PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
Pertemuan Arnold dan Velicia


__ADS_3

Aura hanya menggelengkan kepalanya, gadis itu masih terisak. Ia tidak ingin keluarganya menjadi seperti ini.


"Nona, saya harap Anda belajar yang benar, ingat jangan selalu merepotkan saya!" kata Leon tegas.


Aura menatap Leon dengan mata melebar ingin rasanya  ia mengajar pria kaku itu. Entah kenapa Papanya bisa percaya  dengan pria songong itu. Saat akan membaringkan  tubuhnya tiba-tiba  pintu terbuka, gadis itu tanpa melihat siapa yang masuk langsung berteriak."Keluar!"


Membuat seseorang yang berdiri  di tengah pintu terjingkat.


"Kamu ini, Kakak baru sampai sudah disuruh keluar!" kata Arnold  dengan nada kesal.


"Eh, maaf Kak. Tadi aku kira manusia kaku," ujar Aura.


Arnold tidak menanggapi apa yang dikatakan  adiknya itu. Namun, ia ada tujuan untuk masuk kamar adiknya.


"Aura, kakak yakin ada yang kalian  sembunyikan dari kakak!" Arnold  menatap  adiknya dengan tatapan  mengintimidasi.


"Ti-tidak ada," kata Aura terbata-bata.


"Kamu tahu apa yang akan Kakak lakukan jika kamu terlibat!"gertak Arnold langsung keluar dari kamar adiknya.


Aura terlihat mengusap dadanya, Kakaknya itu tidak ada manis-manisnya kepadanya, gadis itu kembali menutup pintu kamarnya. Hari ini begitu melelahkan baginya.


***


Hari ini tanpa terasa Velicia sudah enam bulan menjalani perawatan  di kota Berlin. Hanya ada Jack dan Selly yang sebulan  sekali mengunjungi.


Velicia sadar tidak bisa selamanya merepotkan  orang lain atas apa yang kini menimpa dirinya. Keluarga Setyawan  selama enam bulan ini tidak ada satupun yang mengunjungi. Ia merasa kembali sendiri dengan kondisi seperti saat ini.


Efek dari kemoterapi  kini membuat Velicia  menjadi berubah. Wajah yang semakin  terlihat tirus, rambut lebat dan Indah itu sudah tidak ada lagi. Velicia memilih membotaki kepalanya  habis, kini wanita  itu hanya menggunakan  wigs yang diberikan oleh Selly kepadanya.


Semenjak ia tahu kalau dirinya sekarang berada di Berlin, wanita itu lebih suka duduk di balkon ruang rawatnya. Kursi roda yang selalu menemani hari-harinya. Rasa ingin menyerah dan pasrah apa pun nanti yang akan ia alami.


Pelukan hangat mengejutkannya, Jack datang sambil tersenyum. Pria itu sengaja datang sendiri tanpa istrinya karena akan menghabiskan waktunya bersama adiknya. Ia juga membelikan beberapa wig untuk Cia berbagai model dan warna yang begitu kontras dengan wajah cantik adiknya itu.

__ADS_1


"Jack, kamu datang sama siapa?" tanya Velicia.


"Aku datang sendiri, gadis nakal," jawab Jack sambil mengeluarkan apa yang dibelinya tadi.


Velicia terperangah melihat apa yang dikeluarkan  kakaknya itu, berbagai wig dari mereka terkenal di dunia. Wanita itu tersenyum dan memeluk tubuh kekar kakaknya itu. Jack begitu bahagia walau adiknya belum dinyatakan sembuh, tetapi dokter James memastikan jika Velicia daya tahan tubuhnya selama ini bagus.


Hari Ini Jack akan menemani gadis nakalnya untuk kemoterapi, hingga Velicia masuk dalam ruangan. Dari kemoterapi sebelumnya tubuh Velicia menolak, tapi kini setelah dua minggu memakai pengobatan dari istri dokter James tubuhnya seakan mulai terbiasa dengan obat yang dimasukkan dalam tubuhnya.


Setelah empat jam menunggui Adiknya akhir Velicia kembali dipindahkan ke ruang rawat, Saat mata gadis itu terbuka matanya menyipit untuk memastikan ia tidak salah melihat jika Arnold sedang menatapnya dengan tatapan yang berbeda.


"Ar, itukah kamu?" tanya Velicia,


Arnold menghampiri wanita yang sudah enam bulan dicarinya itu, awalnya ia terus mencari, Bahkan pria itu tidak mengurus perusahaannya Arista lagi, semuanya di urus oleh Clara. Tuan Besar yang melihat anaknya semakin tidak mengurus dirinya sendiri akhirnya menceritakan kepada Arnold apa yang sebenarnya terjadi.


"Nak, apa kamu begitu ingin kembali dengan Velicia?" tanya Tuan Besar Setyawan.


"Iya Pa, aku sudah mencari dan meminta tolong teman-temanku, tetapi sampai sekarang tidak ada hasil." Arnold terlihat begitu frustasi .


Tuan besar Setyawan menceritakan apa yang terjadi dengan mantan membantunya itu, tidak ada satupun yang ditutup-tutupi oleh pria paruh baya itu.


"Belum Terlambat, Nak. Pergilah kejarlah cintamu, "titah Tuan Besar.


Arnold memeluk Papanya, Mama Maria mengusap bahu putranya itu ia harap Velicia berbesar hati untuk menerimanya. Hari ini juga Arnold langsung pergi diantar oleh Leon atas perintah Tuan Besar Setyawan.


Disinilah Arnold sekarang, di depannya seorang wanita yang tidak seperti dulu lagi, badan yang dulu begitu seksi dan selalu membuatnya bergairah itu kini sudah tidak ada lagi.


"Maaf." Arnold mengecup kening Velicia lembut. 


"Ar," kata Velicia.


"Iya ini aku, maaf aku baru tahu semua dari Papa," ujar Arnold.


Jack  mengusap bahu Arnold dan tersenyum hangat kepada adiknya, pria itu akan memberi waktu kepada keduanya untuk saling mengungkapkan karena Jack selama ini meminta orang untuk mengikuti mantan suami Velicia itu.

__ADS_1


Setelah melihat tubuh Jack hilang dari balik pintu Velicia mengerutkan keningnya."Baru tahu?"


"Hem, aku mencarimu sampai meminta bantuan yang lain, tapi tidak ada yang bisa menemukanmu karena Jack menutup informasi tentang dirimu," ujar Arnold.


Velicia semakin tidak paham, karena ia tahu kalau selama ini Arnold selalu berada di sampingnya. Lalu kenapa mantan suaminya itu mengatakan selama ini mencarinya.


"Ar, bukankah kamu selama ini selalu menemaniku?" tanya Velicia.


Arnold tersenyum hangat, ia yakin kalau mantan istrinya tidak tahu jika yang menemaninya selama ini adalah Andreas Kakaknya.


"Cia," panggil Arnold sambil duduk di kursi yang ada di samping  ranjang Velicia.


"Apa kamu tahu kalau yang selama ini berada di sampingmu bukanlah aku melainkan Kakakku Andreas," jelas Arnold.


Velicia menutup mulutnya, ia merasa tidak mungkin salah mengenali seseorang. Betapa bodohnya dirinya kalau selama ini cinta di masa kecil yang selalu memberi semangat kepadanya.


Air matanya menetes, wanita itu tidak peduli akan pria yang berada di sampingnya itu entah siapa, tetapi hatinya begitu sakit kebohongan satu dan kebohongan lainya saling berurutan. 


"Cia, aku mohon jangan menangis. Mana Cia ku dulu yang begitu tegas dan kuat," ujar Arnold hatinya begitu sakit karena ini baru pertama kalinya ia melihat mantan istrinya terlihat lemah.


Tangis Velicia kian pecah, saat Arnold memeluknya, mata Velicia terpejam, aroma maskulin  yang begitu ia rindukan, Ya pria ini benar-benar Arnold. Ia ingat bau tubuh mantan suaminya itu.


"Ar, kenapa semua jahat kepadaku!"seru Cia dengan suara lemahnya.


"Maaf," kata Arnold tanpa melepaskan pelukan di tubuh mantan istrinya itu.


Velicia, perlahan melepaskan tubuh Arnold. Ia sadar pasti mantan suaminya itu sudah menikah sekarang senang Viona.


"Ar," panggil Velicia agak ragu.


"Iya, ada apa Cia?" tanya balik Arnold sambil menatap wanita yang begitu merindukannya itu.


Velicia dengan ragu bertanya." Mana Viona?"

__ADS_1


Bersambung ya...


__ADS_2