Pesona Ayra Khairunnisa

Pesona Ayra Khairunnisa
80 Video Masalalu Ayra


__ADS_3

Suasana siang itu cukup panas. Terasa dari mengkilat nya aspal di jalan. Suara deru motor dan mobil begitu bising. Tampak di sebuah jalanan yang cukup sepi, terjadi kejar-kejaran antara sebuah mobil hitam dengan 5 buah motor. Tampak salah satu pengendara motor itu adalah putra dari Pak Erlangga.


Lelaki itu mengenakan jaket hitam, jeans Navy dengan motor yang juga berwarna hitam. Terjadi pengejaran oleh lima motor itu pada sebuah mobil sejak lama ditunggu oleh kelima motor hingga mobil itu keluar dari sebuah apartemen.


Sebuah lambaian tangan oleh Bambang membuat beberapa motor cepat maju dan menyalip mobil hitam itu hingga akhirnya berada di depan mobil itu. Satu motor berada disebelah mobil. Sebuah senjat* ap* diarahkan ke arah jendela kaca mobil.


"Dor!"


"Dor!"


"Ciiiit."


Mobil hitam itu berhenti mendadak di ujung jalan. Pengendara lima motor tadi cepat turun dari motor mereka. Satu diantara mereka membuka pintu mobil. Ia masuk dan menodongkan senjata kepada sang pengemudi.


Bambang cepat ikut masuk kedalam mobil itu diikuti 3 orang lainnya.


"Si-Siapa Kalian!"


"Diam!"


"Jalan!"


Bambang memberikan perintah kepada anak buahnya yang telah duduk di balik kemudi. Mobil itu melaju meninggalkan jalan tol dengan kecepatan lebih diatas rata-rata menuju sebuah gedung. Diikuti oleh kelima motor tadi.


Tiba disebuah gedung kosong berlantai 6. Bambang berjalan lebih dulu. diikuti oleh beberapa pria yang juga berjaket hitam. Tubuh mereka terlihat begitu tegap dan atletis. Satu dari lelaki berjaket hitam itu memasangkan borgol pada satu pria yang ada didalam mobil tadi.


Pria yang sedang berjalan setengah di dorong oleh anak buah Bambang begitu ketakutan. Wajahnya pucat pasih. Ia tak tahu kenapa ia dibawa ke ke gedung itu. Terlebih lagi sebuah senjat* ap* yang berada dibalik pinggang nya membuat pria itu tak dapat berkutik.


Tiba pada lantai paling atas gedung tersebut, Bambang mendekat ke arah pria itu. Ia membuka sarung tangannya. Ia menyapa lelaki berbaju kemeja kotak-kotak itu.


"Katakan dimana file yang akan kamu terbitkan itu?"


"Sa-Sa-Ya tidak paham maksud anda?"


Satu telunjuk Bambang diangkat dan sebuah pukulan yang mendarat pada perut pria yang merupakan salah satu Buzzer yang dibayar oleh Shela. Lelaki itu memiliki sebuah file. File itu akan di share ke media online dan media cetak.

__ADS_1


Bambang sebenarnya sudah memperingatkan Shela dan Liona lewat Beni. Namun berdasarkan laporan dari orang yang mengawasi Shela dan Liona, Perempuan berhati licik itu masih tetap pada misi mereka. Sebuah video menyangkut masalalu kakak ipar Bambang itu akan mereka share.


Sebenarnya anak buah Bambang ketika tahu tentang video itu akan segera memusnahkannya. Sayang mereka terlambat hingga video itu kini dimiliki oleh seorang buzzer yang dibayar mahal oleh Shela ditambah lagi Liona pagi tadi menelpon lelaki itu untuk hari ini juga video itu harus sudah viral di jagat Maya.


Bambang yang dari pertama kasus Bram mencuat telah mendapatkan pesan dari kakaknya. Ia hanya mengikuti perintah sang kakak untuk menyuruh beberapa orang anak buah Bram yang biasa ia ajak untuk mengurus lawan bisnisnya yang nakal.


Bram meminta adik bungsunya itu memantau pergerakan Shela. Dua tahun berpacaran dengan Shela, cukup bagi Bram untuk mengenal bagaimana Shela ketika ia merasa tersakiti, dan terobsesi pada satu keinginannya.


Bambang meminta anak buah Bram menyadap telepon Shela. Satu hari Bram di penjara Bambang telah bergerak cepat sesuai arahan Bram. Bahkan hal inilah yang memicu ia sempat bersitegang dengan Rani ketika istrinya itu membeli baju sangat banyak sedangkan ia sedikit cemas akan video apa yang akan disebarkan oleh Buzzer sewaan sela itu.


Karena anak buah Bram hanya mendapatkan clue jika sebuah video menyangkut masalalu kakak iparnya itu akan disebarkan. Hingga video Shela bayar dengan harga fantastis. Dan semalam, sebuah panggilan masuk ke ponsel pria berbaju kotak-kotak itu yang berasal dari Liona pun membuat anak buah Bram melaporkan pada Bambang tentang rencana pria itu siang ini.


"Katakanlah saja, lalu berikan video itu padaku. Aku tidak akan mengambilnya gratis. Ada harga yang akan aku bayar. kamu tinggal sebutkan."


"Siapa anda?"


Mata pria itu memicingkan mata menatap Bambang.


"Hehe.... Aku bukan siapa-siapa. Cepatlah, waktu ku tak lama. Aku hanya punya waktu 15 menit. Atau kamu mau terjadi sesuatu pada anak bungsu mu?"


"Aaaaaahhhhh.... Ayaaaaahhh.... Aku takuuuut."


"Dinda. Jangan kau sakiti anakku brengs*k."


"Hihi.... Berteriak lah. Itu tak mampu membuat anak mu selamat. Berikan video itu, kamu dan keluarga mu akan aku selamatkan. Aku akan mengirim kamu ke sebuah tempat hingga dua ulat betina itu tak menggangu keluargamu. Dan aku akan kirim biaya hidup selama 10 tahun untuk mu. Kurasa itu cukup!"


Glek.


Pria itu menelan salivanya dengan kasar. Ia bermonolog dalam dirinya.


"Siapa pria ini. Yang jelas dia bukan orang sembarangan."


"Aku tahu kau punya salinan video yang sudah kau hancurkan disebuah CCTV."


"Siapa kau?!"

__ADS_1


Satu telunjuk Bambang yang terangkat membuat sebuah pukulan mendarat kembali pada tubuh pria itu.


"Buuuughh!"


"Katakan saja Ya. Maka kau akan selamat, anak mu akan selamat. Dan kau akan hidup tenang. Ulat-ulat betina itu tak akan menemukan mu. Aku menjamin itu. Atau kau ingin tetap menyebarkan video itu dan anak mu...."


Satu kode yang diberikan oleh Bambang dengan jarinya ia arahkan ke arah lehernya dan seolah memot*ng.


"Tidak! Jangan kau sakiti keluarga ku."


"Berikanlah video itu sekarang dan jangan berbohong jika kau masih memiliki salinan video itu! Jika tidak, aku tidak akan membuat kamu menderita tapi istrimu, anak-anak mu akan lebih dulu ke surga."


Bambang yang menggeleng-geleng kepalanya turun dari drum dan ia berada diujung pembatas gedung itu. ia menatap ke bawah. Ia membuka sebuah video yang hanya dia bisa melihat namun volume nya ia besarkan hingga pria yang sedang terborgol itu dapat mendengar jelas suara istri dan anak-anaknya. Suara penuh ketakutan.


"Aaa...... Ayah..... kami takuuuut...."


"Bangs*t. Hiks. Hiks. Baik aku setuju. Jangan. kau sakiti keluarga ku. Aku menerima tawaran mu."


Bambang tersenyum senang. Senyum kemenangan nya pun terukir jelas pada wajahnya. Ia berjalan ke arah lelaki itu. Ia menepuk pipi lelaki itu.


"Ayah yang pintar. Katakan mana video itu."


"Ada di Drive ponsel ku."


Seorang lelaki merogoh saku celana pria itu. Lalu memberikan pada Bambang.


"Katakan apa judul file nya?"


Raut wajah pria itu berubah ketakutan setelah ia menyebutkan judul nya sebuah pukulan kembali mendarat ke perutnya karena kode dari jari Bambang membuat anak buahnya menuruti perintah adik sang bos.


"20 menit CEO dan perempuan berkerudung."


"Buuuughh!"


"Aaawwwhhh."

__ADS_1


__ADS_2