
Wanita itu tidaklah yang telah Clara asisten dari Velicia. Hanya Leon yang terlihat begitu santai, sedang yang lain begitu terkejut karena siapa yang tidak mengenal wanita dingin yang selalu tampil perfek dan kini menjadi kepercayaan dari ahli waris dari keluarga Arista.
Clara menatap semua bergantian, wanita itu mendapatkan perintah dari Arnold langsung kalau harus mencari Leon dan Aura. Tidak mudah bagai Clara, Hingga ia harus menyamar sebagai pria itu ikut bergabung dengan anak buah Alek.
“Apa ini Nona Velicia?” tanya Leon.
Clara menatap pria yang kini sedang duduk dekat dengan Aura itu.
“Bukan karena Tuan Arnold langsung yang meminta,” jawab Clara.
Kini semua saling pandang, dari mana Arnold yang biasa begitu cuek kini dengan mudah meminta kepada Clara yang terkenal dingin itu untuk mencarinya.
“Kak, apa ada yang mencariku?” tanya Aura.
Clara menoleh dan wanita itu menatap Aura dan Leon bergantian. Namun, dilihatnya Leon menggelengkan kepalanya.
Clara hanya menarik napas, wanita itu langsung menggelengkan kepalanya begitu saja. Namun, ada rasa penasaran pada gadis itu kenapa Leon harus merahasiakan jika Jhon mendatangi Arnold.
"Tidak ada, Nona," jawab Clara membuat Leon tersenyum tipis kepadanya.
Semua itu tidak lepas dari perhatian sio tampan Erik yang kini saling pandang dengan Sam.
"Masih sendiri itu," ucap Sam berbisik kepada Erik.
"Aku suka wanita seksi, bukan wanita tangguh," jawab Erik membuat Sam langsung tergelak.
Kini bergantian semua menatap pria itu, dan Sam hanya menaikan bahunya saja. Setelah satu jam helikopter berhenti di sebuah pulau yang begitu Indah, Mata Aura begitu berbinar saat melihat satu Villa yang begitu besar menjadi bangunan satu-satunya di sana.
"Kak, ini pulau siapa?" tanya Aura.
"Nona Velicia," jawab Clara
Kini semuanya berjalan menuju Villa dan sudah ada pelayan menyambut mereka, Clara saat ponselnya berdering langsung menjauh dan kini wanita itu berjalan ke arah pantai.
"Halo Nona," kata Clara.
"Bagaimana apa sudah sampai di pulau?" tanya wanita itu yang tidak lain Velicia.
"Sudah Nona, tapi tadi Nona Aura menanyakan apa ada yang mencarinya ke rumahnya," ucap Clara.
"Katakan saja, tidak jika ada yang bertanya siapa yang menyuruhmu katakan saja Arnold," ucap Cia.
__ADS_1
"Baik Nona, malam ini juga saya akan langsung kembali," ucap Clara.
"Hem," tidak lama sambungan terputus.
Clara membalikkan badannya, tidak sengaja ia melihat Erik yang kini sedang duduk di atas hamparan pasir, wanita itu perlahan menghampirinya.
"Tuan, malam ini saya akan langsung kembali," ucap Clara.
Erik menoleh dan cuek saja saat Clara duduk tidak jauh darinya, merasa diacuhkan gadis itu tersenyum miris. Saat akan berdiri Erik langsung mencekal tangannya.
"Temani aku di sini," ucap Erik.
Clara menautkan kedua alisnya, tidak lama gadis itu kembali lagi duduk. Kini keduanya sama-sama diam.
"Kenapa cepat kembali?" tanya Erik.
"Kerjaan saya banyak," jawab Clara menatap ombak yang saling berkejar-kejaran.
"Kapan kamu terakhir ke pantai?" tanya Erik.
Clara terdiam, gadis itu mencoba mengingat."Saat SMP."
Senyum mengembang di bibir Erik, hal itu membuat Clara mencibir. Pria itu kini mencoba mengingat saat terakhir ke pantai dan adiknya hanyut saat itulah ia terakhir dan berjanji tidak akan ke pantai lagi.
"Apa kamu punya trauma?" tanya Clara.
Erik perlahan membuka matanya, pria itu mengangguk lalu menceritakan apa yang sebenarnya dialaminya dulu. Clara mendengarkan dengan seksama, setelah itu ada rasa iba dalam hati gadis itu.
"Ayo kamu harus lawan rasa takutmu itu," ajak Clara menarik tangan Erik.
"Eh, aku tidak mau!" seru Erik menahan tangannya.
Bukan Clara kalau tidak berhasil menariknya, kini Erik merasakan keringat dingin saat kakinya sudah terkena genangan air laut.
"A-aku tidak bisa," mohon Erik.
"Percayalah semua akan baik-baik saja," ucap Clara.
Clara memegang tangan Erik, gadis itu mulai melangkah agak ke tengah. Saat melihat ke arah Erik mata pria itu memejam.
Clara akan memberikan ketenangan jika ini akan membuat trauma seseorang menghilang. Perlahan gadis itu mendekatkan wajahnya dan ia berhasil menempelkan bibirnya ke benda kenyal yang kini perlahan dengan pasti mulai **********.
__ADS_1
Erik yang merasakan ada benda hangat langsung membuka matanya, pria itu tertegun atas apa yang dilakukan wanita yang baru dikenalnya itu. Melihat Clara memejamkan mata, perlahan pria itu membalas ******* lembut sang gadis.
Clara yang merasakan balasan, langsung mendorong tubuh Erik hingga pria itu kini bajunya basah kuyub.
Erik tertegun melihat Clara yang tertawa lepas dan ia baru sadar kalau sudah jauh dari bibir pantai.
"Jangan takut ada aku," ucap Clara sambil memegang tangan Erik.
"Ayo kita ke sana." Erik menunjuk bibir pantai.
Clara menarik napas dalam, wanita itu berjalan sambil menggenggam tangan Erik. keduanya jika diperhatikan seperti pasangan kekasih.
Saat sampai di bibir pantai Erik langsung menjatuhkan tubuhnya di atas pasir. Begitu juga dengan Clara. keduanya berbaring menatap langit sore yang sebentar lagi akan berubah malam.
"Apa perasaanmu sudah enakan?" tanya Clara tanpa melihat ke arah Erik.
"Entahlah," jawab Erik singkat.
Clara kini duduk, ia harus siap-siap karena akan kembali lagi ke ternate. Gadis itu pergi begitu saja meninggalkan Erik yang kini masih membaringkan tubuhnya.
Setelah satu jam Clara harus segera keluar dari pulau itu, saat suara helikopter menggema Erik kini berdiri dilihatnya gadis yang baru saja menciumnya itu sedang melambaikan tangan ke arahnya.
Erik sama sekali tidak membalas hingga helikopter itu sudah tidak terlihat lagi, Sam sedari tadi melihat apa yang sudah terjadi antara dua insan itu.
Erik berjalan menuju ke Vila, pria itu langsung masuk kamar yang sudah disediakan untuknya. Namun, saat melihat wajahnya di cermin pria itu mengusap bibirnya dan seulas senyum terbit dari bibirnya.
"Dasar wanita gila," ucap Erik lirih sambil menggelengkan kepalanya.
Jujur ia tidak mengerti apa maksud Clara tadi menciumnya dan bodohnya ia terbawa suasana.
Erik segera menyelesaikan ritualnya dan hanya butuh lima belas menit ia keluar dari kamar mandi begitu terkejut karena Sam dan Leon berada di kamarnya.
"Aku kira tidak mandi biar jejak ciumannya tidak hilang," goda Sam.
Leon hanya menatap sahabatnya itu datar karena ia tidak tahu apa yang terjadi di pantai. Sedangkan Erik cuek saja saat Sam menggodanya.
"Ada apa?" tanya Erik.
"Selama kita tidak keluar dari sini semua aman," kata Leon.
"Lalu?" tanya Erik.
__ADS_1
"Sementara kita di sini sampai Jhon lelah," sahut Sam.
Erik menatap kedua pria itu bergantian, bukan ini yang ia mau. Namun, kebebasan.