PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
Merawat Velicia


__ADS_3

Velicia, perlahan melepaskan tubuh Arnold. Ia sadar pasti mantan suaminya itu sudah menikah dengan Viona.


"Ar," panggil Velicia agak ragu.


"Iya, ada apa Cia?" tanya balik Arnold sambil menatap wanita yang begitu dirindukannya itu.


Velicia dengan ragu bertanya." Mana Viona?"


Arnold terdiam, ia menatap wajah pucat mantan istrinya itu, saat tangan Arnold akan membelai rambut Velicia, wanita itu langsung mencegahnya membuat pria itu menaikan alisnya.


"Kenapa?" tanya Arnold.


"Rambutku sudah tidak ada, Ar. Velicia yang dulu kuat sudah mati hanya tinggal aku ini yang ada di depanmu," kata Velicia sambil tersenyum tipis.


"Cia, apa semua ini ada hubungannya dengan perceraian kita?" tanya Arnold.


Velicia terdiam sejenak dan berkata."Maaf, waktu itu umurku hanya tinggal tiga bulan lagi."


Mata Arnold membulat, pria itu ingat jika banyak perubahan yang dilakukan mantan istrinya waktu itu, dari hasil tes darah yang disembunyikan dan sikapnya yang selalu lemah saat ia bersama Viona.


Jika waktu itu wanita di depannya itu memberitahunya, pasti tidak akan melakukan hubungan suami istri.


"Maaf." Arnold menundukan kepalanya rasa bersalah atas apa yang ia lakukan selama ini kepada mantan istrinya.


Arnold sadar tidak seharusnya melampiaskan kekesalan atas apa yang terjadi di keluarganya kepada Velicia, wanita ia jadikan korban atas apa yang tidak dilakukannya.


"Itu sudah berlalu, kenapa kamu enggak menjawab di mana Viona. Apa kalian sedang bulan madu?" tanya Velicia walau hatinya sakit saat menanyakan hal itu.


"Aku cuma menikah sekali dengan Velicia ," jawab Arnold.


Velicia menyipitkan matanya, apa ia tidak salah mendengar dan bertanya."Bukannya kalian menikah?"


Arnold hanya menggelengkan kepalanya, hal itu membuat Velicia mengerutkan keningnya. Wanita itu hanya  menarik napas dalam. Pria yang berada di dekatnya ini tidak mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Aku tidak menikah dengan siapapun, Cia."Arnold menatap mata yang terlihat sendu itu.


Mata Velicia melebar saat mantan suaminya itu tidak menjadi menikah dengan Viona karena ia tahu jika keduanya saling mencintai.


"Ar, aku enggak salah dengar!"seru Velicia.

__ADS_1


"Enggak, kenapa kamu enggak kasih tahu jika waktu itu memberikan uang enam miliar ke Viona?" tanya Arnold.


"A-aku hanya," kata Velicia terhenti karena Arnold menutup mulutnya dengan jari.


"Aku sudah tahu, Leon sudah menyelidikinya," ujar Arnold.


Velicia hanya mengangguk, ia merasa lega karena Arnold tidak marah atas apa yang ia lakukan dan bertanya."Ar, apa Kakakmu sekarang ada di sini juga?"


"Tidak, Aura dan Andreas menjaga Papa," jawab Velicia.


"Ada apa?" tanya Velicia.


"Papa jantungnya kambuh, tapi sudah baikan kamu jangan khawatir," ucap Arnold.


Velicia mengangguk, wanita itu sebenarnya banyak yang akan ia tanyakan kepada mantan suaminya itu. Sampai sekarang ia masih menyimpan nama itu walau sudah tahu kalau cinta masa kecilnya Andreas.


Haruskah ia memilih dan apa tujuan Arnold datang menemuinya, diliriknya mantan suaminya itu sedang mengotak-ngatik ponselnya. Hingga ia tidak menyadari jika sedang diperhatikan oleh Velicia.


"Ar, sebaiknya kamu pulang istirahat," kata Velicia.


Arnold mengangkat kepalanya, terlihat wajahnya menatap masam ke arah Velicia, dan berkata, "Apa kamu tidak suka aku ada di sini?" 


"Bukan begitu Ar, kamu baru sampai sebaiknya istirahat dulu," ujar Velicia.


Velicia melotot saat pria itu akan tidur bersamanya, melihat itu Arnold tersenyum dan bertanya." Kenapa?"


"Ar, kita bukan suami istri lagi!" kata Velicia kesal.


"Kita akan menikah lagi," jawab Arnold santai.


Velicia terperangah mendengar itu, apalagi mantan suaminya itu tidak merasa bersalah. Arnold beranjak dari duduknya dan mendorong koper kecil, pria itu mengambil peralatan mandinya dan tanpa bicara langsung masuk untuk membersihkan dirinya.


Velicia hanya menggigit bibir bawahnya, ada rasa kesal, senang semua menjadi satu saat ini. Setelah lima belas menit  Arnold keluar dari kamar mandi sudah terlihat segar dengan rambut yang basah membuat Velicia menelan salvianya.


"Arnold terkekeh saat menyadari mantan istrinya itu menatapnya dengan intens dan berkata, "Apa kamu merindukan tubuh ini."


Deg, tubuh Velicia menegang saat pria itu berbisik di telinganya, diakhiri dengan kecupan hangat di pipi.


"Ar!"seru Velicia saat tersadar.

__ADS_1


Arnold terkekeh dan kini duduk di tepi ranjang. Diusapnya punggung tangan mantan istrinya itu dengan lembut. Tak lama pintu terbuka, dua orang perawat datang untuk membantu Velicia untuk membersihkan tubuhnya.


Arnold yang melihat itu langsung menghentikannya, karena ia yang akan melakukannya. Hal itu membuat wajah Velicia merona karena malu saat tubuh kurusnya dilihat oleh mantan suaminya itu.


"Ar, biarkan mereka yang membantuku," ucap Velicia.


"No, tidak ada penolakan Sayang," jawab Arnold langsung mengambil alih.


Arnold perlahan membantu Velicia untuk duduk, karena merasa lama ia menggendong, membuat wanita itu terkejut dan langsung melingkarkan tangannya di leher mantan suaminya. Kedua matanya saling pandang, ia bisa melihat ketulusan dari netra indah milik pria yang selama tiga tahun itu menjadi suami kejinya itu.


Sampai kamar mandi Arnold menaikan kedua alisnya karena Velicia mencegahnya untuk membuka bajunya.


"Ada apa?" tanya Arnold lembut sambil mensejajarkan tubuhnya dengan Velicia yang kini didudukkan di kursi yang sudah disiapkan perawat tadi.


"Ar, biarkan  aku sendiri, kamu keluar saja," kata Velicia sambil melipat bibirnya bawahnya ke dalam.


Arnold mengerutkan keningnya, pria itu heran kenapa Cia menolaknya untuk memandikannya. Bukankah ia sudah melihat semua apa yang ada pada tubuh mantan istrinya itu.


"Aku janji tidak akan macam-macam," kata Arnold langsung membuka piyama Velicia dengan pelan-pelan seakan takut jika sampai sang mantan terluka.


Velicia memejamkan matanya, ia malu pasti akan ditertawakan oleh Arnold apalagi sekarang pria itu sudah melihat kepalanya yang sudah tidak ada rambut lagi.


Arnold seketika membeku saat rambut palsu yang dipakai Cia lepas, tanpa ia sadar air matanya  mengalir dan dadanya sesak atas apa yang menimpa mantan istrinya itu.


Merasa tidak ada pergerakan dari Arnold Cia membuka matanya, wanita itu terkejut melihat pria dingin dan sombong itu sedang menangis sambil menatapnya.


"Ar," kata Velicia sambil memegang tangan Arnold.


Arnold yang tersadar langsung memeluk tubuh kurus itu, tangisnya semakin pecah saat ia menenggelamkan wajahnya ke leher Velicia.


Velicia tidak mengerti  kenapa Arnold bisa menangis sampai seperti ini, ia mengusap bahu kekar itu supaya tenang.


Arnold tanpa malu mengusap ingusnya menggunakan lengan bajunya, melihat itu Velicia matanya melebar dan berkata." Ar, jorok."


Arnold hanya diam, perlahan ia membersihkan tubuh kurus mantan istrinya itu, lagi-lagi ia harus menekankan kalau wanita yang sedang dimandikan  ini mantan istrinya.


Setelah lima belas menit selesai Arnold membelitkan handuk dan menggendong tubuh Velicia dan mendudukkannya  di sofa.


"Ar, biar aku sendiri," kata Velicia.

__ADS_1


"Biarkan aku menebus semuanya dengan merawatmu, Sayang." 


Bersambung ya...


__ADS_2