PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
Berebut Ayam


__ADS_3

Setelah  menempuh perjalanan yang begitu lama, Jhon dan istrinya kini sudah berada di salah satu pulau yang hanya ada ia dan Clara saja. Pria itu sama sekali tidak ingin ada yang mengganggu bulan madunya.


Dilihatnya sang istri masih tidur begitu nyenyak, pria itu mengangkat tubuh Clara dan membawanya turun dari jet pribadinya. sedangkan barang-barangnya dibawa anak buahnya yang ikut.


"Tuan apa Anda yakin tidak memakai pengawal?" tanya Alek yang ikut turun dan membantu membuka pintu Villa.


"Tidak," Jawab Jhon singkat.


Alek hanya mengangguk dan langsung pamit untuk kembali lagi ke Jerman karena selama Tuannya bulan madu ia yang akan bertanggung jawab atas semua urusan perusahaan Tuannya itu.


Jhon membawa istrinya ke kamar di mana semua sudah disiapkan oleh pelayan, pria itu kini menatap wajah istrinya. Tangannya perlahan menyentuhnya pipi Clara yang masih begitu nyenyak itu.


Clara yang merasa tidurnya terganggu perlahan membuka matanya. Wanita itu langsung terduduk karena begitu terkejut  wajah suaminya begitu dekat jaraknya.


“Tuan mau ngapain?” tanya Clara langsung duduk.


“Kamu tidurnya lama sekali?” tanya Jhon kini duduk di depan istrinya.


Clara kini menatap suaminya sambil tersenyum, wanita itu menatap sekeliling kenapa berbeda saat ia masuk jet pribadi. Apa lagi kini gadis itu mendengar deburan ombak.


Clara langsung berlari ke arah balkon. Matanya seketika berbinar saat melihat ada pantai yang begitu indah.


“Apa kita di kapal pesiar?” tanya Clara kepada Jhon.


Jhon berjalan menghampiri istrinya, pria itu menunjukkan daratan di sebelah yang tidak jauh dari Villa.


“Apa itu kapal pesiar?” tanya Jhon.


Clara terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh suami dinginnya itu.


Saat gadis itu akan membalikkan badannya, tiba-tiba Jhon memeluknya dari belakang dan otomatis membuat wanita itu berontak.


“Tuan lapas!” seru Clara.


“Hem, biarkan begini sebentar saja, kamu tahu kalau baru kali ini aku tidak memikirkan pekerjaan,” ujar Jhon sambil menempelkan dagunya di bahu Clara.


Clara terdiam mendengar itu ia menarik napas, ternyata ia dan suaminya sama – sama penggila kerja keras.

__ADS_1


“Kenapa Tuan tidak pernah cuti?” tanya Clara.


“Aku sengaja sudah hampir lima tahun tidak peduli hari libur aku masuk,” ucap Jhon sambil tersenyum masam.


Clara hanya mengangguk, karena ia yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh pria di belakangnya kini.


“Tuan, saya mau mandi,” kata Clara berharap suaminya mau melepaskan pelukannya.


“Mandi berdua ya,” ucap Jhon sambil tersenyum hangat menatap wajah cantik istrinya.


“No,” jawab Clara langsung masuk dan saat ia mengambil masuk walk in closet begitu terkejut karena baju yang layak di pakainya tidak ada. Hanya ada bikini dan lingerie.


Clara langsung keluar dari ruang ganti dan kini berkaca pinggang menatap Jhon membuat pria itu mengerutkan keningnya.


“Ada apa?” tanya Jhon.


Clara tidak menjawab, tapi wanita  itu menarik tangan suaminya hingga kedua berada di ruang ganti.


Clara membuka lemarinya, mata Jhon langsung membulat melihat pakai seksi semua bahkan pria itu mengusap wajahnya dengan kasar karena pakaian di depannya kini tidak bisa dikatakan pakaian yang layak.


Gadis itu mengambil dan langsung keluar dari ruang ganti itu.


Jhon begitu yakin jika itu ulah Papanya, karena Alek tidak memiliki akses untuk ke sini.


Jhon keluar dari ruang ganti, duduk di sofa yang menatap ke arah kamar mandi di mana terdengar gemericik air dari shower.


Setelah lima belas menit, Clara keluar dari kamar mandi, gadis itu kini bingung karena hanya memakai bikin dan kaos milik suaminya.


Jhon menatap sang istri yang sedang menatapnya kesal karena merasa dirinya yang sengaja menyiapkan pakaian kekurangan bahan itu.


Pria itu tidak ingin mengambil pusing, lalu ia segera masuk kamar mandi karena tidak ingin ribut dengan istrinya lagi.


Sedangkan Clara yang kini melihat suaminya masuk kamar mandi langsung keluar dari kamar. Wanita itu melihat sekelilingnya.


Saat menuruni tangga, Clara merasa heran karena sama sekali tidak melihat satu orang pun ia jumpai. Hingga wanita itu kini berjalan keluar dari Villa tetap sama sepi.


Kini gadis itu baru sadar jika hanya ada dirinya dan suaminya saja, tapi kenapa pulau ini begitu indah jika tidak ada pelayan atau pekerja lainnya.

__ADS_1


Clara berjalan menuju ke pantai, gadis itu tersenyum saat melihat sekelilingnya begitu nyaman. Saat ia melihat ke arah Villa melihat suaminya berdiri di balkon Clara melambaikan tangannya.


Jhon hanya menatapnya saja , membalas pun tidak hal itu membuat Clara mencibir dan ia hampir lupa hanya istri yang tidak dicintai oleh pria yang menikahinya.


Clara memilih berjalan menelusuri pantai dari pada di dalam Villa bersama suaminya saja. Ditatapnya mata hari sore sudah mau tenggelam ke peraduannya.


Diusapnya dadanya yang kini terasa sesak, kalau Jhon berkata ini setelah lima tahu ia ada libur kerja, sedang semuanya itu tidak jauh darinya.


Sedari lulus sekolah ia sudah bekerja di keluarga Arista, dari sana juga ia dikuliahkan oleh Nonanya. Hingga kini menjadi orang kepercayaannya Velicia. Semua itu menjadi tanggung jawabnya selama ini untuk melindungi Nonanya.


Saat gadis itu mendengar jika Nonanya dibilang hidupnya hanya tinggal tiga bulan lagi ia Yang paling bersedih. Rasanya tidak sanggup. Namun, ada rasa bersyukur karena sekarang wanita itu begitu hebat mampu melawan penyakitnya.


Tanpa terasa air matanya menetes membasahi kedua pipinya, tiba-tiba sentuhan lembut mengenai bahunya.


Clara mencium aroma ini begitu harum, hingga ia merasa jika Wangi ini tidak salah lagi suaminya.


“Hari sudah mau malam, ayo pulang aku lapar hanya ada bahan mentah saja saat ini,” kata Jhon.


Clara menatap suaminya.” Kemana pelayan saat ini?” tanya Clara.


Jhon menarik tangan istrinya pelan supaya pulang ke Vila karena ia khawatir ada binatang buas.


Kini keduanya sudah berada di dalam Villa. Sedangkan Clara melihat isi kulkas yang begitu bervariasi, tapi semua harus ia olah saat ini.


"Tuan kenapa tidak suruh pelayan datang?" tanya Clara.


"Cantik dan banyak uang sama sekali tidak menjamin kebahagiaannya, Clara. Hanya ingin dicintai dengan tulus tanpa ada embel-embel uang dan harta yang kumiliki, tapi juga kamu harus pandai masak." kata Jhon


Clara hanya mencibir, setelah itu ia mengeluarkan ayam dan sayur. Tidak lupa juga buah karena permintaan suaminya itu. Jhon menghampirinya.


"Sini biar aku yang potong ayamnya," kata Jhon.


Clara tidak ingin jika nanti rasa masakannya gagal karena ulah suaminya itu, wanita itu enggan memberikan ayamnya karena merasa ragu.


"Clara!"seru Jhon gemas.


Clara kini menyembunyikan ayam itu di belakang punggungnya, hal itu membuat Jhon menarik napas dalam. Apa kata orang jika tahu Ceo dan istrinya berebut ayam yang masih mentah.

__ADS_1


__ADS_2