
Cia hanya tersenyum, rasa hangat yang diberikan mantan suaminya itu begitu membuatnya tenang. Namun, ia salah karena keduanya sudah bercerai.
"Ar, ini tidak seharusnya kita tidur bersama!" kata Cia mengingatkan Arnold.
"Ini tidak dosa percayalah," ucap Arnold membuat Cia memukul lengan mantan suaminya itu begitu geram.
Arnold tersenyum saat melihat istrinya kesal. Ia begitu bahagia saat ini, tiba-tiba terdengar pintu diketuk.
"Ar, apa itu kakakmu?" tanya Cia.
"Biarkan saja, kita bobok," ucap Arnold.
"Tapi Ar," kata Cia merasa bersalah karena bagaimanapun dulu Andreas yang menemaninya.
Arnold yang melihat istrinya belum memejamkan matanya menarik napas dalam.
"Jangan takut, aku sudah pesan kalau kamu ingin sendiri sampai besok pagi," kata Arnold.
Cia menatap mantan suaminya itu tidak percaya, pria itu bisa berbuat apa saja sekarang.
"Sayang, tidur aku tahu kamu lelah," kata Arnold lembut.
Wajah Cia merona saat suara Arnold begitu seksi saat memanggil nama sayang padanya tadi.
Arnold tergelak, ia begitu gemas saat wajah cantik natural itu kini bersemu merah.
"Ar, berhenti menggodaku," kata Cia kesal.
"Kenapa? aku suka melihatmu seperti ini jadi seksi," puji Arnold.
Cia memanyunkan bibirnya, wanita itu bangun dari barangnya karena mantan suaminya itu terus menggodanya.
"Janji nggak ganggu lagi, ayo kita tidur," ucap Arnold.
Cia menurut dan kini berbaring dalam pelukan pria yang sekarang sudah menjadi pria satu-satunya yang dicintainya.
Banyak pertanyaan dalam benaknya, kenapa mantan suaminya itu tidak pernah menolaknya rujuk. Cia memejamkan matanya ada rasa sesak di dadanya apa Arnold masih mencintai Viona.
****
Pagi harinya, Arnold lebih dulu terbangun. Pria itu tersenyum saat bangun ada seseorang di sampingnya.
Arnold mendapatkan kecupan di kening sang istri. Hal itu membuat Velicia terusik. Perlahan wanita itu mengerjapkan matanya, hal itu membuat Arnold gemes karena bulu mata lentik Cia bergerak begitu lucu.
"Pagi Sayang," ucap Arnold.
"Pagi Ar, kamu kenapa tidak bangunkan aku," kata Cia langsung bangun.
Tiba-tiba Cia memekik karena Arnold mengangkat tubuhnya, "Ar, turunkan aku bisa sendiri."
"Jangan membantah," ucap Arnold.
Cia akhirnya hanya diam saat tubuhnya diduduki di atas closed. Arnold mengisi air ke bath up, setelah penuh pria itu mengatur suhu airnya.
__ADS_1
Arnold mengernyitkan dahinya, dan bertanya." Kenapa nggak buka baju?"
"Hah," mata Cia melebar mendengar pertanyaan Arnold.
Arnold membalikan badannya, perlahan dengan pasti pria itu berjalan mendekati istrinya.
Cia merasa gugup, saat Arnold semakin mendekatkan tubuhnya.
"Ar, ini salah," kata Cia mendorong dada bidang pria itu.
"Tidak. Ini tidak salah, Sayang," bisik Arnold di telinga Istrinya.
Arnold membuka piyama yang melekat di tubuh Cia. Namun, saat akan membuka kancing nomor tiga wanita itu menghentikan tangan Arnold.
"Aku mohon jangan!" pinta Cia memelas menatap Arnold.
"Apanya yang jangan?" tanya Arnold sambil tersenyum menatap Cia yang semakin panik.
"Ar!" seru Cia.
"Aku tidak akan melakukan apa-apa, Sayang."Arnold tersenyum.
Arnold yang akan keluar dari kamar mandi menghentikan langkahnya saat akan menutup pintu dan berkata."Kalau sudah siap panggil ya, Sayang."
Wajah Cia lagi-lagi dibuat merona oleh mantan suaminya, setelah Arnold menutup pintu dengan cepat segera menguncinya.
Disandarkannya tubuhnya di balik pintu sambil mengusap dadanya dan berkata lirih. "begini rasanya dicintai."
Cia langsung menanggalkan pakaiannya, wanita itu sudah lama sekali tidak berendam. Dipejamkannya matanya karena merasa begitu nyaman.
Merasa aman, Cia perlahan keluar dengan polos untuk mencari mengambil handuk dan baju ganti, Tubuhnya menegang saat tangan kokoh memeluknya dan berbisik."Kamu menggodaku, Yang."
"A-aku hanya lupa tidak membawa handuk," ucap Cia terbata-bata.
Arnold sebisa mungkin untuk menahannya, pria itu mengambil handuk dan menutup tubuh istrinya, saat Cia akan melangkah Arnold mencekal tangannya dan bertanya."Mau kemana?"
"Ar, aku mau ganti baju," jawab Cia sambil menunduk.
Arnold berdiri dan mengambil piyama warna biru muda, di dudukannya sang istri di tepi brankar. Perlahan dengan pasti baju itu sudah melekat di tubuh kurus Cia.
"Jangan malu hanya aku yang melihat tubuhmu," ucap Arnold,
"Dasar mesum!" cibir Cia.
Arnold langsung tergelak, pria itu menyiapkan sarapan pagi yang diantar oleh perawat saat Cia sedang di kamar mandi.
"Sarapan dulu, nanti kita ke ruang dokter James," kata Arnold.
Cia hanya mengganggu, hari ini hari yang di tunggu-tunggunya berharap hasilnya sesuai apa yang diharapkan.
Arnold dengan sigap menyiapkan sarapan istrinya, keduanya makan bersama-sama sesekali Cia menyuapi Arnold dan sebaliknya Arnold menyuapi Istrinya.
"Ar, cukup aku sudah kenyang!" tolak Cia.
__ADS_1
"Sekali lagi, Yang," ucap Arnold.
"Enggak," tolak Cia mendorong sendok Arnold.
Arnold hanya menaikan bahunya saja, saat sedang asik bercerita pintu ruang rawat terbuka. Mata Jack membulat melihat siapa yang sedang berada bersama adiknya.
"Bukannya kamu di paris?" tanya Jack.
"Faktanya," jawab Arnold.
Jack begitu senang adiknya sudah membaik, ia tidak menyangka kalau usahanya selama ini begitu memuaskan.
"Apa sudah bertemu dokter James?" tanya Jack.
"Belum, kami baru siap sarapan. Kata perawat tadi nanti pukul sepuluh saja," ujar Arnold.
Selly yang sedari tadi diam, berjalan mendekati Cia. Wanita itu mengambil alat make up nya dan meminta sang adik untuk duduk.
Perlahan dipolesnya wajah Cia dengan make up natural lipstik warna bibir. Selly begitu puas melihat hasilnya. ia sengaja membuat Cia untuk membelakangi Arnold dan Jack karena ingin memperlihatkan hasil karyanya.
"Ini ada baju, kamu pakai sekarang. ingat jangan melihat dua pria itu!"perintah Selly.
Cia menurut begitu saja berjalan menuju kamar mandi, saat melihat ke arah ceriman, ia terpaku menatap pantulan dirinya sendiri.
"Cia cepat!"teriak Selly dari balik pintu.
Cia langsung mengangguk bajunya dengan gaun warna marun begitu kontras dengan kulitnya yang putih. Senyum mengembang di bibirnya saat merasa tidak ada yang berubah dari Cia yang dulu dan yang sekarang.
Perlahan pintu kamar mandi terbuka, Selly menutup mulutnya saat melihat Cia yang masih berada di dalam. Apa yang dilakukan Selly membuat Arnold dan jack penasaran.
"Ada apa?" tanya Jack ikut melihat ke arah kamar mandi.
Cia keluar dari kamar mandi terlihat lebih cantik dan segar, Arnold berdiri untuk menghampirinya dan hanya berkata."Cantik."
Mendengar apa yang dikatakan mantan suaminya Velicia langsung menunduk karena godaan Arnold.
Seorang perawat masuk mengatakan jika dokter James sudah menunggu di ruangannya. Jack dan Arnold saling pandang.
"Ayo," kata Jack lalu keluar diikuti Arnold dan Cia.
Aura dan Leon yang melihat Cia berjalan dengan Arnold terlihat begitu cantik hanya berdiri terpaku.
Sesampainya di ruang Dokter Jame mereka disambut dengan hangat dan dipersilahkan duduk.
"Nona Anda begitu cantik," puji dokter James tulus.
"Terimakasih Dokter," jawab Cia.
"Dokter bagaimana hasil tesnya?" tanya Arnold.
"Kalian sudah siap, termasuk Anda Nona Cia?" tanya Dokter James.
"Siap Dok," jawab Cia sambil menggenggam tangan Arnold semakin erat.
__ADS_1
"Baiklah, Hasilnya adalah!"
bersambung….