
Kehebohan keduanya membuat mereka lupa jika masih ada yang memperhatikan pengantin baru itu dengan rasa kesal.
Dinda masih berdiri di balik pintu hingga Shakti menggendong Alexa masuk ke kamar. Iya, tindakannya membuat lelaki itu sendiri tidak tahan untuk mencumbui lebih istrinya.
Kedua tangannya kembali mengepal, dengan kesal dia kembali ke kamarnya yang ada di rumah sebelah.
Gadis itu menutup pintunya dengan keras, seolah meluapkan segala emosinya. Hatinya seperti meradang kalau melihat kemesraan Alexa dan Shakti.
Di depan cermin dia terus menatap wajahnya. Wajah yang selalu dipuja kecantikannya, bahkan dia merasa dirinya lebih cantik dari wanita berwajah oriental itu. Tubuhnya, juga lebih seksi, lebih berisi dan punya tinggi badan yang lebih dari wanita berjilbab ini.
Semua hanya tentang waktu dan usaha. Aku akan membuatmu tergoda dan jatuh cinta padaku.
Gadis itu terus bermonolog di depan cermin. Dia merasa punya banyak hal yang bisa menarik perhatian seorang pria.
Di dalam kamar setelah mereka bertukar keringat, Alexa memeluk dada bidang itu. Tatapannya menengadah menatap setiap detail wajah tampan suaminya.
"Ya ampun... " gumam Shakti langsung tersadar jika masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.
Lelaki itu bergegas mengenakan ****** ***** dan berjalan ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Alexa Pov
Aku hampir tidak percaya dan aku juga tidak menyangka. Ternyata, ada seorang gadis yang menjatuhkan harga dirinya dengan menggoda lelaki milik wanita lain.
Aku pikir itu hanya karya apik sang sutradara saja, seorang wanita yang dilimpahi banyak kenikmatan oleh Allah tapi dia memilih untuk menjatuhkan harga dirinya dengan hasrat mengambil milik orang lain.
Sangat di sayangkan, jika seorang gadis menyia- nyiakan masa depannya dan sibuk untuk mengejar sesuatu yang salah. Iya, tentu saja itu salah karena mencintai suami orang lain.
Rasulullah saja tidak akan mengakui wanita yang merebut suami orang lain sebagai umatnya. Bahkan Allah tidak akan menoleh pada wanita semacam itu. Tapi kenapa masih ada beberapa wanita yang nekat melakukannya? Hanya berdalih dengan kata cinta. Sesungguhnya, keutamaan kita adalah mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Alexa menghela nafas berat, tatapannya masih menerawang menatap langit- langit kamarnya dengan pikiran berkecamuk. Dia tidak menyadari jika Shakti sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah segar.
"Ada pa, Ay?" tanya Shakti dengan mendekati istrinya, dia kembali duduk di tepi ranjang, di sebelah istrinya berbaring.
__ADS_1
"Tidak ada hanya sedang berfikir kenapa masih ada perempuan yang mau dengan lelaki orang padahal Allah dan Rasul-Nya tidak menyukai itu." ujar Alexa dengan menatap wajah segar suaminya.
"Kamu sudah jadikorban film layang-layang." sambung Shakti kemudian beranjak setelah mendaratkan ciumanya di kening istrinya.
"Mas mau kemana?" suara Alexa menghentikan langkah Shakti, lelaki itu menoleh ke arah wanita yang masih bergelung selimut.
"Aku mau lanjut kerja, Ay." ujarnya dengan tersenyum.
"Kerja di kamar saja!" pinta Alexa dengan wajah memelas.
"Baiklah, aku akan mengambil berkasku dulu." Lelaki itu pun keluar mengambil laptop dan beberapa map. Sementara, Alexa langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa menit di dalam kamar mandi, wanita dengan rambut basahnya itu keluar dengan kaos dan celana pendek.
"Jangan pakai itu, Ay. Aku bisa menerkammu lagi." ucap Shakti tanpa menoleh ke arah istrinya. Dia sengaja tidak ingin melihat Alexa mengenakan kaos kekecilan itu.
Alexa hanya mengerutkan dahi. Tapi, dia segera mengganti bajunya dengan piyama panjang dan longgar.
"Apa segitunya nafsu lelaki dengan perempuan? Terus bagaimana jika fotografer yang sering memotret model seksi?" pikiran Alexa langsung melayang kemana mana.
"Mas... "
"Hemmm.... "
Shakti menghentikan kegiatannya saat Alexa tidak melanjutkan kalimatnya.
"Apa, Ay?" tanya Shakti
"Kenapa harus Dinda yang mengurus Villa, Mas?"
"Emang kenapa? Dia rajin. Lagian aku sudah mengenal baik bapaknya, mereka bisa aku percaya untuk merawat Villa dengan baik." ujar Shakti.
"Tidak mudah mendapatkan orang yang bisa dipercaya, Ay." lanjut Shakti saat melihat tidak ada kepuasaan dari istrinya atas jawabannya.
__ADS_1
"Tapi, aku tidak ingin Dinda salah faham pada kebaikan Mas Shakti." lanjut Alexa.
"Astaga, Ay. Dinda itu masih bocah, dia masih polos. Lagian dia itu tahu kamu istriku."
"Kamu ini ada ada saja, cemburu sama bocah." gerutu Shakti membuat Alexa menyimpan kesal. Tapi dia tidak tahu harus mengatakan apa. Alexa pun memilih diam. Dia menelusupkan tubuhnya ke dalam selimut untuk mengindari percekcokan.
###
Agam, Dewa dan Laras sudah bersiap untuk balik ke kota, dari semalam laras sudah mengemas semua yang akan dia bawa. Seperti kata Agam, tidak usah membawa banyak barang. Mungkin, suatu saat mereka akan berlibur dan menjenguk Bu Seno yang sudah seperti orang tua Laras.
"Ibu minta kamu kalian cepat meresmikan pernikahan kalian secara resmi." ucap Bu Seno setelah mereka menyelesaikan sarapan. Iya, ada rasa sedih dalam hati wanita patuh bayar itu, tapi ada satu sisi yang membuat dia bahagia yaitu Larasa dan Dewa akan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dengan orang yang seharusnya.
"Iya, nanti sampai kota kita akan mencatatkan pernikahan kita, Bu."
"Terima kasih, telah menjaga Laras dan Dewa selama ini. Kami sudah banyak berhutang kebaikan pada Bu Seno." lanjut Agam, dia tulus mengatakan semuanya.
"Jangan bicara seperti itu. Seorang Ibu, tidak akan menjadikan semuanya yang sudah dia lakukan sebagai hutang. Laras sudah saya anggap putriku dan Dewa seperti cucuku. Jika kamu tidak menginginkannya, jangan sakiti mereka. Tapi, kembalikan pada Ibu." lanjut Bu Seno, dia berharap mereka bertiga akan selalu diberi kebahagian.
Laras berdiri di balik pintu dapur, ada rasa sedih saat mendengar apa yang diucapkan Bu Seno. Ada rasa berat saat dia harus meninggalkan wanita itu menghabiskan sisa umurnya sendirian.
"Ras, sebaiknya kalian cepat berangkat." panggil Bu Seno saat lama tidak kembali dari dapur untuk meletakkan piring kotor.
Laras segera mengusap air matanya, dia menghampiri wanita paruh baya yang sudah berdiri.
"Ini untuk Dewa dari Uti. Biar Dewa selalu ingat Uti." ucap Bu Seno dengan menyerahkan sweeter rajut untuk itu pada Dewa. Wanita itu menciumi bocah lelaki yang terlihat girang saat menerima pemberian utinya.
"Terima kasih Uti. Dewa pasti kangen Uti." jawab bocah itu dengan memeluk tubuh tua itu.
"Bu, Terima kasih untuk semuanya. Jaga kesehatan, nanti kita akan mengunjungi Bu Seno." ucap Laras dia tidak bisa menahan lagi air matanya untuk tumpah.
Bu Seno hanya memeluk tubuh kurus Laras. Dia tidak punya kata kata lagi untuk mengungkapkan perasaannya.
"Jangan khawatir di sini masih ada Mbak Sri dan Mbak Endang juga Kang Asep." ucap Bu Seno. Di rumahnya memang banyak orang yang mengabdikan diri pada wanita memang punya kebaikan pada setiap orang.
__ADS_1
"Hati hati, Gam. Kamu bawa cucu Uti yang ganteng." pesan Bu Seno saat Agam membuka kaca jendela mobil. Sedangkan Dewa melambaikan tangan saat mobil Pajero sport itu berlahan menjauh dari halaman rumah besar itu.