Rindu Alexa

Rindu Alexa
Mencari Cara


__ADS_3

Seorang gadis membawa parcel untuk mengunjungi wanita berumur yang kini sedang menghabiskan waktunya dengan merawat bunga- bunga yang pernah beliau tanam bersama Alexa. Alexa sering mencari beberapa ide untuk membuat Gayatri tidak merasa kesepian.


"Selamat sore, Tante." sapa Clarisa yang sudah berdiri di dekat taman.


"Eh, Clarissa. Apa kabar? " Gayatri langsung menghentikan aktifitasnya dan menghampiri gadis yang saat ini tersenyum padanya.


"Kabar Cla baik Tante. Bagaimana dengan kesehatan, Tante?" tanya gadis yang saat ini memberikan pelukannya pada wanita yang diharapkan bisa memperbaiki hubungannya dengan Shakti.


"Tante kabarnya baik. Bahkan Tante lebih merasa segar. Alexa membuat Tante mengerti banyak hal, apa saja yang harus Tante lakukan." jelas Gayatri dengan membawa Clarisa duduk di sebuah bangku yang tidak jauh dari kolam ikan hias.


"Kamu sendiri bagaimana? Masih sibuk dengan usahamu yang di Bali?" tanya Gayatri.


"Usaha Cla, berjalan dengan baik. Tapi, hubungan Cla dengan Shakti sedang bermasalah, Tan." Clarisa bercerita dengan raut sendu.


"Loh... kenapa?" tanya Gayatri yang memang jarang sekali bicara dengan putranya untuk masalah kekasihnya.


"Seorang gadis berusaha menggoda dan merebut Shakti dari Cla." Clarisa menunjukkan wajahnya yang begitu sedih. Gayatri sendiri pun diam diam terkejut mendengarnya.


"Tolong yakinkan Shakti! Clarisa sangat mencintainya, Tan." pinta Clarisa, gadis itu sudah terlihat putus asa. Sejak meminta putus darinya, Shakti tidak lagi pernah menghubunginya atau menemuinya lagi. Hanya Gayatrilah harapan satu satunya gadis yang saat ini menggenggam tangan keriput itu.


"Tante akan membantu sebisa mungkin. Tapi, dari awal Tante tidak mau mencampuri urusan pribadi Shakti meskipun dia Putra Tante" jawab Gayatri dengan tegas. Dari dulu Gayatri memang tidak ingin terlalu memaksakan kehendaknya, begitupun saat ini. Dia tetap akan membiarkan Shakti memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan perasaannya.


Di saat kedua wanita itu masih mengobrol di taman belakang. Shakti pun masuk ke dalam rumah tanpa mencari tahu di mana pemilik mobil minicooper yang terparkir di halaman depan.


Lelaki yang terlihat lesu dengan tampilan acak acakan itu langsung masuk ke dapur untuk mencari air minum. Tapi sebelum menuangkan air di dalam gelas, matanya melihat dua mangkok yang berisi soto betawi. Kebiasaan yang sering di lakukan Alexa. Dia hanya mengingat Alexa, semua hanya tentang Alexa.


"Bi... siapa yang memasak itu?" tanya Shakti saat melihat Bi Jum melewatinya menuju lemari pendingin.


"Mbak Alexa, Mas."


"Siapa?" lelaki itu hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Mbak Alexa. Bidadarinya Nyonya Gayatri."


"Benarkah? Alexa masih datang ke sini?" tanya Shakti masih belum percaya. Ada sedikit rasa yang sangat melegakan, dia beranggapan masih ada hubungannya dengan gadis yang selalu memberikan mamanya perhatian.


"Mbak Alexa datang tapi sebentar saja. Katanya hanya ingin tahu kabar Nyonya Gayatri." jelas Bi Jum.


Sambil tersenyum Shakti pun beranjak menuju kamarnya. Kejadian tadi pagi sudah sangat membuatnya frustasi tapi, informasi Bi Jum memberinya angin segar.

__ADS_1


"Shak... " panggil Clarisa saat lelaki bertubuh tinggi atletis itu akan menaiki tangga. Shakti pun terdiam menatap dua wanita yang masuk ke dalam rumah dari pintu samping.


"Ada yang ingin aku bicarakan." ucap Clarisa.


"Tante akan mandi dulu!" Gayatri pun meninggalkan mereka untuk masuk ke dalam kamar.


Gadis yang mengenakan celana panjang dengan atasan tangtop model crop itu menghampiri lelaki yang hanya terdiam menunggunya.


"Aku ingin bicara." ulang Clarisa saat berada di depan Shakti.


" Baiklah..." Shakti pun berjalan melewati Clarisa menuju sofa yang terletak di bawah tangga.


"Shak, berikan aku kesempatan untuk menjadi seperti maumu. Iya, aku akan lebih memperhatikan Tante Gayatri seperti apa yang kamu mau sebelum ada gadis lain dalam hubungan kita." pinta Clarisa, dia masih memperjuangkan perasaannya untuk lelaki di depannya itu.


"Cla, bukan hanya masalah Mama. Tapi, aku mencintainya! Aku mencintai gadis itu, Mengertilah! Aku tidak mendapatkan perasaan ini sebelumnya." jelas Shakti.


"Tapi, bukankah kita pernah menjalani masa masa indah dalam hubungan kita? Apa itu tidak cinta?" Kalimat Clarisa membuat Shakti terdiam.


"Apa karena gadis itu menggodamu? Apa lebihnya dia dari aku? Katakan, Shak!" lanjut Clarisa, gadis itu mulai tidak bisa mengendalikan emosinya.


"Dia hanya gadis biasa yang sederhana." Shakti mencoba meredam emosi Clarisa meski bagi lelaki itu Alexa adalah sosok yang sangat istimewa.


"Cihhh...tidak seharusnya kamu membandingkanku dengan gadis biasa, Shak. Setidaknya kamu mencari gadis yang setidaknya sekelas aku." Clarisa tersenyum cemeh. Hal yang menyakitkan baginya saat miliknya di rebut oleh biasa.


"Kenapa kamu mengakhirinya hanya untuk gadis biasa?" Clarisa menaikan nada suaranya hingga menggema ke seluruh ruangan.


"Perasaanku yang spesial." Shakti pun terus meninggalkan Clarisa yang saat ini menangis. Bagi gadis itu sebuah penghinaan jika harus kalah dengan gadis biasa.


"Arrrghh... " teriak Clarisa begitu emosi, dia bisa melihat keyakinan Shakti pada gadis lain itu. Clarisa pun terduduk dengan putus asa,dua merasa sudah tidak ada harapan lagi untuk hubungannya bersama lelaki yang menjadi harapan besar untuk masa depannya.


Gadis berambut seksi itu menyeret langkahnya keluar. Emosinya masih meledak dalam dadanya. Baru kali ini dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.


###


Weekend, Shakti mengajak kedua sahabatnya untuk menghabiskan waktu bersama di sebuah kafe langganannya. Mereka berangkat bersama dari kantor setelah memberikan laporan mingguan di kantor pusat.


"Weekend, tidak ada pembahasan pekerjaan. Pusing gua mikirin rencana resort baru sampai lupa mikirin cewek." celetuk Ringgo dengan menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Dasar lo! cewek melulu, tapi nggak laku laku!" sahut Arka yang memang termasuk workholic.

__ADS_1


"Kamu sendiri, Pak Bos? Kemarin selasa aku datang ke kantor pusat tapi, kamunya nggak ada. Bahkan, katanya beberapa hari itu kamu nggak jelas ke kantornya?" tanya Ringgo sedikit penasaran. Bahkan, saat itu Shakti sulit untuk dihubungi.


Shakti menyesap kopinya, sementara ke dua temannya masih menunggu cerita terbaru dari lelaki yang sempat membuat penasaran kedua sahabatnya.


"Aku putus dengan Clarisa."


"Akhirnya, aman." ucap Arka dan Ringgo hampir bersamaan.


"Tapi, Alexa melihat Clarisa memelukku di dalam lift dan dia pergi dengan menangis."


"Beberapa hari aku mengejarnya, tapi baru kemarin aku bisa berbicara dengannya." lanjut Shakti kemudian menghela nafas beratnya. Kedua lelaki di depannya pun tak bersuara, keduanya masih menunggu lanjutan cerita cinta segitiga itu.


"Iya, Alex tidak ingin meneruskan hubungan kami. Dia tidak percaya lagi padaku setelah semua kebohonganku padanya." lanjut Shakti.


"Clarisa? Apa dia menerima keputusanmu?" sela Arka.


"Awalnya si tidak. Tapi, aku terus meyakinkannya jika aku memang mencintai Alexa."


"Dan Clarisa tahu tentang Alexa?" timpal Ringgo yang semakin dibuat penasaran.


"Aku tidak mengatakan apapun tentang Alexa. Aku tidak ingin Alexa disalahkan." jawab Shakti pembicaraan mereka kini mendadak menjadi serius.


Hening sejenak diantara mereka,hingga lelaki dengan berhidung mancing itu kembali merindukan sangat bidadari. Weekend, sore, dan suasana suasana yang sama saat dia kencan sederhana bersama Alexa. Kencan sederhana yang berbeda dan sangat spesial untuknya.


"Shak, itu kan Alexa." Suara Arka membuyarkan keheningan diantara mereka.


"Mana? " tanya Shakti begitu anthusias. Dia mengikuti arah tatapan Arka yang sedang melihat Alexa berdiri dari kursi yang ada di pojokan. Semula Alexa datang bersama Nindy untuk makan siang di waktu sore.


Alexa berjalan menuju ke arah toilet, gadis berkulit putih itu tersentak kaget saat pandangannya tertuju pada meja yang akan dia lewati. Masih dengan gedupan jantung yang sama saat matanya tertaut pada tatapan lelaki yang sudah menyita sebagian perasaannya itu. Tapi, Alexa berusaha menepis semuanya.


"Ay... " panggil Shakti dengan nada lirih saat Alexa tepat di samping mejanya. Alexa hanya mengangguk, dia memberikan reaksi yang sungguh menyakitkan bagi lelaki itu. Sebuah jarak yang cukup ketara untuk hubungan mereka.


"Ayu...! " panggil Shakti yang akhirnya berdiri mengejar Alexa dan menghadang langkah gadis itu.


Semua mata tertuju pada mereka. Sebagian besar pasti mengenal Arjuna Shakti Arasya. Jika belum mengenalnya sebagai executive muda, bisa dipastikan Aura lelaki tampan itu mempunyai saya tarik tersendiri bagi orang di sekitarnya.


"Ay, jangan seperti itu! Aku tahu kamu masih memperhatikan Mama." Shakti berusaha memojokkan Alexa untuk mengakui perasaannya.


"Maaf, aku memang memperhatikan Tante Gayatri karena aku menyayanginya. Bukan karena Anda. Maaf, tolong berikan jalan!" kalimat Alexa kembali membuat Shakti menelan rasa kecewa. Dia pikir dia bisa memperbaiki hubungannya dengan alasan Mamanya. Tapi, Alexa benar benar tidak ingin terlibat apapun dengannya.

__ADS_1


Shakti sedikit menggeser tubuhnya. Dia hanya bisa menatap punggung gadis yang sudah memporak porandakan semua harapannya.


Bersambung....


__ADS_2