
Rahangnya mengeras ia memegang dadanya yang terasa sesak karena kenyataannya, pria yang dicintai oleh mantan istrinya adalah kakaknya sendiri.
"Apalagi yang tidak aku tahu?" tanya Arnold dingin.
"Jangan sakiti Cia ku lagi, cukup selama tiga tahun kamu melukai hatinya, dan aku harap jaga batasanmu kepada Cia." ujar Jack.
"Aku mencintainya , Jack." Arnold menatap pria yang kini sedang mencibirnya.
"Sekarang kamu bilang mencintainya, kamu menyesalinya, kan! kenapa baru sekarang, Ar." Jack beranjak dari duduknya.
"Masihkah ada kesempatan kedua untukku? tanya Arnold dengan tatapan kosong.
Jack berbalik badan meninggalkan pria itu begitu saja, ia berharap Arnold hidup dalam penyesalan seumur hidupnya.
Pov Arnold.
Aku Putra kedua dari keluarga Setyawan, keluargaku hancur sejak Papa memiliki wanita idaman lain, hingga Mama meminta untuk berpisah. Dari mulai itu aku tidak pernah merasakan namanya keluarga hangat lagi.
Papa awalnya tidak ingin pisah dengan Mama, tetapi lama-lama akhirnya keduanya bercerai karena Mama tidak kuat lagi. Hingga waktu itu tiba, Papa menjodohkanku dengan pewaris tunggal dari keluarga Arista, gadis itu kini sudah yatim piatu karena kedua orang tuanya mengalami kecelakaan.
Papa tahu kalau aku memiliki kekasih, tapi demi perusahaan aku harus mengikuti kemauan Papa untuk menikah dengan gadis yang bernama Velicia. Hingga aku dan Cia resmi menjadi suami-istri.
Ada rasa marah dan benci, hingga timbul di hatiku untuk membalas apa yang Papa lakukan kepada Mama dengan cara membuat istriku menderita. Aku pria normal, apa lagi melihat tubuh sintal di balik pakaian yang Cia kenakan. Hingga malam itu tiba, malam pertama yang harusnya disambut bahagia oleh pasangan yang sudah menikah, tetapi tidak untukku.
__ADS_1
Aku dengan tega melakukan ke Cia tanpa ada pemanasan hingga wanita itu menjerit dan mencakar tubuhku, ada rasa tidak tega saat melihat air matanya mengalir di kedua matanya. Apa sesakit itu pikirku. Namun, rasa dendam dan benci itu mengalahkan segalanya.
Setelah aku puas, aku pergi begitu saja dan tidak memperdulikan Cia. Entah gadis itu sedih atau menangis aku tidak peduli.
Aku suka marah, dan selalu bersikap dingin kepadanya, kami mengobrol pun jarang, hanya saling menyakiti tidak seperti rumah tangga yang lainya.
Hingga pernikahanku berumur tiga tahun, ada yang berbeda dari wanita yang berstatus istriku itu, Cia menawarkan kesepakatan untuk menjadikan aku pacar selama tiga bulan. Namun, aku menolaknya.
Cia akan menceraikanku setelah tiga bulan, tentu mendengar itu aku bahagia karena Viona akan segera pulang dan aku bisa menikah dengannya. Namun, ada rasa sesak saat aku melihat Cia berada di taman untuk mencari pria yang akan dijadikannya pacar. Rasa tidak rela itu tiba-tiba hadir begitu saja.
Malam itu aku pulang dini hari, tetapi aku tidak menemukan dimana istriku yang tidak pernah aku anggap itu, hingga aku mencari ke kamarnya. Cia tidak ada, kamarnya masih terlihat rapi. Perlahan aku membuka lemari. Pakaiannya masih ada, tapi tinggal sedikit hingga mataku menatap laci dan membukanya.
Deg, dadaku sesak saat melihat berkas yang tak lain surat cerai yang sudah ditandatangani oleh Velicia, di situ tertera namaku. Laci aku tutup. Tidak tahu kenapa aku begitu berat untuk mendatangganinya. Jika aku tanda tangan sekarang itu artinya wanita itu bukan istriku lagi.
Siang harinya aku bertemu Velicia sedang memakai gaun, wanita itu mendatangi pria untuk dijadikan pacarnya selama tiga bulan. Mendengar itu hatiku sakit , Jika Cia menjadi pacar pria lain. Rasanya aku tidak sanggup kalau sampai tubuh istriku disentuh pria, sedangkan kini wanita itu masih berstatus menjadi istriku.
Saat seorang pria menawarkan duduk kepada Cia, aku tidak rela jika sampai tubuhnya jadi perhatian pria lain. Wanita itu akan menjadi milikku dan tidak akan kulepaskan.
Hingga pengacara dari keluarga Arista datang ke kantor membawa surat perceraian untuk aku tandatangani. Aku menolaknya, dan mengatakan jangan sampai Velicia tahu jika aku tidak menandatangani surat itu.
Biarlah Velicia tahu jika aku sudah menandatanganinya, jujur hatiku tidak rela untuk berpisah. Waktu Andreas akan membawa Mama ke Jerman aku sudah curiga kalau ada yang sembunyikan oleh keluargaku.
Andreas pergi begitu juga Papa keluar kota, aku mencari Cia tidak kutemukan sampai aku datangi Clara dan sahabatnya Merry, tetapi tidak ada yang tahu di mana Ciaku.
__ADS_1
Selama enam bulan aku mencarinya, kadang ada yang mengatakan aku seperti orang gila, saat aku sibuk mencari wanita yang kini sudah bertahta di hatiku Viona sibuk dan akhirnya aku mengakhiri walau wanita itu tidak terima.
Papa masuk rumah sakit, aku tidak tahu apa penyebabnya, hingga pria yang biasa aku panggil Papa itu memintaku untuk datang ke Jerman, padahal Andreas dan Aura ada di tanah air. Aku ingat saat Papa bilang." Pergilah jangan sampai menyesal seperti Papa."
Deg, jantungku berdebar apa maksud dari kata-kata Papa dan aku bertanya."Maksud Papa apa?"
"Pergilah nanti kamu akan tahu," jawab Papaku.
"Tidak Papa harus kasih tahu," ucapku.
Akhirnya Papa menceritakan semuanya kepadaku, rasa ingin marah dan ingin memaki semua yang berada di ruang itu. Leon mengajakku untuk segera pergi karena semua sudah disiapkan olehnya.
Aku akhirnya siang langsung pergi ke bandara diantar pria yang tidak aku sukai orang kepercayaan Papaku. Setelah menempuh perjalanan panjang, aku sampai di rumah sakit yang sesuai apa kata Papa kirim di ponselku.
Aku berjalan mencari ruang rawat, hingga aku membuka pintu, dadaku sesak wanita yang selama enam bulan aku cari selama ini kini ada di hadapanku dengan wajah tirus dan tanpa make up.
Jack yang tahu aku datang langsung keluar memberi aku waktu untuk mengobrol dengan istriku yang selama ini hampir membuatku gila.
Wanita itu terkejut dan aku langsung memeluknya, aku merasa ini mimpi, tapi ini nyata sekarang. Ada rasa yang membuncah dalam hatiku, hingga suster datang untuk membantu Cia mandi, tetapi aku langsung mencegahnya.
Aku kini membantunya mandi walau awalnya Cia menolak, tetapi aku tetap memaksanya, saat aku membuka bajunya rambutnya ikut terlepas, aku tertegun, dan apa yang kulihat sekarang ini.
Aku langsung memeluknya, dan menangis. Selama ini Cia merasakan sakit sendiri, istriku berjuang untuk bertahan hidup walau rasa sakit yang kini dirasakannya.
__ADS_1
Di sinilah sekarang di taman ini semua terkuak, Jack menceritakan yang sebenarnya jika pria yang dicintai Cia selama ini adalah Andreas kakak kandungku yang dari kecil sudah menjadi cinta pertamanya wanita yang masih berstatus menjadi istriku itu. Dadaku sesak, akankah aku lepas atau mempertahankan wanita yang kini sudah memenuhi hatiku.
Bersambung ya...