
"Ternyata kamu gadis yang pintar. Ya aku merencanakan ini semua dan kamu akan sangat terkejut jika tahu siapa yang memberi ide gila ini pada ku. Hehehe."
Ayra tersenyum bahagia saat kalimat itu meluncur begitu jelas dari mulut model cantik dan terkenal di dunia permodelan tanah air dan luar negeri itu.
Ayra mengambil jus alpukat nya dengan tangan kanan dan dia menikmati jus yang memiliki kandungan lemak dan kaya akan vitamin E itu.
"Ku lihat anda lebih suka lemon tea daripada alpukat. Anda tahu kata alpukat berasal dari bangsa Aztec. Mereka melambangkan jika buah alpukat ini adalah lambang cinta. Karena mereka menganggap buah ini aphrodisiac atau meningkatkan libido.
Tapi kenapa nafsu anda lebih besar daripada saya. Saya sedari kecil sangat suka Alpukat."
"Kurang ajar kamu! Kepala mu kau tutupi. Tubuh mu kau tutupi tapi mulut mu berbisa!"
"Sabar lah nona Shela. Yang seharusnya marah itu saya. Sedari tadi anda menghina saya. Mengatakan saya perempuan lemperlah, anda membuat suami saya masuk penjara, dan saat saya hanya penasaran akan diri anda kenapa pula harus anda naik pitam?
Air muka Shela bertambah masam. Ia menatap Ayra penuh amarah. Tangannya sudah gatal ingin menampar Ayra.
"Apa agama mu mengajarkan hal seperti itu? Apa guru mu tidak mendidik mulut mu begitu? Atau nabi-nabi mu itu meninggalkan ajaran untuk menghardik orang?!"
Satu tangan Shela ingin mengambil segelas lemon tea yang ada di hadapannya. Maksud hati ingin menyiram minuman itu ke wajah Ayra namun ia kalah cepat. Ayra lebih dulu mengambil minuman itu dan menyiram nya pada wajah cantik model yang begitu di minati majalah otomotif itu untuk jadi model di majalah mereka.
"Byuuuur."
"Aaaaaahhhhh!!!!!"
Shela berdiri dari duduknya. Ia berteriak sangat kencang. Matanya menatap tajam Ayra rahangnya pun mengeras. napas yang turun naik terlihat' dari dadanya menandakan perempuan itu sangat marah pada Ayra.
Lagi Shela ingin menarik jilbab Ayra. Satu tangan Ayra memegang tangan Shela dengan kuat. Tubuh mungilnya tak disangka oleh Shela bisa mencengkram dengan keras pergelangan tangganya. Perempuan yang dari tadi tenang kini bisa bertindak kasar. Perempuan yang dari tadi mengulas senyum kini hanya ada bibir yang terkatup namun menahan untuk terbuka.
Perempuan yang dari tadi tak memandang Shela dengan tatapan benci kali ini terlihat jelas sorot mata Ayra begitu tajam. Ia membesarkan kedua matanya yang memiliki bulu mata lentik.
"Awwwhh. Lepaskan!"
Shela merintih kesakitan karena Ayra mencengkram pergelangan tangan Shela. Dua pasang mata dari lantai satu sedang menikmati pemandangan langka ini. Mereka tidak menyangka jika perempuan yang lemah lembut, baik hati dan sabar seperti Ayra mampu bertindak kasar kepada orang lain.
"Apa aku bilang Ran. Perempuan itu bukan tandingan kakak ipar ku."
__ADS_1
Bams mengambil gambar Ayra dan Shela melalui ponsel pintarnya dalam rekaman video.
"Air yang tenang itu lebih menghanyutkan Bams. Lihat lah Ayra ia begitu tenang tadi. Tapi Shela terus mengusik hingga mencoba berenang terlalu dalam hingga mau tidak mau Air itu harus menariknya agar Shela tau tenangnya air bukan berarti tak membahayakan."
Bambang membesarkan kedua bola matanya. Statement papa nya itu membuat ia menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat video yang sedang ia rekam.
"Kamu harus lihat seperti apa kakak ipar ku ini mempertahankan kamu Bram. Jangan menyesal kalau kau sudah melepaskan nya maka ia tak akan kembali padamu. Ia wanita yang setia pada pasangannya. Itu cukup langka di zaman sekarang."
Ayra yang mendengar rintihan Shela melepaskan cengkraman nya pada pergelangan tangan Shela. Namun satu tamparan melayang ke wajah putihnya.
"Plaaak!"
Ayra memegang pipinya yang terasa panas dan bisa ia rasakan merah wajahnya karena telapak tangan yang pelakunya pun terlihat merah.
"Plaaak!"
"Wow..... Kamu keren Ayra. Rani akan suka video ini." Ucap Bambang yang melihat Ayra mendaratkan satu tamparan ke pipi Shela.
"Aaawwwhhh."
Shela memegang kedua pipi nya yang terasa sakit.
Shela menatap ke arah Ayra. Ia mengacungkan jari telunjuknya ke arah wajah Ayra.
"Kau akan menyesal telah berurusan dengan ku Ayra! aku akan membalas perbuatan mu ini. Dan jangan harap aku akan melupakan apa yang baru saja kau lakukan! ingat lah ini!"
"Kamu sedang mendzolimi diri mu sendiri Shela ketika kamu berbuat Dzolim pada orang lain. Aku tak takut pada siapapun. Lakukan yang ingin kamu lakukan. Allah Maha Penolong, Insyaallah aku hanya akan meminta perlindungan dari Rabb ku. Semoga engkau segera mendapat hidayah dari setiap dosa yang telah kamu lakukan." Ucap Ayra.
'Dan semoga hati dan bibir ku ini masih bersabar untuk tak menyebut nama mu di hadapan Rabb ku.Karena air mata dengan doa nya orang teraniaya tidak akan ada hijabnya. Aku masih bersabar karena Abi dan Umi ku melarang ku mendoakan mereka yang menyakiti ku!' Batin Ayra pun ikut menenangkan hatinya.
Ayra menyodorkan selembar tisu kepada Shela, untuk mengelap air bekas lemon tea. Namun Shela mengacuhkan tindakan Ayra. Shela mendengus kesal. Perempuan itu mengambil kaca matanya dan memasang pada wajahnya. Ia menarik kasar tas kecil yang ada di meja hingga menjatuhkan gelas jus alpukat Ayra.
"Praaannng!"
Tap.
__ADS_1
Tap.
Tap.
Ketika sampai di lantai bawah ia disambut oleh Bambang. Adik ipar Ayra itu memberi sebuah tepuk tangan hingga tatapan mengejek pada Shela.
"Prook. Prook.Prook." suara tepuk tangan yang berasal dari Bambang.
"Jangan ada pertemuan ketiga jika kamu tak ingin kalah WO ketiga kali nya Nona Cantik. Kakak ipar ku memiliki pesona lebih indah, lebih menawan dan lebih kuat daripada dirimu. Hehehe." Ucap Bambang senang.
"Braaak!"
Shela mendorong pintu kafe itu dengan kasar.
Bambang tertawa bahagia melihat Shela keluar dari kafe dengan wajah dan rambut depannya basah terkena siraman lemon tea tadi.
Pak Erlangga melihat Ayra telah berada disisi nya mendekat dan melihat sedikit ada darah di ujung bibir menantunya.
"Sakit Ay?"
"Sedikit pa."
Masih ia sempatkan untuk tersenyum sebelum menempelkan satu lembar tisu ke ujung bibirnya. Kedua pipinya basah dengan air mata. Ayra menarik satu kursi dan ia sandarkan tubuh nya pada kursi itu.
Ia menangis dengan menundukkan wajahnya nya. Air matanya menetes begitu deras. Isak tangis Ayra membuat pundaknya bergoyang menandakan ada sesuatu yang amat sakit yang menantu pak Erlangga itu rasakan. Isak tangis Ayra membuat pak Erlangga mengusap punggung menantunya itu.
"Rasanya sakit sekali ya Ay?"
Ayra tak menjawab. Ia masih tertunduk dengan Isak tangis yang terdengar sangat sedih. Bambang dan pak Erlangga duduk dihadapan Ayra. Mereka saling pandang dan Bambang mengangkat kedua bahunya.
"Akan ku hajar perempuan itu. Berani dia buat kakak ipar ku menangis."
Bambang berdiri dan ingin menyusul Shela namun Ayra mencegahnya.
"Jangan Bams. Aku menangis bukan karena tamparan nya. Tapi aku baru saja melakukan dosa... Hiks. Hiks.Hiks..."
__ADS_1
"Maafkan hamba mu yang berbuat khilaf ini ya Rabb. Ya Rasulullah....
Ampunilah setiap dosa dan khilaf yang hamba lakukan Rabb. Sungguh Engkau maha pengampun. Maaf kan aku ya Rasulullah, masih pantas kah aku disebut umat mu ya Rasul...."