PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
Terungkap


__ADS_3

Perlahan Arnold menipiskan jarak dengan kekasihnya itu, dia mengecup bibir ranum Velicia  dan tangannya sudah mengusap punggung mantan istrinya itu. Syukurlah dia teringat syarat kedua yaitu tidak boleh berhubungan intim, ia berhenti dan memeluk Velicia.


“Bagaimana dengan sekarang? Kamu menyukaiku, kan?” Suara lembut itu berbisik di telinga Velicia.


Velicia menatap wajah pria itu, ia merasa sangat aneh, 2 bulan lagi Arnold sudah akan menikah dengan Viona dan sudah tidak berarti lagi dia mencintai Arnold atau tidak saat ini.


Arnold menaikan kedua alisnya menunggu jawaban dari Velicia, wanita itu tersenyum semanis mungkin. Baginya mencintai seseorang tidak perlu diungkapkan, tapi perlu dirasakan perhatiannya selama ini. Namun, berbeda dengan pria di depannya sekarang.


Cinta itu perlu untuk diungkapkan, walau itu akan terasa menyakitkan karena tidak sesuai dengan apa kata hati. Velicia menarik napas dalam dan ia memejamkan matanya.


"Aku mencintaimu, Ar. Walau saat itu aku punya banyak pilihan lain," ujar Velicia.


Wajah Arnold terlihat begitu bahagia, tidak ada kepura-puraan di matanya, pria itu menggenggam tangan kekasihnya erat, keduanya saling pandang dan Velicia merasakan kehangatan yang belum pernah dia rasakan selama tiga tahun menjadi istri dari Tuan muda kedua keluarga Setyawan itu.


Arnold jadi senang mendengarnya, lalu membalasnya," Aku juga mencintaimu, Velicia Arista."


Mendengar apa yang dikatakan Arnold Velicia tertegun, kenapa baru sekarang cintanya terbalaskan. Apa benar pria itu mencintainya? Apa ini sudah terlibat untuk dirinya bahagia.


Velicia merasa ini tidak adil, kenapa tidak dari awal dia menikah suaminya mengatakan mencintainya. Perlahan air mata itu lolos begitu saja, melihat itu Arnold terkejut karena baru sekali ini ia melihat Velicia menangis, karena sebelumnya dia melihat kalau mantan istrinya itu wanita tegar.


Arnold melihat mantan istrinya itu terlihat begitu kacau, apa sebesar itu cinta Velicia untuknya, dan ia terlihat semakin terpukul atas ungkapan cintanya kepada Velicia, Pria itu memeluk Velicia dengan erat dan bertanya, "Cia, sejak kapan mulai jatuh hati padaku?"


Tanpa Velicia sadari kalau selama ini pria itu hanya berakting, dan sama sekali tidak ada rasa tulus kepada mantan istrinya itu. Sebenarnya dia begitu jijik untuk melakukan momen romantis kepada kekasih kesepakatan itu.


Tanpa Arnold tahu, wanita yang sedang ia kerjain itu sudah terlalu menderita akan sikapnya selama ini. sikap lembutnya di depan Velicia hanyalah kebohongan semata.


Velicia merenggangkan pelukan pria itu, ditatapnya wajah Arnold akankah dia menjawab apa yang ditanyakan Arnold pada kalau dia mencintai sejak umur empat belas tahun. Ada rasa ragu untuk mengatakan itu, tetapi Velicia tak berdaya dan menjawab, "Aku mencintaimu sejak dulu."

__ADS_1


Malam ini Arnold menginap di villa milik keluarga Velicia, walau ada keraguan dari sang pemilik rumah. Namun hal itu tidak membuat pria itu pulang. Perlahan ia merebahkan tubuhnya rasanya kian melemah, tapi ada yang berbeda di malam ini.


Mantan suaminya tidur bersama setelah keduanya bercerita, Velicia meletakkan guling di tengah-tengah hal itu membuat Arnold menaikan alisnya.


"Kenapa dikasih pembatas?" tanya Arnold terlihat tidak suka.


"Biar aman," jawab Velicia.


"Cia, percayalah aku hanya memeluk saja," kata Arnold.


Velicia terdiam, ada keraguan dalam hatinya, Apa benar pria itu bisa dipercaya karena selama menikah dengannya yang ada hanya kekerasan  fisik yang ia terima.


Arnold merasa sudah tidak sabar, ia langsung membuang guling itu ke bawah ranjang. Melihat itu mata Velicia membola karena terkejut.


"Kenapa dia buang, Ar?" tanya Velicia.


Pagi harinya Velicia terbangun lebih dulu, wanita itu merasa perutnya begitu berat. Dia membuka matanya, saat menyadari kini wajahnya berada di depan dada bidang suaminya yang sama sekali belum pernah disentuh itu.


Aroma maskulin begitu membuatnya mabuk kepayang, beberapa kali ia endus dada bidang itu. Rasanya dia tidak ingin bangun lagi dan selalu berada dalam dekapan pria yang dari remaja ia cintai itu.


Velicia karena ingin melakukan ritualnya dia juga harus minum obat sebelum kekasihnya itu tebangan. Dipindahkannya tangan kekar yang memeluk pinggangnya itu. Jika setiap malam bisa tidur nyenyak tanpa rasa sakit seperti malam ini, iya yakin akan ada kedamaian dalam hidupnya.


Velicia sudah selesai dia langsung mengantuk baju di kamar mandi karena takut kalau sampai tiba-tiba pria itu terbangun dan melihatnya telanjang bulat bisa berakhir di ranjang nantinya.


Setelah selai merias wajahnya, barulah ada penggerakan dari pria itu. Arnold merasa lega bisa merasakan tidur nyenyak tanpa gangguan orang lain. Kedua matanya saling tatap, membuat Arnold terkejut, tapi dia langsung ingat bahwa dia sedang berakting untuk menjadi pacar beneran selama dua bulan.


"Pagi kamu sudah cantik, Sayang," kata Arnold sambil memberikan ciuman di kening Velicia.

__ADS_1


Velicia tersenyum malu, pria yang baisa terlihat dingin itu kini sudah berubah, apa secepat itu dia yang dulu begitu tidak berperasaan kepadanya. sekarang menjadi lemah lembut. jika ini mimpi bolehkan dia tidak terbangun dari tidurnya.


"Cia, kamu sudah siap?" tanya Arnold.


"Siap, mau kemana?" tanya Velicia sambil merapikan selimut dan sprei yang berantakan. Melihat itu Arnold tertegun.


"Aku akan mengajakmu kencan," jawab Arnold membuat mata wanita itu melotot dan setelah itu terlihat begitu berbinar.


"Serius, tapi aku minta tolong ambilkan pakaianku di mobil," pinta Arnold.


Kini keduanya keluar dan menuju mobil Arnold, Velicia begitu senang ini merupakan kencan pertamanya dengan seorang pria walau  itu mantan suaminya .


Arnold membawa Velicia pergi kencan, pergi ke kota kecil tempat orang tuanya tinggal. Ibu Arnold itu wanita lemah lembut yang baik hati, dia sangat senang.


"Kemari Kakakmu juga baru datang," kata ibunya Arnold.


Velicia baru tahu kalau Arnold masih punya seorang kakak yang bernama Andreas Setyawan. setelah selesai mengobrol Velicia dan Arnold makan bersama dengan wanita paruh baya itu. Yang membuat ia heran ada anjing besar yang menemani ibu dari kekasihnya itu.


Velicia memandang ibu Arnold dan teringat orang tuanya sendiri, dia iri karena orangtua Arnold masih hidup. sedangkan dia sebatang kara. Setelah makan, keduanya nonton film di dalam kamar, mengobrol dengan Arnold yang bersikap lembut membuat begitu senang.


Malam semakin larut Arnold segera membersihkan tubuhnya, dia melihat wanita itu langsung berbaring.


"Cia, apa kamu tidak ingin membersihkan make up?" tanya Arnold.


Wanita itu hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Lebih baik kalau malam jangan memakai make up," bujuk Arnold.

__ADS_1


Velicia tidak ingin menghapus make-upnya, setelah mandi, Arnold mencuci kakinya dengan air hangat lalu tidur sambil berpelukan. Beberapa hari ini dilewati dengan tenang dan bahagia, sampai Viona menelepon Arnold dan menangis putus asa, “Arnold, aku sangat merindukanmu.”


__ADS_2