PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
Firasat Cia


__ADS_3

Di ternate, Clara tepat pukul empat dini hari sudah sampai di Villa milik Velicia. Gadis itu berjanji akan langsung menemui Cia dan suaminya karena berjanji kepada pasangan itu.


Saat sedang duduk di ruang keluarga, seorang pelayan sudah menyiapkan kamar tamu untuk orang kepercayaan ahli waris dari keluarga Arista itu. Namun, Clara tidak mau karena ia akan menunggu saja. Walau tubuhnya begitu lelah.


Tepat pukul enam Cia menuruni tangga dan tersenyum melihat  Clara yang terlihat lelah. Kini keduanya berjalan menuju ruang kerja.


"Bagaimana?" tanya Cia langsung saja.


Clara lalu menceritakan Menceritakan kepada Cia, iya berhasil membawa Aura ke pulau itu.


Cia mendengar itu begitu senang, wanita tidak menyangka jika Clara begitu cepat menyelesaikan tugasnya. Awalnya ya begitu kuatir jika terjadi sesuatu kepada orang kepercayaannya itu.


“Apa Aura baik-baik saja?” tanya Cia.


“Iya, semua baik-baik saja.” Clara menatap Cia entah kenapa ia mengingat Erik sekarang.


Wanita itu belum bisa memastikan, apakah pria memiliki trauma akan laut itu sekarang baik-baik saja. Setelah Clara melaporkan semua yang ditugaskan oleh Cia wanita itu undur diri.


Setelah Clara pergi meninggalkan villanya dia lalu pergi ke dapur untuk mengambil air putih. Tidak lama Arnold terlihat menuruni tangga. 


“Pagi sayang,” ucap Arnold yang terlihat buru-buru.


“Pagi, ada apa?” tanya Cia.


Arnold menatap istrinya, ada rasa ragu untuk mengatakan kepada wanita itu. Jika ia akan menemui John dan Alex. 


Melihat suaminya seakan  menutupi sesuatu, menaikkan kedua alisnya.


“Apq yang kamu tutupi dariku?” tanya Cia lembut.


“Sayang, aku belum bisa cerita saat ini,” ujar Arnold.


Mendengar itu dia hanya menarik napas panjang, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Harapannya pernikahan ini menjadi saling jujur apa pun itu yang terjadi. Namun, melihat sikap  Arnold saat ini iya merasa begitu kecewa.


Arnold melihat jam di tangannya, ya itu hampir saja terlambat. Dikecupnya kening sang istri lalu langsung pergi begitu saja.


Cia menatap nanar kepergian suaminya, apakah dengan begini rumah tangganya bisa berjalan dengan lancar.


Dilihat saja menunjukkan pukul tujuh, ya segera bersiap untuk ke kantor Arista. Wanita itu meminta kepada para untuk tidak masuk dulu hari ini, iya tahu asistennya itu butuh istirahat.

__ADS_1


Setelah bersiap, Wanita itu pergi meninggalkan villanya dengan mengemudikan mobilnya sendiri.


Cia saat mengemudi mobilnya tidak menyadari jika ada mobil suamiku terparkir di dekat kafe tidak jauh dari perusahaan grup Setiawan.


Mobil yang dikemudikan oleh Cia kini Sampai di perusahaan Arista. Entah kenapa perasaannya tidak enak saat ini. Seakan ada sesuatu yang akan terjadi kepada suaminya.


Ia menghubungi Jack, tapi kalah cepat dengan pria itu hingga Kakaknya itu lebih dulu menghubunginya.


“Halo Kak, ada apa?” tanya Cia yang kini baru keluar dari mobilnya.


“Di mana Arnold?” tanya Jack.


“ Pergi ke kantor, tapi sepertinya ada sesuatu yang sudah terjadi,” ucap Cia.


Terdengar hembusan napas kasar Jack. Pria itu agak ragu karena kini melihat Arnold sedang berbincang dengan Jhon.


“Kamu kenal tidak sama foto yang kukirim nanti,” ucap Jack.


Tidak lama panggilan terputus dan pesan masuk dari Jack langsung Cia baca. Entah apa yang pikirkan Cia saat ini karena melihat wajah Alek. Dadanya berdegup kencang dan langsung  masuk mobil menuju rumah Clara.


Ia juga  tidak lupa mengirimkan pesan kepada Jack untuk mengawasi Suaminya, jika ada apa-apa untuk menghubunginya.


Setelah itu Cia menghubungi Clara untuk segera bersiap karena ia akan segera datang menjemput.


Saat mobil berhenti Clara langsung mengambil alih kemudi, kini mobil melaju dengan kecepatan tinggi hanya butuh waktu dua puluh menit mobil sudah sampai Cafe.


"Nona itu mobil Tuan Arnold masih di sana." Clara keluar dari  mobil.


"Kalian kenapa lama sekali, ayo kita ikuti mobil mafia itu membawa Arnold," ujar Serly langsung masuk.


"Apa?" tanya Cia begitu terkejut.


Kini Clara mengambil GPS yang ada di ponsel milik Serly, wanita itu tersenyum karena sudah terbaca kemana Arnold akan dibawanya. Cia dan Serly saling pandang.


"Ada apa, Clara?" tanya Cia.


"Nona tenang saja, Tuan akan dibawa ke Villa dekat milik Nona," ucap Clara.


Cia langsung melihat ponsel yang tegak di depan Clara.

__ADS_1


Cia menarik napas dalam, wanita itu kini menatap jalan yang sudah lama tidak ia kunjungi selama memutuskan bercerai dengan Arnold waktu itu.


"Apa tujuan orang itu membawa Arnold?" tanya Serly.


"Tuan Jhon menginginkan Nona Aura untuk menjadi miliknya," ujar Clara.


"Dasar pria kejam gila!" umpat Serly.


"Kakak jangan teriak awas lagu hamil," ujar Cia.


Clara menarik napas dalam." kita potong jalan Nona, Tuan Jack juga supaya merasa tidak diikuti." 


Clara membelokkan jalan ke arah kanan karena lebih dekat walau jalannya tidak sebagus arah yang dilalui  Alek.


Kini mobil berjalan begitu laju, hanya butuh lima belas menit mobil Cia dan Jack sudah sampai dan langsung dimasukkan dalam garasi supaya Arnold tidak melihatnya.


"Apa itu Vilanya?" tanya Cia.


"Iya, kita tunggu di sana, saya khawatir jika Tuan Arnold membawa mereka ke sini," ujar Clara.


Kini mereka bisa melihat mobil yang dikemudikan Alek sampai Vila sebelah, Clara dengan cepat memperhatikan dengan seksama karena Arnold terlihat baik-baik saja.


Begitu juga dengan Velicia melihat suaminya yang tidak apa-apa menatap Jack yang sedang melihat ke arah vila di mana Arnold dan Jhon terlihat begitu Akrab.


"Apa aku telepon Arnold saja?" tanya Cia.


"Jangan Nona, biarkan saja dulu," ucap Clara.


Kini mereka melihat Clara menghidupkan laptop dan mengotak- atik keyboard. Tidak lama semua memperhatikan monitor. Terlihat dengan jelas suasana Villa yang begitu nyaman. 


Arnold duduk sofa dan Jhon duduk di depannya, Alek berdiri tidak jauh dari Jhon penuh waspada.


"Clara pria itu cocok denganmu," kata Serly membuat Clara hanya menatapnya datar.


Sedangkan Jack dan Cia menahan senyum, karena baru kali ini Clara ada yang berani menjodohkan. Wanita itu kembali fokus kepala Arnold. Ia memperhatikan jika Jhon mengeluarkan pistol dari balik jasnya.


"Saya harus ke sebelah. Tuan lindungi Nona," ucap Clara langsung memakai masker dan mengikat rambutnya.


Jack langsung mengangguk, ia yakin ada yang tidak beres saat ini. Mata pria itu membulat saat Jhon menodongkan senjata api ke arah kepala Arnold.

__ADS_1


Cia menutup mulutnya dan tidak lama senjata api di tangan Jhon terpental jauh karena tendangan Clara.


Melihat itu semua terkejut, Arnold yang tahu jika ada Clara pasti dan yakin ada istrinya juga."Mana Cia?"


__ADS_2