Rindu Alexa

Rindu Alexa
Menjaga Miliknya


__ADS_3

Pagi pagi sekali, Shakti mengajak Alexa untuk lari pagi menghirup udara segar. Suasana di sekitar yang berbeda membuatnya serasa masih berlibur, meskipun pekerjaannya kian menumpuk karena Arkha tidak juga kembali ke Villa.


"Aku nggak kuat lari lagi!" ucap Alexa saat berhenti dan mengatur nafasnya yang sudah ngos-ngosan.


"Ya ampun Ay, baru berapa meter lari udah ngos- ngosan." ucap Shakti kemudian berbalik mendekati istrinya.


"Kita istirahat dulu, Mas." pinta Alexa membuat Shakti hanya berdecih.


"Aku gendong saja, gih!" Shakti langsung berjongkok. Tapi, Alexa hanya mematung, membuat lelaki itu kembali berdiri dan bertanya,"kenapa lagi?" tanya Shakti dengan menatap Alexa yang terlihat ragu.


"Jalannya naik turun, lo." Alexa kembali meyakinkan suaminya.


"Sudahlah, cepetan! Nanti aku bisa kesiangan lo, Ay." Melihat Shakti sudah berjongkok Alexa pun naik ke atas punggung suaminya. Mereka berjalan menyusuri jalan yang masih sepi kendaraan bermotor. Di sini memang sangat jarang orang menggunakan kendaraan bermotor. Kebanyakan mereka berjalan dan naik sepeda.


"Nanti kalau tidak kuat bilang, ya!" ucap Alexa saat Shakti sudah membawanya berjalan jauh.


"Kalau aku tidak kuat nanti kita pingsan bersama saja." sahut lelaki yang merasa beban tubuh istrinya tidak lebih berat dari barbel yang selalu dia gunakan untuk melatih otot ototnya.


"Jangan pingsan, ya!" ucap Alexa dengan mencium rahang yang berbulu tipis itu dan mengeratkan pelukannya di leher lelaki yang kini tersenyum. Ada rasa bahagia tersendiri, ini pertama kalinya Alexa menciumnya.


Shakti Pov


Alexa memang berbeda. Dia wanita yang bagiku begitu unik. Kesederhanaannya yang pertama membuatku sangat tertarik padanya. Dan ternyata, cerita yang lalu membuatku percaya dia bisa hidup dalam keadaan apapun. Sungguh, wanita yang luar biasa bagiku.


Dia begitu unik, aku menemukannya sebagai gadis pingit yang tidak punya pengalaman apapun tentang pacaran. Iya, kadang aku merasa malu jika mengingat aku punya banyak cinta di masa lalu hingga aku lupa siapa saja. Hanya dengan Clarisa hubungan terlamaku , tapi ternyata jodoh bicara lain. Aku menemukan gadis yang membuat aku merasa menjadi lelaki paling beruntung karena sudah memiliki dirinya sepenuhnya, tentu itu karena aku lelaki pertamanya. Iya, gadis pingit yang begitu naif dan mendapatkannya aku harus melalui banyak fase sulit antara lain saat menghadapi bodyguardnya yang cukup mengerikan.


Jika mengingat Papa mertuaku sungguh rasanya aku enggan bertatap muka dengan lelaki yang selalu bersikap dingin padaku. Lelaki pertama yang menolakku seperti halnya putrinya yang membuatku harus jatuh bangun untuk mengejarnya, karena dia tidak ingin menyakiti hati perempuan lain. Saat itu yang dia tahu aku masih pacaran dengan Clarisa.


Ayuku... bidadaraku


Hari ini dia menciumku. Iya rasanya sungguh sangat bahagia. Aku seperti remaja yang baru pertama jatuh cinta. Padahal itu bukan ciuman pertamaku. Ah, bahkan berbagai ciuman pernah aku rasakan bersama mantan mantanku. Tapi, ini sangat berbeda hanya ciuman singkat di pipiku saja membuatku seperti melayang.


"Rasanya nggak sopan banget ya, Mas. Jika aku naik di punggungmu?" ucap Alexa membuyarkan lamunan Shakti. Alexa mulai menyadari saat setiap orang yang dia lewati menatapnya dengan aneh.


"Siapa bilang? Lebih tidak sopan lagi jika aku naik di dua gunungmu itu." goda Shakti.


"Ya Allah... Turun. Aku mau turun, Mas."

__ADS_1


"Otak kok bawaannya mesum terus." gerutu Alexa dengan merosot dari punggung suaminya. Sementara, Shakti hanya terkekeh saat melihat wajah putih itu sudah merona.


Shakti langsung merangkul istrinya untuk kembali berjalan, mereka sudah hampir sampai di villa.


"Mas... "


"Hemmm... "


"Mantanmu ada berapa? Yang paling lama dengan siapa?" tanya Alexa, dia ingin tahu cerita masa lalu suaminya.


"Nggak tau jumlahnya, nggak sempat ngitung Dan yang paling lama sepertinya Clarisa." jawab Shakti dia sebenarnya enggan membahas mantan.


"Pasti hubungan sudah jauh ya?" Saat mendengarkan pertanyaan dari istrinya membuat Shakti menghentikan langkahnya.


"Sudah pelukan, sudah ciuman dan... "


Cup...


Lelaki itu langsung ******* bibir tipis Alexa hingga wanita itu tersentak kaget dan berusaha mendorong tubuh kekar itu.


"Mas, bagaimana jika dilihat orang?" ucap Alexa dengan mengusap bibir basahnya.


"Tidak semua yang halal diperbolehkan di lakukan di sembarang tempat atau sengaja dipamerkan. Kita harus punya rasa malu. Rasa malu adalah sebagian dari iman, Mas."


"Iya ustazah... "


"Kalau dibilangin itu lo... " Alexa langsung kesal, tidak mudah memang memberitahu suaminya. Melihat istrinya mengerucutkan bibirnya membuat Shakti tersenyum dan menggenggam tangan istrinya untuk kembali berjalan.


"Ay,... "


"Iya... "


"Jangan mengungkit masa lalu, dia tidak akan kembali tapi bisa menyakiti dan aku tidak akan pernah ingin menyakitimu." ucap Shakti dengan wajah serius. Dia berharap akan selalu diingat istrinya.


"Maaf... " jawab Alexa dengan menoleh dan tersenyum pada lelaki yang menjadi cinta pertamanya.


Mereka sampai di villa dan Shakti masuk ke dalam kamar terlebih dahulu untuk bersiap pergi ke pabrik. Sementara itu, Alexa mulai masuk ke dapur. Dia bermaksud untuk memasak sesuatu yang disukai suaminya.

__ADS_1


"Mau apa ke sini, Mbak?" pertanyaan yang terdengar aneh bagi Alexa. Untuk apa? Mau melakukan apapun juga seharusnya terserah istri si pemilik villa.


"Aku ingin masak sesuatu, Din." jawab Alexa.


"Tapi, aku sudah memasak menu yang disukai Mas Shakti." lanjut Dinda.


"Apa menu yang disukai Mas Shakti?" tanya Alexa meskipun begitu, dia tidak peduli, dia memang ingin memasak sesuatu.


"Ikan bakar sambal kemangi." jawab Dinda. Dia memang pernah diminta Shakti untuk membuat ikan bakar saat masih ada Arkha karena itu makanan favorit Arkha.


Gadis belia itu terus tersenyum, seolah menertawakan Alexa. Dia merasa wanita berjilbab yang saat ini memasak itu tidak tahu apapun tentang Shakti. Dia hanya terlihat seperti gadis manja di mata Dinda.


"Ay,... Kamu di mana?" panggil Shakti saat sudah terlihat rapi saat menuruni anak tangga mencari keberadaan istrinya.


"Alexa mana, Din?" tanya Shakti saat melihat Dinda menata makanan di meja.


"Masih di dapur. Katanya mau memasak lagi. Ini ikan bakarnya sudah siap jika Mas Shakti ingin sarapan terlebih dahulu." ucap Dinda, berharap lelaki ganteng yang membuatnya terpesona itu sarapan terlebih dahulu.


"Sebentar aku akan mengecheck email dulu! " jawab Shakti.


"Ikan bakarnya sepertinya harum, Din." lanjut Shakti membuat gadis itu tersenyum, dia yakin Shakti akan memujinya jika sudah mencoba rasanya.


"Mas, sudah siap? " Alexa datang dengan semangkuk soto betawi.


"Waaaah... kamu tahu yang aku mau, Ay. Sudah lama aku tidak makan soto betawi." ucap Shakti membuat Alexa tersenyum dia segera menata makanan di piring Shakti.


Alexa sempat melirik Dinda yang berlahan melangkah menjauh. Gadis itu terlihat kecewa, dengan apa yang sudah dia lihat. Tapi, bagi Alexa itu jauh lebih baik, Alexa berharap Dinda sadar jika lelaki yang dia harapkan sudah menjadi milik wanita lain.


Aku memang tidak berpengalaman, tapi aku juga tidak bodoh untuk menjaga suamiku.


Alexa memang tidak punya cara lain kecuali bermain sendiri, karena dia tidak akan memaksa suaminya untuk percaya dengan apa yang dirasakannya.


Dinda



Alexa dan Shakti ini aku kabulin lagi ya hahaha

__ADS_1




__ADS_2