velicia tercengang, pria itu begitu menyebalkan! sekarang dia mau apapun terserah karena Arnold bukan lagi suaminya, kecuali saat mereka masih suami- istri jika pria itu mengatakan hal itu pasti membuatnya melambung tinggi.
Jack mantap tajam saat Arnold dengan sengaja melakukan usapan di punggung adiknya itu. Sejak kematian orangtua angkatnya, dia sudah lama tidak membela Velicia, wanita itu sangat berterima kasih pada kakaknya ini.
Jack berharap dalam hati agar Velicia bisa sembuh, dia ingin memastikan kondisinya bisa sembuh atau tidak.
__ADS_1
Velicia menggeleng dan meminta bantuan padanya dan berkata," Jack, Merry sedang dipenjara, dia sahabat terbaikku, bisakah kamu membantunya!”