
Bram keluar dari mobil sportnya.
"Siapa yang parkir disini!?"
Suara teriakan Bram terdengar begitu kuat hingga beberapa orang sedang parkir menoleh namun langsung menundukkan kepala ketika tahu bahwa suara teriakan itu bersumber dari CEO tempat mereka bekerja.
Beberapa lelaki berpakaian hitam mendekat dan menunduk hormat.
"Maaf Tuan, tadi kami sudah katakan tetapi perempuan itu bilang dia istri Tuan. Kami mendengar kabar jika Tuan sudah menikah jadi membiarkan dia parkir disini."
Salah satu dari pria berbaju hitam itu menjelaskan pada Bram dengan wajah yang masih menunduk.
"Helenaaa!"
Ayra yang telah keluar dari mobil mendengar suara kesal suaminya menyebut satu nama baru ditelinga nya.
Lelaki yang selalu uring-uringan itu berkacak pinggang dan membanting pintu mobilnya dengan kasar.
"Braaak."
Bram melempar kunci mobil nya ke arah lelaki berbaju hitam yang terlihat bertubuh kekar.
"Saya mau singkirkan mobil itu dan ganti mobil saya yang biru dirumah!"
Bram berjalan ke arah lift dan tampak dari jauh 2 orang yang berlarian ke arah Bram dan Ayra. Salah satu dari mereka memegang intercom.
"Tuan Bram menuju lift. Ganti."
"Siap. Kondisi clear."
Dan terdengar suara yang keluar dari intercom itu dan membuat Ayra mengomentari dunia suami nya itu.
"Sebegitu kah kamu dihormati mas, begini kah dunia CEO?"
Bram yang melihat ada beberapa wartawan yang berdiri di lift yang khusus pekerja mendekat. Hingga Bram harus menarik pinggang Ayra hingga tubuh istrinya yang sedikit lebih kecil dari tubuhnya itu berada dalam pelukan dengan tangan kanannya ia lingkarkan pada pinggang ramping istrinya itu.
Ayra Kembali menoleh ke arah Bram karena lagi suaminya itu berbuat sesuatu dengan mendadak. Ayra mencium aroma tubuh suaminya, aroma parfum yang begitu terasa menenangkan hati Ayra. Ayra tersipu malu karena ada 2 lelaki yang berbaju hitam di belakang mereka.
__ADS_1
"Maaf Tuan Bram saya ingin mengkonfirmasi video hangat yang berdurasi 44 detik yang mirip anda dengan model internasional Shela Wilona. Apakah itu benar anda? Apakah anda memiliki hubungan khusus?"
Tiba-tiba seorang wartawan yang Bram kenal menyodorkannya sebuah handphone ke arah nya dan satu lelaki lagi sudah siap dengan kamera nya.
Bram adalah seorang pengusaha unggul, ia pandai menjaga citra dirinya di depan publik. Hingga saat hatinya mengerang tentang apalagi yang ia hadapi disaat kepalanya masih terasa panas dengan statemen Beni dan Helena, kini nama Shela pun muncul membawa gosip miring tentang dirinya.
"Maaf saya tidak mengerti tentang yang anda maksud?".
Bram tersenyum kepada dua orang yang sedang menghadang mereka dari pintu lift.
Wartawan tadi mengeluarkan sebuah ponselnya lainnya dan memutar sebuah video yang terlihat seorang lelaki sedang menc*mbu perempuan disebuah ruangan. Cahaya yang temaram membuat tidak terlalu jelas lelaki itu namun wajah wanita itu jelas adalah Shela.
Terlihat dari video itu bagaimana lelaki itu begitu menggebu-gebu dalam menc*mbu perempuan yang terlihat menikmati apa yang dilakukan lelaki itu pada tubuhnya. Bahkan suara de sa han Shela dapat terdengar jelas di telinga Ayra.
Kedua netra Bram membesar, rahangnya mengeras, Ayra yang berdiri tepat disebelah Bram pun dapat menyaksikan dengan jelas video singkat itu. Dan Netra Ayra mampu melihat bahwa lelaki itu adalah suaminya. Ingin hati menolak namun beberapa hari menjadi istri dari Bram, mampu bagi Ayra mengenali gesture suaminya itu.
Ayra membuang pandangan nya dari video mesum itu. Ada rasa sesak dihatinya. Ada rasa sakit dan ingin berlari dari tempat itu. Namun Ayra yang telah banyak belajar tentang teori berumahtangga, membuat putri sekaligus murid Umi Laila itu menahan diri dari rasa marah, kecewa dan benci terhadap suaminya sebelum Tabayun atau mendengarkan klarifikasi dari suaminya.
"Astaghfirullah.... Kuat kan hamba Rabb. Kebahagiaan apakah yang menanti hamba dibalik cobaan bertubi-tubi yang Engkau hadirkan Rabb. Hamba yakin akan adanya rasa bahagia dibalik jerih payah yang bermandikan peluh yang menetes ketika menaiki sebuah bukit perjuangan mencapai rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. Maka hamba akan bersabar menanti saat itu."
Ayra melihat wajah suaminya yang menahan amarah. Pelukan di pinggangnya terasa sedikit lebih erat karena entah sadar atau tidak Bram sedikit meremas pinggang Ayra.
Ayra mencoba menenangkan suaminya walau hatinya sendiri pun berkecamuk akan banyak pertanyaan. Namun seolah bekal untuk menjadi seorang istri telah ia miliki cukup banyak ketika mondok maka tidak membuat Ayra cepat menyimpulkan suatu masalah. Ia ingat pesan Abi nya ketika membahas tentang rumah tangga yang harmonis.
..."Abi mau pesan buat kalian santriwati. Besok kalau jadi istri harus pandai. Pandai yang bagaimana? pandai memahami perasaan suami. Setiap rumah tangga pasti ada masalah. Maka kalian semua harus pandai memilih waktu, kapan masalah tadi bisa dikomunikasikan pada suami? Jangan suami pulang kerja, langsung kalian ajak bahas masalah. Pilih waktu yang tepat lihat wajah suami. Lagi senang atau tidak. Ya?"...
Kyai Rohim yang terkenal sering menyelipkan nasehat-nasehat untuk murid-muridnya saat mengaji.
Ayra masih mencoba menenangkan hatinya. Ia merasa sekarang bukan waktu yang tepat meminta penjelasan pada sang suami. Saat ini suaminya butuh ketenangan dan kepercayaan dari orang yang pasti akan memikirkan bahwa lelaki yang ada video itu adalah dirinya.
"Maaf saya lagi ada urusan penting. Nanti saya akan adakan konferensi pers. Permisi."
Pintu lift terbuka, dua lelaki berbaju hitam yang berdiri di belakang Bram dan Ayra menghalangi dua wartawan yang mencoba ikut masuk kedalam lift.
Bram menarik Ayra untuk masuk ke dalam lift. Satu lelaki yang memegang intercom menekan tombol tutup pintu dan kembali berbicara pada orang diseberang interkom itu.
"Tuan telah di lift segera menuju lantai atas."
__ADS_1
"Tidak, saya ingin ke roof top. Jangan ada yang mengganggu saya disana!"
Suara dingin Bram membuat lelaki itu cepat mengkonfirmasi ulang apa yang diinginkan boleh CEO perusahaan mereka.
Ayra melihat kilatan amarah dari ujung wajah suaminya. Ia lingkarkan kedua tangannya pada Bram. Bram refleks menoleh.
"Apa pendapat kamu setelah melihat video tadi?"
Ayra mengangkat kepalanya dan senyum manis ia Kemabli suguhkan pada suaminya yang sedang penat dengan suasana hatinya itu.
"Pertama, aku tidak ingin menilai itu benar apa tidak. Karena yang tahu lelaki di video itu kamu atau bukan hanya kamu yang tahu mas. Kedua, aku tidak akan percaya kepada orang lain, karena pondasi kuat rumah tangga itu adalah ketika istri dan suami saling percaya dengan membangun komunikasi yang baik. Aku tak ingin menilai yang sesuatu itu tak dapat dipercayai kebenaranya.
Ketiga, Seberapa kelam masalalu pasangan kita, maka bukan hak kita untuk menghakiminya karena setiap dari kita punya masalalu. Mungkin kita tahu kekurangan pasangan kita tapi kita pun dituntut untuk tahu juga bahwa pasangan kita punya kelebihan yang mungkin belum Allah tampak kan pada kita disaat sebuah keburukan itu diperlihatkan.
Aku hanya akan mendengar dan percaya apa yang kamu katakan mas, dengan sebuah bukti yang menunjukkan sebuah fakta bukan kata orang apalagi video tadi."
"Kemarin dia menangis ketika aku menyebut nama Shela, sekarang ia bisa begitu tenang. Apa sebenarnya perasaannya pada ku. Kasihan? Cinta? atau obsesi?"
Bram menatap kedua netra istrinya itu.
"Apa kamu tidak mencintai ku?"
Deg.
Satu pertanyaan yang membuat jantung Ayra harus kembali berdetak tak karuan.
Ayra mengambil satu tangan Bram dan meletakan nya di dada. Ia pun melakukan hal yang sama. Tangan kanannya ia letakkan di dada bidang suaminya itu. Hingga satu pasang suami istri itu hanya saling pandang tanpa kata-kata. Hanya detak jantung yang berdetak tak karuan dan begitu cepat dari masing-masing mereka yang seolah menjawab apa yang mereka pikirkan.
Dag.
Dig
Dug
...❤️❤️❤️...
Halo readers aku ucapin terimakasih sudah like dan rajin ikutin update bab per bab. Terima kasih pagi ini author melek mata lihat pemandangan Di beranda ada Ayra.
__ADS_1
Tanpa kalian readers yang setia dan baik hati. yang selalu kasih like, koment, gift dan VOTE kalian siapakah kami para author ini.
Mohon like, Komentar dan Gift serta VOTE nya. Sungguh itu sangat menghilang rasa kantuk di tengah malam. Terima kasih ya. Hari ini spesial 3 Bab deh