PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
Kedatangan Aura dan Leon


__ADS_3

"Karena kamu istriku," jawab Jhon.


Mendengar itu Clara hanya memutar bola matanya malas, ia juga tahu sekarang masih status seperti istrinya Jhon.


"Sayang, aku mohon kita kembali dari awal lagi ya," bujuk Jhon.


Mendengar itu Clara begitu terkejut, sosok kayak dingin yang kini berada di sampingnya itu. Membuat dirinya tidak percaya, jika suaminya bisa bersikap seperti ini.


Jhon yang melihat istrinya terpaku menatapnya, merasa heran." Ada apa sayang, Kenapa kamu menatapku seperti itu?"


Clara bukan yang menjawab pertanyaan suaminya, tapi wanita itu kini tersenyum. Padahal seharusnya Clara sekarang marah kepada pria sampingnya itu.


"Kalau kamu sudah tersenyum seperti itu berarti kamu setuju," ucap Jhon dengan percaya diri.


Clara menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak dak begitu caranya."


Wanita cantik itu merasa begitu kesal, sedang Jhon menatap begitu rindu kepada wanitanya.


"Tuan saya tetap mau pisah dengan Anda," kata Clara.


"Aku tidak mau, aku benar-benar minta maaf," kata Jhon terdengar begitu putus asa.


Clara harus mencari cara agar suaminya mau melepaskannya, wanita itu menatap pria yang tidak mau melepaskannya tangannya sedari tadi. Seakan begitu takut jika dirinya pergi lagi


"Tuan."


"Hem." Jhon menatap netra indah itu


"Saya mau kembali," ucap Clara.


Jhon mendengar itu begitu senang, reflek ia langsung menarik mengangkat tubuh istri ke pangkuannya. Hal itu membuat Clara terkejut." Tuan, saya belum selesai bicara."


Jhon menatap wajah cantik alami itu dengan tersenyum. Clara yang hendak turun, begitu susah karena kedua tangan suaminya melingkar di pinggangnya.


Clara bingung bagaimana caranya mengatakan kepada suaminya itu.


Sebenarnya Clara juga merindukan pelukan dari suaminya, tetapi ada rasa gengsi dan ego lebih besar daripada rasa rindu yang ia rasakan.


Clara menatap pria yang kini begitu dekat dengan wajahnya, wanita itu memejamkan matanya. Hingga ia merasakan cinta yang hangat di bibirnya, dia mencoba mencari atau benar-benar ia ingin memberikan kesempatan kepada suaminya itu untuk memperbaiki semua yang sudah terjadi.


Namun, sisi di hatinya mengatakan jika masih mencintai John. Tidak mudah bagi Clara, untuk lepas begitu saja dari suami yang berkuasa.

__ADS_1


Jantung wanita cepat-cepat begitu kencang, suaminya mulai menggoda dengan segala sentuhan lembut itu tubuhnya.


Saat Jhon begitu menikmati panutan bibir sang istri, tiba-tiba pintu terbuka oleh Alek. Bukan hanya John dan istrinya yang terkejut.


Alek pun diam mematung." Tuan kenapa tidak di kamar."


"Ah, iya ide bagus," sedetik kemudian tubuh Clara melayang karena ulah suaminya.


Saat sampai di kamar, pria itu meminta sang istri untuk membuka pintu. Dengan patuh Clara melakukannya.


Jhon menutup pintu dengan kakinya, hal itu membuat sang istri menggelengkan kepalanya. Hingga kini tubuhnya dibaringkan di atas ranjang.


Jhon langsung melanjutkan apa yang terjadi tadi. Namun, Clara menghentikannya. Jhon menarik napas panjang, pria itu terbaring di samping istrinya, setelah penolakan itu Jhon mencoba untuk bersabar, walaupun di hatinya kecewa akan sikap istrinya itu.


"Ada apa?" saat Clara Ingin berbicara Jhon bertanya terlebih dahulu.


Jhon menarik napas panjang, pria itu ingin mendengar apa yang akan dikatakan istrinya.


"Aku mau kembali, tapi ada syaratnya," kata Clara.


Jhon diam di tatapannya wanita yang kini sedang mengajukan syarat, tapi bagi pria apa pun itu akan ia ikuti asal tidak untuk berpisah darinya.


"Aku mau saham lima puluh persen," ucap Clara pasti suaminya keberatan.


Clara matanya membola pada hal itu hanya ancaman semata, wanita itu menggelengkan kepala tidak setuju begitu saja,


"Anda serius," kata Clara.


"Semua itu tidak da artinya tanpamu di sampingku," kata Jhon.


Clara mendesah, memang harus mengalah kali ini. Melihat istrinya lemas pria itu tersenyum tipis.


"Ayo kita pulang," ajak Jhon.


Mendengar itu Clara tidak ada pilihan lain, akhirnya wanita itu ikut suaminya untuk kembali.


Ia pamit kepada Alek, keduanya keluar, jam sudah menujukan pukul lima. Clara merasa ini benar-benar gila karena belum ada tidur. Mobil yang dikemudikan Jhon melaju dengan kecepatan sedang. Kini mobil sudah sampai di mansion pria itu.


Jhon mengajak istrinya untuk masuk. Setelah itu Clara langsung menuju ke kamar, wanita itu menarik napas panjang ia harus berpikir keras untuk menyelesaikan masalah ini minta bantuan suaminya. Saat di kamar ditatapnya pantulan dirinya, apa layak ia mengakui Jhon itu sebagai suaminya. Namun sayangnya, ia tidak bisa menyangkal karena kenyataannya ia istri dari Jhon.


Pintu kamar terbuka bersamaan suaminya juga masuk kamar. Clara heran karena suaminya terlihat begitu kusut.

__ADS_1


Jhon mengajak istrinya untuk keluar karena ada Aura dan Leon. saat sampai luar sudah ada Alek juga. Wanita itu berpikir kapan Leon dan Aura sampai.


Alek yang setia menemani Jhon sama sekali tidak menatap Clara, saat wanita itu duduk di sofa. Aura datang dan berbisik."Ada apa?"


"Maksudnya?" tanya Clara karena ia baru datang.


" Clara!" Aura kesal karena wanita itu malah bingung saat ditanya.


Clara hanya terkekeh, keduanya tidak menyadari jika Jhon dan Alek sedang berdiri tidak jauh darinya, hingga keduanya dikejutkan dengan suara bariton."Apa sudah ada perkembangan?"


Clara dan Aura langsung diam. Keduanya tidak berani menatap mata tajam milik Jhon itu.


"Alek, tolong tegaskan kepada anak buahmu supaya bisa membedakan jam kerja dan jam istirahat!" seru Jhon dengan tegas.


"Baik," jawab Alek


Setelah satu hanya Alek dan Jhon sedang mengobrol serius, ada hawa panas. Namun, untuk bernapas rasanya dada semakin sesak. Setelah Jhon dan asistennya keluar barulah mereka bisa menghirup udara bebas.


"Kalian berdua selalu membuat saya tidak tenang!" Alek kesal menatap Clara dan Aura.


"Maaf," jawab keduanya kompak membuat pria itu mendengus.


Aura dan Clara saling pandang keduanya tersenyum lalu mulai mengobrol lagi, Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul dua belas siang. Aura beranjak dari duduknya.


"Masak apa?" tanya Aura.


"Lihat aja."


"Makan yuk," ajak Aura karena semenjak hamil ia mudah lapar


"Duluan saja," jawab Clara.


****


Sementara di ruang Jhon, pria itu sedang sibuk dengan dokumen yang berada di atas mejanya. Tanpa ia sadari jika Clara sudah berdiri di depannya sambil berkata."Pasti kamu lupa makan siang!"


Jhon terkejut. Namun, saat melihat senyum indah wanita di depannya pria itu tersenyum dan bertanya."Kenapa?"


"Mau buat kejutan, ayo kita makan," ajak Clara menarik tangan Jhon untuk keluar ruangannya.


Jhon hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah istrinya itu, keduanya keluar ruang kerja dan menuju ke ruang makan. Aura hanya tersenyum melihat pasangan itu. Sedangkan Leon dan Alek entah sedang ke mana.

__ADS_1


Saat sedang makan tiba-tiba pelayan datang mengatakan ada wanita ingin bertemu Tuanya itu, Tapi Jhon menolaknya.


__ADS_2