Rindu Alexa

Rindu Alexa
Melepas Rindu


__ADS_3

"Kamu temani suami kamu saja, Sal. Sudah lama kalian tidak bertemu, tentu kalian sudah banyak cerita." ucap Laras, saat Alexa akan beranjak dari duduk untuk membantunya membereskan piring kotor.


Seketika, Alexa langsung duduk. Dia begitu enggan harus satu ruangan dengan lelaki yang sedari tadi meliriknya.


"Ayo, Ay! Aku mau mandi, terus istirahat." ucap Shakti dengan berdiri di samping Alexa, lengan besarnya merangkul bahu kecil istrinya menginginkan Alexa untuk cepat mengikutinya.


Alexa pun tidak ada pilihan lain, saat dua pasang mata menunggu reaksinya. Berlahan, gadis itu bangkit, masih dalam rangkulan Shakti, Alexa berjalan mengikuti langkah Shakti untuk masuk ke dalam kamar.


"Seharusnya tidak seperti ini." Alexa langsung melepaskan diri dalam rangkulan tubuh tinggi di dekatnya.


"Kamu istriku. Kenapa tidak?" jawab Shakti dengan menatap Alexa yang masih terlihat kesal. Lelaki itu bisa memaklumi sikap Alexa.


"Kemarilah...!"


"Ayooo, kemari! Aku akan perlihatkan pernikahan kita." ulang Shakti saat perintah pertamanya tidak lagi mendapat tanggapan dari Alexa.


Alexa menautkan kedua alisnya heran saja, dia merasa tidak pernah menikah tapi lelaki di depannya itu begitu percaya dirinya mengatakan jika mereka sudah menikah.


"Mana?" tanya Alexa, dia tidak lagi bisa menutupi rasa penasarannya. Dan itu membuat Shakti hanya tersenyum miring.


"Kemarilah!" Shakti menarik tangan Alexa hingga gadis itu terduduk di atas pangkuannya.


"Nggak usah mencari kesempatan. Aku tidak percaya pernikahan itu." ucap Alexa yang hanya bisa menjauhkan wajahnya dari hembusan nafas Shakti yang berhasil membuat tubuhnya merinding.


"Jangan seperti ini!" Alexa berusaha melepaskan lengan besar yang melingkar erat di perutnya.


"Diam, Ay. Aku sedang mencari filenya, ini susah kalau kamu gerak-gerak terus." ucap Shakti saat dia memang mencari file pernikahannya saat itu.


Alexa terdiam seketika, keterkejutannya membuat Alexa hanya bisa mematung. Matanya hampir tidak percaya, saat ijab kabul itu dilakukan di rumahnya.


"Ini semua bohong, kan?" Seketika, Alexa menolehi wajah Shakti dengan tatapan menghujam.

__ADS_1


"Bagaimana bisa ini terjadi?" Alexa merasa ini terlalu tiba-tiba. Hati dan pikirannya meyakini semua yang dia lihat, jika itu benar, tapi egonya masih menolak. Hal yang tidak disukai oleh Alexa dari Shakti adalah lelaki itu selalu berusaha menguasai sesuatu yang dia inginkan.


"Bisa Ay, nyatanya Papa Hans yang menikahkan putrinya sendiri."


"Tidak bisa, ini tidak seharusnya terjadi." Alexa berusaha meronta, tapi usahanya malah membuat Shakti memperat pelukannya.


"Sejak tinggal di sini kamu kok jadi buas, Ay." bisik Shakti membuat Alexa merinding, rona merah di wajah cantik itu tidak bisa disembunyikan oleh Alexa hingga membuat Shakti malah ingin terus menggodanya.


Dalam hati lelaki itu yakin, jika Alexa masih mempunyai perasaan yang sama seperti dulu. Tapi, dia juga tidak bisa mengingkari jika banyak kejadian membuat istrinya ingin menenggelamkan dan membohongi perasaannya.


"Pacarmu Clarisa? Bagaimana, jika dia tahu pernikahan itu? Aku tidak mau disebut pelakor." Spontan saja Alexa terbawa alurnya Shakti. Padahal mau di sebut apapun toh kenyataannya, mereka sudah menikah.


"Aku kan sudah putus dengannya. Iya, saat kamu memergoki kami di fift, hari itu kami putus."


"Kamu juga nggak mau menerima penjelasanku, Ay." lanjut Shakti mengingatkan Alexa, jika dia juga terlalu alot untuk diajak bicara.


"Bagaimana bisa aku percaya? Setelah kejadian itu, Clarisa menemuiku. Dia memintaku untuk menjauhimu." jelas Alexa. Tapi, Shakti tidak merasa heran, karena kenyataannya Clarisa bisa berbuat lebih dari menemui Alexa.


"Ihhh... " keluh Alexa dengan menatap tajam Shakti, dalam hatinya antara percaya dan tidak. Tapi entahlah, dia hanya bisa menatap tajam lelaki yang mulai beranjak dan satu tangannya mengelus bekas ciuman dengan kasar.


"Aku akan mandi terlebih dahulu! Bersiap untuk nanti malam, kita akan melakukan malam pertama." Alexa hanya bisa berdecih menanggapi kalimat lelaki yang terkekeh dengan berjalan menuju kamar mandi.


Malam Pertama? Apa Mas Shakti akan menuntut malam pertama? Tidak, tidak.... Aku belum bisa. Aku tidak yakin jika belum bertanya pada Papa.


Alexa bermonolog dengan hatinya. Dia mungkin akan pasrah jika Papanya memang menjodohkan dirinya.


Dengan langkah pelan Alexa bermaksud meninggalkan kamar besar yang ada di salah satu rumah Bu Seno. Dia bermaksud untuk kembali ke rumah kecil Laras.


"Ay, mau kemana?" Suara Shakti menghentikan langkahnya seketika. Alexa meluruhkan kedua bahunya kemudian dan menoleh ke belakang.


"Tolong ambilkan handuk di dalam ranselku!" pinta Shakti dengan menongolkan kepala dari balik pintu kamar mandi.

__ADS_1


Alexa sedikit lega, saat lelaki itu tidak bisa membaca niatnya. Dia bergegas membuka ransel milik Shakti mengambil selembar handuk yang masih terlipat rapi.


"Makasih, Ay!" ucap Shakti dengan menahan lengan Alexa, senyum licik terlihat dari sudut bibirnya. Alexa melotot ke arah lelaki yang sengaja menggodanya.


"Lepaskan aku!" Alexa meronta berusaha melepaskan lengannya dari cengkeraman jari jari kokoh milik Shakti.


"Aaaarrrhhhhh" pekik Alexa saat Shakti menariknya masuk ke dalam dan menguncinya.


Alexa langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, saat matanya sempat melihat tubuh telanjang lelaki di depannya.


"Nggak usah ditutup kalau masih ingin mengintip." ucap Shakti dengan melilitkan handuk di pinggangnya.


"Aku tidak mengintip. Tidak tahu malu, itu sangat menjijikkan." Kalimat Alexa terdengar sewot, padahal dia sedang menahan jantungnya yang berdebar hebat. Ini pertama kalinya dia melihat lelaki telanjang di depan mata.


Shakti melangkah mendekati Alexa, dia membuka kedua telapak tangan Alexa yang menutupi wajah cantiknya.


"Aku merindukanmu, Ay." ucap Shakti, saat wajahnya berjarak tipis dengan wajah Alexa. Bahkan, nafasnya yang menyapu wajah putih itu membuat wajah Alexa memanas.


Alexa tak berani membuka matanya, dia hanya bisa memalingkan wajahnya kala kedua tangannya di genggam erat oleh lelaki yang berhasil memojokkannya. Jantungnya terasa ingin meledak saja saat ini.


"Cup... " Shakti mencium bibir tipis itu hingga membuat pemiliknya membuka mata sipitnya dengan sangat lebar karena kaget dengan hal yang tidak pernah dia duga akan dilakukan Shakti.


Alexa mendorong dada bidang yang masih telanjang itu. Tapi, Shakti masih ********** dengan lembut bahkan dia hampir saja menggigitnya karena gemas.


"Hah..." Alexa meraup nafas sebanyak banyaknya setelah berhasil lepas dari ciuman panas lelaki di depannya.


"Bengkak, Ay." ucap Shakti dengan menyentuh bibir Alexa.


"Keterlaluan." Alexa memukul dada Shakti hingga lelaki itu meringis. Setelah, berhasil membuka kunci kamar mandi, dia keluar mencari cermin.


"Ya Allah, kurang ajar sekali." gumamnya dengan mengusap bibirnya yang bertambah merah dan memang terlihat sedikit membengkak. Meskipun sudah menjauh dari lelaki itu tapi, dia belum juga bisa meredam debaran jantungnya yang saling berpacu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2