PERNIKAHAN ALIANSI

PERNIKAHAN ALIANSI
bertemu Aura


__ADS_3

Andreas dan Erik sengaja mengikuti Leon, karena keduanya bisa menebak  jika pria itu akan mencari Aura.


"Lepaskan Aura," kata Andreas.


"Kenapa?" tanya Leon.


"Biarkan Aura mencari kebahagiaannya sendiri, jika kalian akan tetap bertahan itu akan saling menyakiti." ujar Andreas.


Leon diam, selama Aura ke Jakarta ia tidak pernah menghubunginya. pria itu mengusap wajahnya kasar. Harusnya belajar untuk mencintainya.


"Aku akan mencarinya karena Aura istriku," kata Leon.


Samuel sudah mendapat kabar dari anak buahnya jika rombongan pengawalnya John sudah sampai di Berlin. 


Kini Leon masuk mobil, pria itu hanya diam selama di perjalanan, Samuel dapat melihat jika pria di sampingnya itu sedang dilema karena wanita yang dicintainya adalah Clara, sedangkan yang menjadi istrinya sekarang Aura.


Setelah satu jam kini mereka sudah sampai di bandar udara Internasional Sultan Babullah, Leon langsung turun tanpa mengatakan apa-apa kepada Samuel membuat pria yang masih setia duduk di belakang kemudi itu menatap Leon dengan tatapan yang berbeda.


Leon langsung cek in, pria itu kini menunggu pesawat yang harus transit ke Jakarta lebih dahulu. Tatapannya kosong entah kenapa ada sesuatu yang hilang dari sejak ia tahu jika Aura memilih ikut bersama anak buah John.


Selama dalam pesawat Leon sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, setelah menempuh perjalanan yang begitu lama akhirnya pesawat yang ditumpangi oleh Leon sampai. Pria itu langsung keluar karena hanya membawa koper kecil setelah melewati beberapa petugas Bandara ia langsung menuju mobil di mana Erik yang dua hari lalu lebih dulu ke kembali ke negara asalnya itu.


"Bos," kata Erik.


"Apa istriku disakiti?" tanya Leon.


"Kata mata-mata yang aku kirim tidak bahkan John belum menemuinya sama sekali," jawab Erik.


Leon hanya diam pria dingin itu menatap gedung-gedung pencakar langit tidak lama ia sampai di apartemen dan langsung masuk diikuti oleh Erik.


"Kapan kamu akan menemuinya?" tanya Erik.


"Apa bisa kamu atur malam ini, " kata Leon.


Erik langsung mengotak atik ponselnya tidak lama, lama pria itu tersenyum dan berkata."Kamu akan menjaga Aura mulai malam ini. Itu berlangsung selama satu minggu, sampai John datang dari paris."


Leon mengangguk, pria itu akan melakukan untuk berbicara dengan istrinya, malam ini ia sudah tidak sabar.

__ADS_1


Tepat pukul tujuh malam Leon dan Erik menuju ke arah jalan untuk berganti dengan penjaga aslinya. Leon segera melajukan motornya menuju ke Kediaman tempat John berada.


Leon langsung masuk dan menempelkan kartu tanda pengenalnya. Pria itu menuju lantai dua di mana istrinya berada. Pria itu melihat seorang penjaga sedang menatapnya.


"Tumben lama?" tanya Pria itu.


Leon hanya tersenyum, perlahan ia membuka pintunya dan kini dapat melihat wanita yang hampir dua minggu lebih tak ditemuinya. Ia yakin jika sang istrinya tidak mengenali penyamarannya saat ini.


"Tuan, apa Anda tahu kapan Tuan Alek pulang?" tanya Aura. 


Leon mantap netra indah milik istrinya, pria itu mendekatinya dan langsung memeluk Aura erat, Aura begitu terkejut karena selama ini pengawal yang menjaganya begitu sopan dan tidak berbuat macam-macam kepadanya.


"Aku merindukanmu," kata Leon lirih.


Tubuh Aura yang tadi sempat berontak langsung terdiam saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya.


"Kak," kata Aura lirih.


"Iya Sayang ini aku, kenapa mengambil keputusan bodoh, hem?" tanya Leon memutar tubuh istrinya untuk menghadapnya.


Aura yang tadinya hendak menolak, tapi karena rasa rindu kepada suaminya membuatnya ikut larut. dalam Ciuman yang tadinya lembut lama-lama kian menuntut.


Saat Leon tangannya sudah mulai masuk baju Aura, gadis itu tersadar dan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" tanya Leon dengan tatapan yang sudah berkabut menahan sesuatu yang akan meledak dari tubuhnya.


"Di sini ada CCTV," jawab Aura lirih.


Leon tersenyum, dan berkata."Semua sudah diatur."


Mata Aura membulat, wanita itu seketika memekik saat tubuhnya melayang ke udara karena ulah suaminya. 


Saat Leon akan membuka baju Aura. gadis itu langsung menghentikan tangan Leon membuat  pria itu menaikan kedua alisnya.


"Apa Kakak yakin, kalau di sini masih ada nama wanita lain lebih baik jangan, Kak." Aura kembali menurunkan kaosnya.


"Wanita mana?" tanya Leon.

__ADS_1


Aura mencibir dan berkata."Ini Aku lakukan supaya Mama, Kak Cia dan Arnold bisa hidup tenang dan Kakak bisa bahagia bersama wanita yang kakak cintai." 


"Bagaimana aku akan bahagia jika wanita yang aku cintai lebih memilih ikut pengawal Alek."Leon memeluk tubuh istrinya.


"Aku tahu, wanita itu bukan aku, Kak."Aura menatap netra lekat itu intens.


"Kamu itu dapat informasi yang tidak bisa dipercaya, Walau itu aku mengatakan jika aku mencintai Clara. Namun, jodohku yang sebenarnya kamu, sayang." Leon kembali ******* benda kenyal yang begitu menggodanya itu.


"Kak, "Panggil Aura.


Leon mengusap wajahnya akar, bagaimana tidak saat ia sedang on istrinya mengajak berbicara lagi. Pria itu duduk menatap wajah polos Aura.


"Apa bicaralah?" tanya Leon.


Aura bukan menjawab, gadis itu yang merasa sudah membuat suaminya kesal. ditariknya selimut dan langsung menutup seluruh tubuhnya.


Leon hanya menarik napas dalam dan berkata."Aku tahu kamu belum siap, Maafkan aku, Sayang."


Leon beranjak dari duduknya, pria itu kembali lagi berdiri dekat pintu, Aura perlahan membuka penutup kepalanya ,Rasa bersalahnya kian besar karena membuat suaminya kembali bersikap dingin,


Aura duduk di atas ranjang, melihat itu Leon menatap CCTV yang sudah diaktifkan karena lampunya sudah kembali berkedip-kedip.


Melihat itu Aura mengerucutkan bibirnya kesal, Tanpa ia tahu jika tingkahnya itu membuat Pria yang kini sedang berada di salah satu kamar hotel tersenyum.


"Alek kita kembali malam ini," ucap John yang sedari tadi memperhatikan sikap gadis yang sudah menarik perhatiannya.


Pantas saja Jean begitu tertarik dan hampir melecehkannya, Awalnya ia ingin nyawa dibayar dengan nyawa. Namun, saat melihat foto yang kirim oleh Alek membuatnya mengurungkan niatnya itu.


"Kita akan pergi satu jam lagi, Tuan," ujar Alek.


John tersenyum, ia yakin Aura sedang kesal dengan pengawalnya karena ingin keluar dari kamar. Ada rasa kasihan John berkata. "biarkan Aura keluar dari kamar, Al."


Alek terkejut, tapi ia hanya biasa menurut saja kepada John, pria itu tersenyum tipis saat melihat Aura terlihat bahagia keluar dari ruangan sudah hampir tiga hari itu ditempatinya.


Leon harus membuat yang lain kalang kabut saat itu harus keluar membawa istrinya dari tempat john. Leon menatap kanan dan kiri. Sedangkan  Aura yang berjalan mengelilingi tempat itu merasa heran karena tidak melihat suaminya.


bersambung ya..

__ADS_1


__ADS_2