
Setelah Clara tidur Jhon meminta kepada Alek untuk mencari tahu siapa wanita itu, Setelah tiga puluh menit ada pesan masuk ke handphone Alek, pria itu tersenyum dan ia yakin Tuannya akan tertarik akan siapa wanita yang kini sedang terlelap di sofa.
Jhon merasa heran, tidak lama ada pesan masuk dari Alek.
Senyum tipis mengembang dari bibirnya setelah membaca informasi tentang wanita yang kini sedang tidur di sofa itu. Tidak menyangka jika Clara adalah orang kepercayaan dari grup Arista.
Selama ini sudah sering mendengar tentang perusahaan itu yang begitu maju pesat di tangan seorang wanita yang bernama Velicia dibalik kemajuan itu ada sosok Clara yang begitu terkenal wanita dingin dan begitu datar kepada pria.
Kenapa John merasa begitu tertantang untuk lebih dekat dengan Clara saat ini, kemudian ia mengingat akan Aura. Wanita itu begitu menggemaskan baginya membuatnya penasaran dan ingin lebih dekat lagi.
Namun, mengingat jika aura sudah memiliki suami, entah kenapa membuat pria itu kini menatap Clara dengan intan. Itu tidak lepas dari perhatian Alex.
Jhon melihat Alek senyum merasa heran, pria itu lalu mencibir.
“Buang pikiranmu itu, Al!” seru Jhon.
“Maaf, Tuan,” ucap Alek.
Jujur Alek merasakan hutang Budi kepada Jhon semenjak Pria itu lebih memilih mengorbankan nyawanya demi menyelamatkannya.
Kedua menatap ke arah sofa di mana Clara sekarang duduk, wanita itu terlihat begitu lelah saat ini.
“Tuan saya akan keluar sebentar karena harus ada pekerjaan yang harus saya selesaikan segera, “ pamit Alek.
Jhon hanya mengangguk, pria itu kini bersandar dan Alek dengan cepat menyusun bantal di punggungnya.
Alek segera menghampiri Clara untuk meminta tolong menjaga Tuannya sementara karena ia akan keluar ada urusan pekerjaan.
“Nona, saya ada pekerjaan sebentar. Apa boleh saya minta tolong kepada Anda,” ucap Alek.
“Minta tolong apa , Tuan?” tanya Clara formal.
“Anda jangan kemana-mana selagi saya belum kembali,” ucap Alek.
Mendengar itu Clara menatap malas Alek yang langsung keluar dari ruang rawat Jhon.
Clara berjalan ke arah John, sedang pria itu sedang sibuk dengan tabnya. Namun, sekilas ia melirik ke arah Clara.
“Apa?” tanya Jhon saat melihat Clara hanya berdiri di samping brankarnya.
__ADS_1
“Tuan, apa boleh saya keluar sebentar untuk pesan makanan,” ucap Clara.
Jhon menarik napas panjang, pria itu memberikan ponselnya dan kini Clara mengerti apa mau pria itu untuk memesan makanan online.
Clara menatap semua menu dan kini senyum mengembang saat melihat makanan favoritnya.
Setelah selesai memesan stik dari restoran yang begitu terkenal di Ternate itu Clara terlihat begitu senang. Kapan lagi dapat gratis pikirnya.
Jhon membuka pesan dan pria itu menarik napas panjang saat ada tagihan masuk ke kartu kreditnya.
Clara pura-pura tidak mengerti, gadis itu kini duduk sambil menatap Jhon.
“Jangan lihatin terus, Nona. Saya takut Anda jatuh cinta,” ucap Jhon.
Clara mendengar itu hanya mencibir, bagi gadis itu sudah sering mendengar ucapan seperti itu apa lagi dari rekan kerja sama grup Arista.
Jhon kini menyimpan tabnya dan pria itu akan membaringkan tubuhnya, tapi saat akan menarik bantal di punggungnya, tiba-tiba dibuat terkejut karena bersamaan Clara membantunya. Jarak diantara keduanya begitu dekat.
Baik Clara dan Jhon merasakan dadanya berdebar kencang, tapi dengan cepat keduanya sama-sama menepisnya.
Clara menyusun bantal siapa Jhon merasa nyaman, muncul rasa canggung keduanya. Tiba-tiba pintu terbuka keluar sosok pria yang kini sedang duduk di kursi roda.
“Kamu itu anak satu-satunya kenapa tidak kasih tahu kepada orang tua satu ini,” ucap Jimmy terlihat begitu sedih saat Alek mengirimkan pesan jika Jhon sempat kritis.
“Siapa yang melakukannya, Nak?” tanya Jimmy pria itu walaupun sudah tua dan hanya bisa beraktivitas saja saat ini. Namun , siapa yang tahu akan hal ini. Jika kuasa dari perusahaan masih dia yang ambil kendali.
Clare menatap pria paruh baya datang bersama Alek.
“Tuan, saya-“ ucap Clara langsung terpotong oleh Jhon.
“Ayah, kenalkan ini calon istriku,” ucap Jhon karena hanya dengan itu ia bisa meredakan emosi pria yang dari dulu keras kepala.
Jhon turun dari ranjang, digenggam tangan Clara.” Ayah restui kami nanti.
Clara begitu terkejut saat ini, ucapan Jhon begitu membuatnya salah tingkah saat Jimmy kini mengusap bahu putranya.
“Sejak kapan kalian saling berhubungan?” tanya Jimmy.
"Bukannya Ayah ingin aku cepat menikah dan bisa memberikan cucu," kata Jhon menatap Ayahnya itu intens.
__ADS_1
Jimmy kini menatap Clara, pria itu menarik napas dalam dan berkata, "Apa kamu mencintai Putraku, Nak?"
Clara begitu terkejut atas pertanyaan itu, wanita itu menatap Alek dan kini tersenyum.
"Apa Ayah masih ragu akan cinta kami?" tanya Clara sambil melepaskan gegaman tangan Jhon.
"Bukan Ragu, Nak. Sekarang hanya Jhon milik orang tua cacat ini," kata Jimmy.
Clara merasa tersentuh akan apa yang dikatakan pria paruh baya itu, Digemggamnya tangan Jimmy membuat Alek dan Jhon panik. Namun, setelah itu kedua pria itu bernapas lega karena Tuan besar Jimmy mengusap kepala Clara.
Clara yang Papanya sudah dipanggil lebih dulu merasakan kasih sayang dari seorang pria merupakan cinta pertamanya.
"Ayah akan restui kalian, tolong jaga putraku yang keras kepala itu, Nak," pinta Jimmy.
Clara mengangguk dan kini hanya menatap pria yang di dorong oleh Alek itu karena membutuhkan istirahat.itu
Clara kini menoleh ke arah Jhon, wanita itu terlihat begitu marah."Anda kalau mau bertindak itu jangan mampet begini."
"Itu bukan bohongan," ucap Jhon.
Pria itu menarik tubuh Clara untuk lebih dekat dengannya, hingga hidung keduanya kini saling bersentuhan.
"Ayo kita menikah," ucap Jhon.
Mendengar itu mata Clara melebar, semudah itu pria yang kini memeluknya itu mengatakan untuk menikah.
Setahu gadis itu jika menikah itu butuh perencanaan, tidak kaya membalikkan telapak tangan begitu saja.
"Kalau saya tidak mau," ucap Clara.
Jhon tersenyum. pria itu kini langsung ******* bibir yang tidak berhenti berbicara.
Tubuh Clara langsung terdiam membeku di tempat, merasa tidak ada balasan dari gadisnya membuat Jhon yakin gadis itu mulai berubah setelah kejadian laknat yang baru ia berikan.
Clara mundur menjauh dari pria yang mampu membuat jantungnya tidak baik dan untuk sementara tidak ingin melihat Jhon lagi tadi begitu membuatnya merasa ingin pingsan saja.
Jhon mengusap bibir seksi Clara yang basah karena ulahnya, Kini keduanya saling diam. Hingga pria itu memantapkan pernikahannya.
"Menurutmu bagaimana?" tanya Tuan kepada dua orang yang sedang berada di depannya.
__ADS_1
Clara menatap Jhon, pria itu kembali lagi mendekatkan wajahnya. walau ini yang pertama bagi Clara masih bisa mengimbangi bagaimana perasaanya saat ini.