Rindu Alexa

Rindu Alexa
Nikah


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Gayatri sudah terlihat cantik. Dengan tampilan anggun nan elegan, wanita berumur itu seolah menunjukkan identitas dirinya sebagian seorang wanita berkelas. Beberapa parcel sudah dia siapkan entah sejak kapan. Tidak banyak, tapi semua memang barang barang produksi yang sudah menjadi pilihan.


"Nyonya, semoga orang tua mbak Alexa merestui niat baik keluarga kita. Saya juga melihat Mbak Alexa sepertinya juga menyukai Mas Shakti." ucap Bi Jum masih terlihat sibuk menyiapkan sarapan pagi ini, sedangkan Gayatri hanya tersenyum getir. Dia memang berharap jika Alexa akan menjadi menantunya. Hanya saja, sejak awal dia masih berdiam, tidak ingin memaksakan kehendaknya. Tapi, dia juga tidak ingin putranya mendapatkan tuntutan dari Hans seorang yang sangat mengenal hukum. Apapun akan Gayatri lakukan agar Shakti tidak masuk penjara.


"Loh, Mama mau ke mana?" tanya Shakti saat menuruni anak tangga. Lelaki yang terlihat gagah dengan setelan formal kantornya pun terlihat penasaran saat melihat dandanan mamanya yang seperti biasa.


"Mama akan menikahkanmu dengan Alexa." jawab Gayatri membuat Shakti seketika menghentikan langkahnya. Shakti mengernyitkan kedua alisnya. Dia tidak bisa mengerti apa maksud mamanya yang tiba tiba.


"Iya, kita akan ke rumah Alexa pagi ini." lanjut Gayatri yang merasa sudah yakin dengan keputusannya.


"Tapi, Ma... " kalimatnya menggantung. Shakti merasa bingung bagaimana menjelaskan semuanya. Lelaki yang merasa hidupnya tidak tenang akhir akhir ini semakin dibuat bingung dengan keputusan mamanya.


"Kamu tidak ingin menikah dengan Alexa?" tanya Gayatri yang sejak awal sudah curiga dengan gerak-gerik dua anak muda yang diam diam terlihat saling menyukai.


"Ma, Alexa kabur. Semua belum tahu keberadaan Alexa. Bagaimana Mama bisa menikahkan kami?" kali ini Shakti harus bicara jujur.


"Mama tahu, tidak ada seminar, tidak ada yang pergi ke Jepang Dan dokumen pernikahan yang sudah kamu palsukan."


"Mama memang tidak sepintar kamu, tapi Mama cukup berpengalaman untuk membaca semua situasi itu. Clarisa juga, Mama tahu gadis itu hanya jika ada butuhnya saja datang ke Mama." lanjut Gayatri dengan lembut.


"Sudah, sekarang kita sarapan dulu." Gayatri langsung menyiapkan sarapan mereka. Shakti hanya terdiam, memikirkan semua yang akan dilakukan mamanya. Baru, kali ini mamanya menentukan sikap.


Setelah sarapan, mereka meluncur di kediaman Hans Satrya Jagad. Gayatri memang sudah menelpon Zoya jika akan berkunjung. Wanita berumur itu tidak mengatakan maksud dan tujuannya. Beliau hanya mengatakan jika ada yang ingin dia bicarakan dengan papanya Alexa.


###


Di kediaman Hans saat itu sudah terjadi sebuah ketegangan baru karena berita pernikahan putrinya dengan lelaki yang sering membuat Hans kesal karena tindakannya yang seenaknya saja.


"Rasanya tidak mungkin jika Kak Ale datang pada lelaki itu dan mereka menikah." ucap Aleks yang percaya jika kakaknya bukan gadis seperti itu.


"Iya aku setuju dengan Kak Aleks, Pa."

__ADS_1


"Jika benar, lelaki itu mempermainkan status kakakmu. Akan Papa jebloskan dia ke penjara. Tidak ada puasnya membuat hidup kakakmu menderita." ucap Hans dengan sebuah penekanan sebagai luapan amarahnya yang tertahan.


"Mas, Ibu Gayatri akan berkunjung pagi ini juga. Katanya penting." ucap Zoya saat menghampiri Hans yang sedang menikmati secangkir kopi bersama kedua anaknya.


Wanita yang terlihat lesu dan semakin kurus itu menatap suaminya. Zoya yang semula begitu marah dengan suaminya pun berusaha berdamai dengan keadaan. Tidak ada gunanya dia marah dengan Hans jika ternyata Alexa sudah pergi. Tapi, dia mulai menekan lelaki yang beberapa kali meminta maaf padanya itu untuk berfikir lebih jernih lagi dalam menyikapi semuanya.


"Mas, tanyakan dulu baik baik. Jangan menggunakan emosi. Mungkin, mereka bisa membantu menemukan Kak Ale."


"Iya Zoy... aku cukup menyesal, karena kemarahanku yang membabi buta membuat Ale pergi." ucap Hans, Zoya bisa melihat penyesalan suaminya. Bahkan, terkadang Hans mengigau memanggil nama Ale saat tengah malam.


Gerbang yang biasa terbuka otomatis sekarang selalu tertutup rapat hanya security yang akan membuka sesuai izin tuan rumahnya.


Terlihat Pak Andi berlari tunggang langgang ketika membukakan pintu gerbang. Dua mobil sedang itu langsung memasuki halaman.


Hans dan Zoya yang melihatnya dari teras samping itu pun langsung berjalan masuk untuk menyambut kedatangan tamunya.


Terlihat nyonya Gayatri meminta Ringgi dan Arka untuk membawa olehnya olehnya. Sedangkan, dia berjalan bersama Shakti di rringi dua orang ustad yang sudah diminta Gayatri menemani mereka. Salah satu ustad itu adalah guru ngaji Gayatri. Sejak, Alexa mengajarkan betapa pentingnya mendekatkan diri pada Allah, Gayatri mulai mencari guru mengaji.


"Selamat pagi, silahkan masuk, Ibu Gayatri. Mari-mari....!" Zoya mempersilahkan tamunya masuk dengan begitu ramah. Sementara, Hans masih berdiri dengan aura kharismatik yang identik dengannya.


Mereka langsung dipersilahkan tamunya untuk duduk di ruang tengah yang terkesan lebih leluasa untuk beberapa tamu.


"Ada perlu apa kalian ke sini? Apa tidak cukup kamu mempermainkan hidup putriku." Suara tegas Hans terdengar begitu lantang diantara suasana hening rumah mewah dengan ornamen yang cukup elegan. Tatapan tajam Hans kini tidak beralih dari Shakti. Dia mencoba menahan segala emosinya.


"Justru karena banyaknya masalah yang sudah bertumpuk tumpuk dan meluber kemana mana. Saya meminta putri anda untuk menjadi bagian keluarga kami."


"Banyak kesalahan yang dilakukan putra saya kepada Alexa putri anda, untuk itu saya berharap anda berkenan menerima pinangan kami yang ala kadarnya dan menikahkan mereka. " Gayatri berusaha berbicara dengan tenang. Padahal dia bisa melihat kemarahan dari ceruk mata lelaki yang cukup terkenal sebagai lawyer ternama.


"Maksud anda apa?" Suara Hans meninggi, membuat Zoya langsung menggenggam kuat tangan suaminya.


"Iya, saya kira Shakti sangat mencintai Alexa meski selama ini caranya sangat salah. Iya saya akui banyak kesalahan yang dia lakukan pada putri anda. Saya, juga begitu menyayangi Alexa seperti putri saya sendiri." lanjut Gayatri.

__ADS_1


"Iya, saya melakukan semuanya karena saya mencintai Alexa dan saya berharap tentang buku nikah itu akan menjadi sesuatu yang nyata." Sela Shakti masih dengan menunduk di depan seorang akan menjadi calon papanya.


Hans masih menggeretakkan rahangnya. Dia sangat kesal dengan lelaki itu. Tapi, benar kata Zoya dia tidak boleh asal bicara tanpa mempertimbangkan banyak hal tentang Alexa.


"Bisakah saya bicara terlebih dahulu dengan istri saya. Bagi saya semua terasa tiba tiba." ucap Hans. Suaranya terdengar penuh penekanan.


Hans dan Zoya pun masuk ke dalam kamar. Shakti begitu panik menunggu keputusan lelaki yang masih terlihat membencinya. Tanpa izin Hans, dia dan keluarganya pasti akan kembali dengan rasa kecewa. Bahkan, bisa juga Hans akan memasukkannya ke dalam penjara.


Terlihat Zoya menggenggam lengan suaminya setelah beberapa menit mereka berbicara secara pribadi.


Dengan penuh wibawa, lelaki itu kembali duduk di sofa yang berada di depan keluarga Arhsya.


"Maaf, Alexa tidak ada di rumah. Terus terang saja sudah hampir seminggu dia menghilangkan. Lalu bagaimana pernikahan ini terjadi?" tanya Hans, dia masih bingung dengan keputusan yang akan dia buat.


"Saya tahu, saya sudah berusaha mencarinya Om." ucap Shakti. Seumur hidup baru kali ini dia begitu gugup menghadapi seseorang.


"Bisa saja. Bapak berhak menikahkan putrinya yang masih gadis tanpa meminta persetujuan dari si gadis." jelas ustad yang jauh lebih sepuh.


"Iya, wali yang berhak hanya bapak dan kakek kandung si gadis. Wali tersebut disebut wali Mujbir. Seperti halnya abu bakar yang menikahkan Aisyah ketika masih anak anak." Hans tertegun memikirkannya. Ada rasa sedih yang seolah dia akan melepas putrinya dan memberikannya pada orang lain. Tapi, semua juga untuk Alexa.


"Baiklah aku setuju." ucap Hans begitu berat.


Mereka mulai bersiap untuk melakukan ijab kabul yang akan disaksikan dua ustad yaitu Ustaz Ubaidillah dan Ustad Basid.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Alexa Salma Aqilla binti Hans Satrya Jagad dengan Mas kawin berupa sebuah cincin berlian, tunai."


"Sah."


"Sah." sahut saksi dengan tegas dan bergantian.


"Alhamdulillah." ucap Shakti dengan Perasaan lega sedangkan Hans masih terduduk lemah. Dia hanya bisa berharap keputusannya tidak salah.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2