
Arkha memilih hotel dekat rumah sakit untuk tempat mereka menginap malam ini. Bukannya tidak merindukan rumah, tapi agar lebih dekat saat besok harus berpamitan pulang.
Setelah melepaskan jilbabnya, Hanum langsung menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur hotel. Tubuhnya terasa remuk.
"Aku capek banget!" ucap Hanum kemudian memejamkan mata sejenak, menikmati empuknya kasur.
Arkha pun menyusul, merangkak tepat di atas tubuh mungil itu hingga membuat Hanum tersentak kaget dan membuka matanya.
"Ya Allah, Kak Arkha." Gadis itu terkejut. Saat tubuh mungilnya hampir tenggelam karena terkungkung tubuh besar milik Arkha.
"Anggap saja honeymoon, sayang." bisik Arkha, Hanum pun bisa mengerti saat tatapan penuh cinta dan menginginkan dirinya terpancar dari mata berkabut suaminya.
Hanum tak bisa mengelak lagi keinginan Arkha yang juga membuatnya terlena penuh cinta. Si mungil yang masih malu- malu membuat Arkha semakin gemas untuk membuat istrinya merasakan sensasi yang berbeda.
Lelaki yang merasakan kebahagiaan penuh itu mengecup kening lembab Hanum setelah mereka mengakhiri percintaan hangat. Tidak menyangka, jika gadis yang dia pilih selalu membuatnya merasa lebih beruntung dari yang dibayangkan.
"Kak Arkha, bagaimana jika Hanum hamil?" lirih Hanum masih dalam pelukan Arkha.
"Bagus, dong. Kita akan segera punya baby seperti Kak Ale." ujar Arkha yang memang sudah menginginkannya.
"Tapi, aku masih kuliah. S1 saja aku belum lulus, padahal Papa berharap aku punya gelas Master." lanjut Hanum yang jujur saja dia masih takut jika hamil.
"Kamu, kan masih bisa kuliah. Nanti kita atur lagi caranya. Tapi, aku yakin kalau kita punya baby secepatnya, setidaknya kamu sudah lulus S1." Arkha mencoba mengusir kegelisahan Hanum. Bagi lelaki itu semua bisa dibicarakan. Dia tidak ingin terlalu egois, Hanum juga punya mimpi seperti dia yang juga menginginkan baby.
###
Tiga bulan kemudian....
Semua terlihat bahagia. Banyak tamu yang diundang membawa hadiah untuk baby A' rav. Meskipun, Shakti dan Alexa hanya mengundang keluarga terdekat tapi cukup membuat acara Aqiqahan A'arav meriah.
Seminggu yang lalu Alexa baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki , bayi tampan yang kini menjadi tokoh utama dalam acara aqiqah berada di gendongan Oma Gayatry.
Wanita itu seolah tidak rela melepaskan cucunya dari gendongannya meskipun Shakti dan Alexa sudah beberapa kali memintanya. Bukannya apa, anak dan menantunya itu khawatir jika Oma Gayatry akan kelelahan.
__ADS_1
Acara Aqiqahan A'arav seperti memberi ruang pada keluarga untuk bisa saling menyapa bahkan Laras dan Agam datang dengan dua putranya.
"Assalamu'alaikum... "
"Waalaikum salam.... " Suara Hans terdengar nyaring, saat dia terkejut melihat kedatangan Rey bersama anak istrinya, Kyara dan Kirey.
Tentu saja mereka terkejut, termasuk seorang cowok yang sedang duduk bersama Shakti dan Arkha. Aleks tidak menyangka jika dia bisa melihat Kirey lagi. Gadis manja yang sangat merepotkan.
Hans dan Zoya yang mewakili Shakti pun mempersilahkan Rey dan keluarganya masuk.
Mereka kini saling memeluk, melepas rindu. Sejak keluarga itu menetap di Jerman, mereka sudah tidak lagi saling bertemu.
"Maaf, aku tadi ke rumah Bang Hans, tapi kata security ada acara Aqiqah putranya Alexa. Jadi kami memutuskan ke sini." ujar Rey.
" Aku senang melihat kalian." jawab Hans.
" Iya, Kirey juga semakin cantik." puji Zoya saat melihat gadis yang dulunya sangat manja dan kekanak-kanakan kini berubah menjadi gadis cantik yang terlihat sangat anggun.
"Terima kasih, Tante. Terus di mana Hanum?" tanya Kirey yang sudah ingin bertemu Hanum.
"Kalau begitu, Kirey akan menemui Hanum dulu, Tante." pamit Kirey.
Gadis dengan perangai tenang itu berjalan dengan begitu anggunnya hingga membuat pandangan Aleks tak bisa beralih.
Aleks yang sedari tadi melihatnya masih tak percaya. Gadis menyebalkan dan selalu merengek padanya untuk dianterin ke sana kemari pun kini terlihat begitu anggun.
"Kirey... " panggil Hanum saat melihat sahabat nya itu berdiri di depannya.
"Aku kangen banget, Hanum." Kirey langsung memeluk sahabat lamanya itu.
"Aku juga, Kirey. Sudah lama kita tidak bertemu kamu semakin cantik." puji Hanum.
"Kamu sudah bertemu, Kak Ale? Dia pasti senang melihatmu datang." Hanum pun bangkit, dia yang sebelumnya enggan masuk ke dalam karena aroma makanan yang berbau bawang pun harus mengantar temannya bertemu tuan rumah.
__ADS_1
"Sayang, mau kemana?" tanya Arkha saat melihat Hanum beranjak dari duduknya. Lelaki itu merasa khawatir karena sejak pagi wajah Hanum sangat pucat.
Baru beberapa langkah, tubuh Hanum meluruh membuat Kirey kesulitan untuk menopangnya. Arkha yang melihat istrinya langsung berlari mendekat dan membawanya masuk ke dalam salah satu kamar tamu.
Lelaki berwajjah tampan itu dilanda rasa cemas saat dokter Siska memeriksa. Untung saja dalam acara itu ada beberapa dokter yang hadir dan melihat indikasinya mereka menyerahkan sepenuhnya pada dokter Siska.
"Kapan menstruasi terakhirnya?" tanya dokter Siska saat Hanum mengerjapkan matanya.
"Saya lupa, Dok. Tapi bulan kemarin saya sudah tidak mens." jawab Hanum dengan lemah.
"Selamat ya, Mbak Hanum sedang mengandung." ucap dokter dengan meletakkan kembali stetoskop yang baru saja dia gunakan untuk memeriksa.
"Benarkah, Dok?" tanya Arkha hampir tak percaya, tapi rasa bahagia yang membuncah penuh dalam hatinya tidak bisa dia ditutupi.
"Terima kasih, sayang." langsung saja Arkha memeluk Hanum dan menghujani Hanum dengan ciuman membuat Dokter Siska menggeleng.
"Tapi sebaiknya segera lakukan USG, Pak Arkha." ujar dokter Siska sebelum keluar kamar.
"Apa yang terjadi, Sayang." tanya Zoya diiringi Hans dan Alexa masuk ke dalam. Mereka terlihat sangat cemas.
"Papa akan punya cucu lagi." jawab Arkha begitu antusias.
"Alhamdulillah... " ujar Hans begitu senang. Semuanya sangat bahagia.
"Itu artinya aku semakin tua ya?" lelaki itu kembali menyurutkan senyumnya.
"Tapi kami akan selalu menyayangi, Papa. Sehat selalu ya, Pa." sela Alexa membuat Hans tersenyum dan duduk di sebelah Hanum.
"Yang penting Mama masih cinta, Pa." timpal Hanum membuat Hans manggut- manggut kemudian memeluk dua putrinya dengan rasa bahagia yang sulit digambarkan.
Seseorang tidak bisa menolak tua. Bagaimana bentuk fisik mereka tidak bisa menghentikan waktu untuk membuat seseorang semakin tua. Manusia hanya bisa berproses agar di usia yang bertambah, bertambah pula dewasanya.
END
__ADS_1
Terima kasih untuk seluruh readers yang selalu memberi dukungan. Tanpa dukungan kalian apalah arti Rindu Alexa.
Saya selaku Author juga minta maaf jika ada yang membuat tidak enak hati atau memang upnya saking jarang hehehee