
Ayra baru keluar dari kamar mandi. Bram langsung ingin membersihkan tubuh yang terasa tak nyaman karena keringat bangun tidur. Hingga ia ingin mandi juga. Namun Ayra menahan suaminya itu.
“Nanti saja mas, tunggu beberapa waktu dulu kalau mau mandi.”
Bram mengernyitkan alisnya. Dan kembali duduk diatas tempat tidurnya.
“Kenapa?”
Ayra duduk disebelah suaminya.
“Abi pernah mengajarkan tips hidup sehat dan awet muda resep dari Rasulullah. Salah satunya jangan langsung masuk ke kamar mandi setelah ada yang baru saja menggunakan kamar mandi itu dan keluar dari kamar mandi itu “
“Kenapa memangnya?”
“Mau tau apa mau tau banget?”
Ayra menggembungkan kedua pipinya.
Seer.
Ada getaran pada hati Bram melihat senyum dengan pipi yang menggembung itu. Hal pertama yang istrinya pertontonkan.
“Kamu punya sisi manja? Dibalik pesona mu?”
“Ya sudah kalau tidak mau menjelaskan.”
Bram mengambil handphonenya yang Ayra letakkan diatas meja.
“Hehehe.... Kamu tambah tampan mas klo lagi marah kek gitu... hihihi....”
Seketika wajah CEO itu sedikit merah.
“Oh..... sudah berani menggoda ya. Seperti apa sebenarnya karakter mu ini. Kadang kamu manis. Kadang terlihat lemah kadang terlihat ceria dan sekarang kamu terlihat manja dan menggemaskan Ay.”
Bram membesarkan kedua bola matanya sambil menatap Ayra.
“Becanda mas.... Wajah tampan mu hampir tak pernah aku lihat tersenyum. Sayang loh mas dikasih rezeki atau nikmat tapi tidak dimanfaatkan dengan baik.”
Bram menatap istrinya itu dengan kedua mata yang sengaja ia sipitkan.
“Memang nya apa manfaat wajah tampan?”
“Manfaat bikin istri bahagia memandang apalagi kalau diukir senyuman. Kamu kelihatan serem kalau ga senyum mas. Walau Tampan, kan sayang mas.”
“Halah. Kamu bilang tidak pernah memandang lelaki lain bagaimana bisa bilang aku tampan?”
__ADS_1
“Tidak pernah memandang bukan berarti tak bisa melihat mas. Baiklah,aku jelaskan pertanyaan mas. Tapi mas yang minta bukan Ayra yang sok-sok menggurui loh mas. Anggap aja ini kita menyambung sharing kita tadi”
Bram membenarkan posisinya. Ayra memajukan posisi duduknya makin mendekat ke arah tempat tidur Bram.
Bram mengambil satu bantal dan diletakan nya di belakang punggung. Ayra membantu menempatkan bantal itu dibelakang Bram agar nyaman untuk sang suami bersandar.
Lalu Ayra kembali duduk di kursi nya. Ayra terlihat segar. Wangi pada tubuh Ayra pun bisa tercium jelas oleh Bram.
"Kenapa wangi mu tak pernah aku temui di perempuan mana pun."
“Sungguh Islam telah diatur sedemikian rupa oleh sang pencipta agar setiap yang hambanya kerjakan ada rahasia dibaliknya. Seperti kita harus menunggu beberapa waktu sebelum masuk kamar mandi ketika kamar mandi itu baru saja digunakan orang lain.
Karena kamar mandi itu udaranya pengap. Dan baru dipakai orang lain. Otomatis udara dalam kamar mandi tadi masih ada aroma orang yang baru saja menggunakan nya. Kita diminta menunggu dulu beberapa menit orang tadi keluar, baru kita masuk ketika udara tadi telah berganti udara baru yang telah bersih dari udara tubuh seseorang tadi.
Sama seperti rahasia dibalik wudhu. Jika Corona itu para medis sibuk mencanangkan gerakan sehat termasuk cuci tangan maka kita muslim jauh sebelum ini sudah melakukan itu “
“Corona dengan wudhu? Cuci muka sebelum shalat itu maksudnya?.”
Deg.
“Sejauh itu kah kamu berlari dari Rabbmu mas. Bahkan cuci muka kamu samakan dengan wudhu. Hingga akhirnya kamu diberikan masalah bertubi-tubi. Sungguh setiap masalah yang Allah berikan itu karena Allah ingin dekat dengan hambanya. Rindu suara tangisan kita.
Rindu bibir kita ini menyebut namanya dimana semua itu bisa Allah dapatkan dari mereka yang sudah terlalu jauh berlari dengan memberikan mereka masalah. Semoga kamu cepat berlari mengadu kepada Rabbmu tentang kegundahan mu, tentang lelah mu mas.”
...“Ayra, zaman sekarang itu dakwah kita muslim bukan lagi mengislamkan mereka yang belum islam. Tetapi bagaimana kita bisa mengajak mereka yang sudah Islam tapi belum menjalankan syariat Allah. Dan itu bisa dilakukan dengan cara menyentuh hatinya....
...Dengan cara baik, raih hatinya dengan cara lembut setalah hatinya kita dapatkan maka akan mudah mengajaknya untuk menjalankan syariat. Ia akan dengan senang hati. Insyaallah. Semoga kamu bisa meraih hati suami mu. Nduk. Agar suami Mu bisa menjalankan syari’at bahkan kewajiban baginya.”...
“Jangan terlalu sering memandang wajah ku. Nanti kamu akan rindu berat kalau aku sudah di pindah ke lapas.”
Ayra tersipu malu karena tanpa Ayra sadari ia memandang wajah suaminya ketika mengingat pesan Kyai Rohim.
“Maksudnya. Jika seorang muslim itu betul menjalankan kewajiban nya shalat fardhu 5 waktu sehari. Maka ia telah membasuh wajah nya sebanyak 450 dalam sebulan. Belum ditambah lagi dengan yang Sunnahnya seperti shalat Dhuha, shalat lail. Dan masih banyak rahasia dibalik setiap rangkaian berwudhu itu mas. Dimana kotoran, bakteri di wajah akan hilang. Dan sel-sel atau saraf pada wajah kembali segar.”
Arya menyerahkan sepotong apel yang telah ia kupas dan iris kecil kecil kearah mulut suaminya.
“Aku belum sarapan, sudah kamu kasih cuci mulut.”
“Satu potong apel satu penjelasan.”
Kembali hati Bram berdebar-debar. Istrinya kembali menggembungkan kedua pipinya sehingga terlihat chubby dan kedua matanya pun ia sipit kan maka dimata Bram, Ayra begitu imut.
“Ah…. Andai saja kamu itu adalah orang yang kucintai sudah ku cubit pipi mu yang menggemaskan itu.”
“Baik”
__ADS_1
Bram membuka kedua bibirnya hingga potongan apel tadi masuk dengan sempurna ke dalam mulutnya. Kulit bibir bram bisa merasakan lembutnya jari-jari Ayra ketika kulit lembut Ayra bersentuhan dengan bibirnya. Bram mengunyah cepat apel itu.
“Mas lambung mu bermasalah, aku bisa merasakan kamu kesakitan ketika aku memijat titik saraf yang menghubungkan ke lambung mu. Makan lah dengan pelan-pelan usahakan kunyah makanan mu dengan lembut baru ditelan. Ayra member suapan kedua karena ia baru saja melihat suaminya itu menelan dengan cepat potongan apel yang baru saja ia suap kan.
“Dua ya”
Ayra tersenyum manis.
“Iya dua. Kamu sudah seperti anak kecil yang harus dibujuk ketika tidak mau makan.Baiklah, Cuci mulut itu kalau Abi pernah mengajarkan kepada kami jika kesalahan orang masa kini yaitu makan buah setelah makan. Harusnya makan buah itu setengah jam atau seperempat jam sebelum makan.”
Ayra tertawa kecil.
“Manfaatnya?”
"Serat dalam buah-buahan memiliki cara pemecahan yang berbeda dengan makanan lain seperti contohnya daging. Serat ini bermanfaat dalam menciptakan rasa kenyang lebih cepat sehingga membantu pula dalam program menurunkan berat badan.
Namun, mekanisme ini hanya berlaku bila buah dikonsumsi sebelum makan karena bila dikonsumsi setelah makan, manfaat ini tidak akan sempat muncul. Paham?"
"Itu versi medis nya. Versi Nabi?"
Ayra meletakkan pisau kecil dan apel yang sedang ia kupas kedalam piring ke atas pangkuannya.
"Rasul banyak memberikan contoh dan anjuran dalam makan. Salah satu anjuran Rasul adalah mendahulukan makan buah kurma ketika berbuka puasa, saat perut sedang kosong.
Dalam sebuah hadist riwayat Abu Daud dan Tirmidzi, Rasullullah bersabda dari Anas ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila ia berbuka puasa dengan kurma gemading, sebelum Beliau shalat, apabila tidak ditemukannya, ia berbuka dengan kurma biasa, kalau tidak ditemukannya, Beliau berbuka dengan beberapa teguk dari air putih."
Ayra kembali menyodorkan satu potongan apel ke arah bibir Bram.
"Tiga."
Bram menggigit apel tadi namun sengaja menggigit ujung jari Ayra.
"Aaawwh. Astaghfirullah..."
Bram tertawa sampai akhirnya tersedak apel yang ada dalam mulutnya.
"Uhuk... Uhuk.... Uhuk..."
"Akibat menyakiti istri loh mas.... hehehe..." goda Ayra yang melihat suaminya memegang tenggorokan dan dadanya.
Ayra mengusap lembut punggung Bram sambil tertawa kecil karena ulah suaminya dan sambil menyerahkan segelas air putih.
Bram meminum air itu namun hatinya kembali berdebar karena istrinya itu mengusap punggungnya dengan sesuatu yang menyentuh lengannya. Hal itu membuat suasana hati Bram semakin berdebar tak karuan.
"Apa hatiku berdebar karena cinta pada mu atau karena dada mu menyentuh lengan ku, dan aroma tubuh mu yang masuk rongga hidung ku sekarang selalu membuat ku merasa nyaman ada dirimu di dekat ku. Ay."
__ADS_1