Pesona Ayra Khairunnisa

Pesona Ayra Khairunnisa
81 Ulat-ulat Keket


__ADS_3

Bambang menatap tajam pria itu. Senyum nya hilang ketika pria yang telah dua kali mendapatkan tinjuan dari anak Buah Bram itu.


Sebuah judul video itu yang baru saja ia sebutkan itu membuat Bambang marah. Rahangnya mengeras, ia merasa jengkel dan marah. Ia tidak terima karena judul video yang didengarnya itu menyangkut kehormatan kakak ipar.


Bambang menatap layar ponsel pria itu. Jari-jarinya menyusuri layar benda berbentuk pipih itu. Sebuah file dalam drive, sedang ia cari. Ketika melihat judul file itu ia menelan salivanya.


Ia klik video itu, saat ia melihat sosok lelaki yang sedang melucuti baju kakak iparnya itu. Cepat ia matikan video itu. Matanya cepat ia pejamkan.


"Ah.... Aku tak mau otak mesum ku memandang rendah kamu Ay hanya karena video ini. Aku tak ingin pesona mu hilang hanya karena video ini. Setidaknya kehadiran mu membawa Bram bisa tersenyum. Senyum yang lama tak hadir di wajahnya."


Bambang kembali membuka matanya, ia menghapus File itu. Lalu ia serahkan pada seorang ahli IT yang ia bawa.


"Cari apakah pria ini berbohong atau tidak. Jika ia berbohong jatuhkan keluarganya dari ketinggian. Aku tidak suka orang berbohong."


Saat Bambang kembali membuka video yang berisikan anak dan istri Buzzer itu yang sedang naik rollercoaster. Namun ia tak menunjukkan video itu pada sang Buzzer. Ia hanya mendengarkan suara jeritan anak dan istrinya.


Hari ini, ia mengancam Buzzer itu sesuai pesan sang kakak. Untuk mengancam menggunakan keluarga sang Buzzer. Namun Bambang yang tak pernah berhubungan seperti itu memikirkan cara jenakanya. Ia membooking wahana permainan ia menyuruh anak buah Bram mengajak keluarga Buzzer itu ke wahana permainan itu.


Hingga suara jeritan istri dan anak sang Buzzer disalah artikan oleh sang Buzzer yang hanya mendengar suara jeritan itu.


"Tunggu! Jangan tuan."


"Aku masih ada salinan video itu dirumah. Disebuah memory card. Aku percaya anda. Tolong jangan sakiti keluarga ku. Tapi aku mohon lindungilah kami dari Shela dan Liona. Mereka pasti mencari aku karena hanya aku yang memiliki salinan video itu."


"Ayah yang pintar. Ya, aku percaya karena video aslinya sudah dihancurkan anak buah kakak ku. Katakan siapa saja yang sudah menonton video itu?"


Kedua bola mata Bambang membesar.


"Ha-Hanya aku dan Shela."

__ADS_1


"Buuggh."


"Aaawwwhhh."


Satu pukulan mendarat pada pelipis Buzzer itu. Setelah satu jari Bambang arahkan pada wajah sang pria bertubuh tambun itu. Hingga dar*h segar mengalir dari pelipisnya.


"Kau tahu, itu karena kamu melihat sesuatu yang tak seharusnya kamu lihat. Beruntung kakak ku sedang tidak ada disini. Jika tidak mungkin anak buahnya ini akan membuat mu buta seumur hidup. Ia baru jatuh cinta. Kau tahu bagaimana rasanya jika orang yang kita cintai di sakiti apalagi kau nikmati pemandangan yang harusnya hanya ia pandangi!"


Lelaki itu hanya tertunduk dengan separuh wajah yang tertutupi oleh d*rah.


"Kapanpun kau bertemu kakak ku. Katakan kau tak pernah menontonnya! Hari ini juga kau dan keluarga mu akan aku kirim ke suatu tempat. Jangan pernah kembali kekota ini. Kau hanya perlu menjalani hidup baru. Dunia baru dan identitas baru. Paham!


Lelaki itu hanya mengangguk. Ia hanya tak mau salah bicara lagi. Pikirannya tertuju pada anak dan istrinya. Ia pun dibawa kerumahnya, Bambang menanti di gedung itu.


Seorang lelaki ahli IT tadi mendekat ke arah Bambang dan berbisik. Lalu Bambang meminta anak buahnya menghancurkan ponsel itu dan melemparkan benda itu dalam sebuah mesin pencacah barang yang ada disana.


Bambang memberikan kode agar Buzzer itu dibawa pergi dari hadapannya. Ia menatap mesin pencacah barang itu bergerak dan bersuara bising.


Inikah rasa cinta pada saudara? Ayra, Aku akan menjagamu selama Bram tak bersama mu. Kamu salah satu dari tiga perempuan hebat dalam keluarga ku. Dan akan aku lindungi."


Saat Bambang merasa senang karena berhasil menjalankan perintah sang kakak dan berhasil menjaga kehormatan Ayra dari tangan jahil Buzzer. Ternyata ada dua orang sahabat yang sedang gusar. Mereka sedari tadi mencoba menghubungkan seseorang yang sudah berjanji akan ke apartemen Shela.


Liona yang masih merasakan sakit pada kepalanya pun mengomel tak jelas.


"Brengs*k. Kemana lelaki itu!"


"Apa dia mengkhianati kita Shela?"


"Tidak mungkin, aku sudah mengancamnya. Aku akan melibatkan keluarganya jika ia berani main-main dengan kita."

__ADS_1


"Kau yakin video itu betul-betul si lemper?"


"Betul. Aku telah menonton dengan kedua bola mata ku sendiri. Aku pastikan jika video itu tersebar maka akan membuat perempuan lemper itu merasakan malu seumur hidupnya."


"Ah... Brengs*k. Apa Mungkin papa nya Beni ikut campur?"


"Tidak mungkin, mertua lelaki mu itu tak sama seperti Bram. Keluarga Pradipta itu yang penuh taktik hanya Bram. Kini ia tak berkutik, maka tak ada yang sensitif dan penuh taktik apalagi berbakat dalam politik kotor seperti ini."


"Kau tahu sekali tentang keluarga Pradipta."


"Setidaknya aku mencari tahu siapa yang akan aku nikahi. Bukan seperti kamu, menikahi lelaki hanya untuk kau jadikan alat menuju kesuksesan kariermu.Heh."


"Brengs*k kau Shela. Berani kau menghina ku.Tunggu waktu kehancuran mu. Kau pikir aku rela kau menikah dengan Bram!"


"Triiing"


Ponsel Shela berbunyi dan perempuan yang memiliki tubuh tinggi semampai itu cepat membuka isi pesan itu. Ada sebuah pesan dari Buzzer yang ia tunggu-tunggu kehadirannya.


"To ulat-ulat keket.


Aku telah mengembalikan semua uang yang kau kirimkan. Maaf aku bertobat dan tak bisa melakukan permintaan anda. Aku tidak ingin berdosa. Semoga Anda mendapatkan hidayah."


Sebuah pesan yang diterima oleh Shela dan membuat perempuan itu geram. Tetapi sebenarnya pesan itu adalah Bambang yang mengirimkan nya.


"Brengs*k. Dia tidak mungkin berubah karena tobat."


Cepat shela menghubungi sebuah nomor dan meminta mencari sang Buzzer. Sayangnya Shela tidak tahu jika saat yang bersamaan, sang buzzer telah pergi ke sebuah provinsi dengan keluarganya. Dan sebuah identitas baru, bahkan semua fasilitas dari rumah dan tempat usaha telah Bambang siapkan untuk sang Buzzer.


Dan sang Buzzer pun menangis terharu ketika bertemu keluarganya. Ia tak percaya jika sang keluarga malah merasa bahagia karena setengah hari mereka habiskan jalan-jalan di wahana permainan tak seperti apa yang ia bayangkan. Serta sebuah pesan di dalam selembar kertas yang dilampirkan kunci rumah dan mobil serta usaha dagang ditempat baru.

__ADS_1


"Rezeki ini adalah sebuah Nikm*t karena kamu melindungi kehormatan seorang wanita. Jaga istri dan dua anak wanita mu. Semoga Tuhan menjaga kehormatan anak dan istri mu karena tindakan mu saat ini."


Kedua pipi Buzzer itu basah oleh air mata, air mata terharu dan bahagia. Ia tak menyangka cara Keluarga Pradipta melindungi keluarganya tidak dengan menyakiti keluarga yang lain. Bahkan sebuah kehidupan lebih layak yang diberikan hanya karena Buzzer itu mau memberikan video Ayra yang sedang tak pantas di lihat bukan mahramnya, terlebih lagi video itu bersama seorang lelaki yang bukan mahramnya.


__ADS_2