
Arnold tidak pura-pura lagi, “Cia, anggap saja hubungan kita tidak pernah ada,” kata Arnold , tetapi dia masih sedikit merasa bersalah pada Velicia mengenai keguguran itu.
Velicia terdiam, semudah itu pria itu mengatakan kalau dia harus menganggapnya tidak ada hubungan selama ini.
"Cia, maaf atas keguguran dua tahun yang lalu," tambah Arnold lagi.
"Tidak, aku tidak akan pernah memaafkanmu, Ar!" seru Velicia, dia akan membuat Arnold punya beban dan penyesalan saat menikah dengan Viona nanti.
Mulai saat ini, Arnold dan dirinya sudah putus dan tidak punya hubungan apapun lagi. ia berharap pria itu tidak akan mengganggunya lagi. Velicia sudah begitu lelah, dia akan melupakan cintanya kepada pria tidak berperasaan seperti mantan suaminya itu.
Velicia selesai bicara, tidak kuasa menahan rasa sakit di hatinya, sampai wanita itu berlutut di di bibir pantai, bahkan ia tidak peduli saat ombak menerjang tubuhnya, walau dirinya kuat di depan semua orang , tapi hatinya begitu rapuh.
Lagi-lagi dia harus menangis karena pria yang sama, bodohnya Velicia selalu terbuai oleh kata-kata maut dan perhatian serta sentuhan Arnold . Namun, sekarang hal itu tidak akan terjadi lagi.
Velicia menutup wajahnya, tiba-tiba ada tangan kekar memeluknya dari belakang, sontak membuat wanita itu langsung membuka matanya dan melihat siapa yang memeluknya.
"Jack," katanya lirih.
Velicia langsung berhambur memeluk pria itu dan menangis sekencang-kencangnya. Saat seperti ini dia begitu membutuhkan Kakaknya itu.
Jack, putra yang diadopsi keluarga Arista, ditemukan oleh orang tua kandungnya di umur 15 tahun dan kembali ke rumah, tetapi masih selalu berhubungan dengan Velicia lewat video call.
Jack membalas pelukan adiknya itu, dia tidak peduli kalau jas mahalnya akan basah oleh tubuh Velicia, ia sangat perhatian pada wanita yang kini sedang memeluknya erat.
"Jangan menangis lagi, Cia. Ada aku sekarang, katakan apa yang sudah membuat adiku yang biasa kuat kini terlihat cengeng," goda Jack sambil mengusap air mata Velicia.
Velicia tersenyum, walau masih ada sisa isak tangisnya, "Jack, aku divonis kanker serviks."
Deg, Jack tak kuasa menahan keterkejutannya, wanita yang begitu disayanginya kini sedang menanggung beban seorang diri.
__ADS_1
"Aku yakin kamu kuat menjalani ini, Cia!" kata Jack mencoba menghibur adiknya.
Jack membawa Velicia ke dalam mobilnya dan sopirnya dia suruh untuk membawa mobil adiknya, keduanya pulang ke Villa milik keluarga Velicia. Jack tersenyum, banyak kenangan indah di dalam rumah ini.
Keduanya masuk, tidak ada yang berubah masih sama waktu dia meninggalkan villa ini, Velicia langsung menuju ke kamarnya sedangkan Jack masuk ke kamarnya yang sudah lama tidak ia kunjungi.
Setelah selesai dengan ritualnya masing-masing keduanya berkumpul di ruang keluarga untuk mengenang masa kecil mereka.
"Cia, apa dia masih mengganggumu setelah kalian bercerai?" tanya Jack.
"Ya seperti itulah, dia seakan tidak pernah puas untuk menyiksaku," jawab Velicia sambil tersenyum getir menganggap tidak hanya Arnold yang selalu mencari celah begitu juga dengan Viona saat ini. Hanya tuan Besar Setyawan saja yang baik kepadanya.
Jack mengepalkan kedua tangannya, dia berjanji akan melindungi adiknya dari pria brengsek seperti Arnold, ia tidak habis pikir kenapa ada pria seperti itu.
"Aku akan melindungimu, percayalah, "janji jack sambil mengusap punggung adiknya,
"Iya, aku percaya padamu," goda Velicia sambil mengedipkan matanya membuat pria tampan itu tergelak.
Pagi harinya Velicia terbangun, ia merasa tubuhnya sakit seluruh sendinya rasanya ditusuk-tusuk jarum. Dia tahu hal ini akan ia rasakan seiring waktu yang berjalan.
Walau tubuhnya sakit, wanita itu tetap menjalankan ritualnya, tapi kini dia tidak berandam lagi, Velicia berjalan begitu lambat hingga sampai di lemari pakaiannya diraihnya gaun berwarna hitam dan segera mengenakannya.
Velicia meminum obat penahan rasa nyerinya, setelah itu dia begitu semangat untuk turun dan bertemu dengan Jack. Saat sampai di ruang keluarga dia melihat pria itu sudah asik dengan tab dan kopi hitam favoritnya.
"Pagi Jack," sapa Velicia.
"Pagi sayang, kamu semangat kali dan terlihat begitu cantik, tapi kenapa memakai serba hitam, hem?" tanya Jack.
"Jack apa kamu tahu sisa umurku tidak lama lagi, setidaknya aku masih bisa memakai kain hitam ini, dan aku tidak ingin memakai gaun warna putih seakan aku kan mendahuluinya," ujarnya membuat Jack merasa sedih.
__ADS_1
"Ayo kita sarapan dulu Nona," ajak Jack.
keduanya berjalan beriringan menuju meja makan, saat Velicia akan duduk tiba-tiba pandangannya mulai buram dan tangannya dengan cepat menggapai meja.
Jack melihat adiknya menahan sakit sambil memegang kepalanya dan bersandar di meja makan terkejut.
"Cia, kamu kenapa?" tanya Jack panik.
"Kepalaku sakit dan perutku juga, Jack," jawabnya lemah,
"Ayo kita ke rumah sakit, Cia," kata Jack tanpa menunggu jawaban dari adiknya.
Jack mengangkat tubuh Velicia, lalu dengan cepat dia keluar dari vila dan menuju ke mobilnya.
"Kamu tahan sayang, pasti kamu kuat," kata Jack di sepanjang jalan.
Sesampai di rumah sakit, jack membantu adiknya berjalan. Velicia lagi-lagi digendong oleh Jack. Dokter Herman melihat pasiennya langsung menyuruh nya membaringkan di ruangannya. dengan cepat pria itu memberikan suntikan bius untuk Velicia.
"Bagaimana, Dok?" tanya Jack.
Dokter Herman hanya menggelengkan kepalanya, pria itu menjelaskan hanya menunggu waktu itu saja sayang, tapi karena tubuh pasien yang terlihat kuat dan tidak menjadikan penyakitnya beban membuat dia rileks menjalaninya.
Setelah selesai jack menggendong Velicia keluar, tanpa sengaja dia bertemu dengan Viona, Arnold juga berjalan di samping wanita itu.
Arnold menemani Viona di sampingnya melihat ada Velicia wanita itu berkata, "Lihat dia sudah seperti ******!"
Mendengar apa yang dikatakan wanita wajah jack seketika memerah, Viona tidak tahu siapa Jack dan ada hubungan apa dengan Velicia. Arnold hanya diam saja, tapi ia begitu penasaran apa yang terjadi terhadap mantan istrinya kini berada di pelukan pria yang ada di depannya itu.
Arnold ingin sekali bertanya, tapi ia urungkan karena ada Viona di sampingnya, dia tidak ingin kekasihnya murka kepada Velicia lagi.
__ADS_1
"Jaga mulutmu, Nona. Dan Anda Tuan, tolong atur wanitamu!" tandas Jack sinis. lalu pergi meninggalkan sepasang kekasih itu