
Ayra memegang kedua tangan Helena. Sorot mata Ayra penuh penekanan Seolah sedang mempertahankan wilayah teritorialnya. Helena pun menatap Ayra masih dengan sisa sisa air mata di pipinya.
“Teman masa kecil mu adalah suamiku sekarang. Tepatnya kami terikat dalam suatu hubungan pernikahan 3 hari lalu. Jika saya jadi kamu.
Pertama saya akan mengucapkan selamat karena sahabat saya telah menemukan jodohnya. Kedua, Menahan rasa yang ada karena orang yang anda sukai telah ada yang memiliki.
Ketiga, Saya tidak akan bersahabat dengan lelaki yang sudah beristri karena akan ada syetan diantara kalian. Justru saya akan mengenal seperti apa perempuan yang dinikahi sahabat saya itu agar menjadi sahabat baru.”
“Wow amazing. Kamu perempuan yang bijaksana ternyata "
Bram yang dari tadi diam tak bersuara kini bersuara dan yang membuat Ayra menegang sebuah tangan melingkar di pinggangnya dari arah belakang dan satu dagu bersandar di pundaknya. Siapa lagi kalau bukan Bram.
“Ayra benar Helena. Maafkan aku, kami sudah menikah."
Helena makin terisak dalam tangisnya. Kedua tangannya ia turunkan dan ia menatap Bram penuh harap.
“Kau pasti tidak mencintainya Bram. Aku mengenal mu dengan baik. Kau lelaki yang tak mudah jatuh cinta apalagi pada perempuan seperti dia.”
__ADS_1
Ayra mendekat ke arah Helena. Ia sapu pipi putih Helena dengan jari lentiknya. Dan tersenyum manis. Ia tatap Helena dengan wajah bersahabat bukan tatapan tajam seperti beberapa waktu lalu.
“Simpan air mata mu untuk yang lebih penting Helena.”
Helena menatap Ayra tak percaya, perempuan yang dari tadi cukup berani dan menatapnya dengan tajam, sekarang begitu lembut dan manis.
Ayra mengambil kedua tangan Helena dan menggenggam nya.
“Pernikahan memang tak harus dimulai dengan rasa cinta. Tapi pernikahan dengan niat ibadah dan menjauhi diri dari zina adalah baik. Jatuh cinta dan pacaran setelah menikah itu lebih indah karena akan terasa manis jika sesuatu yang haram dilakukan saat belum menikah menjadi halal dan bernilai ibadah disaat satu pasangan terikat dalam mahligai pernikahan.”
Suara Helena terdengar masih dengan sedikit Isak tangis.
“Kamu tahu Helena, ketika ijab qobul di ucapkan. Maka saat itu semua yang berhubungan dengan diriku akan ditanggung oleh suami ku di hari akhir nanti.
Saat ijab qobul Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjian yang dibuat oleh suami ku di depan ALLAH. Dengan disaksikan para malaikat dan manusia. Maka sebegitu berat tanggungjawab yang dipikul suami ku.
Sudah seharusnya, aku meringankan tanggung jawabnya itu untuk patuh kepada suamiku dan mencintainya.”
__ADS_1
“Sebegitu kah agama membuat tanggungjawab kami lelaki?” Bram bergumam di dalam hatinya.
“Ternyata kamu cukup mempesona dan anggun dibalik kerudung mu. Pantas kalau Bram terlihat menerima mu.” Helena ikut tertekun mendengar penuturan istri Bramantyo itu.
“Aku sebagai istrinya meminta maaf jika selama ini ia menyakiti mu. Dan jika pernikahan kami pun menyakiti mu. Yakinlah sekarang jodoh mu mungkin sedang menanti mu. Atau sedang memantaskan diri untuk disamping mu.”
Ayra memberikan sehelai tisu dari dalam tas kecilnya. Karena ia melihat Helena kesulitan bernapas karena cairan yang menyumbat kedua hidungnya.
Helena yang merasa sesak dadanya karena cintanya kandas ditengah perjuangan. Ia terisak menangisi dirinya yang sedari kecil sudah Yatim piatu dan kini ia harus merasa sendiri karena sahabat masa kecilnya juga pergi meninggalkan nya.
Helena terduduk dilantai dan meraung-raung menangisi nasibnya. Bram yang tak tega melihat perempuan menangis mendekat namun Ayra lebih dulu mengangkat tubuh Helena agar tak duduk dilantai. Ia memeluk Helena dan membelai lembut punggung Ayra.
“Maafkan aku Helena, bukan maksud ku menyakiti hati mu. Menangis lah jika dengan menangis bisa membuat mu tenang.”
Bram melihat pemandangan itu pun memberikan satu kalimat yang membuat satu hati tenang dan satu hati bahagia merona. Bram menatap dua perempuan yang hadir dalam waktu berbeda. Satu dari masalalu dan yang satu akan jadi masa depannya. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.
“Menangislah di pundak istri ku mulai sekarang Helen. Karena pundak ku tak lagi halal untuk menopang kesedihan mu. Karena tubuh ku ini hanya halal disentuh oleh istriku. Jangan pergi dari hidup ku. Jadilah sahabat aku dan istri ku.”
__ADS_1