Pesona Ayra Khairunnisa

Pesona Ayra Khairunnisa
42 Tuduhan Pada Bram


__ADS_3

Bram sedang menatap layar yang ada dihadapannya. Ayra yang duduk di sofa mengamati ruang kerja suaminya itu. Sebuah ruang kerja bernuansa modern. Kesan mewah melekat pada ruangan itu.


Tiba-tiba dari balik pintu muncul nyonya Lukis dan Pak Erlangga. Wajah nyonya Lukis terlihat khawatir sedang kan wajah pak Erlangga terlihat menahan emosinya.


Pak Erlangga begitu melihat Bram langsung mengeluarkan amarah sepertinya yang sudah berada di ubun-ubun Kepalanya.


"Katakan Bram kalau video yang beredar itu bukan kamu!"


Bram melihat dan mendengar pertanyaan papa nya cepat berdiri dan keluar dari balik meja kerjanya.


"Pa dengar kan dulu penjelasan ku."


"Katakan iya atau tidak?!"


Bentakan dari pak Erlangga membuat wajah Bram seketika berubah merah dan rahang CEO MIKEL group itu mengeras. Ayra cepat berdiri dan menahan dada Bram saat lelaki itu melangkah ke arah papanya.


"Mas..... "


Nyonya Lukis pun menahan suaminya.


"Bicarakan lah dengan kepala dingin pa."


Akhirnya kedua pasang suami istri itu duduk di sofa Bludru yang ada diruang kerja Bram.

__ADS_1


"Katakan sejujurnya Bram, tentang video yang begitu viral itu. Bahkan di depan rumah dan di depan kantor terdapat banyak wartawan. Mereka menanyakan perihal video syur itu. Tuduhan itu tidak benar kan Bram?"


Nyonya Lukis terlihat menahan butiran bening di ujung matanya.


"Maafkan Bram ma..... "


Bram hanya menunduk tak berani menatap wajah mamanya. Nyonya Lukis meneteskan air mata. Ia tak percaya bahwa anak lelaki nya yang ia harapkan bisa menjaga nama baik keluarga setelah kedua adiknya mencoreng nama keluarga besar Pradipta kini ia ikut membuat hal yang sama.


"Ma... "


Bram duduk berjongkok dihadapan Nyonya Lukis. Ia sapu pipi perempuan yang telah melahirkannya itu dengan ibu jarinya.


"Maafkan Bram ma. Jangan menangis. Tapi Bram tidak melakukan lebih dari itu ma."


Suara Bram terdengar lirih. Ayra pun meneteskan air mata. Merasa sedih karena kalau tadi Bram belum menyatakan jika pemeran lelaki di video syur itu adalah dirinya, kini ia mengakuinya.


Satu tangan nyonya lukis membelai pipi Bram dengan tatapan yang masih penuh air mata di dalam pelupuk matanya.


"Maafkan Bram ma.... "


"Nasi telah menjadi bubur ma. kita tunggu Rafi. Tadi papa sudah suruh dia bergerak cepat."


Pak Erlangga mencoba menenangkan istrinya. Tiba-tiba Rafi muncul dengan membawa satu map berwarna hijau. Asisten Bram itu terlihat cukup pucat ketika mendekat ke pak Erlangga.

__ADS_1


"Ini tuan berkas hasil pencarian saya terhadap video itu bersama Mr Tedy pakar telematika di perusahaan kita."


"Jelaskan saja. Kepala ku sakit untuk membaca berkas seperti itu Raf."


"Pakar telematika telah memeriksa keaslian video itu. Dan ternyata Video itu asli bukan rekayasa dan parah nya video itu diambil dari CCTV apartemen Tuan Bram di Amerika. Satu lagi Shela baru saja mengadakan konferensi pers yang menyatakan bahwa dia hamil anak Tuan."


Seketika ruangan sangat hening. Hanya Isak tangis nyonya Lukis yang makin membuat suasana hati Ayra pun cukup teriris. Ayra mendekati nyonya Lukis. Ia memeluk nyonya Lukis.


Ayra mencoba tegar, Ayra mencoba tenang. Ia peluk ibu mertuanya yang sedang menangis terisak-isak. Harusnya ia lah yang ada pada kondisi nyonya Lukis. Namun Seolah hatinya telah kuat menghadapi ombak yang menerjang biduk rumah tangganya bersama sang suami. Tak ia teteskan air mata yang mencoba keluar dari balik pelupuk matanya.


Bram berdiri dari tempatnya ia mendengus kesal. Lelaki itu memijat keningnya dengan satu tangannya berkacak pinggang.


Pak Erlangga menghembuskan napas kasar lewat hidungnya. Seolah beban yang ia pikirkan ia buang lewat hembusan udara dari hidungnya.


"Praaaang."


Bram membanting monitor yang ada dimeja nya.


"Lakukan sesuatu Rafi. Aku tidak ingin nama baik ku dan keluarga ku tercoreng!?"


"Triiing."


Sebuah pesan masuk ke ponsel pintar milik Bram. Bram membuka pesan tersebut yang ternyata dari Shela.

__ADS_1


📩 "Temui aku jika kau ingin masalah kita selesai. Cafe Pinky pukul 08.00."


"Apa mau mu Shela. Kamu ingin bermain-main dengan ku rupanya."


__ADS_2