
Melihat mobil Yaris putih yang keluar dari halaman rumah membuat Shakti melajukan mobilnya untuk membuntuti kemana perginya Alexa. Dia menunggu gadis itu keluar rumah hingga hampir sejam yang lalu.
Alexa yang tidak pernah mengangkat panggilannya yang hampir seratus kali itu membuatnya memutuskan untuk menemuinya langsung dengan cara apapun.
Saat melihat mobil Jaguar yang membuntut di belakangnya, membuat Alexa semakin menginjak pedal gas mobilnya. Alexa sudah tidak ingin bertemu lagi dengan lelaki yang sudah membuat rasa kecewa yang begitu dalam.
Shakti mulai melihat mobil yang dia buntuti semakin melaju cepat, dia pun semakin mempercepat laju mobilnya. Di jalan yang sepi, Shakti mencoba mendahului mobil Alexa.
"Chiiiiiiit..." Alexa menginjak pedal rem dengan begitu tajam dan mendadak, saat sebuah mobil sedan sudah menghadang di depannya.
"Argghhh... " pekik Alexa saat kepalanya menghantam kemudi.
Shakti pun bergegas keluar dari mobil dengan rasa cemas. Dia takut terjadi sesuatu pada Alexa karena decitan rem yang terdengar begitu nyaring.
"Ay... " panggil Shakti sambil mengetuk jendela mobil Alexa.
"Ay, Please!" ucap lelaki itu dengan tangan memohon.
Alexa terdiam sejenak setelah mengelus dahinya yang masih terasa nyeri. Tidak ada pilihan lain bagi gadis berkerudung itu kecuali membuka kaca jendela mobil. Dia memang harus mengakhiri semuanya dengan jelas. Dan itu mau tidak mau dia harus berbicara pada lelaki yang saat ini menatapnya dengan memelas.
"Ay, kita harus bicara." pinta Shakti dengan tatapan mengiba.
"Aku ingin menjelaskan semuanya." bujuk Shakti agar Alexa mau mendengarkannya.
"Aku hanya punya waktu 10 menit, masuklah ke dalam mobil, Mas!" timpal Alexa dengan membuka kunci pintu di sebelahnya. Shakti pun langsung berlari memutar untuk masuk ke dalam mobil.
"Ay, maafkan aku! Please, beri aku kesempatan." Shakti mengiba di depan Alexa. Alexa yang semula menatapnya pun mengalihkan pandangan. Dia tidak tahan melihat tatapan mata sayu lelaki itu.
"Buat apa? Untuk dipermainkan lagi? Aku memang bodoh, Mas, dan mudah sekali dibohongi, tapi aku bukan keledai yang mau jatuh pada lubang yang sama." jawab Alexa dengan tatapan mata menerawang ke depan. Sungguh, saat ini dia ingin menangis. Dadanya terasa sesak, rasa getir yang menguasai perasaannya pun menyeruak begitu kuat. Tapi semua ditahannya, dia tidak ingin menangis di depan lelaki yang sudah mempermainkan perasaannya.
"Aku sudah putus dengan Clarisa, Ay." lanjut Shakti saat lelaki yang menatap sendu dirinya berusaha mengambil tangannya untuk digenggam, tapi Alexa langsung mengelak, dia memilih menjauhkan tangannya dari lelaki yang pertama menggenggam jari jemarinya dengan penuh cinta.
__ADS_1
"Sejak kapan? Hari ini? Atau besok?" sindir Alexa dengan senyum sinis. Dia merasa Shakti kembali membohonginya saja. Gadis itu begitu sulit percaya lagi pada Shakti.
"Ay, please percayalah padaku. Aku sudah putus sejak hari itu." Shakti masih berusaha menjelaskan, meski dia bisa membaca wajah cemeh Alexa menanggapi semua ucapannya.
"Percayalah, Ay. Aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin hubungan kita berakhir!" lanjut Shakti dengan menghadapkan tubuhnya pada gadis yang kini juga mengalihkan posisi tubuhnya menghadap ke arahnya.
"Apa yang harus aku percaya dari pembohong sepertimu, Mas? Anggap saja kita tidak pernah mempunyai hubungan yang salah ini." lirih Alexa, tenggorokannya seperti tercekat. Di dalam sana dia harus menahan isak tangis yang hampir saja meledak. Matanya pun, sudah mulai mengembun. Dia tak mampu lagi bisa bertahan untuk bisa terlihat baik baik saja dengan perasaan yang sudah hancur.
"Tidak Ay, aku tidak pernah berbohong tentang perasaanku." Lelaki itu tidak patah semangat untuk meyakinkan gadisnya. Dia bisa melihat mata yang kini berkaca-kaca di depannya itu masih menyimpan cinta yang sama.
"Katakan kamu tidak mencintaiku, Ay!" desak Shakti.
"Pergilah, Mas! Tidak ada lagi hubungan apapun lagi diantara kita." tegas Alexa. Dadanya begitu riuh dengan banyak rasa yang cukup menyakitkan. Ada rasa terluka, kecewa dan bersalah.
"Tidak, Ay!" Shakti bisa melihat ada kesedihan yang begitu dalam di ceruk mata gadis yang sudah meneteskan air mata. Dia tahu Alexa terluka karena semuanya.
"Aku mohon, Mas! Pergilah!" Alexa melipat kedua tangannya di depan dada. Tangisnya pun pecah karena sudah tidak bisa lagi menahan guncangan perasaan yang begitu hebat di dalam hatinya.
Shakti keluar mobil, tapi dia masih berdiri untuk melihat gadis yang saat ini memang sepenuhnya menguasai hatinya itu menundukkan tubuh. Ada rasa ngilu dan bersalah saat melihat gadisnya menangis tergugu dengan memeluk setir mobil. Dia bisa melihat bahu kecil itu terguncang begitu ketara. Iya, begitulah Alexa terluka hingga tangisnya pun seperti tidak cukup untuk melunturkan semua rasa kecewa dan semua rasa yang sudah dia miliki untuk lelaki yang masih berdiri menatapnya dari luar mobil.
###
Alexa menghentikan mobilnya tepat di parkiran depan rumah sakit. Dia tertegun sejenak untuk mengendalikan perasaanya. Bertemu dengan Shakti seperti membuat luka baru dengan luka lama yang belum sembuh. Tidak bisa dipungkiri Alexa masih mencintai lelaki itu. Tapi baginya cinta itu salah. Semua harus berakhir, dia tidak ingin mengambil sesuatu yang sudah menjadi milik orang lain.
Gadis yang matanya kembali sembab itu pun mengambil kaca mata yang sudah ada di dashboard mobil. Meskipun berlensa bening tapi itu sedikit membantu menutupi mata sembabnya.
Alexa berjalan menuju ruang UGD di mana teman temannya sudah berada di sana. Dari tadi Nindy memang menanyakan terus keberadaannya yang belum tiba di rumah sakit.
"Assalamu'alaikum, selamat pagi semua." sapa Alexa saat sampai di depan teman temannya.
"Walaikum salam. Matamu minus?" tanya Nindy saat melihat Alexa mengenakan kaca mata.
__ADS_1
"Nggak, kok." jawab Alexa dengan meletakkan tasnya di kursi yang ada di dekat Irul.
"Wah, sekarang lagi banyak gaya si Lexa." timpal Irul saat melihat kaca mata bertengger di telinga gadis cantik yang biasa berpenampilan sederhana itu.
"Halo selamat pagi!" sapa Dokter Agam dengan meletakkan kotak makanan di meja mereka.
"Apa ini, Dok?" tanya Nindy dengan melihat isi kotak yang berisi berbagai macam kue.
"Ya Allah, dokter satu ini memang perhatian banget ya! Udah ganteng, pinter dan perhatian. Tapi sayang, masih jomblo." goda Nindy dengan mata berbinar, tawanya pun meledak, meledek status Dokter Agam.
"Para gadis belum tau saja pesonanya Dokter Agam." timpal Irul dengan mengambil satu kue yang aroma legitnya sudah menggoda.
"Semoga ada bidadari yang tersesat padaku ya!" balas Agam dengan melirik Alexa yang juga meliriknya. Agam memang masih berharap, selama Alexa belum mengumumkan pada publik tentang hubungannya dengan lelaki itu, Agam berharap bisa mendapatkan cinta gadis dambaannya itu.
"Aku doakan, Dok! Tapi, jika selalu memperhatikan buku dan pasien, gimana bisa menyadari ada bidadari yang tersesat." celetuk Nindy dengan mulut penuh. Sejak Dokter Agam mulai mengambil spesialis, lelaki kalem itu memang terlihat sibuk dan jarang sekali bisa mengobrol seperti saat ini.
"Kalau jodoh tak akan kemana, kan? Baiklah aku akan kunjungan ke pasien terlebih dulu!" pamit Agam dengan menatap Alexa yang sedari tadi cuma terdiam.
"Iya, Dok! Selamat bertugas." teriak Irul.
Alexa menatap lelaki yang kini berjalan menjauh. Ada rasa bersalah pada Dokter Agam saat lelaki itu masih mengharapkan dirinya.
"Dokter Agam sepertinya menyukaimu, Lexa. Aku laki laki, aku bisa mengartikan semua dari tatapan bahkan perhatiannya." ujar Irul saat melihat Alexa mengambil duduk di sebelahnya.
Agam memang dengan cara terbuka memperhatikan Alexa. Hingga membuat rumor Alexa adalah kekasih Dokter Agam bukan rahasia lagi di kalangan rumah sakit.
Agam tahu, jika tidak bisa membuat Alexa jatuh cinta untuk saat ini, dia bisa mengawalinya dengan rasa sungkan. Iya, Agam tahu Alexa selalu merasa sungkan dan takut menyakiti perasaan orang lain. Hingga diam-diam dokter itu masih berjuang merebut hati Alexa dengan cara apapun. Dia sudah terpikat dengan semua yang ada pada diri Alexa.
Bersambung...
Terima kasih yang sudah setia menunggu Rindu Alexa. Saya merasa terharu jika ada yang bilang ceritanya bagus dan selalu dinanti. Karena saya sendiri menyadari cerita ini hanya sebuah cerita receh yang menceritakan kisah cinta picisan. Tidak ada yang hot dan penuh konflik.
__ADS_1
Sekali lagi Terima kasih untuk dukungannya. Happy reading semoga selalu sehat dan dilancarkan rejekinya ya gaes 😍😍😍😍