Pesona Ayra Khairunnisa

Pesona Ayra Khairunnisa
93 Puncak Bucin Bram Ayra 1


__ADS_3

Bram menepuk tangan nya dua kali. Tak lama terdengar sebuah lagu yang mengalun begitu merdu dan syahdu. Seolah lagu itu mewakili sang CEO yang sedang dilanda cinta dan rindu.


Sebuah lagu yang berjudul Takkan Terganti dari Kangen Band yang telah di cover oleh Aila membuat suasana romantis dikamar mewah Bram pun begitu terasa. Ayra yang sedang terpejam dan berada dalam pelukan suaminya merasakan sangat hangat hatinya.


Ia menikmati aroma parfum yang suaminya kenakan. Aroma yang selalu menemaninya sedari SMP saat dikamar atau ingin beribadah. Terlebih lirik lagu yang mengalun bait demi bait lagu itu membuat hati Ayra terasa hangat. Hujan dikala hatinya sedang merindukan kasih sayang sang dambaan hati.


Sang kekasih yang ternyata lelaki yang pertama kali menyentuhnya. Kekasih hati yang ternyata telah melihat lekuk tubuhnya walau belum ia nikmati setiap inci kulit tubuh perempuan bertubuh mungil itu. Air mata hangat membasahi pipi Ayra. Air matanya jatuh di tangan nya yang menggenggam kedua tangan Bram yang melingkar pada pinggang rampingnya.


Dan satu bisikan yang bram ucapkan di telinga Ayra dengan kepala masih ia tempelkan pada pundak Ayra dan ia sandarkan pada leher Ayra. Kata-kata itu membuat Ayra menjatuhkan butiran embun itu makin deras di pipinya.


"Terima kasih untuk menerima aku dengan segala kekurangan ku Ay. Lengkapilah kehidupan ku. Aku mencintaimu Ay. Jangan tinggalkan aku Ay sekalipun aku berlari meninggalkan kamu. Kejarlah aku agar kita tetap selalu begini. Aku bersyukur memiliki kamu Ay. Aku tak ingin kamu pergi dari hidup ku Ay."


Butiran bening pun mengalir dari pipi Bram dan jatuh membasahi jilbab Ayra. Kali pertama lelaki angkuh itu menangis karena satu rasa sayang yang ia miliki. Hatinya pun terasa sesak saat ia mengucapkan kata-kata itu. Suaranya terdengar parau.


Ayra yang telah terisak menangis karena rasa bahagia yang tiada Tara pun makin memiringkan kepalanya hingga dua kepala itu bersandar satu sama lainnya masih dengan posisi berdiri.


"Sekalipun nanti mas melihat kekurangan ku? sekalipun aku tak lagi secantik ini mas?"


Suara Ayra terdengar lirih dan diiringi Isak tangis.


"Hem, Bagaimana aku minta kamu sempurna Ay jika aku saja punya banyak kekurangan dan masalalu yang kelam."


"Cup"


Dag.


Dig.

__ADS_1


Dug.


Satu kecupan Bram daratkan pada pipi Ayra. Lalu kembali ia tempelkan dagunya pada pundak kecil Ayra. Posisi tubuh Bram sedikit menunduk memeluk Ayra dari belakang karena tubuh istrinya itu sedikit kecil dan pendek dari dirinya.


Jantung Ayra berdetak begitu cepat. Berdetak tak beraturan. Bram yang dapat merasakan apa yang istrinya itu rasakan tertawa kecil.


"Hehehe.... Sebegitu polos itu kah istri ku? Aku beruntung Ay. Aku yang pertama menyentuh mu. Mendapatkan kamu. Padahal aku tak-"


Bram yang merasa rendah diri karena istrinya dari segi ilmu agama lebih mumpuni dibandingkan dirinya yang sangat jauh dari kata Sholeh. Namun sang istri yang mungkin merasakan rindu yang sama. Rasa cinta yang sama hingga Ayra memberikan satu kecupan kecil pada tangan Bram yang membelit pinggangnya. Satu tangan yang telah Ayra genggam dan ia letakkan di depan bibirnya.


Bahkan tangan itu masih ia letakkan di pipi lembutnya. Air mata yang menetes di punggung tangan Bram pun membuat pemilik tangan cepat membalik tubuh istrinya. Ia mengangkat wajah istrinya itu. Ia usap air mata yang membasahi pipi Ayra.


Ia tarik tubuh mungil istrinya itu. Ia dekap erat tubuh istrinya itu. Ia kecup berkali-kali kepala Ayra yang terbungkus jilbab.


Ayra melingkarkan tangannya pada pinggang suaminya. Kepalanya terbenam dalam dada bidang sang suami. Ia bisa merasakan detak jantung yang sama pada suaminya. Hembusan napas sang suami yang terasa berat dapat Ayra rasakan.


"Maaf untuk luka yang pernah aku buat Ay. Maaf untuk semua yang menyakiti mu. Dirimu Takkan Terganti Ay. Sekarang dan Nanti hanya kamu pemilik hati ini Ay. Aku tak akan melepaskan kamu dan tak kan meninggalkan kamu Ay. I am creazy about You Ay." (Aku tergila-gila pada mu Ay)


"Ajari aku cara mencintai Rasulullah dan Allah Ay. Aku sudah terlalu jauh berlari. Gandeng tangan ku menuju jalan yang benar. Terangi hati ku dengan cinta mu yang ada karena niatmu untuk ibadah. Ajari aku mencintaimu dengan niat Ibadah Ay."


"Glek."


Kembali Bram daratkan kecupan lembut pada kepala istrinya itu. Dan ia menelan Saliva nya kasar karena rasa sayang nya pada Ayra begitu menyesakkan dadanya. Air mata yang ia coba tahan tak mampu berhenti mengalir hingga jilbab sang istri Kembali basah.


Ayra makin membenamkan kepalanya pada dada bidang suaminya. Cinta yang berbalas disaat hati merindu betul-betul membuat ia tak mampu berkata-kata. Hanya ada rasa yang entah tak mampu Ayra jelaskan bahwa ia sangat bahagia. Hanya air mata yang terus mengalir dari ujung sudut matanya yang menjelaskan bahwa ia sangat bahagia malam ini.


Tak ada lagi rasa khawatir akan rasa sedih jika suaminya orang kedua yang melihat tubuhnya. Tak ada lagi rasa gelisah jika suaminya bukan orang pertama yang menyentuh tubuhnya. Namun ia seolah tak ingin ikut campur cara Allah membuat indahnya perjalanan cintanya, ia memilih diam dengan rasanya tak ingin bertanya ataupun menjelaskan perihal kejadian beberapa tahun silam.

__ADS_1


Bram yang melihat Ayra makin membenamkan tubuhnya dalam pelukannya merasakan jika sang istri pasti sedang merasakan lelah. Ia tahu betul rasa lelah ketika pulang dari luar kota mengurusi bisnis apalagi mengurusi masalah yang cukup serius terlebih lagi menghadapi demo. Ia cepat mengangkat tubuh kecil istrinya itu.


Ia menggendong Ayra ala bridal style. Ayra pun reflek mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya.


"Astaghfirullah hal'adzim.... Mas."


"Turunkan aku mas. Nanti mas lelah."


"Tidak kamu sangat ringan. Hehehe.... Malam ini kamu akan menjadi Tuan Putri. Aku akan menjadi pelayan mu Ay. Sekarang Tuan putri mau makan dulu atau mau mandi dulu?"


"Aku mau ke Mekkah bersama kamu mas."


"Ayo kita berangkat kita belajar dulu. Anggaplah sekarang kita keliling Ka'bah."


Bram menggendong Ayra dengan mengelilingi Sofa yang ada ditengah ruangan tidur itu tepat di depan ranjang yang berukuran king size itu. Ayra tertawa kecil dan berkali-kali memukul pelan dada bidang suaminya itu. Karena Bram betul-betul menggendong Ayra dan berputar-putar mengelilingi sofa itu seperti sedang melakukan tawaf.


Ayra yang berada dalam gendongan Bram hanya tersenyum melihat suaminya itu menunjukkan wajah manis dengan senyum di bibirnya. Mata Bram yang begitu indah bagi Ayra membuat Ayra hanya memandangi suaminya itu.


Karena netranya baru kali ini menatap suaminya dengan mimik wajah begitu ramah dan senyum terukir dibibir suaminya membuat wajah sang CEO MIKEL Group itu makin tampan hingga Ayra pun makin terlena.


"Subhanallah.... Alhamdulilah. Kamu tampan sekali mas"


Bram menyipitkan matanya. Ia mengulangi pertanyaannya.


"Mau makan dulu atau mandi dulu?"


"Terserah mas. Ayra malam ini hanya akan mengamini setiap apa yang kamu ucapkan dan kamu lakukan mas."

__ADS_1


Kepalanya ia sandarkan pada dada Bram. Hingga kepalanya menyentuh dagu suaminya itu. Bram membenarkan posisi tangannya sambil menggendong Ayra ke arah meja makan yang telah Rafi siapkan beserta menu dan lilin-lilin berbentuk love pun membuat meja itu semakin membuat Ayra merona.


"Kamu romantis sekali mas.... Ah begini kah rasanya jatuh cinta? Rasanya begitu menyesakkan dada. Bahkan untuk bernapas pun terasa berat. Beginikah rasanya pacaran setelah menikah ? Pantas jika pacaran sebelum menikah tak ada dalam Islam karena baru merasakan saja sudah seperti ini. Terimakasih Rabb. Sungguh hanya Engkau yang mampu merubah hati seseorang karena Engkau Maha membolak-balikkan hati. "


__ADS_2