PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
Pengakuan Shinta


__ADS_3

Shinta hanya menarik napas kasar dan berkata."Kakak hanya bisa mengganggu aku kencan saja."


Andreas terdiam mencoba mencerna apa yang dikatakan gadis yang hari-hari bersamanya itu. Saat Shinta akan keluar mobil Andras langsung bertanya." kencan sama siapa?"


Shinta menghentikan langkahnya, gadis itu kembali lagi duduk dan kini menatap Andras.


"Itu bukan urusan, Kakak." Shinta lalu keluar dari mobil berjalan menuju rumah Setyawan.


Andras mencengkram kemudian, hingga kurungan berubah warna putih. Kenapa semua mulai meninggalkan dirinya.


Dari Cia dan sekarang  Shinta. Pria itu memukul  kemudi dan langsung menginjak gas dengan kecepatan penuh hingga terdengar  decitan ban begitu memekakkan telinga para anak buah Samuel.


Shinta yang masih berada di dekat pintu hanya menarik napas, ada rasa sesak di dadanya. Dulu selalu dianggap anak kecil oleh Andreas karena seumuran dengan Aura.


Shinta masuk rumah dan ikut bergabung di ruang keluarga. Dilihatnya Leon  dan Aura sedang menatap laptop. Lalu gadis itu melihat Cia dan suaminya juga sibuk masing-masing. 


"Shinta," kata Maria tersenyum menatap gadis  itu akhirnya datang.


"Tante maaf, Shinta baru bisa datang karena Ayah juga sedang tidak enak Badan.


Maria hanya mengangguk, walau kedua orang tuanya sudah tiada. Namun, Shinta menganggap Pamannya seperti Ayahnya sendiri.


"Mana Andreas?" tanyanMaria kepadanya kedua anaknya.


"Keluar," jawab Aura.


"Anak itu belum sehat betul tidak bisa dibilang," gerutu Maria membuat Shinta tersenyum.


Maria menarik napas panjang, tidak lama kemudian  Leon datang bersama Erik hal itu membuat Leon menatap keduanya sahabatnya itu.


"Ada apa?" tanya Leon.


"John sedang ke arah kemari," kata Samuel.


Leon mengusap wajahnya, baru kemarin mertuanya meninggal kini ia harus membawa keluarganya untuk sembunyi.


Arnold yang melihat ketiga pria itu terlihat sedang ada sesuatu yang terjadi.


"Kita bicara ke ruang kerja," ajak Arnold kepada ketiga pria itu.


Kini mereka duduk di sofa, Leonardo menatap kakak iparnya.


"Kakak bawak mereka keluar kota," kata Leon.


"Maksudnya?" tanya Arnold.


"John tidak akan melukai kami, tapi pria kejam itu akan menggunakan  keluarga kita yang di sisanya." Samuel menjelaskan kepada Arnold.


Arnold mengusap wajahnya kasar. Kondisi Cia belum pulih harus malam ini keluar dari kota kelahirannya.


"Kakak aku mohon pergilah ke Jakarta disana ada apartemen  Papa," jelas Leon.

__ADS_1


"Andras bagaimana?" tanya Arnold. 


"Aku akan menjaganya, Kak," kata Leon.


Arnold mengangguk, pria itu keluar dan berbicara dengan keluarganya. Begitu juga Aura. Gadis itu menangis saat harus berpisah dengan  suaminya.


"Percayalah aku akan baik-baik saja," kata Leon  sambil mengecup kening sang istri.


"Kakak jaga diri dan jaga hati," kata Aura.


Leon tersenyum langsung ******* bibir yang sedari tadi menggodanya itu, kali ini sang istri membalas walau masih kaku.


Keduanya melepaskan karena waktu kurang tepat, Leon membantu istrinya untuk berkemas.


Setelah satu jam semuanya siap, Maria yang melihat Shinta tersenyum.


"Kamu jaga diri, kami harus pergi," kata Maria.


"Iya Mam," kata Shinta.


Mobil minibus sudah berada di dalam, semaunya masuk. Lina orang pengawal pilihan Erik akan menjaga keluarga Setyawan.


****


Adreqs kini  yang tidak tahu apa-apa jika keluarganya akan pergi hanya duduk di tepi pantai sambil menikmati kelapa muda. Tiba-tiba seorang wanita berpakaian seksi menghampirinya.


"Hai, kakak ipar," sapa Viona  tanpa malu.


"Kakak," kata Viona manja.


"Singkirkan tangan kotoran!"seru Andreas dingin.


Viona bukannya pergi, wanita itu kini menatap betapa tampannya Kakak dari Arnold  itu.


"Kakak jangan terlalu benci nanti jatuh cinta," kata Viona.


"Mimpi pergi sana!"usir Andreas.


Dari jauh seorang wanita menatap Andras yang sedang duduk dengan wanita yang berpakaian seksi.


Gadis itu tidak lain adalah Shinta, ia tidak menyangka akan terjebak seperti ini selama di Berlin selain kerja sebagai asisten dari Andras pria yang dicintainya.


Shinta adalah adik angkat dari John mafia yang begitu ditakuti akan kebesaran nama besar dan kuasa ya.


Sekarang oa begitu dilema haruskan menghiantai Andras atau John pria yang begitu menyayangi dirinya.


Shinta duduk sambil memperlihatkan Pria yang dicintainya itu ada rasa sesak jika harus memilih salah satunya.


Namun, jika ia memilih Kakak angkatnya harus kehilangan sahabat dan pria yang dicintainya. Air matanya kembali lagi menetes, haruskah ia menceritakan kepada Leon.


Perlahan memejamkan matanya, apa keputusan yang harus  diambilnya. Antara sahabat dan keluarga.

__ADS_1


Dibukanya matanya, dilihatnya Andreas yang kini sedang menatap lurus ke arah pantai. Perlahan Shinta beranjak dari duduknya dan melangkah menuju di mana Andreas berada.


"Kak," sapa Shinra.


Andreas manatap gadis di sampingnya dan berkata."ngapain kamu di sini!"


"Kenapa? tanya Shinta.


"Bukannya kamu tadi mau kencan?"tanya Andreas.


Shinra hanya tersenyum kini ia menatap lurus ke pantai.


"Kak andai disuruh memilih keluarga dan orang yang kita cintai kakak pilih yang mana?"tanya Shinta.


"Orang yang kita cintai,karena keluarga  kita suatu saat akan menerima kita apa adanya," kata Andreas.


Shinta menatap pria tampan di sampingnya dan bertanya."Walau orang itu tidak mencintai kita, kak."


"Untuk apa kamu mengejar pria yang tidak mencintaimu."Andreas mengusap kepala Shinta.


Shinta merasa malu karena baru kali ini sikap pria di sampingnya begitu  manis keoadanya.


Dadanya berdebar, ia aku masih ada rasa cinta dalam hatinya untuk Andreas.


"Kak, kita harus keluar dari sini," kata Shinta.


Andreas merasa bingung karena Shinta terlihat begitu panik sekarang. Pria itu mengikutinya bahkan tangannya masih digemgam oleh Shinta.


Kini keduanya berada di dalam mobil, Shinta mengambil alih kemudi. Mobil.melaju dengan kecepatan penuh karena ia harus menemui Leon dan markas.


Gadis itu akan menyerahkan diri kepada Leon karena ia begitu mencintai Andreas.


Mobil sampai di markas. Namun, saat di pantai ia sudah memikiran secara matang akan keputusannya itu.


Para penjaga yang mengenal Andreas mempersilahkan untuk masuk. Shinta berjalan dengan santai.


"Tuan Leon bisa kita berbicara sebentar?" tanya Shinta.


Leon dan Samuel saling pandang dan bekata."Katakan."


"Maafkan saya, karena sebenarnya saya adik angkat dari John,"kata Shinta menundukan kepalanya.


"Apa maksudmu, Nona?"tanya Samuel.


"Seperti apa kata saya tadi Tuan, saya adik dari musuh Anda," ujar Shinta.


Andreas terkejut dan berkata."Kamu bohongkan."


Shinta tersenyum saat anak buah Leon langsung menangkap gadis yang tak lain adalah musuhnya.


"Kak, aku mencintaimu. Aku tahu ini adalah pertemuan kita terakhir. Tetaplah berbahagia."Shinta tersenyum walau air mata sudah mengalir di kedua pipinya.

__ADS_1


Leon dan yang lainnya hanya bisa diam, ada rasa iba kepada Andreas yang bagitu  terkejut.


__ADS_2