
Malam telah larut. Hampir beberapa kali Ibrahim terbangun karena rasa laparnya. Ayra pun telah beberapa kali memberikan ASI pada putranya. Saat ia sedang mengerjakan shalat malam. Kembali putra Ayra itu terbangun dan menangis. Bram yang terjaga membuka kedua matanya. Ia melihat Ayra di sudut ruangan kamar yang menang sengaja di berikan space khusus untuk suami istri itu mengerjakan shalat disaat mereka memiliki bayi seperti sekarang ini.
Bram menggendong tubuh Ibrahim. Ia mencoba menenangkan buah hati nya. Saat buah hati mereka masih menangis... Ayra yang selesai shalat cepat membuka mukenahnya. Ia cepat menggendong Ibrahim.
",Sayang..... Apa ada yang sakit ya mas.... Tidak biasanya bangun terus."
"Tapi tubuhnya tidak panas Ay."
Ketika di berikan ASI bayi Ayra itu langsung diam. Namun baru beberapa menit di berikan ASI, Ibrahim kembali bangun. Ayra akhirnya mengerti jika si buah hati tak merasa nyaman. Sehingga Ayra memposisikan tubuhnya berbaring di sisi sang buah hati sambil memberikan ASI.
"Sepertinya dia tidak mau di lepas ASI nya mas."
"Hem... anak pintar. Besok bakal sayang istri ya nak..."
Bram pun ikut berbaring di sisi istrinya.
"Ay, lusa mas ada pertemuan di Singapura. Kamu mau ikut?" Tanya Bram pada Ayra yang masih mengusap lembut rambut Ibrahim.
"Tidak mas. Lusa itu jadwal pertemuan dengan organisasi dan juga ada undangan dari pemudi Islam yang meminta Ayra menjadi narasumber tentang tema 'Mengenal Haid dan Istihadho.' Boleh hadir ke acara itu mas? Dan sepertinya akan live di akun universitas mereka."
"Mas ini semakin kesini semakin khawatir kehilangan perhatian kamu Ay." Ungkap Bram pada istrinya.
Ayra menggenggam tangan suaminya yang memeluk pinggang ramping Ayra dari tadi.
"Ya sudah Ayra akan konfirmasi ke panitia minta kak Siti yang menggantikan kalau begitu."
"Sayang..... bukan mas tidak mengizinkan tapi mas khawatir kamu kamu terlalu sibuk. Mas jadi punya dikit waktu untuk kamu." Ungkap Bram sambil men ci um leher Ayra.
"Jadi lusa Ayra boleh hadir di acara itu?"
"Boleh tapi jangan pakai Make up, no lipstik."
__ADS_1
Ayra reflek menoleh ke arah Bram.
"Hehe... kamu tanpa make up sudah cantik Ay. Mas tidak mau istri mas ini wajahnya di nikmati lelaki lain."
"Disana itu kajian Putria suami ku sayang...."
"Tapi live streaming itu semua mata bisa memandang."
"Baiklah. Suamiku, Terimakasih karena Ayra masih diperbolehkan mengikuti organisasi. Oya mas Ayra ada sesuatu rencana menurut mas apakah baik atau tidak?"
Bram menopang kepalanya. Ia mendengarkan dengan seksama niat baik istrinya. Ia akan memanfaatkan media sosial dan beberapa aplikasi yang menurutnya bisa mewujudkan apa yang ia harapkan. Bram pun menatap kagum istrinya.
"Ide bagus sih Sayang... Tapi harus benar-benar konsisten dan pengurus jangan sampai ikut arusnya. Dan harus ada evaluasi dan monitoring Agara tak ada anggota yang menyeleweng dan membuat komunitas itu malah melenceng dari tujuan awalnya."
"Mas Ridho?". Insyaallah mas Ridho semua kegiatan istri mas ini untuk agama dan dakwah.
Bram memeluk Ayra erat. Masa me nyu su i Ibrahim betul-betul berbeda dengan masa si kembar. Ibrahim tak pernah nyenyak tidur di box. Sehingga Ayra harus tidur di posisi tengah. Bram tak berani jika sang buah hati harus berada di posisi tengah, ia khawatir jika buah hatinya tertimpa dirinya ketika tidur.
Hari dimana Ayra akan membicarakan idenya bersama teman-teman satu organisasinya pun tiba. Siang itu Ayra mengajak Intan untuk ikut bersamanya. Ibrahim yang masih harus minum ASI membuat istri CEO Mikel Group itu lebih tenang ketika ia mengajak sang buah hati bersama dirinya.
Tiba di ruangan yang biasa digunakan pertemuan rutin. Mereka mengaji seperti biasanya. Hingga Ayra menutup pertemuan rutin yang biasanya diawali kegiatan baca Yasin dan beberapa materi tentang fiqih perempuan yang Ayra sebagai pematerinya.
"Jadi begini. Menurut saya tantangan zaman sudah berubah. Bukan saatnya lagi kita ini menjadi baik sendiri. Sekarang agar kita bisa ikut berperan dalam membangun bangsa. Aku ingin kita aktif di media sosial. Karena aku lihat sekarang maraknya media sosial dimanfaatkan oleh para ibu-ibu muda bukan untuk mencari ilmu tetapi untuk ngilangin stress. Nah, jika ibu stres maka otomatis anak, suami akan ikut kena imbasnya."
Ayra pun melepaskan Kacamatanya. Ia yang sudah berapa bulan ini terpaksa mengenakan kacamata karena hampir setiap hari ia bergelut dengan media internet.
"Jadi saya betul-betul miris. Harapan saya. Kita bisa memiliki wadah untuk para ibu-ibu itu tetap bisa ngilangin stres tapi dengan cara yang benar bukan seperti kebanyakan aplikasi yang justru mengarah ke retaknya hubungan dia dan suami."
Seorang anggota yang memang hobi tik tok kan pun memberikan komentar.
"Iya contoh di tik tok itu. Aku lebih suka upload tentang ilmu seperti pengucapan huruf Hijaiyah benar." Ujarnya.
__ADS_1
"Begini, coba kira-kira media apa saja yang banyak diminati ibu-ibu muda. Kita akan mulai dari sana."
Saat mereka mulai mencatat aplikasi yang mungkin rawan membuat hubungan suami istri retak dan malah berakhir selingkuh.
"Oke sekarang siapa di yang biasa menggunakan Aplikasi A. B, C Dan D."
Seorang anggota menunjuk untuk aplikasi yang biasa digunakan untuk ngobrol.
"Tapi aplikasinya ini harus top up untuk kita punya sendiri."
"Oke nanti kita urunan atau pakai kas kita untuk top up."
Ayra memiliki jiwa kepemimpinan terhadap sebuah organisasi. Ia memang kaya namun ia tak ingin menjadi pemimpin yang dimana selalu mengambil alih tugas apalagi bab pendanaan.
Karena di organisasilah para ibu-ibu belajar kebersamaan. Ringan sama di jinjing berat sama di pikul. Itulah yang ingin Ayra ciptakan. Sehingga dengan berorganisasi, para anggotanya terbiasa bermusyawarah, terbiasa melakukan apa-apa bersama tidak mementingkan keinginannya sendiri. Sesuai dengan sila ke 2 yang berisi 'Kemanusiaan yang adil dan beradab'.
Dimana sila kedua itu bagi Ayra memiliki makna bahwa terdapat nilai-nilai diantaranya Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira, Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Serta Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
Dan itu yang ia terapkan dalam organisasi perempuan muda yang ia pimpin hampir satu tahun.
Akhirnya dari pertemuan itu pun telah ada lima orang anggota yang akan berjuang di media sosial yang berbeda. Ada yang berbentuk audio room. Sehingga bisa menjadi tempat curhat, menyanyi, puisi, cerita bagi mereka sesama perempuan tanpa ada lelaki di dalamnya. Karena tujuannya adalah meminimalisir stresnya seorang ibu yang tak memiliki tempat berkeluh kesah.
Bagi Ayra yang alumni pondok dan paham konsep rumah tangga. Seorang istri memang tak boleh berkeluh kesah terlebih untuk melayani suami dan menjadi ibu untuk anak-anaknya. Namun bagi sebagian Ibu yang tak memiliki bekal itu. Justru mereka butuh tempat untuk menghilangkan stres.
Dua orang lainnya lebih ke media yang biasa berbagi wajah. Namun disana mereka lebih ke tujuan membagikan tentang apa-apa saja yang harus dipelajari perempuan yang Madzhab nya sama seperti mereka. Dengan durasi video singkat.
Dua orang yang lainnya yang kebetulan berprofesi sebagai ibu rumah tangga memilih jalur novel online yang mereka lihat banyak peminatnya namun sedikit nya yang bisa memberikan bacaan yang memberikan seperti apa seorang istri. Atau cerita yang sarat akan figur istri, suami, ayah ibu yang bisa dijadikan pelajaran bagi pembaca.
Ayra pun mendapatkan tugas sebagai pemberi materi melalui sebuah halaman YouTube. Karena hanya dirinyalah yang alumni pondok dan bisa tampil di acara seperti seminar. Maka besar harapan Ayra melalui komunitas yang ia bentuk itu. Dapat menjaring ibu-ibu yang mungkin mencari jalan healing namun tetap bisa terjaga dari retaknya rumah tangga.
Tak Ayra senagaja meminta dua temannya yang memilih media audio room untuk memiliki tiga atau empat aplikasi yang serupa. setidaknya Ayra berharap jika satu Anggota bisa menjadi teman bagi lima orang ibu yang sedang kalut. Lalu masing-masing ibu itu memiliki dua orang anak. Setidaknya ada sepuluh orang anak yang akan tumbuh dengan baik karena sang ibu yang akan tetap bahagia walau banyak masalah. Karena punya tempat, teman yang tepat untuk menjadi tong sampah atau media untuk bercerita kepada teman dunia Maya tanpa rawan perselingkuhan.
__ADS_1
"Semoga apa yang kita lakukan ini akan memberikan manfaat bukan hanya untuk mereka yang akan kita rangkul. Tetapi juga buat kita ketika kita tidak ada lagi di dunia ini...." Ucap Ayra sebelum mereka pulang dari pertemuan rutinan bulanan itu.