Pesona Ayra Khairunnisa

Pesona Ayra Khairunnisa
96 Jebakan Batman Bram


__ADS_3

Dinginnya malam tak membuat sepasang anak manusia merasakannya, mereka sedang menikmati malam pertama mereka dia atas ranjang king size didalam kamar mewah nan megah itu. Malam pertama tidur bersama, Saat cita merekah.


Ayra yang merasakan lelah satu hari berpeluh menemui kepala cabang di Provinsi Sumatera Selatan merasakan kantuk yang teramat.


Rasa kebas pada lengan kiri Bram membuat lelaki yang rajin fitnes dan jogging itu pun terbangun dari tidurnya. Saat ia membuka kedua matanya. Ayra masih tertidur berbantalkan lengannya. Ia menyingkirkan rambut hitam yang menutupi sedikit wajah Ayra. Ia selipkan dibalik telinga sang istri.


Suara deru napas sang istri begitu teratur. Bram melihat jam yang ada di sebelah tempat tidur. Pukul menunjukan tiga dini hari. Ia kembali menikmati wajah cantik sang istri. Ada ketenangan di wajah sang istri saat ia tertidur. napas yang teratur dan hembusan napas Ayra membuat Bram tak tega membangunkan sang istri.


"Ah. Aku berjanji akan menjadikan kamu yang pertama dan terkahir dalam hidup ku Ay. Sungguh cinta seperti apakah ini Ay."


"Ayra Sayang.... Bangun Ay."


Bram mengambil ujung rambut Ayra. Rambut panjang Ayra itu ia gosokkan pada hidung Ayra. Ayra menggerakkan kepalanya berkali-kali setiap Bram menggosokkan ujung rambut Ayra pada hidung istrinya itu.


Perlahan Ayra membuka matanya. Ia melihat suaminya sedang terkekeh-kekeh dengan menatap wajahnya.


"Hehehe.... "


"Mas.... "


Suara parau Ayra membuat wajah Bram merona.


"Ay. Suara mu sangat seksi."


Ayra kembali memejamkan matanya. Ia merapatkan pelukannya. Seolah ia berlindung dari dinginnya malam. Bram membelai lembut punggung istrinya.


"Cepat bangun. Katanya mau shalat?"


Ayra menjawab tanpa membuka matanya namun ia pun mengusap lembut punggung suaminya.


"Mas. Mas tidak tidur?"


"Mas baru bangun. Ay."


Ayra bangun dan duduk di tepi tempat tidur. Lalu ia duduk di depan cermin dengan menyisir rambutnya. Bram cepat menuangkan air dingin dan hangat yang berasal dari Tumbler yang ada disebelah tempat tidur kedalam gelas bening. Ia menyerahkan pada sang istri. Ayra menikmati air hangat kuku itu.


Satu kalimat dari Ayra berhasil membuat Bram cepat menarik kedua pipi Ayra.


"Mas, sedetail itukah kamu bertanya pada Umi?"


Ayra tersentuh bahkan minum air hangat kuku saat bangun tidur pun Bram sekarang tahu .


"Ya. Maaf mas tak berani menemui orang tua mu Ay. Mas meminta Rafi yang menemui Umi mu."


"Mas, Boleh nanti siang kita ke Pondok? Ayra rindu Umi. Ayra juga ingin bertemu pada Abi."


Suaminya melihat dari wajah Ayra ada rindu yang begitu mendalam untuk kedua orang tuanya. Bram pun merasa ia memang perlu mengenal kedua mertuanya dan memperkenalkan diri sebagai menantu.


"Baiklah. Berarti kita berangkat dari sana menuju bandara Ya."


"Terima kasih mas."


"Sama-sama istriku sayang."


Mereka pun akhirnya meneruskan dengan shalat lail. Ayra yang masih fokus membaca Al Qur'an, Bram menikmati suara istrinya itu Sampai terkantuk-kantuk. Saat waktu Shubuh telah masuk. Mereka meneruskan shalat Shubuh.


Ayra kagum karena suaminya mau belajar dan mampu belajar dalam waktu yang tergolong singkat. Walau belum terlalu sempurna.


Saat selesai shalat Shubuh Ayra yang berniat ingin ke dapur dicegah oleh suaminya.


"Aku sudah bilang kita akan pacaran sebelum mendaki."

__ADS_1


"Tapi aku ingin buat sarapan untuk mas."


"Nanti saja."


Bram cepat menggendong tubuh kecilnya itu kembali ke tempat tidur. Bram menikmati aroma wangi rambut Ayra. Bram menikmati wajah cantik istrinya itu dengan berpangku pada satu tangannya. Ia memiringkan tubuhnya dengan satu tangan menopang kepalanya hingga ia menghadap istrinya.


Ayra yang ada pada posisi terlentang cepat memiringkan tubuhnya. Hatinya masih begitu hangat. Ia masih merasakan debaran cinta yang jadi di rongga-rongga hatinya.


"Ay, Bagaimana bacaan Al Fatihah ku. Apakah sudah benar?"


Ayra hanya mendengarkan pada tasydidnya saja suaminya yang belum pas.


"Dalam kitab Safinatunnaja menjelaskan ada 14 tempat tasydid yang harus diperhatikan dalam membaca al-Fatihah Mas."


"Owh Ay. Hati ku meleleh setiap kamu ucapkan kata mas mu dengan manja."


Ayra memukul kecil dada suaminya itu.


"Hehehe.... Gom-bal."


"Tak apa dengan istri sendiri."


"Mas sudah baik bacaannya cuma tasydid nya belum pas."


"Dimana sayang?"


"Lagi.... "


"Sayang.... "


"Lagi.... "


"Sayaaaaang.... ku."


"Hehehe.... "


"Mulai sekarang aku akan memanggil mu dengan sayang."


"Tidak dihadapan orang lain."


Jawab Ayra manja.


"Kenapa?"


"Ayra malu mas."


"Sekarang cepat katakan apa itu tasydid dan dimana kurang pasnya."


"Baiklah sayangku."


"Owh Ay.... Dada ku begitu sesak. Lagi.... "


"Sayangku.... "


"Once again."


"My honey.... "


"Ah.... Panah cinta mu tertancap begitu sempurna sayang."


"Kamu gombal dan bucin tingkat angkut mas."

__ADS_1


"Ya kamu yang meracuni aku Ayra Sayang."


Akhirnya Ayra menjelaskan pada suaminya tentang 14 tasydid pada Al Fatihah yaitu pada Tasydid huruf Lam jalalah pada lafal Bismillah. Tasydid huruf Ro pada lafal Arrohmaan Tasydid huruf Ro pada lafal Arrohiim Tasydid huruf Lam jalalah pada lafal Alhamdu lillaahi.


Tasydid huruf Ba pada lafal Robbil ‘Aalamiin. Tasydid huruf Ro pada lafal Arrohmaani. Tasydid huruf Ro pada lafal Arrohiimi.


Tasydid huruf Dal pada lafal Maaliki yaumiddiin


Tasydid huruf Ya pada lafal Iyyaaka na’budu.


Tasydid huruf Ya pada lafal Iyyaka nasta’iin.


Tasydid huruf Shod pada lafal Ihdinash shirootol mustaqiim.


Tasydid Dhad dan Lam pada kalimat An’amta ‘alaihim ghoiril magdhuubi ‘alaihim waladh dhoolliin.


(Sumber: Fiqh Ibadah Praktis dan Mudah Terjemahan dan penjelasan oleh KH. Ust Yahya Wahid Dahlan Al Mutamakkin)


Bram yang penasaran bertanya pada sang istri.


"Apa itu Tasydid Ay? Kenapa harus memperhatikan tasydid Ayra sayang?"


"Tasydid adalah tanda baca yang terjadi karena adanya pertemuan (pengulangan) dari suatu huruf hijaiyah yang sama. Cara membaca hurufnya ditekan atau dibaca doble mas. Nanti mas bisa ikut belajar dari awal huruf Hijaiyah bisa minta saran kang Furqon. Atau bisa sama Kang Furqon langsung.


Kedua, Al-Fatihah adalah salah satu surat yang harus dibaca pada saat melaksanakan shalat. Tentu saja, benar-salahnya bacaan al-Fatihah kita dapat memengaruhi sah dan tidaknya shalat yang kita kerjakan Sayang ku.


Salah membaca tasydid dapat merubah makna yang sangat jauh."


Ayra mengukir tanda Love pada dada suaminya.


"Ayra sayang jangan kau ukir hatiku malam ini. Kamu ingin mengetes suami mu atau kamu ingin menyiksa suami mu hah?"


"Hehehe.... Dadanya keras mas. Ayra suka sedikit lembut biar bertambah nyenyak untuk tidur dipelukan mas."


Ayra mengatakan itu karena ia bisa mendengar dari tadi suara perut yang berasal dari sang suami. Kebiasaan suaminya yang hanya makan nasi satu kali sehari dan itu pun tak teratur membuat lambungnya bermasalah. Hingga sang istri mencari cara agar sang suami mau makan nasi dengan senang hati.


"Baiklah, aku akan memberikan lemak pada dadaku. Mas akan makan nasi dan yang berlemak setiap hari asal kamu yang memasak."


"Terima kasih mas."


"Kamu sungguh aneh Ay. Disaat banyak perempuan begitu menginginkan kesempurnaan pada pasangannya kamu malah tak menginginkan dada kotak-kotak ku."


"Sayang,coba kamu ulangi lagi bagian Ihdhinash shirathal Mustaqim."


"Pas Ihdhinash shirathal nya jangan terlalu meringis atau nyengir mas. Tapi seperti ini Ihdhinash-."


Ayra sedikit memajukan bibir mungilnya tetapi tidak terlalu menguncup. Hingga bibir mungil itu sedikit terbuka dan bunyi yang keluar dari ujung lidah serta menepati ujung dua gigi seri yang bawah ketika tiba pada huruf shod.


"Cup"


"Manis Ay."


Bram menyipitkan matanya dan tertawa terkekeh-kekeh karena wajah sang istri sudah merah seperti tomat.


"Sungguh ibadah paling nikmat adalah Menikah ternyata. Inikah rasanya pacaran dengan pasangan halal dan dalam hubungan halal? Nikmat dan bernilai ibadah."


"Jadi aku baru kena jebakan Batman?"


Ayra memicingkan matanya. Ia yang malu karena merasa dikerjai suaminya, Ayra menggelitik pinggang suaminya hingga Bram berteriak minta ampun.


"Owh.... No Ayra.... Stop.... Stop pleaseee..... please Hunny. I am tickled dear... please... Hehehe...."

__ADS_1


Pagi itu tawa mereka sampai terdengar oleh dua pasang kuping dibalik pintu yang dari tadi memasang kuping mereka di balik pintu. Mereka tersenyum bahagia karena dari tengah malam mereka tak mendengar suara apapun. Padahal peredam suara sudah di nonaktifkan. Namun pagi ini suara tawa Bram dan Ayra secara bersama-sama mampu membuat dua pasang telinga itu traveling dengan pikirannya.


Terlebih lagi suara tawa anak sulung Pak Erlangga itu yang sangat tidak pernah terdengar.


__ADS_2