PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
Akhir dari cerita


__ADS_3

Setelah acara pemakaman selesai, semua keluarga berkumpul di Vila milik Tuan Setyawan.


Aura masih menangis, Wanita itu rasanya tidak percaya akan apa yang terjadi saat ini, Hingga Sanga mama menghembuskan napasnya yang terakhir. 


Cia menatap adik iparnya itu iba, entah apa yang ia jawab saat semua keluarga menanyakan apa yang terjadi saat ini.


Arnold menatap semuanya satu persatu, lalu pria itu menjelaskan semua apa yang terjadi hingga Leo datang mengatakan jika mamanya sudah tiada.


Cia menggemgam tangan suaminya, pria itu mengangguk. Namun, bagi Andreas ada apa dengan mamanya karena tadi bertemu di rumah sakit.


“Tas Mama mana?’ tanya Andreas.


“Untuk apa, Kak?” tanya Aura.


Andreas mengatakan jika Mamanya tadi bertemu ke rumah sakit, pasti ada sesuatu yang sembunyikan wanita itu dari keluarganya.


Andreas dan Arnold masuk kamar Maria, keduanya mulai mencari sesuatu yang membuat mereka penasaran saat ini.


Arnold membuka laci yang berada di bawah ranjang, pria itu diam mematung melihat banyaknya obat di sana. Ia mengeluarkan semuanya itu, Cia dan Aura begitu terkejut melihat obat sebanyak itu.


Andreas menatap tas yang berada di atas nakas, pria itu mengeluarkan obat yang hampir sama dengan obat yang berada di tangan Arnold.


“Leo mana?” tanya Andreas,


“Sudah pulang,” jawab Cia.


Leon masuk, pria itu segera mengambil obat dan resep yang berada di tangan Andreas.” Biar aku saya yang akan pergi.”


“Sayang aku ikut,” sahut Aura.


Loen mengangguk, kini keduanya keluar dari kamar Maria, setelah itu pelayan datang. “Tuan, sebenarnya Nyonya setiap siang datang, tapi setelah Anda dan Nona Shinta tinggal di sini, Nyonya tidak pernah datang.”


“Kenapa kalian baru kasih tahu,” ucap Andreas dingin.

__ADS_1


“Kak, sebaiknya kamu ke rumah sakit. Kasihan Shinta.”  Arnold menatap Andreas dan setelah itu pria itu segera pergi begitu saja.


Arnold menatap Andreas yang kini sudah masuk mobil meninggalkan Villa. Pria itu menatap pelayan itu yang menunduk.


"Bersihkan kamar Mama," kata Arnold.


Pelayan itu mengangguk. Setelah itu pergi untuk melakukan apa yang diperintahkan majikannya itu.


Arnold dan Cia kembali ke ruang keluarga. Mereka duduk di karpet. Sedangkan Meli masih asik bermain dengan Langit. Tidak lama pintu terbuka,.Jack dan Selly datang. Keduanya begitu menyesal karena baru tahu malam hari. 


Cia lupa untuk memberitahu kepada sang kakak karena ia juga panik dan suaminya membutuhkan dirinya.


"Yang lain mana?" tanya Jack.


Cia menjelaskan kepada kakaknya kemana perginya Andreas dan Leon.


***


Arnold menceritakan jika Mamanya begitu dekat dengan adiknya. Bagaimana Mamanya itu memanjakannya.


Aura yang berdiri dekat tangga meneteskan air matanya mendengar cerita dari Kakaknya itu. Wanita itu baru tahu jika Ibu tidak banyak membantunya bahkan mengurusnya dari kecil walaupun sering marah-marah padanya.


Arnold dan Andreas melihat Aura datang dengan mata sembab merasa heran. “Ada apa?"


"Kak, Aura kangen Mama," kata Aura memeluk pria yang tidak lain cinta Arnold itu.


"Jangan menangis kasihan Mama di sana sudah bahagia, jangan sampai sedih karena melihat kita di sini bersedih, Sayang."


Leon yang baru sampai terkejut karena melihat istri dan ipar sedang berpelukan dan kini perlahan mendekati ke Aura.


"Ada apa?" tanya Leon.


"Aura hanya rindu Mama," ujar Cia. 

__ADS_1


Cia yang baru duduk di samping Arnold langsung beranjak dari duduknya dan memeluk Aura. Jack dan Selly saling padang. Keduanya tidak mau kalah karena momen ini sudah lama tidak mereka rasakan.


Arnold melihat itu tersenyum, apa lagi keluarga ini yang mengajarkan arti sebuah keluarga. Merasa disayangi dan dihargai. Semua yang ia dapatkan itu berkat Cia yang selalu ada untuknya waktu saat ia terpuruk.


Shinta yang baru keluar dari Kamarnya, bersamaan Meli dari dapur membawa minum untuk semua keluarga.


"Ingin juga mau dipeluk."


Cia tersenyum menatap gadis yang kini ikut bersamanya itu. 


"Leon bagaimana, apa kata orang apotik?" tanya Cia.


"Obat anti nyeri, sedangkan dokter yang menangani Mama sedang keluar kota, ada baiknya kita langsung bertemu dengannya. Namun, saat dilihat dari riwayat pasien, mama baik-baik saja."


Cia menarik napas panjang, setelah itu Arnold menatap semua dan berkata," Mama pernah berpesan ingin mengurus Shinta karena kasihan tidak ada orang tua lagi, tapi semua sudah terjadi. Aku harap kita tetap baik-baik saja."


Semua yang berada di tempat itu mengangguk.


Cia yang sudah mengantuk membawa putranya untuk istirahat, Tidak lama Arnold datang dan ikut bergabung dengan anak dan istrinya.


"Sayang, maafkan kalau mama ada salah selama ini," ucap Arnold.


"Mama, tidak ada salah, Ar. Bagaimanapun setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anak-anaknya.


Arnold mengangguk, dipeluknya tubuh sang istri. Arnold begitu bersyukur ada sang istri yang berada di sampingnya saat ini.


End


Hai semua Kisah Arnold dan Cia sudah selesai sampai di sini.


Silahkan baca yang sedang ongoing


__ADS_1


__ADS_2