
Denpasar yang cukup panas, setelah menilik beberapa laporan dari managemen hotel, Shakti memutuskan untuk langsung pergi ke kota seminyak bersama Doni.
"Berapa lama kita akan berada di Seminyak, Pak?" Doni membuka percakapan saat sopir sudah membawa mereka pada perjalanan menuju kota seminyak
"Hanya semalam saja." jawab Shakti masih menatap keluar jendela menikmati perjalanan.
"Apa perlu kita menyewa private resort?" lanjut Doni. Dia berfikir, mungkin bosnya butuh bersenang senang saat berada di bali untuk melepaskan segala penat.
"Tidak usah, pilih resort umum saja." jawab Shakti dengan datar. Dia memang hanya berniat melihat situasi di Seminyak. Dia juga ingin membelikan sesuatu untuk Alexa, mengingat selama ini dia tidak pernah memberikan apapun pada istrinya.
Mereka turun dari mobil setelah sampai di area pantai. Doni mengarahkan Shakti pada sebuah resort yang ada paling dekat dengan pantai untuk menginap mereka.
"Pak, di sini dikenal dengan nightlife-nya, lo. Banyak tempat hiburan malam yang cukup menarik." jelas Doni.
"Nggak usah, saya datang ke sini ingin secepatnya menyelesaikan pekerjaan. Di rumah istri saya menunggu." ucap Shakti memperjelas niatnya. Dia juga selalu kepikiran Alexa. Dia sendiri heran seharian wanita itu selalu mengirim pesan hanya menanyakan kapan pulang.
"Bagaimana jika kita makan sekarang?" tanya Shakti sedari tadi dia belum mengisi perutnya, dia juga menginginkan es kelapa muda.
"Baiklah, kita makan dulu!" Doni kemudian mengantar Shakti menuju sebuah restoran resort. Mereka kemudian berjalan mencari meja yang nyaman.
"Shak... " sapa seorang wanita dengan ragu ragu.
"Eh... Cla. Kamu juga di sini?" jawab Shakti. Shakti juga tidak menyangka akan bertemu mantan kekasihnya di tempat ini.
"Pak, saya akan memesankan kamar terlebih dahulu." pamit Doni setelah melihat Clarisa duduk di sebelah bosnya.
"Istrimu mana, Shak?" tanya Clarisa. Dengan menatap lelaki yang sudah melepaskan jas dan melipat kemejanya hingga ke siku.
"Alexa tidak ikut. Aku hanya kunjungan kerja saja."
"Kamu sendiri?" lanjut Shakti. Tapi mereka berhenti berbincang kala pelayan membawakan pesanan makanan. Dia juga memesankan Clarisa makanan dan minuman yang sama.
"Kamu masih ingat minuman dan makanan kesukaanku, Shak." ucap Clarisa. Hatinya kembali merasa sedih karena kehilangan lelaki yang pernah mengisi kehidupannya dan memanjakannya.
__ADS_1
"Seandainya saja waktu bisa diputar kembali ya." lirih Clarisa yang masih terdengar Shakti.
"Maafkan aku, Cla. Tapi, aku memang tidak bisa membohongi perasaanku." jelas Shakti, lelaki itu menatap gadis di sampingnya dengan rasa bersalah.
"Sudahlah, mungkin itulah jodoh, Shak." Clarisa berusaha menormalkan situasi, dia tidak ingin terjadi kecanggungan lagi.
"Ting.... " suara notifikasi dari ponselnya pun terdengar.
Mas lagi ngapain? Kapan pulang?
Pesan dari Alexa membuat Shakti tersenyum, tapi lelaki itu langsung meletakkan kembali ponselnya karena tidak enak dengan Clarisa.
"Kamu terlihat sangat mencintainya, Shak." ucap Clarisa. Dia sangat mengenal Shakti, dia tidak pernah wajah tampan itu begitu berbinar saat bersamanya.
"Iya, aku sangat mencintainya." sahut Shakti seolah ingin mengungkapkan kejujuran hatinya.
Iya Clarisa tidak lagi menanggapinya, gadis itu tersenyum miris memikirkan hidupnya. Mereka kemudian menikmati makanan yang sudah di pesan, Shakti pun tidak sabar ingin masuk ke kamar untuk bisa face time dengan istrinya.
####
Dengan sangat malah Alexa mulai beranjak menghampiri ponselnya yang tergeletak di kasur. Entah kenapa melihat nama 'My Hubby' malah menjadikannya malah menerima panggilan.
Alexa mendiamkannya sejenak padahal sudah dua jam dia menunggu balasan pesan dari suaminya.
"Assalamu'alaikum... " Alexa akhirnya mengangkat panggilan kedua dari Shakti.
" Waalaikum salam. Kamu menangis, Ay?" tanya Shakti tanpa merasa bersalah. Dia tidak merasa jika kali ini istrinya suka dibuat baper hanya tidak dibalas pesannya.
"Kenapa tidak membalas pesanku, Mas? Sejak tadi aku mengirim pesan." sambung Alexa saat melihat senyum tak berdosa timbul di wajah ganteng suaminya.
"Kenapa kamu jadi berlebihan kayak gitu?"
"Apa berlebihan? Kamu bilang aku berlebihan saat mengkhawatirkan mu, Mas?" sergah Alexa, dia merasa kesal saat suaminya mengatakan sikapnya sangat berlebihan.
__ADS_1
"Maaf, Ay. Maaf... " Shakti mulai menyadari wajah kesal istrinya. Dia tidak ingin memperpanjang masalah lagi.
"Aku baru pulang ke resort. Iya, aku akan bermalam di Seminyak untuk satu malam." jawab Shakti dengan menatap wajah yang sebenarnya sudah dia rindukan. Dia tidak berani bercerita pada Alexa jika bertemu Clarisa di sini.
Face time mereka berlangsung cukup lama. Rasa saling merindukan membuat keduanya ingin mengakhiri panggilan teleponnya, hingga akhirnya Doni mengetuk pintu kamar Shakti dan mengajak lelaki itu untuk menikmati makan malam dengan menu spesial yang di ada di resort.
###
Hanum mematut diri di depan cermin. Gadis merasa sudah cukup untuk pergi ke sebuah pesta anak muda.
Hanum sendiri tidak bisa membayangkan seperti apa pertama yang di buat oleh Adrian. Dia hanya merasa butuh untuk mengelakkan sayap. pergaulan.
"Yes... " gumam Hanum kemudian melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya dan menyambar tasnya yang sudah dia siapkan di meja.
Gadis itu berjalan ke luar menuju kamar Aleks, karena kakaknya itu yang akan mengantarnya dan pulangnya akan di jemput Papa Hans.
"Kak Aleks, aku sudah siap." Hanum mengetik pintu kembarannya itu hingga mendapatkan jawaban dari orang yang ada di dalamnya.
Sesaat kemudian Aleks keluar, cowok. ganteng itu pun segera berjalan mendahului adiknya dan mencari keberadaan Zoya.
Keduanya pun pamit, Aleks melakukan mobil keluarga dengan tenang menuju alamat yang Hanum tunjukkan.
"Kamu yakin, untuk pergi ke sana?" tanya Aleks saat mereka berada dalam mobil yang meluncur ke alamat yang dalam undangan.
"Iyalah, Kak. Lagian, pasti hanya pesta kecil." sahut Hanum. Aleks kembali terdiam, tapi otaknya kembali meraba- raba karena biasanya pesta anak muda itu pesta biasanya dibuat seperti hingar bingar dunia clubbing.
"Ada Dira nanti, Kak." lanjut Hanum untuk meyakinkan Aleks.
"Baiklah, tapi jika ada apa apa atau hal yang buat kamu tidak nyaman cepat hubungi Kak Aleks atau Papa." lanjut Aleks menghentikan mobilnya pada sebuah rumah yang masih tertutup tapi di luarnya sudah berjajar mobil mobil mewah pada tamu undangan.
"Atau kakak ikut masuk sekalian sebagai pasanganmu?" tanya Aleks yang sangat ragu melepas Hanum sendirian.
"Aku sama Dira kok, lagian nggak enak jika ada Kak Aleks, nanti dikira aku bawa bodyguard." lanjut Hanum kemudian turun dari mobil Aleks.
__ADS_1
"Aku masuk dulu, Kak." pamit Hanum pada Aleks dari kaca jendela.
Gadis itu pun kemudian masuk ke dalam, setelah kakaknya sudah mulai menghilang dari pandangannya.