Rindu Alexa

Rindu Alexa
Calon Mantan Kekasih


__ADS_3

"Alexa!" Alexa sudah tidak peduli lagi dengan panggilan lelaki itu. Hatinya begitu hancur. Gadis itu hanya bisa terisak dan menyeka air matanya saat dia menyeret langkahnya untuk menjauh dari gedung bertingkat itu.


Shakti berlari mengejar Alexa hingga keluar gedung. Tapi, tidak menemukan sosok yang dicarinya. Masih dengan mengedarkan pandangan, lelaki itu menyugar rambutnya dengan kasar.


"Shiiittt...!" Shakti melayangkan kepalan tangannya di udara. Dia begitu frustasi karena tak bisa menemukan bayangan Alexa lagi. Kemudian, di susul oleh Clarisa yang sudah menyimpan rasa cemburu yang masih ditahan dalam hatinya. Gadis tinggi semampai itu meyakinkan calon mantan kekasihnya untuk segera mengantarnya pulang.


Alexa menyandarkan tubuhnya yang terasa lemah di balik dinding gedung bertingkat itu dengan hati yang terluka. Air matanya terus mengalir dan sulit dihentikan. Ini pertama kali dia merasakan rasa sakit yang begitu hebat. Merasa marah, sedih dan dibohongi oleh seseorang yang sudah sangat dia percaya. Kecewa, hal yang paling menyakitkan untuknya saat ini.


Saat pikirannya mencari sebuah keyakinan dengan apa yang terjadi, selalu terlintas bayangan gadis seksi bergelayut manja di lengan kekasihnya itu. Kapan mereka berhubungan? Sejak kapan dia dibohongi? Hanya pertanyaan itu yang terus berada di benaknya.


Tangisnya kembali pecah dengan mengatupkan kelopak matanya dengan begitu kuat dia ingin menghentikan air yang terus saja berhamburan keluar dari kedua bola matanya.


Sebuah dering ponsel miliknya membuatkan gadis itu berlahan membuka matanya, sedikit mengurai tangannya yang sedari tadi memeluk tasnya begitu kuat.


Papa. Nama itu yang tertera di layar ponselnya memaksanya menghentikan air matanya. Dia juga mengatur suaranya sebelum mengangkat panggilan papanya.


"Assalamu'alaikum." jawab Alexa dengan hati hati. Dia tidak ingin papanya curiga dengan Keadaannya.


"Waalaikum salam. Oh ya Al, berkasnya nanti langsung bawa pulang ke rumah. Papa ada janji dengan klien." ucap Hans.


"Iya Pa, ini Ale baru nyampe."


"Ya sudah Assalamulaikum." ujar Hans langsung menutup panggilannya tanpa menunggu jawaban Alexa.


Sebelum memasukkan kembali ponselnya. Benda pipih miliknya itu kembali berdering. Shakti mencoba menelpon hingga berkali kali, tapi Alexa memilih untuk tidak menjawabnya. Dia tidak tahu apa yang mesti dikatakan pada lelaki yang sudah membuat terluka.


[Ay, Aku ingin kita ketemu dan menjelaskan semuanya. Semua tidak seperti yang kamu lihat]


Membaca pesan yang dari lelaki yang membuat hatinya kecewa itu tidak lagi bergeming. Alexa memilih untuk melanjutkan apa yang menjadi tujuannya datang ke apartemen.


###


Mobil Jaguar metalic itu berhenti di depan sebuah rumah megah milik orang tua Clarisa. Clarisa hanya ingin di antar hingga di depan saja.

__ADS_1


"Apa gadis itu yang membuatmu mengakhiri hubungan ini?" tanya Clarisa membuka percakapan di antara mereka. Selama perjalanan dari apartemen Shakti mereka membisu. Clarisa masih mengingat jelas reaksi gadis berkerudung itu saat melihatnya memeluk lengan Shakti. Dan Shakti sendiri sudah tidak peduli dengan perasaannya saat memutuskan mengejar Alexa, itu tetap dilakukannya meskipun dirinya sudah berusaha mencekal lengan kokoh itu.


"Dia tidak salah, Cla. Aku yang salah. Maafkan aku." ucap Shakti.


"Iya, tapi aku memberimu waktu satu bulan untuk meyakinkan kembali perasaanmu, Shak." Gadis itu seperti tidak rela, sekaligus tidak percaya dengan apa yang terjadi pada hari ini. Dia tidak menyangka jika ada seseorang yang bisa membuat kekasihnya itu berpaling.


"Aku masuk dulu! Aku harap semua ini tidak yang sebenarnya, Shak. Aku sangat mencintaimu." lanjut Clarisa saat melihat Shakti tertegun. Suara gadis itu masih terdengar serak.


"Maafkan aku, Cla." Masih dengan kalimat yang sama Shakti menjawab gadis yang sudah dua tahun dipacarinya itu membuka pintu mobil dan keluar. Shakti merasa sangat bersalah padanya.


Flashback Back


Hari ini sangat kebetulan, ketika Clarisa memberi surprise pada Shakti untuk kepulangannya. Seperti biasa, gadis itu dari bandara langsung mencari sang kekasih. Lelaki yang sudah sangat dia rindukan.


"Ada yang ingin aku bicarakan, Cla?" ucap Shakti saat mereka sudah masuk ke dalam apartemen.


"Aku tahu, pasti kamu sangat merindukanku." ujar gadis yang saat berjalan mendekati kekasihnya yang kini berdiri di balkon.


"Aku juga sangat merindukanmu!" ucap Clarisa dengan mengusap rahang tegas yang ditumbuhi bulu-bulu halus.


"Aku ingin mengakhiri hubungan ini, Cla." Mendengar kalimat Shakti membuat Clarisa terhenyak kaget. Gadis itu kembali mendekati Shakti dengan tatapan penuh selidik.


"Iya, aku ingin mengakhiri semuanya." lanjut Shakti. Dia tidak berani menatap mata berkaca kaca dengan senyum sumbang gadis yang sudah dia sakiti itu.


"Kenapa?" tanya Clarisa tidak percaya.


"Kamu becanda, kan? Kamu ngerjain aku, kan? Apa ini, prank?" Gadis itu terus mencecar tebakan yang baginya sangat mungkin. Clarisa terus saja menggelengkan kepala dengan mata mengembun. Rasanya dia masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Aku serius, Cla. Aku mencintai gadis lain." tegas Shakti dengan memegang bahu gadis yang tersenyum hambar diantara tangisnya. Shakti hanya ingin menguatkan semuanya.


"Nggak, Shak. Kamu nggak mungkin mencintai gadis lain. Hanya aku yang pantas untukmu. Aku yakin kamu hanya jenuh saja dengan hubungan kita." teriak Calrisa. Gadis itu terus saja mengelak dari apa yang Shakti katakan.


"Aku serius. Aku mencintai gadis itu di saat yang kurang tepat. Tapi, itu yang sebenarnya." Shakti terus saja meyakinkan gadis di depannya.

__ADS_1


"Siapa dia?" tanya Clarisa dengan lantang.


"Aku tidak bisa mengatakannya. Tapi, dia sudah mengisi hatiku beberapa bulan ini. Maafkan aku, kebenaran ini sudah menyakitimu." Shakti menatap iba gadis di depannya, dia hampir tidak tega mengatakan semuanya. Tapi, inilah kebenarannya. Dia tidak ingin menyakiti Clarisa lebih dalam.


"Kamu bohong, kan?" Clarisa menghambur memeluk dada bidang lelaki di depannya.


"Kamu hanya jenuh saja. Itu hanya cinta sesaat, Shak." Clarisa terus saja memukul dada bidang Shakti mencoba menyadarkan lelaki itu jika semua salah.


"Kamu tidak serius dengannya. Bahkan, kamu tidak mengatakan siapa gadis itu." Clarisa meregangkan pelukannya. Dia menatap Shakti berharap lelaki di depannya mengatakan siapa gadis yang menggantikan posisi dirinya di hati lelaki yang saat ini berniat meninggalkannya.


Shakti hanya terdiam. Dia tidak ingin Clarisa tahu tentang Alexa. Shakti tidak ingin hal buruk terjadi pada Alexa karena dia tahu Clarisa bisa berbuat apapun.


"Katakan Shak! Seperti apa gadis itu?" desak Clarisa.


"Aku tidak akan mengatakan apapun tentang dia." sambut Shakti.


Mereka terdiam sejenak, bahkan air mata di mata gadis yang kini perasaannya penuh kecewa itu pun telah mengering.


"Baiklah, aku setuju kita berpisah jika setelah sebulan kamu ternyata memang tidak ingin kembali lagi padaku." ujar Clarisa.


"Tapi, Cla. Aku tidak ingin menyakitimu lebih dalam lagi." elak Shakti yang sudah tidak ingin lagi hidup diantara dua hati.


"Demi hubungan kita selama dua tahun ini. Aku tidak bisa mengakhiri ini dengan tiba tiba." pinta Clarisa.


"Aku tidak akan mengganggumu, jika kamu tidak menginginkan kehadiranku dan aku tidak akan mencampuri urusanmu dengan gadis itu." Clarisa kembali meyakinkan Shakti. Dia memang sulit melepas lelaki dambaannya itu dengan tiba tiba.


Flash On


Shakti masih tertegun sebelum dia melajukan kembali mobilnya untuk balik ke kantor. Hatinya begitu gelisah, memikirkan Alexa. Bagaimana cara dia menjelaskan semua pada Alexa? Dan Bagaimana perasaan Alexa saat ini?


Pikiran tentang Alexa membuatnya membanting setir, memutar arah jalan mobilnya menuju rumah kediamaan pengacara ternama yang cukup disegani itu. Dia hanya ingin tahu keadaan Alexa tidak peduli apa yang akan dikatakan lawyer itu.


"Arrghhh.... " teriak Shakti dengan memukul setir. Kali ini, tidak ada cara lain selain mencari Alexa di rumah. Saat ini dia hanya ingin tahu keputusan Alexa setelah penjelasannya tentang hubungan mereka.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2