PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
candu


__ADS_3

“Ada apa?” tanya Leon.


“Erik,” jawab Sam.


Leon hanya diam, pria itu kini melihat jalan yang begitu sepi. Tidak lama ponselnya Sam berbunyi ada pesan masuk dari Erik pria itu mengatakan jika harus melewati jalan yang agak sulit untuk belok ke kanan.


Dari laporan anak buahnya jika anak buah dari alat sudah mengejarnya ke arah Villa, sama dengan cepat memutar mobilnya untuk belok ke kanan. Hal itu membuat Leon merasa heran.


“Ada apa?” tanya Leon karena mobil melaju dengan kecepatan tinggi.


“Anak buah Alek mengejar kita,” jawab Sam sambil matanya fokus menatap ke depan karena sedang mengemudi dengan kecepatan di atas rata-rata.


Leon menarik napas dalam.” Itu samping jurang.” 


“Jangan gila!” seru Sam.


“Cih, kita turun dan jatuhkan mobilnya,” ucap Leon.


Sam langsung mengerem mendadak, suara decitan terdengar begitu memilukan telinga.


Aura yang baru sadar, mulai. Mengerjapkan matanya.


“Kak,” ucap Aura  lirih.


Leon tersenyum lalu ia mengajak sang istri untuk keluar dari mobil. Tidak lama ada empat motor di antaranya Erik dan anak buahnya.


“ Aura sama Erik aja,” kata Sam.


“Biar sama aku aja,” jawab Leon dingin.


Samuel melihat sahabatnya itu seperti itu hanya mencibir, dulu tidak suka kepada Aura tapi sekarang begitu posesif.


Erik  hanya tersenyum melihat tingkah Leon, kini mereka mengendarai motor melewati sisi jurang, andai lengah sedikit tidak akan selamat.


Selama satu jam mereka baru Sampai di sebuah Vila yang begitu indah. Aura dibantu suaminya turun dari motor. 


Wanita itu memperhatikan sekelilingnya, tidak lama Leon mengajak masuk.


Kini semua berkumpul di ruang keluarga, seorang pelayan membawa minuman dan camilan.


Tangan Leon sedari tadi tidak lepas dari menggenggam tangan istrinya. Walau awalnya Aura sudah mencoba menarik supaya terlepas. Namun, pria di sampingnya itu enggan untuk melepaskan semakin menggenggamnya erat.

__ADS_1


Akhirnya Auranya diam saja membiarkan tangannya digenggam oleh suaminya.


Melihat istri yang teriak lelah Leon membawanya masuk ke kamar, Aura langsung membersihkan tubuhnya karena merasa gerah. Sedangkan Leon duduk di sofa di sudut kamar.


Dia itu mulai membuka tabnya, email masuk yang dikirimkan oleh karena Arnold. 


Ia juga memberitahu kepada kakak iparnya itu jika sudah menemukan istrinya.


Leon merasa tidak mudah untuk mendapatkan hati Aura lagi, entah kenapa kini iya begitu ingin diperhatikan seperti dulu kepada istrinya.


Pria itu merasa begitu bersalah, tidak seharusnya yang mengingkari wanita lain di saat sudah memiliki istri.


Disandarkannya kepalanya ke sofa, tidak lama pintu kamar mandi terbuka keluar sosok yang sudah terlihat segar dengan aroma sabun mandi yang begitu menggoda.


Aura melihat suaminya menatapnya dengan kita merasa malu, wanita telah menggunakan kimono karena lupa tidak ada pakaian di kamar.


Terdengar ketukan pintu dari luar, Ryan segera membuka pintu dan seorang pelayan datang memberikan dua buah paper bag kepadanya.


Kemudian pria itu menutup pintu, dilihatnya ada pakaiannya dan pakaian Aura.


“Ini bajunya,” ucap Leon.


Aura segera mengambil alih paper bag itu, kemudian masuk kamar mandi untuk mengenakkan pakaiannya.


Rasanya tidak mungkin ini pilihan dari suaminya, wanita itu ragu untuk keluar dari kamar. Namun, tidak Lion menutup pintu kamar mandi.


“Sayang, kenapa lama,” ucap Leon.


Jantung aurat terletak begitu kencang saat mendengar teriakan dari suaminya, entah kenapa ya merasa jika malam ini akan menjadi malam yang selama ini ia rindukan akan sentuhan dari Leon.


Pintu kamar mandi perlahan terbuka, saya menangkap istrinya dari atas sampai bawah. Pria itu makan salvianya dengan susah payah.


Aura yang berhasil menunjukkan kepalanya, entah kenapa jadi salah tingkah saat ini.


Melihat istrinya wajahnya memerah Leon yang terkekeh. pria itu menatap istrinya lalu memegang dagu Aura.


Kedua netra itu beradu, perlahan tapi pasti Aura meminjamkan matanya. Melihat ada kuda dari awal tidak ada penolakan.


Leon memungut bibir ranum itu perlahan, Aura dapat merasakan kelanjutan dari benda kenyal itu. Namun, kini kian lama kian menuntut.


Aura merasakan tubuhnya melayang ke udara saat itu juga, sang suami membawanya keranjang.

__ADS_1


“Kak, “ ucap Aura.


Leon menghentikan gerakannya saat ini.


Ditatapnya wajah sang istri begitu intens, sedangkan aura  mendapatkan tatapan penuh gairah dari suaminya.


“Jangan sekarang,” ucap Aura.


Mendengar apa kata istrinya Leon menautkan kedua alisnya.


“Aku tidak bisa mundur,” ucap Leon.


Mata Aura langsung membulat, ia tidak habis pikir akan apa dikatakan oleh suaminya.


Leon melanjutkan kegiatannya tadi yang tertunda, dalam hati Aura menolaknya, tapi  tubuhnya merespon lain. 


Tentu saja hal itu membuat lain semakin bergairah. Kini keduanya menikmati indahnya surga dunia selama ini mereka tunda, setelah menuntaskan semuanya lain menjatuhkan tubuhnya di samping sang istri.


Pria memeluk Aura begitu erat, Ia ternyata bisa begitu candu akan tubuh sang istri saat ini. Hanya membayangkan saja adik kecilnya sudah kembali lagi on.


Dilihatnya sang istri sudah tidur lelap karena kelelahan, Walau Leon menginginkan lagi. Namun, ia tidak tega melakukannya.


Pria itu segera turun dari ranjang, ia harus main solo lagi karena tidak tega untuk membangunkan sang istri. setelah satu jam Leon keluar dari kamar mandi.


Dikecupnya kening Aura sebentar lalu ia pergi begitu saja keluar kamar, sesampai di ruang keluarga masih ada Sam dan Erik. Melihat Leon rambutnya basah, kedua rekan kerjanya menggelengkan kepalanya.


"Aku mencintai Clara, tapi ada istrinya di makan juga," cibir Sam.


Leon hanya diam, ia membiarkan kedua rekannya meledeknya. Tidak lama Erik menatap ponselnya dan kini menatap keduanya bergantian.


"Jhon tidak akan membiarkan kalian keluar dari negara ini," kata Erik.


"Kita lihat siapa yang lebih lihai," jawab Leon.


"Kita tidak bisa menyepelekan semuanya, Leon," ucap Sam yang tahu betul bagaimana sepak terjang musuhnya saat ini.


Leon terdiam, entah mengapa ia khawatir akan keluarga sang istri. Namun, dengan cepat pria itu menggelengkan kepalanya. Arnold pasti bisa manhandle keluarga dan perusahan sementara waktu. 


Ia juga berharap Andreas bisa membantu perusahan milik mertuanya saat ini, apa lagi itu sekarang akan beralih ke nama Aura. Namun, ada rasa bimbang dalam hatinya saat ini.


Mungkin jika Leon sendiri menghadapi Jhon saja tidak akan takut, tetapi masalahnya sekarang pria itu mengharapkan wanita yang kini akan ia lindungi walau nyawa menjadi taruhannya.

__ADS_1


Leon mengusap wajahnya kasar, pria itu mau tidak mau harus mencari pulau untuk tempat tersembunyi terlebih dahulu. Jika sekarang ia pergi , itu sama saja akan menyerahkan nyawa cuma-cuma kepada  Jhon.


Sam melihat Leon hanya diam saja merasa heran, pria itu tidak akan membiarkan sahabatnya itu memikirkan sendiri.


__ADS_2