
Satu hari dilalui oleh sepasang suami istri itu di pulau Dewata Bali. Pagi setelah sarapan mereka pergi ke sebuah pasar yang Unik karena ketika masuk pasar itu seperti serasa di dalam sebuah labirin. Ayra yang memilih tempat ini pertama mereka kunjungi. Karena dirinya baru pertama kali menginjakkan kaki di The Island of Gods itu.
Layaknya sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Bram terus saja menggenggam tangan sang istri. Setelah berkeliling di beberapa tempat Ayra membeli beberapa oleh-oleh untuk keponakan-keponakan mereka. Tak lupa. untuk kedua orang tua mereka. Hingga waktu makan siang tiba. Bram mengajak sang istri menikmati makan siang di sebuah tempat makan yang telah disiapkan oleh duo asistennya.
Restoran yang bernuansa tradisional, Ayra dan Bram menikmati makan siang mereka di sebuah Gazebo yang menghadap sebuah pantai. Menu Ayam Betutu menjadi pilihan istri CEO MIKEL Group itu. Ayra yang merupakan pecinta makanan yang berasal dari olahan ayam sangat penasaran dengan menu khas Bali yang wajib dicoba bagi mereka yang datang ke Pulau Dewata itu. Olahan ayam dengan campuran berbagai macam bumbu khas Bali, membuat Ayra dan Bram menghabiskan setengah porsi ayam Betutu itu.
Puas menikmati keindahan Pulau Seribu Pura itu. Bram mengajak sang istri kembali ke Villa menjelang sore. Saat mereka selesai mengerjakan shalat Ashar berjamaah Ayra yang baru keluar dari kamar mandi kaget karena tak melihat keberadaan sang suami. Tak lama seseorang mengetuk pintu kamar. Ayra cepat mengenakan Gamis nya dan jilbab. Ia membuka pintu. Ada seorang perempuan yang berpakaian seperti resepsionis. Ternyata sang suami mengirimkan layanan spa untuk sang istri.
Ayra yang baru saja mempersilahkan perempuan itu masuk cepat mengangkat telpon dari Bram. Karena nada dering ponsel yang ia sematkan untuk suaminya terdengar dari ponsel yang ia letakkan di atas meja.
"Assalamualaikum mas."
"Walaikumsalam Sayang. Aku tinggal sebentar ya. Nikmati Spanya. Aku tak akan kuat jika harus melihat kamu menikmati spa mu Ay. Kabari aku jika selesai ya. Love You Ay.... "
".... "
"Ay.... I love You... "
"Love You too my Hubby."
"Once more Ay....."
__ADS_1
Ayra tersipu. Sedikit berbisik karena ada orang lain di ruangan itu.
"I love you too nya Hubby.... "
"I can be crazy because of my love for you Ay.... "
"Gom-Bal"
"Nanti malam aku buktikan apakah aku gombal atau tidak. Jangan lupa Mas jemput setelah magrib. Baju nya sudah Aisah siapkan di dalam lemari Ay. See you my Lovely Ay Ay."
Ayra yang baru saja menutup telpon nya setengah menggigit ujung ponselnya. Jantungnya seolah berdetak tak beraturan karena perlakuan dan kalimat-kalimat yang suaminya ucapkan. Ayra yang baru pertama mengalami perasaan seperti ini hanya bisa berdoa dalam hatinya.
"Sungguh tak ada yang abadi Rabb didalam hidup ini. Termasuk sebuah kebahagiaan, maka izinkan kebahagiaan yang saat ini kami nikmati tak lekang oleh waktu. Tak pupus oleh usia."
Dengan tampilan sederhana namun tetap elegan, Ayra mengenakan busana polos dan hijab cukup menutupi sampai bawah da-da nya. Warna sifon terlihat jatuh dengan manis pada jilbab yang Ayra kenakan. juga menambahkan aksen brooch pada hijab istri Bramantyo itu.
Bram yang mendapat pesan dari sang istri bahwa ia telah siap, telah menunggu sang istri keluar dari villa. Ayra hanya dapat berjalan ke arah mobil hitam sambil terus menatap Bram yang berdiri di sisi pintu mobil yang terbuka. Sebuah karpet merah yang Rafi siapkan dari pintu keluar villa menuju mobil Bram membuat Ayra betul-betul dibuat terpesona. Ia merasa seperti di negeri dongeng yang sering ia baca saat kecil di satu majalah Bo-bo.
Sampai di sebuah restoran Bram menuntun sang istri ke lantai paling atas. Bram memesan tempat makan malam di roof top salah satu restoran. Namun saat akan makan Bram meminta Ayra membukakan satu nampan stenslis. Ketika Ayra membuka terdapat satu buah cincin Berlian Yang cantik.
"Mas kamu ingin hati ku meleleh?"
__ADS_1
"Tidak. Aku ingin kamu mengingat masa-masa indah ini. Ini sebuah hadiah untuk kamu Ay."
Bram memakaikan cincin itu di jari manis tangan kanan Ayra. Bram mengecup ujung jari Ayra. Suasana makan malam begitu romantis yang Bram persembahkan untuk istrinya. Disaat mereka makan langit yah biasanya hitam namun malam ini terus dihiasi cahaya yang berasal dari laser yang disiapkan oleh duo asisten Bram.
...I❤️Ayra...
Saat mereka selesai dengan makan malam. Ayra hanya pasrah ketika turun dari mobil suaminya mengendong nya ala bridal style. Kedua netra Ayra melebar ketika melihat kamarnya yang tadi penuh bertabur bunga mawar kini berganti menjadi bunga melati. Aroma melati yang segar pun semerbak di kamar itu.
Saat sepasang suami istri itu telah selesai dengan kewajiban shalat isya. Bram yang dari sore ketika Ayra menjalani perawatan spa, sebenarnya ia kembali membaca buku yang pernah diberikan sang istri untuknya. Yang mengupas atau membahas adab berhubungan badan suami istri.
Saat Bram menggendong Ayra. Ayra berbisik ke pada suaminya.
"Mas ingat kan adab berhu-bungan suami istri yang kemarin bukunya Ayra berikan?"
Bram meletakkan tubuh mungil Ayra diatas kasur bundar yang telah dihiasi rangakaian bunga melati. Bram membuka kerudung sang istri.
Bram cepat mematikan lampu ruangan itu dan mengikuti sang istri masuk kedalam balik selimut. Hanya seprai dan selimut putih yang menjadi saksi tentang paripurna kenik matan dua insan yang di mabuk cinta dalam hubungan yang halal dan Bernilai ibadah yaitu PERNIKAHAN. Ibadah paling lama di dunia ini.
Bram memulai dengan bisikan mesra pada istrinya dengan suara yang cukup berat. Sebuah rayuan agar sang istri memiliki has raat yang menggebu atau sama agar dari usaha mereka di hadirkan buah hati yang cerdas.
"Kamu Takkan Terganti Ayra sayang."
__ADS_1
Malam itu Ayra mendapatkan satu kebahagiaan disaat yang tepat. Karena Bram menjadi suami untuk Ayra seutuhnya dengan telah di bekali ilmu tata cara, adab saat jimak. Dengan pribadi yang telah menjadi lebih baik. Bahkan mereka melewati malam itu sesuai tuntunan. Sungguh indah islam, andai setiap hambanya selalu belajar. Karena semua sudah ada tuntutannya tinggal manusia itu mau atau tidak berubah dan belajar. Termasuk mengelap bagian intin dengan tisu atau lap yang berbeda bukan dengan satu tisu atau kain, itu semua ada dalam sebuh kitab yang dulu juga telah di pelajari oleh istri Bramantyo Pradipta.
Ayra hanya tersenyum manis kala sang suami menariknya ke arah kiri. Sebuah isyarat bahwa sang suami berharap be nih yang baru saja ia tumpahkan pada ladang yang halal di sira mi, lahir seorang anak perempuan.